Lewati ke konten utama

Pencarian global

Pencarian secara global yang mencakup seluruh 52 materi. Tekan Ctrl K untuk fokus.

Ketik minimal dua karakter untuk mencari.

Semua materi
pdf21 halamanLengkap dengan catatan

Cara Kerja dan Alur Bisnis Bank Modern

Materi General Banking Program BFLP menjelaskan cara kerja bank modern sebagai lembaga intermediasi, sistem pembayaran, dan penyedia layanan keuangan. Alurnya mencakup penghimpunan dana, penyaluran kredit atau penempatan, pembentukan pendapatan bunga dan fee based income, pengelolaan biaya serta laba, manajemen risiko, dan transformasi digital dari bank berbasis cabang menuju ekosistem digital.

6
Bab
37
Item
15
Glosarium
Daftar isi

Ringkasan

Tujuan pembelajaran

  • Menjelaskan fungsi utama bank dalam sistem keuangan dan perannya sebagai lembaga intermediasi.
  • Menjelaskan alur bisnis bank modern dari penghimpunan dana dan penyaluran kredit sampai pendapatan dan laba.
  • Mengidentifikasi risiko utama yang melekat pada aktivitas bisnis bank serta alasan pengelolaan risiko.
  • Menjelaskan dampak transformasi digital terhadap model bisnis, proses operasional, dan pengalaman nasabah.
  • Menjelaskan keterkaitan antar fungsi bisnis bank dalam mendukung kinerja dan keberlanjutan bank.
Fungsi utama bank dan peran financial intermediaryModel bisnis bank dibandingkan dengan manufakturReserve requirement melalui GWM dan PLMInterest income, fee based income, NII, dan pembentukan labaRisiko utama bank dan prinsip pengelolaannyaPerjalanan serta dampak transformasi digital perbankan

Bab 1

Orientasi dan Peta Materi

Bagian pembuka memperkenalkan materi Cara Kerja dan Alur Bisnis Bank Modern, tujuan pembelajaran, serta empat pokok bahasan yang menjadi alur pembahasan.

Halaman 1–4

Lainnya

Halaman 1

Cakupan Materi Cara Kerja dan Alur Bisnis Bank Modern

Materi General Banking Program BFLP membahas cara kerja dan alur bisnis bank modern, dengan fokus pada fungsi bank, pendapatan, risiko, dan transformasi digital.

  • Sampul materi mencantumkan BRI Corporate University, nuPMK Consulting, dan General Banking Program - BFLP.
  • Urutan pembahasan bergerak dari fungsi utama bank ke sumber pendapatan, risiko bank, dan transformasi digital.
cakupan materiGeneral Banking ProgramBFLPbank modern
Lainnya

Halaman 2

Tujuan Pembelajaran

Tujuan pembelajaran materi mencakup fungsi bank sebagai lembaga intermediasi, alur bisnis dan laba, risiko, transformasi digital, serta keterkaitan antar fungsi bisnis bank.

  • Menjelaskan fungsi utama bank dalam sistem keuangan serta perannya sebagai lembaga intermediasi.
  • Memahami alur bisnis bank modern mulai dari penghimpunan dana dan penyaluran kredit hingga sumber pendapatan dan laba.
  • Mengidentifikasi risiko utama pada aktivitas bisnis perbankan dan pentingnya pengelolaan risiko yang efektif.
  • Menjelaskan dampak transformasi digital terhadap model bisnis, proses operasional, dan pengalaman nasabah.
  • Melihat keterkaitan antar fungsi bisnis bank dan kontribusi setiap unit terhadap kinerja serta keberlanjutan bank.
tujuan pembelajaranintermediasipendapatanrisikotransformasi digital
Lainnya

Halaman 3

Pokok Bahasan

Pokok bahasan materi terdiri dari memahami fungsi utama bank, memahami sumber pendapatan bank, memahami risiko bank, dan memahami transformasi digital.

  • Fungsi utama bank menjadi bagian pertama.
  • Sumber pendapatan bank menjadi bagian kedua.
  • Risiko bank menjadi bagian ketiga.
  • Transformasi digital membahas bagaimana digitalisasi mengubah cara bank berbisnis, beroperasi, dan melayani nasabah.
pokok bahasanfungsi bankpendapatan bankrisiko bankdigitalisasi

Bab 2

Fungsi Utama dan Model Bisnis Bank

Bagian ini membandingkan cara manufaktur dan bank menciptakan nilai, lalu menjelaskan intermediasi, sistem pembayaran, layanan keuangan, serta pembatasan penyaluran dana melalui GWM dan PLM.

Halaman 5–7

Konsep

Halaman 5

Model Bisnis Manufaktur

Model bisnis manufaktur menciptakan nilai dengan mengubah input menjadi produk atau jasa, kemudian menjualnya untuk menghasilkan pendapatan dan laba.

  • Input dan biaya mencakup bahan baku, tenaga kerja, serta biaya overhead seperti pabrik, listrik, sewa, dan penyusutan.
  • Proses produksi mengubah input menjadi output.
  • Penjualan produk atau jasa menghasilkan total revenue.
  • Laba manufaktur digambarkan sebagai revenue dikurangi total biaya.
  • Tujuannya adalah menghasilkan barang atau jasa berkualitas sesuai kebutuhan pelanggan.
model bisnis manufakturinputproses produksirevenuelaba
Konsep

Halaman 5

Model Bisnis Bank

Model bisnis bank menghubungkan funding, lending, dan layanan bank untuk membentuk pendapatan operasional. Bank membayar bunga atas dana yang dihimpun, menerima bunga dari dana yang disalurkan, memperoleh fee based income, lalu mengurangi biaya operasional untuk menghasilkan laba bersih.

  • Funding atau menghimpun dana berasal dari nasabah yang menempatkan tabungan, giro, atau deposito; bunga yang dibayar bank menjadi interest expense.
  • Lending atau menyalurkan kredit dilakukan kepada debitur; bunga yang diterima bank menjadi interest income.
  • Net Interest Income (NII) digambarkan sebagai interest income dikurangi interest expense.
  • Fee Based Income (FBI) adalah pendapatan non-bunga dari layanan bank seperti transfer, QRIS, trade finance, bancassurance, treasury, dan layanan lain.
  • Total operating revenue terdiri dari NII dan FBI, lalu dikurangi biaya tenaga kerja, teknologi dan sistem, serta biaya lain untuk membentuk net profit.
  • Perbedaan kunci dengan manufaktur adalah manufaktur memperoleh revenue dari penjualan produk, sedangkan bank memperoleh revenue dari bunga dan layanan jasa.
model bisnis bankfundinglendingNIIFBInet profit
Konsep

Halaman 6

Fungsi Financial Intermediary

Bank berfungsi sebagai financial intermediary yang menghubungkan pemilik dana atau nasabah dengan pengguna dana, termasuk dunia usaha yang membutuhkan pembiayaan.

  • Contoh yang ditampilkan adalah tabungan masyarakat yang disalurkan menjadi kredit UMKM.
  • Deposito perusahaan dapat disalurkan menjadi kredit investasi.
  • Fungsi ini menempatkan bank sebagai penghubung antara dana yang tersedia dan kebutuhan pembiayaan.
financial intermediaryintermediasipemilik danapengguna danakredit UMKM
Layanan

Halaman 6

Fungsi Payment System

Bank memfasilitasi perpindahan uang secara aman dan cepat melalui fungsi payment system.

  • Contoh layanan yang ditampilkan adalah transfer, kartu debit, QRIS, BI-FAST, dan mobile banking.
  • BRI Mobile digambarkan sebagai salah satu sarana yang menghubungkan layanan pembayaran tersebut.
  • Fungsi payment system memperluas peran bank dari tempat menyimpan dan meminjamkan uang menjadi pusat transaksi.
payment systemtransferkartu debitQRISBI-FASTmobile banking
Layanan

Halaman 6

Fungsi Financial Services

Bank menyediakan berbagai layanan keuangan sesuai kebutuhan nasabah sebagai salah satu fungsi utamanya.

  • Layanan yang ditampilkan mencakup trade finance, bank garansi, wealth management, dan treasury.
  • Fungsi ini melengkapi intermediasi dan payment system dalam model bank modern.
  • Materi menekankan bahwa bank modern menjadi pusat transaksi dan layanan keuangan.
financial servicestrade financebank garansiwealth managementtreasury
Kontrol

Halaman 7

GWM dan PLM sebagai Reserve Requirement

Tidak semua dana pihak ketiga dapat langsung disalurkan. Bank wajib memenuhi Giro Wajib Minimum (GWM) di Bank Indonesia dan memelihara Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM) untuk menjaga likuiditas dan mendukung stabilitas sistem keuangan.

  • GWM adalah ketentuan Bank Indonesia mengenai giro minimum yang wajib dipelihara bank pada Bank Indonesia.
  • Slide menampilkan rata-rata GWM sekitar 3% dari DPK untuk rupiah dan valuta.
  • PLM adalah instrumen likuid berkualitas tinggi atau High Quality Liquid Asset (HQLA) yang dipelihara sebagai buffer likuiditas.
  • Contoh instrumen PLM yang ditampilkan adalah SBI, SDBI, dan SBN; slide menyebut PLM saat ini 4%.
  • Slide mencantumkan GWM dengan PBI No. 11/2024 dan PLM dengan PBI No. 2/2026 serta PADG terkait, sambil mengingatkan bahwa regulasi dapat berubah mengikuti ketentuan Bank Indonesia.
GWMPLMreserve requirementlikuiditasBank IndonesiaHQLA
Contoh

Halaman 7

Contoh Alokasi Dana Rp100 Juta

Contoh pada materi menunjukkan nasabah menempatkan Rp100 juta di bank. Dengan rata-rata GWM sekitar 3%, sekitar Rp3 juta ditempatkan di Bank Indonesia sehingga dana yang dapat digunakan bank menjadi Rp97 juta.

  • Dana GWM pada contoh tidak dapat digunakan untuk aktivitas bank dan ditampilkan dengan bunga yang dibayarkan kepada Bank Indonesia sebesar 0%-1,5% per tahun.
  • Dari dana yang dapat digunakan, sekitar 4% ditampilkan sebagai PLM pada instrumen likuid berkualitas tinggi untuk menjaga buffer likuiditas.
  • Sisa dana dapat ditempatkan pada instrumen PLM atau disalurkan ke kredit atau pembiayaan yang menghasilkan pendapatan bunga dan fee.
  • Bagan akhir menghubungkan pendapatan bunga dan fee based income, setelah dikurangi biaya dana dan biaya operasional, dengan profit bank.
  • Persentase pada slide merupakan ilustrasi yang ditampilkan dalam materi dan dapat berubah sesuai kebijakan Bank Indonesia.
contoh alokasi danaDPKGWMPLMkreditprofit bank

Bab 3

Sumber Pendapatan dan Pembentukan Laba

Bagian ini menginventarisasi sumber interest income dan fee based income, lalu menunjukkan bahwa pendapatan bunga bukan laba akhir karena biaya bunga dan biaya operasional harus diperhitungkan.

Halaman 8–12

Konsep

Halaman 9

Sumber Interest Income

Materi mencantumkan berbagai sumber interest income bank yang berasal dari penyaluran kredit, pembiayaan perdagangan, surat berharga, dan penempatan antarbank.

  • Kredit yang dicantumkan meliputi Kredit Modal Kerja, Kredit Investasi, Kredit Pemilikan Rumah, Kredit Kendaraan Bermotor, Kredit Multi Guna, dan Kartu Kredit.
  • Pembiayaan perdagangan yang dicantumkan meliputi Diskonto L/C, Trust Receipt (TR) Financing, Pre-shipment Financing, Post-shipment Financing, Invoice Financing, Account Receivable Financing, Supply chain financing, dan Banker Acceptance.
  • Sumber lain yang dicantumkan adalah obligasi yang dibeli oleh bank, Interbank Placement, dan Repo.
  • Slide mencantumkan nama-nama tersebut sebagai sumber interest income tanpa menguraikan definisi atau mekanisme masing-masing produk.
interest incomekredittrade financepembiayaaninterbank placementrepo
Layanan

Halaman 10

Sumber Fee Based Income

Fee Based Income adalah pendapatan non-bunga dari layanan dan transaksi bank. Materi mencantumkan dua puluh contoh sumber fee based income.

  • Sumber yang terkait simpanan, kartu, dan transaksi meliputi Admin Deposits, Credit Card Fees, Payroll, Remittance atau Transfer, transaksi ATM dan e-Channel lainnya, EDC, serta Kartu Debit.
  • Sumber investasi dan layanan nasabah meliputi Bancassurance, Reksadana, Safe Deposit Box, Custodian & Trustee, serta Escrow agent.
  • Sumber layanan bisnis meliputi Bank Garansi, Trade Services, Cash Management, Treasury, Admin Kredit & Sindikasi, Provisi, Collection Kredit Hapus Buku, dan Denda.
  • Daftar pada slide bersifat inventarisasi sumber pendapatan dan tidak memberikan definisi rinci tiap layanan.
fee based incomependapatan jasatransaksitrade servicescash managementtreasury
Metrik

Halaman 11

Cost of Fund dan Net Interest Income

Pendapatan bunga tidak sama dengan laba bank. Bank perlu mengelola biaya bunga atau cost of fund secara efisien agar selisih antara pendapatan bunga dan biaya bunga, yaitu Net Interest Income (NII), optimal dan berkelanjutan.

  • Sumber dana bank pada diagram adalah tabungan, giro, dan deposito berjangka.
  • Bunga yang dibayarkan bank kepada nasabah atas dana yang dihimpun menjadi interest expense atau biaya bunga.
  • Dana disalurkan dalam bentuk kredit konsumtif, Kredit Modal Kerja, Kredit Investasi, serta penempatan atau surat berharga.
  • Bunga yang diterima dari penyaluran dan penempatan menjadi interest income atau pendapatan bunga.
  • NII dihitung sebagai interest income dikurangi interest expense.
  • Contoh sederhana pada slide: pendapatan bunga Rp100 juta dikurangi biaya bunga Rp40 juta menghasilkan NII Rp60 juta.
  • Materi menyebut NII sebagai sumber pendapatan utama bank dan fondasi pertumbuhan serta profitabilitas.
cost of fundNIIinterest incomeinterest expensependapatan bungabiaya bunga
Proses

Halaman 12

Alur Pendapatan Menjadi Profit

Alur pembentukan profit bank dimulai dari interest income dan interest expense, menghasilkan NII, ditambah FBI menjadi total operating revenue, lalu dikurangi operating expense untuk memperoleh profit.

  • Interest income diperoleh dari penyaluran dana, penempatan, surat berharga, dan instrumen lainnya.
  • Interest expense adalah biaya bunga yang dibayarkan kepada penabung dan pemilik dana.
  • NII merupakan selisih antara pendapatan bunga dan biaya bunga.
  • FBI merupakan pendapatan non-bunga dari layanan dan transaksi yang diberikan kepada nasabah.
  • Total operating revenue adalah NII ditambah FBI sebelum biaya operasional.
  • Operating expense mencakup seluruh biaya untuk menjalankan aktivitas bank sehari-hari.
  • Profit atau laba adalah hasil akhir setelah total pendapatan dikurangi seluruh biaya operasional.
alur pendapatanNIIFBItotal operating revenueoperating expenseprofit
Contoh

Halaman 12

Ilustrasi Sederhana Pembentukan Profit

Ilustrasi pada slide menunjukkan pendapatan bunga Rp100 juta dan biaya bunga Rp40 juta menghasilkan NII Rp60 juta. Setelah ditambah FBI Rp20 juta, total operating revenue menjadi Rp80 juta; setelah dikurangi operating expense Rp50 juta, profit menjadi Rp30 juta.

  • Interest income: Rp100 juta.
  • Interest expense: Rp40 juta.
  • Net Interest Income: Rp60 juta.
  • Fee Based Income: Rp20 juta.
  • Total Operating Revenue: Rp80 juta.
  • Operating Expense: Rp50 juta.
  • Profit: Rp30 juta.
ilustrasi profitNIIFBIoperating revenueoperating expenselaba
Strategi

Halaman 12

Tujuan Akhir: Value Berkelanjutan

Materi menempatkan penciptaan value bagi nasabah, bisnis, dan pemegang saham secara berkelanjutan sebagai tujuan akhir pengelolaan pendapatan dan biaya bank.

  • Pertumbuhan pendapatan perlu diimbangi dengan efisiensi biaya operasional.
  • Kombinasi NII yang kuat, FBI yang optimal, dan efisiensi biaya digambarkan menghasilkan profit berkelanjutan.
  • Tujuan tersebut menghubungkan kinerja keuangan bank dengan value bagi nasabah, bisnis, dan pemegang saham.
value creationkeberlanjutanefisiensi biayaprofit berkelanjutanpemegang saham

Bab 4

Risiko dan Pengelolaan Risiko

Bagian ini menjelaskan mengapa aktivitas bank selalu mengandung risiko, delapan risiko utama yang ditampilkan, hubungan risiko dan return, serta prinsip untuk mengenali, mengukur, memantau, dan mengendalikan risiko.

Halaman 13–16

Risiko

Halaman 14

Mengapa Bank Harus Mengelola Risiko

Semakin besar peluang memperoleh keuntungan, semakin besar pula risiko yang harus dikelola. Alur penghimpunan dana, penyaluran kredit, dan penghasilan pendapatan menimbulkan berbagai risiko pada aktivitas bank.

  • Risiko yang disebut pada alur tersebut meliputi kredit atau gagal bayar, likuiditas atau penarikan dana, pasar seperti suku bunga dan nilai tukar, operasional seperti sistem dan sumber daya manusia, serta risiko lainnya.
  • Jika risiko tidak dikelola, dampaknya dapat berupa kerugian finansial atau penurunan laba, menurunnya permodalan, menurunnya kepercayaan nasabah, dan gangguan kelangsungan usaha.
  • Materi menegaskan bahwa bank tidak dapat menghindari risiko, tetapi harus mengidentifikasi, mengukur, memantau, dan mengendalikan risiko agar dapat tumbuh berkelanjutan.
risiko bankmanajemen risikogagal bayarlikuiditaskelangsungan usaha
Kontrol

Halaman 14

Tujuan Manajemen Risiko

Tujuan manajemen risiko adalah menjaga stabilitas bank, melindungi modal, dan memastikan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

  • Tujuan tersebut diterapkan pada aktivitas penghimpunan dana, penyaluran kredit, dan penghasilan pendapatan.
  • Pengelolaan risiko yang sehat digunakan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan risiko.
tujuan manajemen risikostabilitas bankmodalpertumbuhan berkelanjutan
Risiko

Halaman 15

Risiko Kredit

Risiko kredit adalah risiko kerugian akibat debitur tidak mampu memenuhi kewajiban pembayaran.

  • Contoh yang ditampilkan adalah kredit macet.
  • Contoh lain yang ditampilkan adalah wanprestasi debitur.
risiko kreditdebiturkredit macetwanprestasi
Risiko

Halaman 15

Risiko Likuiditas

Risiko likuiditas adalah risiko bank tidak mampu memenuhi kewajiban jangka pendek karena ketidakseimbangan arus kas.

  • Contoh yang ditampilkan adalah penarikan dana nasabah yang tinggi.
risiko likuiditaskewajiban jangka pendekarus kaspenarikan dana
Risiko

Halaman 15

Risiko Pasar

Risiko pasar adalah risiko kerugian akibat perubahan kondisi pasar, seperti suku bunga, nilai tukar, harga saham, dan komoditas.

  • Contoh yang ditampilkan adalah kenaikan suku bunga yang menurunkan nilai Surat Berharga Negara (SBN).
risiko pasarsuku bunganilai tukarharga sahamkomoditasSBN
Risiko

Halaman 15

Risiko Operasional

Risiko operasional adalah risiko kerugian akibat proses internal, manusia, sistem, atau kejadian eksternal yang tidak berjalan semestinya.

  • Contoh yang ditampilkan adalah kesalahan input.
  • Contoh lain yang ditampilkan adalah system down dan fraud internal.
risiko operasionalproses internalsistemsystem downfraud internal
Risiko

Halaman 15

Risiko Kepatuhan

Risiko kepatuhan adalah risiko kerugian akibat ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan ketentuan internal.

  • Contoh yang ditampilkan adalah pelanggaran ketentuan OJK atau BI.
  • Materi juga memberi contoh pelanggaran ketentuan AML.
risiko kepatuhanperaturanketentuan internalOJKBIAML
Risiko

Halaman 15

Risiko Reputasi

Risiko reputasi adalah risiko penurunan tingkat kepercayaan nasabah dan stakeholder yang dapat berdampak pada bisnis bank.

  • Contoh yang ditampilkan adalah layanan buruk yang menjadi viral.
  • Contoh lain yang ditampilkan adalah pemberitaan negatif.
risiko reputasikepercayaan nasabahstakeholderlayanan burukpemberitaan negatif
Risiko

Halaman 15

Risiko Strategik

Risiko strategik adalah risiko kerugian akibat keputusan strategis yang tidak tepat, perubahan lingkungan bisnis, atau ketidakmampuan beradaptasi.

  • Contoh yang ditampilkan adalah ekspansi yang tidak tepat.
  • Contoh lain yang ditampilkan adalah salah memilih segmen.
risiko strategikkeputusan strategislingkungan bisnisadaptasisegmentasi
Konsep

Halaman 16

Keseimbangan Risk dan Return

Pertumbuhan bisnis yang optimal dicapai dengan menyeimbangkan risiko dan keuntungan. Materi menggambarkan titik low risk-low return, balanced risk-optimal return, dan high risk-high return.

  • Bank tidak dapat menghindari risiko, tetapi dapat mengelolanya agar sebanding dengan manfaat yang diperoleh.
  • Tanpa manajemen risiko, kredit dapat tumbuh cepat dengan fokus volume dan kurang memperhatikan kualitas; risiko meningkat, laba menurun, dan pertumbuhan menjadi tidak sehat.
  • Dengan manajemen risiko, kredit tumbuh sehat dengan keseimbangan volume dan kualitas; risiko terkendali dan profit berkelanjutan.
risk returnlow riskoptimal returnpertumbuhan bisniskualitas kredit
Kontrol

Halaman 16

Prinsip Pengelolaan Risiko Bank

Prinsip pengelolaan risiko bank pada materi terdiri dari mengenali, mengukur, memantau, dan mengendalikan risiko, lalu menyeimbangkan risiko dan return.

  • Kenali risiko: pahami sumber dan jenis risiko dalam setiap aktivitas.
  • Ukur risiko: tentukan tingkat risiko dan potensi dampaknya terhadap bank.
  • Pantau risiko: lakukan monitoring secara berkala dan berkelanjutan.
  • Kendalikan risiko: terapkan strategi mitigasi agar risiko tetap terkendali.
  • Seimbangkan risiko dan return: ambil risiko secara terukur untuk menghasilkan nilai bagi nasabah dan bank.
prinsip manajemen risikokenali risikoukur risikopantau risikokendalikan risikomitigasi
Strategi

Halaman 16

Dampak Pengelolaan Risiko terhadap Pertumbuhan

Perbandingan pada materi menunjukkan bahwa pertumbuhan kredit tanpa manajemen risiko dapat meningkatkan NPL, mengganggu likuiditas, dan menaikkan kerugian operasional, sedangkan pengelolaan risiko mendukung pertumbuhan sehat dan laba berkelanjutan.

  • Tanpa manajemen risiko: kredit tumbuh cepat dengan fokus volume, risiko meningkat, dan laba menurun karena pendapatan turun serta biaya naik.
  • Dengan manajemen risiko: kredit tumbuh sehat dengan keseimbangan volume dan kualitas, risiko diidentifikasi serta dikendalikan, dan kinerja menjadi stabil.
  • Materi menghubungkan profit berkelanjutan dengan meningkatnya kepercayaan nasabah.
manajemen risikoNPLlikuiditasprofit berkelanjutanpertumbuhan sehat

Bab 5

Transformasi Digital Perbankan

Bagian ini memetakan perjalanan perbankan dari orientasi cabang menuju intelligent banking dan menjelaskan perubahan channel, proses, fokus, layanan, serta pengambilan keputusan.

Halaman 17–19

Strategi

Halaman 18

Perjalanan Transformasi Digital Perbankan

Materi memetakan perjalanan dari bank yang berorientasi cabang menuju bank yang terhubung dalam ekosistem digital melalui lima tahap.

  • 1980-1990 - Traditional banking: kantor cabang, teller, proses manual, dan produk bank; fokus pada pembukaan rekening serta transaksi di cabang.
  • 1990-2005 - Electronic banking: ATM, call center, debit card, dan internet banking; fokus pada perluasan akses layanan melalui kanal elektronik.
  • 2005-2020 - Digital banking: mobile banking, real-time payment, QRIS, paperless, serta otomatisasi dan proses digital; fokus pada kemudahan, kecepatan, dan efisiensi layanan.
  • 2020-sekarang - Ecosystem banking: open API, embedded finance, AI dan analytics, cloud computing, serta digital ecosystem; fokus pada kolaborasi, integrasi, dan penciptaan nilai baru.
  • Masa depan - Intelligent banking: generative AI, hyper personalization, predictive banking, digital identity, serta secure and trusted ecosystem; fokus pada pengalaman yang personal, cerdas, dan proaktif.
transformasi digitaltraditional bankingelectronic bankingdigital bankingecosystem bankingintelligent banking
Proses

Halaman 18–19

Perubahan Model Layanan dari Tradisional ke Modern

Transformasi digital mengubah model layanan bank dari cabang sebagai pusat layanan menjadi omnichannel banking, dari proses manual menjadi proses digital dan otomatis, serta dari layanan teller menjadi mobile dan internet banking.

  • Channel berubah dari cabang sebagai pusat layanan menjadi layanan di mana saja dan kapan saja melalui omnichannel banking.
  • Proses berubah dari manual dan banyak dokumen menjadi digital dan otomatis, lebih cepat, akurat, dan efisien.
  • Fokus berubah dari produk sebagai fokus utama menjadi customer experience sebagai fokus utama.
  • Layanan berubah dari transaksi di teller atau kantor cabang menjadi mobile dan internet banking yang mandiri dan praktis.
  • Keputusan berubah dari berbasis pengalaman menjadi berbasis data yang lebih tepat dan terukur.
omnichannelproses digitalcustomer experiencemobile bankingkeputusan berbasis data
Strategi

Halaman 18

Karakter Intelligent Banking Masa Depan

Tahap intelligent banking pada materi menggambarkan perbankan yang memanfaatkan teknologi untuk memberikan pengalaman personal, cerdas, dan proaktif dalam ekosistem yang aman dan tepercaya.

  • Kapabilitas yang ditampilkan meliputi generative AI, hyper personalization, predictive banking, digital identity, dan secure and trusted ecosystem.
  • Tahap ini ditempatkan sebagai masa depan setelah traditional banking, electronic banking, digital banking, dan ecosystem banking.
  • Fokusnya adalah pengalaman personal, cerdas, dan proaktif.
intelligent bankinggenerative AIhyper personalizationpredictive bankingdigital identity
Strategi

Halaman 19

Transformasi Digital sebagai Perubahan Penciptaan Nilai

Transformasi digital bukan sekadar menghadirkan aplikasi mobile banking, tetapi mengubah cara bank melayani nasabah, menjalankan proses bisnis, mengambil keputusan, dan membangun ekosistem layanan keuangan.

  • Materi merangkum perubahan dengan kalimat bahwa dahulu nasabah datang ke bank, sedangkan sekarang bank hadir di genggaman nasabah.
  • Transformasi digital diposisikan sebagai perubahan cara bank menciptakan value bagi nasabah, bukan hanya perubahan teknologi.
  • Bank modern digambarkan menggunakan omnichannel, proses digital dan otomatis, customer experience, mobile dan internet banking, serta keputusan berbasis data.
penciptaan nilaidigitalisasibank moderncustomer experienceekosistem layanan keuangan

Bab 6

Kesimpulan dan Key Takeaways

Bagian penutup merangkum empat gagasan utama: bank sebagai bisnis intermediasi, profit dari keseimbangan pendapatan dan biaya, risiko sebagai bagian yang tidak terpisahkan, dan transformasi digital sebagai pengubah penciptaan nilai.

Halaman 20–21

Konsep

Halaman 21

Bank sebagai Bisnis Intermediasi Keuangan

Bank adalah bisnis intermediasi keuangan yang menghimpun dana, menyalurkan kredit, dan menyediakan berbagai layanan keuangan untuk menciptakan value bagi nasabah dan perekonomian.

  • Kesimpulan menggabungkan fungsi penghimpunan dana, penyaluran kredit, dan layanan keuangan dalam satu model bisnis bank modern.
key takeawayintermediasi keuanganpenghimpunan danakreditvalue
Konsep

Halaman 21

Profit Bank Berasal dari Keseimbangan Pendapatan dan Biaya

Profit bank berasal dari keseimbangan antara pendapatan dan biaya melalui Net Interest Income, Fee Based Income, serta efisiensi biaya operasional.

  • Kesimpulan menempatkan NII, FBI, dan efisiensi biaya operasional sebagai pembentuk laba bank.
key takeawayprofit bankNIIFBIefisiensi biaya
Risiko

Halaman 21

Risiko Tidak Terpisahkan dari Bisnis Bank

Risiko merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari bisnis bank. Setiap keputusan bisnis mengandung risiko yang harus dikelola agar pertumbuhan tetap sehat dan berkelanjutan.

  • Kesimpulan menghubungkan keputusan bisnis, pengelolaan risiko, dan pertumbuhan yang sehat serta berkelanjutan.
key takeawayrisiko bankkeputusan bisnispertumbuhan sehatkeberlanjutan
Strategi

Halaman 21

Transformasi Digital Mengubah Penciptaan Nilai

Transformasi digital mengubah cara bank menciptakan value. Teknologi menjadi enabler untuk meningkatkan pengalaman nasabah, efisiensi operasional, dan daya saing bank.

  • Kesimpulan menempatkan teknologi sebagai enabler, bukan sekadar alat, dalam penciptaan nilai bank modern.
key takeawaytransformasi digitalpengalaman nasabahefisiensi operasionaldaya saing

Referensi

Glosarium

Financial intermediary

Halaman 6

Fungsi bank yang menghubungkan pemilik dana atau nasabah dengan pengguna dana, termasuk dunia usaha yang membutuhkan pembiayaan.

Alias: lembaga intermediasi, intermediasi keuangan

Funding

Halaman 5

Tahap penghimpunan dana dalam model bisnis bank, ketika nasabah menempatkan tabungan, giro, atau deposito dan bank membayar bunga atas dana tersebut.

Alias: menghimpun dana

Lending

Halaman 5

Tahap penyaluran kredit dalam model bisnis bank, ketika bank menyalurkan dana kepada debitur dan menerima pendapatan bunga.

Alias: menyalurkan kredit

Net Interest Income

Halaman 5, Halaman 11–12

Selisih antara interest income atau pendapatan bunga dan interest expense atau biaya bunga.

Alias: NII, pendapatan bunga bersih

Fee Based Income

Halaman 5, Halaman 12

Pendapatan non-bunga dari layanan dan transaksi bank yang diberikan kepada nasabah.

Alias: FBI, pendapatan jasa

Interest income

Halaman 12

Pendapatan bunga yang diperoleh bank dari penyaluran dana, penempatan, surat berharga, dan instrumen lainnya.

Alias: pendapatan bunga

Interest expense

Halaman 11–12

Biaya bunga yang dibayarkan bank kepada penabung atau pemilik dana atas dana yang dihimpun.

Alias: biaya bunga

Cost of fund

Halaman 11

Biaya bunga atas dana yang dihimpun bank; materi menekankan efisiensinya untuk memperoleh NII yang optimal dan berkelanjutan.

Alias: biaya dana

Giro Wajib Minimum

Halaman 7

Ketentuan Bank Indonesia mengenai giro minimum yang wajib dipelihara bank pada Bank Indonesia.

Alias: GWM

Penyangga Likuiditas Makroprudensial

Halaman 7

Instrumen likuid berkualitas tinggi yang harus dipelihara bank sebagai buffer likuiditas.

Alias: PLM

Dana Pihak Ketiga

Halaman 7, Halaman 14

Dana nasabah yang pada materi dicontohkan dalam bentuk tabungan, giro, dan deposito.

Alias: DPK

Risk management

Halaman 16

Pengelolaan yang dilakukan dengan mengenali, mengukur, memantau, dan mengendalikan risiko serta menyeimbangkan risiko dan return.

Alias: manajemen risiko

Omnichannel banking

Halaman 18–19

Model layanan bank modern yang menyediakan layanan di mana saja dan kapan saja, menggantikan orientasi cabang sebagai pusat layanan.

Alias: omnichannel

Customer experience

Halaman 18–19

Fokus layanan bank modern yang menggantikan produk sebagai fokus utama dalam perubahan model bisnis digital.

Alias: pengalaman nasabah

Intelligent banking

Halaman 18

Tahap masa depan perjalanan transformasi digital yang berfokus pada pengalaman personal, cerdas, dan proaktif dengan generative AI, hyper personalization, predictive banking, digital identity, serta ekosistem aman dan tepercaya.

Alias: banking masa depan

Istilah

Akronim

BI
Bank Indonesia

Halaman 7

GWM
Giro Wajib Minimum

Halaman 7

PLM
Penyangga Likuiditas Makroprudensial

Halaman 7

NII
Net Interest Income

Halaman 5, Halaman 11–12

FBI
Fee Based Income

Halaman 5, Halaman 12

TR
Trust Receipt

Halaman 9

DPK
Dana Pihak Ketiga

Halaman 7, Halaman 14

Keterkaitan

Relasi antar-item

Indeks

Kata kunci dan entitas

Kata kunci

bank moderncara kerja bankalur bisnis bankfinancial intermediaryintermediasifundinglendingpenghimpunan danapenyaluran kreditGWMPLMNIIFBIinterest incomeinterest expensecost of fundfee based incomeprofit bankrisiko bankmanajemen risikorisk returntransformasi digitaldigital bankingecosystem bankingintelligent bankingomnichannelcustomer experience

Entitas

BRI Corporate UniversitynuPMK ConsultingBank Indonesiabanknasabahdebiturpemilik danapengguna danaBRI MobileQRISBI-FASTOJKSBNfinteche-commercemarketplaceAPI

Pustaka

Sumber dan catatan ekstraksi

Berkas sumber
Cara Kerja dan Alur Bisnis Bank Modern.pdf
Bahasa
Campuran Indonesia dan Inggris
Grounding
Hanya materi sumber
Cakupan
Lengkap dengan catatan
SHA-256
49dba7b39896b503e89b556da48877e1730ecd9de6fc981affe36f00f1a5f95f
  • Seluruh 21 halaman PDF ditinjau melalui ekstraksi teks dan render visual; beberapa halaman merupakan divider atau diagram yang teksnya tidak seluruhnya dapat diekstrak secara otomatis.
  • Halaman 9 dan 10 memuat daftar nama sumber interest income dan fee based income tanpa definisi rinci per produk; daftar dipertahankan sebagai inventarisasi sumber.
  • Angka GWM sekitar 3%, PLM 4%, dan contoh Rp100 juta pada halaman 7 dicatat sebagai ilustrasi yang ditampilkan materi; slide juga menyatakan ketentuan dapat berubah mengikuti kebijakan Bank Indonesia.
  • Tidak ada referensi internet atau perluasan definisi di luar materi sumber yang digunakan.