Daftar isi
Ringkasan
Tujuan pembelajaran
- Mengidentifikasi posisi Institutional Business Group dalam struktur Corporate Directorate dan struktur lima departemen Institutional Business 1 Group.
- Menjelaskan kelompok Nasabah Inti Kelolaan yang ditampilkan untuk kementerian, lembaga, dan badan.
- Membaca konteks APBN, komposisi belanja K/L, serta marketshare APBN yang ditampilkan pada materi.
- Membedakan peta solusi Institutional Business pada segmen corporate, ritel, commercial, mikro, dan subsidiary.
- Menjelaskan peran deal maker, co-deal maker, product owner, serta peran regional dalam akuisisi, penetrasi deal, dan optimalisasi layanan institusi vertikal.
- Mengenali milestone, target tahunan, dan metrik giro serta dana yang disajikan.
Bab 1
Pengantar dan Struktur Organisasi
Bagian pembuka mengenalkan materi Institutional Business Group, lalu menempatkan Institutional Business Group pada struktur Corporate Directorate dan merinci struktur Institutional Business 1 Group.
Halaman 1–3
Halaman 1
Materi Institutional Business Group
Sampul materi berjudul Institutional Business Group dan mencantumkan M. Choliq Adi sebagai EVP - Head of Institutional Business Group BRI, bertanggal July 2026.
- Sampul menampilkan identitas Danantara Indonesia dan BRI Bank Rakyat Indonesia.
Halaman 2
Posisi Institutional Business Group dalam Corporate Directorate
Bagan Corporate Directorate Organizational Structure menampilkan Riko Tasmaya sebagai Corporate Banking Director. Institutional Business Group dipimpin Mochamad Choliq dan berada berdampingan dengan Corporate Banking 1-4 Group, Institutional Business 2 Group, Wholesale Transaction Banking Group, dan Deputy WTR Group dalam bagan yang ditampilkan.
- Bagan menandai Institutional Business Group dengan kotak biru.
- Di bawah Institutional Business Group pada bagan tercantum Institutional Business 1 sampai dengan Institutional Business 5 Department.
Halaman 3
Struktur Institutional Business 1 Group
Institutional Business 1 Group dipimpin Mochamad Choliq sebagai Institutional Business Group Head dan memiliki lima department: Institutional Business 1 Department, Institutional Business 2 Department, Institutional Business 3 Department, Institutional Business 4 Department, dan Institutional Business 5 Department.
- Kepala department yang ditampilkan adalah Defi Triyana, Ifan Hariman (Pj.), Aji Satrio N, Riza Ardiansyah (Pj.), dan Arliani Ivandhari.
- Bagan juga menampilkan komposisi personel pada setiap department, termasuk level Team Leader, Senior Manager, Manager, Junior Manager, dan BFLP pada departemen tertentu.
Bab 2
Account Portfolio Institusi dan Konteks APBN
Bagian ini menampilkan kelompok Nasabah Inti Kelolaan dan mengaitkan navigasi pengelolaan transaksi institusi dengan ringkasan APBN, komposisi belanja K/L, marketshare, dan tantangan APBN 2026.
Halaman 4–5
Halaman 4
Nasabah Inti Kelolaan Institutional Business 1 Group
Account Portfolio Institutional Business 1 Group mengelompokkan Nasabah Inti Kelolaan (NIK) ke dalam Kementerian, Lembaga, dan Badan.
- Halaman portofolio menyajikan institusi sebagai deretan logo di bawah tiga kelompok tersebut.
- Kelompok Kementerian, Lembaga, dan Badan masing-masing merupakan bagian dari account portfolio yang ditampilkan.
Halaman 5
APBN dan ringkasan 2024-2026
APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) didefinisikan sebagai rencana keuangan tahunan pemerintahan negara yang memuat daftar pendapatan dan pengeluaran, meliputi belanja pegawai, belanja barang, belanja modal, serta subsidi.
- Tabel Ringkasan APBN 2024-2026 menyajikan Pendapatan Negara sebesar 2.850.605 pada 2024, 2.865.501 pada 2025, dan 3.147.683,0 pada RAPBN 2026; Belanja Negara sebesar 3.359.766,7, 3.527.506,1, dan 3.786.490,6 secara berurutan.
- Tabel yang sama menampilkan defisit anggaran sebesar (509.161,5) pada 2024, (662.004,4) pada 2025, dan (638.807,6) pada 2026; persentase defisit terhadap PDB masing-masing (2,30), (2,78), dan (2,48).
- Judul kolom tabel menyebut Uraian (triliun rupiah), sedangkan catatan pada bagian bawah visual berbunyi Miliar rupiah; materi tidak menjelaskan perbedaan penanda satuan tersebut.
Halaman 5
Komposisi belanja, marketshare, dan tantangan APBN 2026
Halaman navigasi transaksi institusi menampilkan Komposisi Belanja K/L 2024-2026, Top 10 Anggaran K/L, Marketshare APBN 2025, dan cuplikan tantangan APBN 2026.
- Grafik komposisi belanja membedakan Belanja Bansos, Belanja Pegawai, Belanja Modal, serta Belanja Barang dan Jasa untuk 2024, 2025, dan 2026*.
- Grafik Top 10 Anggaran K/L mencantumkan BGN 217,8; KEMHAN 167,4; POLRI 109,7; KEMENKES 104,3; KEMENSOS 76,03; KEMENAG 75,21; KEMEN PU 70,85; KEMENDIKTI 55,4; KEMENKEU 47,1; dan KEMENDIKDASMEN 33,6, dengan label Rp dalam Triliun.
- Visual marketshare menampilkan 26,770 Rekening VA Satker dengan BRI 53,99%, BNI 17,84%, MDRI 19,82%, BSI 6,53%, BTN 1,10%, dan lainnya 0,72%; visual kedua menampilkan 38,43% dan 56,56 Juta Transaksi dengan BRI 38,43%, MDRI 24,51%, BNI 17,51%, BSI 14,48%, BTN 1,07%.
- Cuplikan tantangan yang ditampilkan mencakup proyeksi defisit APBN 2,9 persen, asumsi harga minyak USD 100 per barel, BI rate 4,75%, serta potensi kenaikan yield dan biaya utang.
Bab 3
Digital Adoption dan Transactional Banking
Peta solusi menunjukkan layanan Institutional Business pada segmen corporate, ritel, commercial, mikro, dan subsidiary, dengan judul Digital Adoption & Transactional Banking (Qlola & BRimo).
Halaman 6
Halaman 6
Solusi Corporate
Pada segmen Corporate, peta solusi menampilkan Foreign Exchange, Trustee, Kustodian, Remittance, PLN / PDN, Value Chain Giro, dan Value Chain Deposito.
- Foreign Exchange ditampilkan bersama Lembaga Manajemen Aset, SKK Migas, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, dan BPDPKS; Trustee bersama BPDLH dan SKK Migas.
- Kustodian ditampilkan bersama BPDPKS, LPDP, dan LPS dengan nilai Rp1.265 T (per Des 2025).
- Remittance mencakup Penyaluran APBN ke Luar Negeri dan Penyaluran Dana Hibah.
- Value Chain Deposito menampilkan Deposito Jaminan Reklamasi SKK Migas dan Deposito Jaminan Penyalur Kredit UMi.
Halaman 6
Solusi Ritel dan Commercial
Segmen Ritel menampilkan Payroll, DPLK, Credit Card, dan BRIGuna; segmen Commercial menampilkan Bank Garansi dan Vendor Financing.
- Payroll mencantumkan 60% Payroll Kementerian/Lembaga dikelola oleh BRI.
- DPLK BRI ditampilkan telah mengelola 771 Kerjasama (B2B), nominal Rp.992M.
- Credit Card memfasilitasi penggunaan cashless di satker K/L menggunakan KKP maupun KKI; BRIGuna Karya dan BRIGuna Purna ditampilkan sebagai andalan untuk karyawan K/L dengan benefit yang bersaing.
- Bank Garansi ditujukan untuk proyek-proyek pemerintah di berbagai institusi dengan volume terbesar dari POLRI dan TNI.
- Vendor Financing adalah pembiayaan vendor yang bermitra dengan K/L dengan skema khusus.
Halaman 6
Solusi Mikro dan Subsidiary
Segmen Mikro menampilkan penyaluran bantuan pemerintah, pembinaan UMKM, dan BRILink; bagian Subsidiary menampilkan insurance, bullion bank, manajemen investasi, dan Danareksa Sekuritas.
- Penyaluran bantuan pemerintah ditampilkan untuk KEMENDIKBUD, KEMENAG, KLHK, BPDP KS, KEMENAKER, dan KEMEN KKP, antara lain PIP, tunjangan guru, dana BOS, padat karya mangrove, replanting sawit, bantuan subsidi upah, dan upah rehabilitasi mangrove.
- Pembinaan UMKM ditampilkan bekerja sama dengan KEMENDAG, KEMENDES, KEMENSOS, dan BPOM.
- BRILink mencakup anggota TNI-POLRI sebagai Agen BRILink serta pembayaran penerimaan negara dan iuran BPJS melalui Agen BRILink dengan sharing fee.
- Insurance menampilkan asuransi agunan kredit, kendaraan bermotor, dan kesehatan; peta juga menampilkan Bullion Bank, Manajemen Investasi, serta Danareksa Sekuritas bersama mitra yang dicantumkan.
Bab 4
Institutional Business Group at a Glance
Bagian ini menggambarkan alur kolaborasi dari institusi pusat ke regional dan branch office, beserta pembagian peran business group, enabler, dan regional.
Halaman 7
Halaman 7
Institusi Pusat dan Institusi Vertikal
Diagram menempatkan Institusi Pusat pada awal alur dan Institusi Vertikal pada sisi cabang, bersama Vendor, Penerima Manfaat Akhir, dan Penerima Bantuan.
- Diagram menandai Flow of money dari Institusi Pusat menuju Institusi Vertikal.
- Regional Office dan Branch Office merupakan lapisan organisasi yang ditampilkan dalam alur.
Halaman 7
Peran Institutional Business Group dan enabler di kantor pusat
Institutional Business Group 1 dan Institutional Business Group 2 berperan sebagai Deal Maker dan Managing Relationship. Other Business Group / Enabler Group / Anak Perusahaan berperan sebagai Co-deal Maker, Product Owner, serta Program Reward & Aliansi.
- Diagram menunjukkan hubungan Collabs dua arah antara Institutional Business Group dan Other Business Group / Enabler Group / Anak Perusahaan.
Halaman 7
Peran Regional Wholesale Banking dan Regional Institutional
Regional Wholesale Banking & Regional Institutional menjalankan akuisisi nasabah Institusi vertikal, penetrasi deal Institusi Vertikal, dan optimalisasi Layanan Institusi Vertikal.
- Other Regional Business ditampilkan dengan tiga aktivitas yang sama: akuisisi nasabah Institusi vertikal, penetrasi deal Institusi Vertikal, dan optimalisasi Layanan Institusi Vertikal.
- Diagram menunjukkan Collabs dua arah antara kedua kotak regional tersebut.
Bab 5
Institutional Milestone
Bagian milestone menempatkan inisiatif Institutional Business dalam Brivolution Reignite, tujuan One BRI Solutions, target 2025-2028, dan empat proyek transformasi corporate banking.
Halaman 8
Halaman 8
Brivolution Reignite dan One BRI Solutions
Institutional Milestone menempatkan Transform the funding franchise dan Revamp existing core, build new core di bawah Brivolution Reignite, dengan tujuan Deliver One BRI Solutions Aligned With Government Budget Cashflow to Achieve Indonesia’s Aspiration.
- Transform the funding franchise mencakup Strengthen Low-cost funding dan Improve Transaction banking Capability.
- Revamp existing core, build new core mencakup Rejuvenation business process micro dan Accelerating new core.
- Fondasi yang ditampilkan adalah membangun world-class foundations pada HC, Risk, IT dan Digital, Distribution, Operations, dan Rebranding.
Halaman 8
Target Government Budget Cashflow 2025-2028
Panel target menampilkan Daily Average CASA, CASA Ritel & Mikro, COD, CM, Volume Value Chain, dan Market share Satker K/L untuk 2025 sampai 2028.
- 2025: Daily Average CASA 47 T; CASA Ritel & Mikro 2.1 T; COD 5,15%; CM 1.8 T; Volume Value Chain 2.8 T; Market share Satker K/L 53%.
- 2026: Daily Average CASA 60 T; CASA Ritel & Mikro 3.5 T; COD 4,0%; CM 2.25 T; Volume Value Chain 3.5 T; Market share Satker K/L 60%.
- 2027: Daily Average CASA 62 T; CASA Ritel & Mikro 4 T; COD 3,7%; CM 2.5 T; Volume Value Chain 4.3 T; Market share Satker K/L 65%.
- 2028: Daily Average CASA 64 T; CASA Ritel & Mikro 4.5 T; COD 3,3%; CM 2.75 T; Volume Value Chain 5.1 T; Market share Satker K/L 70%.
Halaman 8
Empat Key Transformation Projects Corporate Banking
Empat proyek yang ditampilkan adalah Project Garuda, Project Panda, Project Palapa, dan Project Khatulistiwa.
- Project Garuda - Corporate Banker Excellence: membangun skill set Corporate Banker BRI secara end-to-end, mulai dari rekrutmen, standardisasi kompetensi, hingga retensi talenta terbaik.
- Project Panda - MNC & China Corridor: inisiatif strategis untuk memperkuat posisi BRI dalam capturing potensi bisnis dari MNC, khususnya China corridor.
- Project Palapa - Capabilities for Integrated Corporate Solutions: mengakselerasi capability building untuk mendukung One BRI Solutions dan mendesain struktur organisasi baru yang relevan.
- Project Khatulistiwa - End-to-End Customer Experience: menghadirkan customer experience yang seamless mulai dari onboarding, transaksi, layanan, hingga penanganan complain.
Bab 6
Penutup dan Financial Performance
Dokumen memiliki slide penutup Terima Kasih, diikuti halaman Executive Summary & Financial Performance 2026 yang menyajikan seri giro, dana, dan biaya.
Halaman 9–10
Halaman 9
Terima Kasih
Halaman penutup menampilkan pesan Terima Kasih.
Halaman 10
Giro dan Daily Average Giro
Executive Summary & Financial Performance 2026 menampilkan grafik Giro (Rp Triliun) dan Daily Average Giro (Rp Triliun).
- Giro: Des 21 32.91; Des 22 36.04; Des 23 43.93; Des 24 44.33; Des 25 52.90; Juni 26 55,396; RKA Des26 68,326. Keterangan grafik menyebut Giro mengalami peningkatan secara konsisten.
- Daily Average Giro: Des 21 29.18; Des 22 31.92; Des 23 34.56; Des 24 38.59; Des 25 47.38; Juni 26 48.23; RKA Des26 56.59. Keterangan grafik menyebut Average CASA mengalami peningkatan secara konsisten.
Halaman 10
Cost of Giro dan Cost of Fund
Halaman kinerja menampilkan % Cost Of Giro, Total Dana, Daily Average Dana, dan % COF.
- % Cost Of Giro: Des 21 1.56%; Des 22 1.60%; Des 23 1.88%; Des 24 1.98%; Des 25 2.34%; Juni 26 1.95%; RKA 26 2.50%. Keterangan grafik menyebut Cost of Giro stabil dengan average CASA terus mengalami peningkatan.
- Total Dana: Des 21 112.06; Des 22 118.10; Des 23 132.52; Des 24 107.67; Des 25 127.18; Juni 26 190.49; RKA 26 147.71. Keterangan grafik menyebut peningkatan dana dilakukan secara agile & terkendali.
- Daily Average Dana: Des 21 123.35; Des 22 121.99; Des 23 122.21; Des 24 128.46; Des 25 141.04; Juni 26 137.79; RKA 26 136.99. Keterangan grafik menyebut perkembangan Average Balance menyesuaikan dengan kebutuhan.
- % COF: Des 21 3.02%; Des 22 2.17%; Des 23 5.62%; Des 24 5.57%; Des 25 5.06%; Juni 26 3.54%; RKA 26 4.69%. Keterangan grafik menyebut Cost of Fund mengalami penurunan secara signifikan dari periode ke periode.
Referensi
Glosarium
APBN
Halaman 5
Rencana keuangan tahunan pemerintahan negara yang memuat daftar pendapatan dan pengeluaran, meliputi belanja pegawai, belanja barang, belanja modal, serta subsidi.
Alias: Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
Nasabah Inti Kelolaan
Halaman 4
Kelompok account portfolio yang pada materi dibagi menjadi Kementerian, Lembaga, dan Badan.
Alias: NIK
Deal Maker
Halaman 7
Peran yang ditampilkan untuk Institutional Business Group 1 dan Institutional Business Group 2 dalam diagram Institutional Business Group at a Glance.
Co-deal Maker
Halaman 7
Peran yang ditampilkan untuk Other Business Group / Enabler Group / Anak Perusahaan dalam diagram Institutional Business Group at a Glance.
Institusi Vertikal
Halaman 7
Kelompok yang ditampilkan pada sisi branch office bersama Vendor, Penerima Manfaat Akhir, dan Penerima Bantuan dalam diagram operating model.
Government Budget Cashflow
Halaman 8
Frasa tujuan pada milestone: Deliver One BRI Solutions Aligned With Government Budget Cashflow to Achieve Indonesia’s Aspiration.
Istilah
Akronim
- APBN
- Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
- NIK
- Nasabah Inti Kelolaan
Halaman 5
Halaman 4
Keterkaitan
Relasi antar-item
Halaman 5
Halaman 8
Halaman 8
Halaman 10
Indeks
Kata kunci dan entitas
Kata kunci
Entitas
Pustaka
Sumber dan catatan ekstraksi
- Berkas sumber
- Materi BFLP Generalist - Institutional Business Group.pdf
- Bahasa
- Campuran Indonesia dan Inggris
- Grounding
- Hanya materi sumber
- Cakupan
- Lengkap dengan catatan
- SHA-256
- 8c8d589425ec1e4e55e54037679dade5345247915a624901faa4dc75644480d5
- Seluruh 10 halaman PDF ditinjau secara visual; referensi halaman menggunakan nomor halaman PDF 1-based.
- Halaman 4 berupa daftar padat logo Nasabah Inti Kelolaan. Materi ini merekam tiga kelompok portofolio yang dinyatakan dan tidak mengembangkan nama atau peran institusi dari logo yang tidak terbaca jelas.
- Halaman 5 dan 10 berisi tabel serta grafik numerik. Nilai dicatat sebagaimana terlihat pada visual; perbedaan penanda satuan pada halaman 5 dicatat tanpa penafsiran tambahan.
- Istilah singkatan yang tidak diekspansikan secara eksplisit oleh sumber tidak diberi kepanjangan baru.
