Daftar isi
Ringkasan
Tujuan pembelajaran
- Memahami Grand Strategy Commercial Business 2026-2030.
- Menelusuri akuisisi ekosistem dan proses kredit Commercial.
- Mengenali peran organisasi, RM Commercial, dan pola pembiayaan Linkage Business.
Bab 1
Arah, organisasi, dan portofolio Commercial
Struktur direktorat, posisi pasar, kondisi portofolio, dan Grand Strategy Commercial Business 2026-2030.
Halaman 2–7
Halaman 2
Organisasi Commercial Banking Directorate
Bagan Direktorat Commercial Banking mencakup Commercial & SME Business Solution Group, Commercial Business Group, dan Small & Medium Business Group.
- Commercial Business Group mencantumkan GH CMB Group, EBO, Department Strategy & Monitoring, Department Linkage Business, dan CBC.
- CBC menampilkan CBC Head, Team Leader Commercial, RM Commercial, dan Team Member OBA.
Halaman 3
Market Share dan arah strategis Commercial
Materi menyatakan segmen Commercial BRI tumbuh agresif namun belum unggul dari sisi market share sehingga peluang tumbuh dan ekspansi agresif masih besar.
- Data Analyst Meeting Q1/26 menampilkan BRI: baki debet 66,0 Tn, market share 5,8%, growth YoY 61,9%, dan NPL 4,0%.
- Aspirasi 2030: end balance Rp166,1 Tn, growth CAGR 22,0%, CASA Ratio sekitar 24%, LAR maksimum 6,5%, dan funding ratio sekitar 35%.
Halaman 4
Portofolio Commercial Semester I/2026
Portofolio kredit Commercial tumbuh sejalan dengan DPK debitur dan ekosistem; materi menyatakan NPL 3,89% per Juni 2026 dan kualitas LAR dikontribusi booking lama, khususnya sebelum 2023.
- Volume bisnis Juni 2026 sebesar 72,1 Tn dengan target dan achievement 100,3%.
- Total DPK ekosistem Juni 2026 sebesar 30,0 Tn, naik 8,4 Tn atau 38,9% dari Desember 2025.
- Komposisi kualitas kredit Juni 2026: L 92,75%, LR 1,50%, SML 1,87%, NPL 3,89%, dan LAR 7,25%.
Halaman 5–6, Halaman 13, Halaman 17
Grand Strategy Commercial Business 2026-2030
Grand Strategy terdiri dari Accelerated Commercial Business as New Growth Engine, Policy Improvement & Excellence End-to-End Commercial Business Process, serta Organization, Coverage & People Capability Transformation.
- Pilar pertumbuhan mencakup akuisisi sektor prioritas dan profitabilitas berbasis transaksi melalui ekosistem.
- Pilar proses mencakup integrasi Business-Risk, redesign proses, serta Commercial Risk Framework dan monitoring portofolio.
- Aspirasi 2026: growth YoY 47,0%, end balance Rp90,0 Tn, LAR maksimum 6,3%, CASA ratio sekitar 18%, dan DPK ratio sekitar 32%.
- Aspirasi 2030: growth CAGR 22,0%, end balance Rp166,1 Tn, LAR maksimum 6,5%, CASA ratio sekitar 24%, dan DPK ratio sekitar 35%. Indikator 2026 ditandai tercapai per Juni 2026.
Halaman 7
Profil Portofolio Commercial Juni 2026
Profil Juni 2026 berjumlah Rp72,1 Tn dan 1.340 debitur. Portofolio terkonsentrasi pada sektor prioritas dan komposisi limit mayoritas di bawah Rp200 miliar.
- Total NPL per Juni 2026 adalah Rp2,80 Tn; NPL mayoritas berasal dari booking lama, terutama tahun realisasi 2020, 2021, 2023, dan 2024.
- Komposisi limit sampai Rp50 miliar Rp16,5 Tn (23%); >Rp50-100 miliar Rp14,0 Tn (19%); >Rp100-200 miliar Rp20,3 Tn (28%); >Rp200-500 miliar Rp9,0 Tn (12%); >Rp500 miliar-Rp1 triliun Rp12,2 Tn (17%).
Bab 2
Akuisisi ekosistem, transaksi, dan product holding
Sektor prioritas, kolaborasi cabang, peran business role, KPI ekosistem, dan contoh closed-loop ecosystem.
Halaman 8–12
Halaman 8
Fokus akuisisi 11 sektor prioritas
Materi merinci target debitur turunan, potensi layanan produk bank, sumber pipeline, dan komposisi booking untuk APBN, Energi, Konstruksi, Perdagangan, Pangan, Industri Pengolahan, Kelapa Sawit, Transportasi & Logistik, Healthcare, Mining, dan Pendidikan.
- Produk yang dicantumkan meliputi KMK, KI, Term Loan, Bank Garansi, Giro, Payroll, Qlola, Cash Management, Virtual Account, Forex, dan LC.
- Booking: APBN Rp7,9 Tn; Energi Rp8,1 Tn; Konstruksi Rp9,2 Tn; Perdagangan Rp8,0 Tn; Pangan Rp8,4 Tn; Industri Pengolahan Rp6,8 Tn; Kelapa Sawit Rp6,3 Tn; Transportasi & Logistik Rp4,6 Tn; Healthcare Rp3,0 Tn; Mining Rp1,8 Tn; Pendidikan Rp1,2 Tn.
Halaman 9
Kolaborasi akuisisi Commercial referral dari cabang
Kolaborasi akuisisi referral dari cabang dikaitkan dengan peningkatan funding dan product holding.
- Total booking top down naik dari Rp4,5 Tn pada Januari 2026 menjadi Rp6,5 Tn pada Juni 2026.
- Total DPK ekosistem bertambah Rp8,4 Tn YoY dari rata-rata 2025 Rp22,9 Tn menjadi rata-rata 2026 Rp30,0 Tn.
- Total product holding ekosistem bertambah Rp1,2 Tn YoY dari rata-rata 2025 Rp2,18 Tn menjadi rata-rata 2026 Rp3,46 Tn.
Halaman 10
Interaction model closed-loop ecosystem
Tiga business role akuisisi ekosistem Commercial adalah Group Head/EBO/RCEO, CBC Head & CRH, serta RM Commercial & Branch Office Head.
- Group Head, EBO, dan RCEO membuka pipeline baru dan turunan product holding berbasis ekosistem.
- CBC Head dan CRH melakukan assessment dan detailing untuk product structuring.
- RM Commercial dan Branch Office Head menjadi executor akuisisi turunan bisnis atau supply chain dan maintenance bisnis.
Halaman 11
KPI Ekosistem Commercial Business
KPI ekosistem digunakan sebagai pengukuran pencapaian akuisisi Segmen Commercial Business.
- KPI: product holding 7 product/customer, CASA ratio debitur 32%, CASA ratio ekosistem 40%, dan value chain UMKM 5 supplier/buyer.
Halaman 12
Contoh ekosistem supply chain PT SHA Solo
Contoh menunjukkan pembelian, pencairan, distribusi, pembayaran customer, dan pelunasan KMK DF antara PT Pertamina Patra Niaga, PT SHA Solo, dan customer.
- PT SHA Solo melakukan purchase order BBM industri melalui Delivery Order Pertamina di Qlola BRI yang terhubung host-to-host dengan PT Pertamina (Persero).
- PT Pertamina mengecek available amount KMK DF dan mengunggah PO/invoice jika limit tersedia dan distributor aktif.
- Pencairan KMK DF otomatis pada jatuh tempo TOP; pelunasan otomatis melalui pendebetan rekening giro PT SHA Solo sesuai TOP maksimal 120 hari.
Bab 3
Policy, proses, kualitas, organisasi, dan kapabilitas
Penyempurnaan policy dan proses kredit, monitoring kualitas, organisasi, pengembangan kapabilitas, inisiatif, dan peran RM.
Halaman 14–23
Halaman 14
Penyempurnaan policy dan end-to-end business process
Penyelarasan kebijakan, redesign proses, dan penguatan monitoring portofolio diarahkan untuk ekspansi Commercial yang terintegrasi, prudent, dan scalable.
- Kebijakan berubah dari PPK Kredit SME dan PPK Kredit Commercial menuju Petunjuk Pelaksanaan Ekspansi Kredit Commercial; materi menampilkan simplifikasi menjadi 5 SE produk, 3 SOP produk, dan 5 Surat/Juklak.
- Proses mencakup kolaborasi RM lintas segmen, verifikasi awal Business-Risk, penyusunan MAB bersama, review dokumen CRO Commercial, penggunaan DIO, Offering Letter, review Legal Officer bila diperlukan, dan segregation of duty.
- Dashboard CASA memonitor pembayaran kewajiban; dashboard staging memonitor pipeline sampai hot prospect, prakarsa pinjaman, dan realisasi booking.
Halaman 14
Commercial Risk Framework dan Early Warning System
Commercial Risk Framework dan monitoring portofolio memperkuat pengendalian kualitas portofolio Commercial.
- EWS menggunakan traffic light Green, Yellow, dan Red.
- Penyebab yang ditampilkan: penurunan transaksi CASA, tunggakan (DPD), dan harga komoditas.
- Rekomendasi: kunjungan ke nasabah, penawaran solusi transaksi, dan restrukturisasi.
Halaman 15
Proses bisnis kredit Commercial
Proses terdiri dari identifikasi/pemasaran/verifikasi awal, analisis kredit dan komite kredit, administrasi dan pencairan, serta monitoring dan pembinaan.
- Business mengumpulkan data dan memetakan cross selling; pemrakarsa menyampaikan usulan dan verifikasi awal melalui Name Clearance Forum.
- Business dan Risk menyusun MAB; Risk melakukan policy checking dan Credit Risk Rating; keduanya mengusulkan limit, jenis, dan struktur kredit.
- CRO memverifikasi dokumen; Legal Adm memverifikasi PTK dengan OL dan PK serta menyelenggarakan akad; pasca pencairan mencakup monitoring EWS, watchlist, dan covenant.
Halaman 16
PDWK Kredit Commercial
Matriks PDWK menampilkan komite, limit, jajaran risk, dan jajaran bisnis untuk kredit non-restrukturisasi dan restrukturisasi.
- Batas limit non-restrukturisasi pada matriks bergerak dari sampai Rp50 miliar (KK 2C) hingga lebih dari Rp3 triliun sampai BMK (KK 1 Commercial).
- Batas limit restrukturisasi bergerak dari sampai Rp50 miliar (KK 2) hingga lebih dari Rp3 triliun sampai BMK (KK 1).
- Catatan perubahan menyebut penambahan KK1B, KK1A, dan KK1 untuk kredit Commercial case by case dengan limit lebih dari Rp1 triliun.
Halaman 18
Penguatan organisasi Bisnis, Risk, dan Operation
Organisasi Commercial diarahkan untuk membentuk ekosistem bisnis yang dedicated, terintegrasi dengan Risk dan Operation, serta mendukung ekspansi cepat dan prudent.
- Bagan memisahkan jalur Bisnis, Risk & Recovery, serta Operation.
- Jalur Bisnis mencakup GH Commercial Business, EBO, Strategy & Monitoring, Linkage Business, CBC Head, Team Leader, RM Commercial, dan OBA.
- Jalur Risk & Recovery mencakup GH Commercial Risk, ERO, GH Wholesale Recovery, Commercial Risk Head/Analyst, dan Sekom; jalur Operation mencakup GH Wholesale Credit Operation, Credit Legal Admin & Verif, monitoring, dan disbursement.
Halaman 19
SORH Wholesale dan Team Task Force Quality
Kualitas pinjaman Commercial diperkuat melalui Team Task Force Quality-CMB Group, fungsi 1½ line of defense SORH Wholesale, dan WRG Group-Commercial Recovery Department.
- Task Force menjalankan first line of defense melalui pengawalan pembayaran, identifikasi nasabah SML/churning, dan pengawalan perpanjangan.
- SORH mendukung pertumbuhan, mencegah kerugian, meningkatkan pengawasan/kualitas, memberi early warning, dan mendorong perbaikan.
- WRG menangani restrukturisasi atau penyelesaian kredit bermasalah, recovery, debitur down grade, serta pemasaran lelang agunan.
Halaman 20
Penguatan fungsi CMB Group
Commercial Strategy & Monitoring Department diperkuat dengan integrasi Credit Quality agar pertumbuhan Commercial sehat, berkualitas, dan berkelanjutan.
- Empat tim: Business Strategy & People Capability Development; Business Process, Product & Policy; Commercial Credit Quality; serta Commercial Business Performance & Analyst.
Halaman 21, Halaman 23
Capability development, talent, dan peran RM Commercial
Program capability development RM Commercial dimulai Agustus 2026; career journey meliputi RM Commercial, TL Commercial, dan CBC Head.
- Jalur capability mencakup onboarding, Basic, Intermediate, Advance, dan Thematic; post program mencakup assignment, buddy program, coaching & mentoring, serta assessment.
- Kompetensi wajib mencakup Business Environment Analysis, Account Management, Business Negotiation, Business Opportunities Development, Customer Acquisition, Product Advisory, Collateral Management, Credit Assessment, dan Collection Management.
- Enam peran RM: Business Acquisition, Relationship Management, Credit Management, Ecosystem Development, Transaction & Cross-Selling, dan Portfolio Management.
- Ekspektasi CMB: Proactive & Hunter, Trusted Business Partner, Quality Growth, Expand the Ecosystem, Maximize Customer Value, dan Strong Ownership & Execution.
Halaman 22
Inisiatif Semester II/2026
Akselerasi Commercial dilanjutkan dengan penyempurnaan inisiatif untuk mencapai target 2026.
- Inisiatif yang telah diterapkan mencakup fokus 11 sektor, akuisisi ekosistem, SORH/Task Force Quality, New PPK, redesign proses, EWS/dashboard, CBC, credit operation, kapabilitas RM, dan framework talent.
- Inisiatif berikutnya mencakup segmentasi Commercial sampai Rp1 triliun dan pertumbuhan selektif di atas Rp1 triliun, harmonisasi SE/Juklak/SOP, serta revamp BRISPOT, BRIDYNA, BRISPOT WA, Enhancement CRR, dan EWS digital.
Bab 4
Linkage Business dan pesan penutup
Tiga pola pembiayaan Linkage Business dan pesan visual kehati-hatian dalam kredit.
Halaman 26–31
Halaman 26
Tiga pola pembiayaan Linkage Business
Linkage Business mencakup Inti Plasma, Dealer Financing, dan Koperasi Karyawan.
- Inti Plasma memakai kemitraan plasma-koperasi dan Perusahaan Inti dalam value chain terintegrasi dengan Corporate Guarantee.
- Dealer Financing adalah pembiayaan kepada Authorized Dealer dari perusahaan inti (APM).
- Koperasi Karyawan membiayai koperasi karyawan nasabah korporasi untuk usaha simpan pinjam dan lainnya dengan pola executing.
Halaman 27
Bisnis proses Inti Plasma
Perusahaan Inti mengajukan Avalis Line ke BRI, Plasma mengajukan dan menerima kredit, Plasma menjual barang, lalu Perusahaan Inti membayar Plasma dengan potongan angsuran.
- Pengajuan Avalis Line dapat melalui Corporate Banking atau Commercial Banking.
- Corporate Guarantee dari Perusahaan Inti wajib; jika kinerja inti menurun dapat dimintakan co-guarantors dari holding.
Halaman 28
Bisnis proses Dealer Financing
Diagram menunjukkan alur Main Dealer, APM, Dealer, dan End Consumer, beserta aliran dokumen, uang, dan barang.
- End Consumer membayar memakai BRIFinance, cash, atau LJK lainnya; Dealer meminta open faktur dan menyerahkan barang/faktur/dokumen.
- Syarat: mobil baru Authorized Dealer; PKS tiga pihak BRI-Dealer-APM atau PKS dua pihak BRI-Dealer; pencairan berdasarkan kendaraan yang dikirim APM dan langsung ke APM sebesar 80%-100%.
Halaman 29
Bisnis proses Koperasi Karyawan
Koperasi mengajukan kredit berdasarkan persetujuan anggota melalui RAT; bank mengonfirmasi ke Perusahaan Inti, melakukan prakarsa hingga putusan, dan merealisasikan pembiayaan ke koperasi.
- Perusahaan Inti melakukan Potong Atas penghasilan anggota dan mengkreditkannya ke rekening escrow Koperasi untuk memenuhi kewajiban kepada bank.
- Syarat: koperasi dimiliki nasabah Segmen Korporasi BRI, pola usaha simpan pinjam executing, konfirmasi melalui divisi Korporasi, dan modal kerja dapat diberikan untuk bisnis lain koperasi.
Halaman 30–31
Pesan kehati-hatian dalam pemberian kredit
Slide visual penutup menyatakan “Kegagalan dalam pemberian kredit: salah pilih, salah hitung, salah urus” dan “Dalam hal pemberian kredit tidak ada benar atau salah, tetapi wajar atau tidak wajar.”
- Pesan disajikan tanpa penjelasan tekstual tambahan.
Referensi
Glosarium
LAR
Halaman 4
Ukuran kualitas kredit yang ditampilkan bersama L, LR, SML, dan NPL.
DPK Ekosistem
Halaman 4, Halaman 9
Komponen dana yang ditampilkan dalam volume bisnis dan dampak kolaborasi ekosistem.
Closed-loop ecosystem
Halaman 10–11
Pendekatan Commercial untuk akuisisi ekosistem dan penetrasi product holding antar segmen turunan.
Product Holding
Halaman 9–11
KPI dan fokus penetrasi produk pada nasabah serta ekosistem turunan.
Early Warning System
Halaman 14
Monitoring traffic light Green, Yellow, dan Red untuk antara lain penurunan transaksi CASA, tunggakan, dan harga komoditas.
Alias: EWS
Memorandum Analisis Bisnis
Halaman 14–15
Dokumen yang disusun bersama Fungsi Bisnis dan Risk dalam proses kredit Commercial.
Alias: MAB
Name Clearance Forum
Halaman 15
Forum verifikasi awal dokumen pada proses kredit Commercial.
Alias: NCF
Offering Letter
Halaman 15
Surat yang dibuat Fungsi Bisnis, diverifikasi CRO, dan ditandatangani CBC Head sebelum disampaikan kepada calon debitur.
Alias: OL
Covenant
Halaman 15
Ketentuan perjanjian kredit yang pemenuhannya dimonitor.
SORH Wholesale
Halaman 19
Fungsi 1½ line of defense untuk pengawasan kualitas pinjaman Commercial.
Inti Plasma
Halaman 26–27
Skema pembiayaan dan kemitraan plasma-koperasi dengan Perusahaan Inti dalam value chain terintegrasi.
Dealer Financing
Halaman 26–28
Pembiayaan kepada Authorized Dealer dari perusahaan inti (APM).
Alias: DF
Istilah
Akronim
- MAB
- Memorandum Analisis Bisnis
- EWS
- Early Warning System
- CBC
- Commercial Banking Center
- DF
- Dealer Financing
- OL
- Offering Letter
Halaman 15
Halaman 14
Halaman 20
Halaman 26
Halaman 15
Keterkaitan
Relasi antar-item
Halaman 5
Halaman 5
Halaman 10–11
Halaman 11–12
Halaman 14
Halaman 15
Halaman 19
Halaman 26–27
Halaman 26–28
Halaman 26–29
Indeks
Kata kunci dan entitas
Kata kunci
Entitas
Pustaka
Sumber dan catatan ekstraksi
- Berkas sumber
- Materi BFLP Generalist - Commercial Business.pdf
- Bahasa
- Campuran Indonesia dan Inggris
- Grounding
- Hanya materi sumber
- Cakupan
- Lengkap dengan catatan
- SHA-256
- eec1b66a1eeaba61306ba60704aabc39401b7e4fa9657440a71484a6652e7c29
- Seluruh 31 halaman dirender dan diperiksa visualnya. Halaman 5, 6, 13, dan 17 mengulang Grand Strategy dan dirujuk bersama pada satu item.
- Halaman 24 dan 25 hanya berisi penutup dan tidak menghasilkan item pembelajaran tersendiri.
- Halaman 30 dan 31 bersifat visual; pesan teks yang terbaca dicatat. Tidak ada penjelasan substantif tambahan pada halaman 30.
- Ekstraksi teks otomatis tidak menangkap halaman 16 dan 30 dengan lengkap; keduanya diverifikasi dari render. Matriks PDWK yang rapat diringkas tanpa interpretasi di luar slide.
