Daftar isi
Ringkasan
Tujuan pembelajaran
- Menjelaskan susunan tata kelola, manajemen, dan organisasi BRI yang ditampilkan.
- Menjelaskan bagaimana bank menghimpun dan menempatkan dana serta membentuk NIM dan laba.
- Mengidentifikasi sorotan keuangan dan konteks waktu yang ditampilkan dalam materi.
- Merangkum perjalanan transformasi BRIvolution dan inisiatif pertumbuhannya.
- Menjelaskan fungsi PPM Group, siklus perencanaan strategi, dan konsep manajemen kinerja.
- Membedakan peran perusahaan anak, afiliasi, dan asosiasi dalam BRI Group.
Bab 1
BRI: tata kelola, manajemen, organisasi, dan perjalanan
Bagian pembuka menampilkan agenda orientasi, Dewan Komisaris, tim manajemen, struktur organisasi pusat dan regional, perjalanan BRI, skala jaringan, serta penghargaan yang disebutkan.
Halaman 2–10
Halaman 2
Agenda orientasi corporate BRI
Agenda materi terdiri dari BRI General Overview; Financial Highlight & Challenge BRI; Transformasi & Strategi BRI; Overview PPM Group; Highlight Perusahaan Anak; dan Discussion.
- Agenda ini berfungsi sebagai peta urutan topik presentasi.
Halaman 3
Dewan Komisaris BRI
Dewan Komisaris BRI terdiri atas enam komisaris, dengan tiga di antaranya merupakan Komisaris Independen.
- Materi menampilkan Kartika Wirjoatmodjo sebagai Komisaris Utama; Parman Nataatmadja, Edi Susianto, dan Lukmanul Hakim sebagai Komisaris Independen; serta Awan Nurmawan Nuh dan Helvi Yuni Moraza sebagai Komisaris.
Halaman 4
Tim manajemen yang diperbarui
Materi menampilkan Hery Gunardi sebagai Group CEO dan Viviana Dyah Ayu R.K. sebagai Deputy Group CEO, bersama sembilan direktur fungsional.
- Direktur yang ditampilkan: Achmad Royadi (Finance & Strategy), Aris Hartanto (Consumer Banking), Ety Yuniarti (Risk Management), Mahdi Yusuf (Legal & Compliance), Aquarius Rudianto (Network & Retail Funding), Farida Thamrin (Treasury & International Banking), Alexander Dippo Paris Y.S. (Commercial Banking), Akhmad Purwakajaya (Micro Business), Riko Tasmaya (Corporate Banking), Hakim Putratama (Operations), dan Saladin Dharma Nugraha Effendi (Information Technology).
Halaman 5
Struktur organisasi BRI pusat
Struktur organisasi yang ditampilkan menempatkan Rapat Umum Pemegang Saham, Dewan Komisaris, Direktur Utama, Wakil Direktur Utama, direktorat bisnis, direktorat/enabler, serta Internal Audit dalam tata kelola BRI.
- Pilar bisnis mencakup Micro, Consumer Banking, Commercial Banking, Corporate Banking, Treasury & International Banking, serta Network & Retail Funding.
- Pilar pendukung yang ditampilkan mencakup Information Technology, Manajemen Risiko, Operations, Legal & Compliance, Finance & Strategy, Corporate Transformation, Human Capital, dan Internal Audit.
- Materi juga mencantumkan komite Dewan Komisaris: Audit, Nominasi dan Remunerasi, Pemantauan Manajemen Risiko, serta Tata Kelola Terintegrasi; dan komite Direksi termasuk ALCO, Credit Policy, ESG, Human Capital, Information Technology, Procurement, Product, Risk Management, Transformation, serta Tata Kelola Konglomerasi Keuangan.
- Catatan struktur: terdapat fungsi Executive Business Officer (EBO) dan Executive Risk Officer (ERO) pada area yang ditandai.
Halaman 6
Struktur organisasi Regional Office
Struktur Regional Office yang berlaku mulai 2 Juni 2025 menempatkan Regional Office di bawah Direktur Network & Retail Funding dengan area, branch office, unit bisnis regional, dukungan bisnis regional, pusat commercial banking, credit risk, dan risk management regional.
- Unit bisnis regional yang ditampilkan mencakup Regional Micro Banking, Regional SME Banking, Regional Consumer Banking, Regional Funding & Retail Transaction Banking, dan Regional Business Support.
- Materi membedakan garis informasi/supervision dan garis koordinasi, serta mencatat pengaturan khusus Regional Office Jakarta 2, Medan, dan Surabaya untuk fungsi Regional Treasury.
Halaman 7
Journey BRI: tonggak yang ditampilkan
Materi menggambarkan perjalanan BRI dari pendirian De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden oleh Raden Aria Wiriatmaja pada 16 Desember 1895 di Purwokerto hingga BRIvolution Re-Ignite.
- 1968: pemerintah menetapkan nama Bank Rakyat Indonesia dengan status bank umum.
- 1984: status badan hukum BRI berubah menjadi perusahaan perseroan (Persero).
- 1992: BRI mulai mengelola bisnis mikro secara komersial melalui BRI Unit.
- 10 November 2003: BRI menjadi Perseroan Terbuka berkode saham BBRI dan disebut termasuk saham unggulan (blue chip) dalam indeks LQ-45.
- 18 Juni 2016: satelit BRIsat diluncurkan.
- 2024: materi menyebut laba tertinggi di Indonesia Rp60,64 triliun, didukung 38,61 juta pengguna BRImo, penyaluran KUR ke 4 juta UMKM, dan lebih dari 1 juta Agen BRILink.
- BRIvolution Re-Ignite memuat horizon 2025-2026 untuk kembali sehat/tumbuh berkelanjutan dan 2027-2030 untuk menjadi salah satu bank paling profitable di Asia Tenggara.
Halaman 8–9
Skala dan jaringan BRI yang ditampilkan
Pada posisi Bank Only Juni 2025, materi menampilkan BRI sebagai bank dengan aset lebih dari Rp1.900 triliun yang didukung jaringan dan infrastruktur nasional.
- Angka yang ditampilkan: 129 tahun melayani nasabah di Indonesia; lebih dari 7.896 jaringan unit kerja; 10 perusahaan anak; aset Rp1.933 triliun; lebih dari 88 ribu karyawan; 9 unit kerja luar negeri; laba bersih Rp24,8 triliun; lebih dari 160 juta nasabah; 33 juta pengguna BRImo terdaftar; dividen periode 2024 Rp51,7 triliun; lebih dari 702 ribu titik e-channel; 258 ribu pengguna Qlola terdaftar; 4.625 desa binaan; lebih dari 1,2 juta Agen BRILink; dan lebih dari 4,3 juta titik QRIS.
- Jaringan kerja ditampilkan tersebar dalam 18 Regional Office yang mencakup 38 provinsi.
Halaman 10
Penghargaan yang disebutkan untuk 2024-2025
Materi mencantumkan penghargaan domestik dan global BRI pada periode 2024-2025.
- Contoh yang ditampilkan: 15 penghargaan FinanceAsia Awards & Asia's Best Companies 2025; layanan wealth management terbaik Global Private Banking Innovation Awards 2025; penghargaan The Asset Triple A Treasurise Awards 2025; 11 penghargaan 22nd Infobank-MRI Banking Service Excellence Awards 2025; penghargaan Asian Post Award 2024; posisi No.1 Indonesia dan peringkat 4 Asia Tenggara pada daftar Fortune Southeast Asia 500; penghargaan Euromoney Trade Finance Award 2024; dan peringkat perusahaan terbesar di Indonesia pada Forbes Global 2000 tahun 2024.
Bab 2
Sistem bisnis, intermediasi, dan laba bank
Bagian ini menjelaskan pembagian fungsi business/support BRI, peran bank sebagai lembaga intermediasi, pembentukan NIM, dan struktur laba rugi bank.
Halaman 11–14
Halaman 11
Fungsi business dan support BRI
Sistem kerja BRI dibagi menjadi fungsi business untuk menghasilkan value bagi stakeholder dan fungsi support untuk mendukung proses agar penciptaan value optimal.
- Business yang ditampilkan terdiri atas Loan, Deposit, dan Other Services.
- Support dibagi menjadi basic support dan main support.
- Basic support mencakup pengelolaan modal serta asset & liabilities, human capital, jaringan dan IT, risiko, good corporate governance, dan audit manajemen.
- Main support mencakup riset dan pengembangan, back office, layanan, komunikasi perusahaan & pemasaran, serta MIS & performance management.
- Corporate strategy ditopang oleh RJP, RBB, vision & mission; stakeholder yang ditampilkan mencakup shareholders, government, customers, employees, dan citizens.
Halaman 12
BRI sebagai lembaga intermediary
Bank menghimpun dana masyarakat dalam bentuk giro, tabungan, deposito, borrowing, dan modal; dana dikelola menjadi earning asset (pinjaman) atau non-earning asset, sebagian disimpan sebagai GWM di Bank Indonesia, lalu disalurkan kepada pihak yang membutuhkan pembiayaan atau ditempatkan di pasar modal.
- Financial market yang ditampilkan mencakup money market, fixed income, foreign exchange, dan derivative.
- Diagram membedakan surplus of fund/excess of fund dan short of fund, dengan bank sebagai perantara antara masyarakat, Bank Indonesia, dan pasar keuangan.
Halaman 13
NIM, spread, dan LDR
Bank menghimpun giro, tabungan, dan deposito dari surplus spending units dan menyalurkannya sebagai pinjaman kepada deficit spending units setelah analisis kredit. Selisih bunga pinjaman dan biaya bunga simpanan menghasilkan spread/NII yang membentuk NIM sebagai sumber utama profit bank.
- LDR mengaitkan Pinjaman dan Dana Pihak Ketiga.
- Bunga pinjaman disebut BLR (Base Lending Rate) dan biaya bunga simpanan disebut COF (Cost of Fund).
- Penetapan BLR dipengaruhi COF, RR/Reserve Requirement atau COLF/Cost of Loanable Fund, OHC/Overhead Cost, risk, dan spread.
Halaman 14
Struktur laba rugi bank
Sebagai lembaga intermediasi, bank menempatkan liabilities ke earning assets seperti kredit dan investasi serta ke non-earning assets seperti kas dan GWM. Pengelolaan tersebut menghasilkan NII dan fee-based income, lalu dikurangi biaya operasional untuk membentuk laba.
- Fee-based income ditampilkan berasal dari jasa transaksi, custodian, dan investasi.
- Biaya operasional yang disebutkan mencakup personalia, administrasi, cadangan kerugian (CKPN), dan biaya lainnya.
- Bagan laba rugi juga menampilkan pendapatan bunga, biaya bunga, NII, fee-based income, biaya overhead, pendapatan operasional bersih, PNO/BNO, laba sebelum pajak, estimasi pajak, dan laba setelah pajak.
Bab 3
Financial highlight dan pembanding industri
Slide keuangan menyajikan snapshot neraca, pertumbuhan deposito dan kredit, profitabilitas, modal, serta perbandingan BRI dengan Mandiri, BNI, dan BCA. Angka adalah angka presentasi pada periode yang dilabeli, bukan ketentuan yang berlaku umum.
Halaman 16–21
Halaman 16
Neraca dan pendanaan: snapshot 1Q26
Tabel neraca memakai satuan Rp miliar dan membandingkan 1Q26, 2025, 1Q25, serta tahun 2025-2023. Pada 1Q26, materi menampilkan total aset Rp2.249.834 miliar, total earning assets Rp2.101.726 miliar, dana pihak ketiga Rp1.555.124 miliar, total liabilities Rp1.904.772 miliar, dan total equity Rp345.062 miliar.
- Loans & financing pada 1Q26 ditampilkan Rp1.562.451 miliar; CASA Rp1.058.619 miliar; dan time deposits Rp496.506 miliar.
- Tabel mencantumkan pertumbuhan YoY 1Q26: total assets 7,2%, third party funds 9,4%, CASA 13,2%, loans & financing 13,7%, dan total equity 12,8%.
- Catatan materi: neraca 2023, 2024, dan 1Q25 disajikan kembali untuk mencerminkan implementasi standar akuntansi baru perusahaan asuransi PSAK 117 (IFRS 17).
Halaman 17
Pertumbuhan deposito dan CASA
Materi menyatakan Retail CASA terus memperoleh traction, dengan gerak kuartalan keseluruhan merefleksikan seasonality. Pada 1Q26, total deposito yang ditampilkan Rp1.549,0 triliun.
- Pertumbuhan YoY yang ditampilkan: total deposit 9,4%, CASA 13,2%, CASA non-wholesale 11,7%, dan CASA wholesale 16,4%.
- Pada 1Q26, komposisi non-wholesale yang ditampilkan adalah demand deposit Rp116,8 triliun, savings Rp603,1 triliun, dan time deposit Rp227,4 triliun; wholesale Rp337,7 triliun demand deposit dan Rp264,0 triliun time deposit.
- Slide menyatakan data disajikan Bank Only.
Halaman 18
Ekspansi kredit terdiversifikasi berjangkar mikro
Materi menampilkan selective expansion across a diversified portfolio, anchored in micro. Loan outstanding pada 1Q26 ditampilkan Rp1.562,5 triliun, naik 13,7% YoY atau Rp188,8 triliun.
- Komposisi kredit 1Q26 yang ditampilkan: Micro 45,2%, Consumer 14,8%, SME 13,2%, Commercial 4,2%, dan Corporate 22,5%.
- Pertumbuhan YoY 1Q26 yang ditampilkan: Micro 5,3%, Consumer 8,3%, SME 3,2%, Commercial 60,0%, dan Corporate 42,1%.
- Catatan materi menyebut sebagian kredit segmen Small dipindahkan ke Micro sebesar Rp1 triliun dan KUR Small direklasifikasi ke Micro sejak Januari 2026; angka sejak 2021 disesuaikan untuk re-segmentation.
Halaman 19
Profitabilitas inti: snapshot 1Q26
Tabel profitabilitas memakai satuan Rp miliar dan menyatakan stable core profitability, dengan robust NII yang mendorong pertumbuhan PPOP. Pada 1Q26, Net Interest Income ditampilkan Rp40.155 miliar, PPOP Rp32.183 miliar, dan Net Profit Rp15.634 miliar.
- NII tumbuh 11,9% YoY; PPOP tumbuh 7,7% YoY; Profit From Operations tumbuh 13,9% YoY; dan Net Profit tumbuh 13,8% YoY menurut tabel.
- Tabel juga menampilkan Other Operating Income (Non-Interest) termasuk gold, total operating expenses, provision expenses, net income before tax, dan PATMI.
- Catatan menyebut restatement laporan laba rugi 2024 dan 1Q25 terkait PSAK 117 (IFRS 17) serta reklasifikasi fee-based income Supply Chain Financing ke NII (Non-Loan) untuk FY24 dan FY23.
Halaman 20
Modal, CAR, dan return
Materi menyatakan level modal tetap manageable dan menawarkan fleksibilitas untuk pertumbuhan dan capital returns. Pada 1Q26 total CAR ditampilkan 22,90%, Tier 1 CAR 21,82%, dan ROE B/S 18,36%.
- Persyaratan regulatori minimum ditampilkan 14,7%, terdiri dari 9,7% CAR berdasarkan profil risiko, 2,5% capital conservation buffer, dan 2,5% capital surcharge on systemically important bank.
- Dividend per share pada 1Q26 ditampilkan Rp346,0 dan leverage 6,5x.
- Materi menyatakan dividen penuh tahun buku Rp346 per saham dibagikan pada 8 Mei 2026, termasuk interim dividend Rp137 per saham yang dibayar 15 Januari 2026.
- Catatan menyebut perubahan RWA operational & credit risk dalam implementasi Basel 3 serta implementasi perhitungan RWA market risk Basel III mulai Januari 2024.
Halaman 21
BRI vs peers: tabel Maret 2026
Tabel membandingkan BRI, Mandiri, BNI, dan BCA pada Maret 2026 untuk balance sheet, profit & loss, dan key ratios, sekaligus menampilkan update industri.
- Untuk BRI, tabel menampilkan total aset Rp2.017.134 miliar, kredit Rp1.357.871 miliar, DPK Rp1.549.000 miliar, NII Rp29.466 miliar, PPOP Rp25.708 miliar, laba setelah pajak Rp11.860 miliar, CASA 68,27%, LDR 87,66%, NPL 3,31%, dan CAR 37,86%.
- Update industri Maret 2026 pada slide: kredit 8,93% YoY/0,80% YTD; DPK 12,92% YoY/1,60% YTD; giro 11,00% YoY/2,45% YTD; tabungan 8,34% YoY/1,91% YTD; deposito 10,16% YoY/0,59% YTD.
- Catatan slide: COF (DPK) sudah exclude biaya LPS; sumber kredit adalah data BI dan DPK adalah data LPS, diolah.
Bab 4
Transformasi BRIvolution dan mesin pertumbuhan
Bagian transformasi memetakan empat fase BRIvolution, prioritas BRIvolution Reignite, fondasi yang dibangun, dan inisiatif pertumbuhan serta perbaikan kualitas aset.
Halaman 23–27
Halaman 23
Empat fase BRIvolution
Materi memetakan BRIvolution 1.0 (2017-2022), BRIvolution 2.0 (2021-2025), BRIvolution 3.0 (2025-2029), dan BRIvolution Reignite (2025-2030).
- BRIvolution 1.0 berfokus pada digitalisasi core business.
- BRIvolution 2.0 bertujuan mempercepat pertumbuhan dan ekspansi secara group-wide.
- BRIvolution 3.0 menekankan revitalisasi fundamental human capital dan manajemen risiko untuk mendorong perubahan mendasar dalam model bisnis inovatif.
- BRIvolution Reignite berfokus pada perbaikan struktur liabilitas, pertumbuhan yang sehat pada core business (mikro), dan penguatan kapabilitas new growth engine.
Halaman 24
Transformasi berdampak tinggi
Transformasi diarahkan untuk memperkuat funding, memperbesar core business, dan menangkap pertumbuhan baru agar memberikan sustainable value dan integrated solutions bagi aspirasi Indonesia.
- Transform the funding franchise: memperkuat low-cost funding melalui optimasi kanal digital dan penetrasi cluster, serta akuisisi/retensi melalui kolaborasi, cross-selling, penawaran produk, dan kapabilitas RM.
- Improve transaction banking capability: retail memperkuat SuperApp BRImo, QRIS, dan EDC; SME & wholesale memanfaatkan Qlola sebagai platform dan alat transaksi terintegrasi.
- Revamp existing core: memperkuat proses mikro termasuk BRISpot dan pipeline management serta underwriting; memperkuat kapabilitas loan officer.
- Accelerating new core: consumer melalui payroll-based lending, BRIGUNA, mortgages, dan auto loans; gold pawn melalui integrasi outlet/distribusi BRImo; commercial dan corporate melalui value chain serta transaction-led banking.
- Fondasi world-class mencakup human capital, risk, IT & digital, distribution, operations, dan rebranding.
Halaman 25
Inisiatif BRIvolution Reignite
Inisiatif Reignite berfokus menangkap transaksi, meningkatkan produktivitas kanal, memperkuat kualitas aset, dan meningkatkan kualitas kredit melalui kapabilitas, proses, serta kontrol risiko.
- Retail Funding & Transaction: optimalisasi digital channels, penguatan hubungan dengan anchor merchants, optimalisasi business cluster, peningkatan kapabilitas cabang, dan kolaborasi lintas business unit/subsidiaries.
- Asset quality: enhance core capabilities; redesign organization and roles; improve operations and digital enablers; serta enhance pre-screening and underwriting dengan kebijakan micro loans berbasis data granular.
- Materi juga menyebut penguatan cabang melalui layanan ekspansi, relokasi strategis, dan hybrid-digital expansion; serta peningkatan loan origination system.
Halaman 26
New growth engines
Materi mengarahkan new growth engines untuk meningkatkan penetrasi pada nasabah eksisting melalui produk yang lebih customized dan penguatan bisnis value chain.
- Consumer: payroll loan untuk penetrasi ETB; auto loan melalui mekanisme fast-track dan pairing BRI-BRI Finance-dealer; mortgage melalui kemitraan developer tier-1 dan lokal; wealth management melalui akuisisi dan cross-selling terintegrasi.
- Gold ecosystem: bullion services, portfolio produk ritel yang kuat, ekspansi B2B, dan pembangunan ekosistem bisnis emas; aplikasi Tring! dari Pegadaian ditampilkan untuk menyatukan layanan gold investment dan pawn termasuk loan installment, gold savings/term deposits, collateral loan, serta billing/e-wallet top-up.
- Commercial: ekspansi terarah dengan disiplin kredit lebih kuat pada agriculture, FMCG, manufacturing, healthcare, education, dan regional local champions; serta CASA generator melalui saldo operasional, payroll berkualitas, dan priority/wealth clients.
- Corporate: strategic client acquisitions melalui digital transaction banking, trade, cash management, FX, syndication, dan supply-chain solutions; pendekatan ekosistem end-to-end; value chain generator; serta robust risk and control berbasis digitalisasi proses, data-driven credit assessment, dan strategic account planning.
Halaman 27
Hasil metrik transaksi yang ditampilkan
Slide hasil menyatakan sejumlah metrik transaksi mulai membaik dan inisiatif retail funding menunjukkan tangible results.
- BRImo 2024-2025: monthly active users 17,8 menjadi 21,0 juta (+17,8%); transaction value Rp5.596,7 menjadi Rp7.076,9 triliun (+26,4%); penetration rate 48,5% menjadi 57,8%.
- Qlola 2024-2025: active users 76,3 menjadi 113,0 ribu (+48,1%); sales volume Rp9.878 menjadi Rp13.456 triliun (+36,2%).
- Business Merchant: sales volume Rp186,3 menjadi Rp223,2 triliun (+19,8%); sales volume per merchant Rp557,3 menjadi Rp708,8 juta (+27,0%); merchant 334,3 menjadi 315,4 ribu (-5,7%); productive merchant 110,0 menjadi 114,2 ribu (+3,8%).
- BRIS: sales volume Rp42,8 menjadi Rp85,6 triliun (+100,0%); sales volume/store Rp10.260,2 menjadi Rp19.433,1 ribu (+89,4%); transactions 344,1 menjadi 782,8 miliar (+127,5%).
- Catatan: penetration rate BRImo berbasis total eligible customers dan EDC productive ditentukan oleh monthly sales volume minimal Rp15 juta per EDC.
Bab 5
PPM Group, perencanaan strategi, dan manajemen kinerja
Bagian ini menjelaskan struktur PPM Group, hirarki serta alur perencanaan strategi BRI, dan konsep manajemen kinerja BRICORE.
Halaman 29–32
Halaman 29
Struktur PPM Group
Planning, Budgeting & Performance Group berada dalam Finance & Strategy Directorate dan dipimpin Group Head. Struktur menampilkan enam departemen dan keterkaitan dengan Regional Strategy & Finance pada Regional Office.
- Departemen: Planning & Budgeting; Performance Management; Performance Information System; Decision Support 1; Decision Support 2; dan Decision Support 3.
- Planning & Budgeting menangani budgeting, business plan, strategic capital management, dan corporate action non-M&A.
- Performance Management menangani corporate performance management, guidance of performance objective BoD-2, dan performance management reporting.
- Performance Information System menangani governance/policy/procedure/methodology/framework/modelling performance & profitability, system development tools & analytics, FTP management & operations, serta reporting & strategic recommendation.
- Decision Support 1-3 menangani decision support, product management, corporate research, strategic recommendation, business portfolio management, koordinasi support regional office, dan pada Decision Support 2 juga pricing management serta RKK commitment monitoring.
Halaman 30
Hirarki perencanaan strategi BRI
Hirarki perencanaan mencakup Rencana Jangka Panjang (RJP)/Corporate Plan lima tahunan, Rencana Bisnis Bank (RBB) tiga tahunan, serta Rencana Jangka Pendek tahunan berupa RKAP dan RKF.
- Materi menampilkan Corporate Plan 2021-2025 dan Corporate Plan 2026-2030, serta RBB 2021-2023, 2022-2024, 2023-2025, 2024-2026, dan 2025-2027.
- Dokumen RJP tersedia paling lambat 30 November pada tahun sebelum berakhirnya periode RJP dan dikirim ke OJK sesuai ketentuan; laporan realisasi corporate plan dilakukan tahunan.
- Untuk RBB, materi menampilkan penyampaian ke OJK paling lambat 30 November, laporan realisasi triwulanan, revisi ke OJK paling lambat 30 Juni, dan rolling forecast adjustment setiap tahun.
- Breakdown RKAP ke UKO maksimal Januari tahun berikutnya dan pelaksanaan revisi maksimal 30 Juni tahun berjalan.
Halaman 31
Alur perencanaan strategi BRI
Penyusunan strategi dilakukan dengan penyelarasan aspirasi bottom-up dan top-down, melalui input, proses formulasi, output rencana, breakdown/komunikasi, implementasi, serta evaluasi.
- Input: riset dan asumsi makroekonomi eksternal/internal; peta kompetisi perbankan dan posisi BRI; regulasi ekonomi/perbankan global dan domestik; serta arah pengembangan bisnis BRI termasuk aspirasi pemegang saham.
- Proses: formulasi strategi melalui latest performance review dan perumusan action; masukan unit kerja; joint planning session untuk penyelarasan strategi dan maturasi inisiatif; persetujuan Direksi dan Komisaris.
- Output: RJP lima tahunan, RBB tiga tahunan, RKAP & RKF tahunan, business strategy, dan support strategy.
- Breakdown internal mencakup KP BRI, Kanwil/KCK BRI, AIW, Kanca, KCP, dan BRI Unit; komunikasi eksternal ditujukan kepada shareholders dan stakeholders.
- Evaluasi implementasi strategi dilakukan tahunan, triwulanan, bulanan, dan periodik.
Halaman 32
Konsep performance management BRICORE
SE BRI Continuous Performance Management (BRICORE) No. SE.34-DIR/PPM/12/2024 tanggal 24 Desember 2024 menampilkan prinsip SMART serta goal-setting yang frequently discussed, ambitious, specific, dan transparent.
- SMART pada materi: Measurable (hasilnya dapat diukur), Aligned (konsisten dan selaras dengan strategi perusahaan), Excellence Oriented (perbaikan berkelanjutan), Specific (jelas apa yang akan dicapai), Time Bound (batasan waktu), Realistic (berdasarkan kondisi riil), dan Obtainable yet Challenging (menantang serta dapat dicapai dengan perencanaan dan eksekusi matang).
- KPI dijelaskan sebagai ukuran kinerja kunci yang menggambarkan keberhasilan/tercapai tidaknya kinerja unit kerja atau pekerja pada periode tertentu terkait strategic goals and objectives; KPI bukan target atau goal.
- Materi menyebut KPI mewujudkan akuntabilitas individu/unit kerja, mengukur keberhasilan pencapaian kinerja di seluruh level, dan menyelaraskan target secara vertikal maupun horizontal.
Bab 6
Peran BRI Group dan perusahaan dalam ekosistem
Bagian ini menjelaskan alasan pengembangan perusahaan anak serta mengelompokkan perusahaan anak, afiliasi, dan asosiasi beserta kepemilikan yang ditampilkan.
Halaman 34–35
Halaman 34
Peran BRI Group
Pengembangan perusahaan anak dilakukan untuk menyediakan layanan keuangan menyeluruh sekaligus melakukan diversifikasi income dan risiko.
- Ekosistem yang ditampilkan: conventional banking (BRI dan Bank Raya), pembiayaan (BRI Finance, PNM, Pegadaian), sharia product (Bank Syariah Indonesia, Pegadaian, PNM), insurance (BRILife dan BRI Insurance), dan investment (BRI Ventures, BAV, BRI Danareksa Sekuritas, BRI Manajemen Investasi).
- Tujuan yang disebutkan: diversifikasi sumber pendapatan saat margin bank tertekan; spreading risk melalui diversifikasi portofolio dan kolaborasi start-up; integrated financial solution bagi nasabah karena perubahan preferensi ke produk keuangan non-bank; serta memperkuat basis nasabah dalam ekosistem BRI maupun perusahaan anak.
Halaman 35
Perusahaan anak, afiliasi, dan asosiasi BRI
Materi menyatakan BRI memiliki 10 perusahaan anak dengan kepemilikan lebih dari 50%, dua perusahaan afiliasi dengan kepemilikan kurang dari 50%, dan dua perusahaan asosiasi yang BRI dirikan.
- Perusahaan anak dan kepemilikan yang ditampilkan: PT Bank Raya Indonesia 86,85%; PT BRI Multifinance Indonesia 99,88%; PT BRI Ventura Investama 99,9%; PT Asuransi BRI Life 51,0%; PT Permodalan Nasional Madani 99,9%; PT BRI Asuransi Indonesia 90%; BRI Remittance Co. Ltd. 100%; PT BRI Danareksa Sekuritas 67%; PT Pegadaian (Persero) 99,9%; dan PT BRI Manajemen Investasi 65%.
- Afiliasi yang ditampilkan: PT Bahana Artha Ventura 15,1% dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk 15,38%.
- Asosiasi yang ditampilkan: Dana Pensiun BRI dan Yayasan Kesejahteraan Pekerja BRI, masing-masing dengan anak usaha yang ditampilkan.
Referensi
Glosarium
Earning asset
Halaman 12–14
Aset produktif bank; materi memberi contoh pinjaman, kredit, dan investasi.
Non-earning asset
Halaman 12–14
Aset tidak produktif; materi memberi contoh kas dan GWM di Bank Indonesia.
GWM
Halaman 12
Giro Wajib Minimum yang ditampilkan sebagai dana yang disimpan di Bank Indonesia.
Alias: Giro Wajib Minimum
NII
Halaman 13–14
Pendapatan bunga dikurangi biaya bunga; materi mengaitkannya dengan spread dan pembentukan NIM.
Alias: Net Interest Income
NIM
Halaman 13
Net Interest Margin, yang disebut materi sebagai sumber utama profit bank yang terbentuk dari spread/NII.
Alias: Net Interest Margin
CASA
Halaman 16–17
Komponen dana pihak ketiga berupa current account dan savings account yang ditampilkan dalam tabel dan grafik deposito.
Alias: Current Account Savings Account
PPOP
Halaman 19
Pre-Provision Operating Profit yang ditampilkan dalam tabel profitabilitas.
Alias: Pre-Provision Operating Profit
CAR
Halaman 20
Rasio modal yang ditampilkan bersama Tier 1 CAR, persyaratan minimum regulatori, dan ROE B/S.
Alias: Capital Adequacy Ratio
RJP
Halaman 30–31
Rencana Jangka Panjang atau Corporate Plan lima tahunan.
Alias: Corporate Plan
RBB
Halaman 30–31
Rencana Bisnis Bank tiga tahunan.
RKAP
Halaman 30–31
Rencana jangka pendek tahunan yang menjadi salah satu output perencanaan strategi.
RKF
Halaman 30–31
Rencana jangka pendek tahunan yang ditampilkan bersama RKAP.
KPI
Halaman 32
Ukuran kinerja kunci untuk menggambarkan keberhasilan kinerja unit kerja atau pekerja pada periode tertentu terhadap tujuan strategis; materi menegaskan KPI bukan target atau goal.
Alias: Key Performance Indicators
BRICORE
Halaman 32
SE BRI Continuous Performance Management yang menjadi rujukan konsep manajemen kinerja pada materi.
Alias: BRI Continuous Performance Management
Istilah
Akronim
- BRI
- Bank Rakyat Indonesia
- GWM
- Giro Wajib Minimum
- LDR
- Loan of Deposit Ratio
- BLR
- Base Lending Rate
- COF
- Cost of Fund
- NII
- Net Interest Income
- NIM
- Net Interest Margin
- CASA
- Current Account Savings Account
- PPOP
- Pre-Provision Operating Profit
- CAR
- Capital Adequacy Ratio
- RJP
- Rencana Jangka Panjang
- RBB
- Rencana Bisnis Bank
- RKAP
- Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan
- RKF
- Rencana Kerja dan Forecast
- KPI
- Key Performance Indicators
Halaman 1
Halaman 12
Halaman 13
Halaman 13
Halaman 13
Halaman 13–14
Halaman 13
Halaman 16–17
Halaman 19
Halaman 20
Halaman 30–31
Halaman 30–31
Halaman 30–31
Halaman 30–31
Halaman 32
Keterkaitan
Relasi antar-item
Halaman 5–6
Halaman 7–23
Halaman 11–12
Halaman 12–13
Halaman 13–14
Halaman 16–17
Halaman 16–18
Halaman 13–19
Halaman 23–24
Halaman 24–25
Halaman 25–26
Halaman 26–27
Halaman 29–30
Halaman 30–31
Halaman 31–32
Halaman 34–35
Indeks
Kata kunci dan entitas
Kata kunci
Entitas
Pustaka
Sumber dan catatan ekstraksi
- Berkas sumber
- Materi BFLP Generalist - Corporate Orientation.pdf
- Bahasa
- Campuran Indonesia dan Inggris
- Grounding
- Hanya materi sumber
- Cakupan
- Lengkap dengan catatan
- SHA-256
- 1a988c49da371ef6083fd20f3ad8637e7b2c03f8c88a15e41ff63abf7ac5b01c
- All 38 PDF pages were visually reviewed. Cover, agenda, section-divider, discussion, and closing pages contain no substantive learning content beyond orientation/navigation and are represented only where useful.
- Financial figures are transcribed as dated presentation snapshots with their stated periods and should not be treated as current figures outside this source.
- Dense organisation charts and metric tables are summarized at a searchable learning level; the source remains the authority for every displayed cell, reporting line, and visual layout.
