Lewati ke konten utama

Pencarian global

Pencarian secara global yang mencakup seluruh 52 materi. Tekan Ctrl K untuk fokus.

Ketik minimal dua karakter untuk mencari.

Semua materi
pdf50 halamanLengkap

Memberikan Edukasi Nasabah dan Calon Nasabah

Materi ini membahas unit kompetensi pemberian edukasi kepada nasabah dan calon nasabah, landasan kebijakan literasi dan inklusi keuangan, penyusunan rencana program, desain modul belajar, pelaksanaan edukasi, teknik presentasi dan penanganan pertanyaan, pelaporan kepada OJK, serta role play edukasi masyarakat.

8
Bab
51
Item
10
Glosarium
Daftar isi

Ringkasan

Tujuan pembelajaran

  • Menjelaskan tujuan, elemen kompetensi, kriteria unjuk kerja, dan regulasi yang terkait dengan edukasi nasabah dan calon nasabah.
  • Membedakan literasi keuangan dan inklusi keuangan serta menjelaskan peran bank dalam meningkatkan keduanya.
  • Menyusun rencana program edukasi berdasarkan tujuan, segmentasi peserta, topik, jadwal, metode, media, dan indikator keberhasilan.
  • Merancang materi belajar dengan memecah tujuan umum menjadi tujuan khusus melalui analisis kompetensi, pertanyaan 5W1H, dan elemen capability.
  • Menyiapkan dan melaksanakan edukasi tatap muka maupun digital dengan komunikasi, pembukaan, penutupan, dan penanganan pertanyaan yang sesuai.
  • Menjelaskan kewajiban evaluasi dan pelaporan kegiatan literasi serta inklusi keuangan kepada OJK.
Unit kompetensi dan kriteria unjuk kerja edukasi keuanganKebijakan literasi dan inklusi keuanganPeran dan kewajiban bank dalam edukasi keuanganPerencanaan program edukasi nasabahStrategi penyampaian dan segmentasi pesertaDesain tujuan, modul, dan kurikulum belajarPersiapan trainer dan pelaksanaan edukasiTeknik opening, closing, dan penanganan pertanyaanPelaporan literasi dan inklusi keuanganRole play edukasi masyarakat

Bab 1

Kompetensi dan Ruang Lingkup Edukasi Keuangan

Bagian awal menetapkan unit kompetensi, kriteria unjuk kerja, regulasi rujukan, pengetahuan, keterampilan, sikap kerja, dan tujuan pembelajaran untuk pemberian edukasi kepada nasabah dan calon nasabah.

Halaman 1–8

Konsep

Halaman 2

Unit kompetensi Memberikan Edukasi Nasabah dan Calon Nasabah

Dalam tabel SKKNI General Banking Unit Kompetensi Jenjang 4, Memberikan Edukasi Nasabah dan Calon Nasabah tercantum sebagai unit kompetensi nomor 2 dengan kode K.64GEB00.007.1.

  • Tabel yang sama juga mencantumkan unit pelayanan informasi produk dan jasa perbankan, penanganan pengaduan nasabah, pembukaan dan penutupan rekening, transaksi tunai dan non tunai, administrasi perbankan, valuta asing, trade service dan trade finance, akuntansi, serta aspek hukum.
  • Unit edukasi diposisikan sebagai bagian dari rangkaian kompetensi general banking, bukan sebagai kegiatan pemasaran yang berdiri sendiri.
skkniunit-kompetensiedukasi-nasabahgeneral-banking
Proses

Halaman 3

Tiga elemen kompetensi edukasi keuangan

Kompetensi edukasi keuangan terdiri dari merencanakan edukasi keuangan, melaksanakan edukasi keuangan, dan membuat laporan kegiatan edukasi keuangan.

  • Perencanaan mencakup penetapan tujuan sesuai prosedur, perencanaan segmen, penyusunan jadwal dan lokasi, serta perencanaan kerja sama dengan pihak lain.
  • Pelaksanaan mencakup penyiapan sarana serta pelaksanaan sesuai tujuan, waktu yang ditetapkan, dan metode yang berlaku.
  • Pelaporan mencakup penyiapan laporan sesuai waktu dan prosedur, evaluasi seluruh kegiatan sebagai dasar perencanaan berikutnya, serta pembuatan laporan sesuai format untuk pihak berkepentingan.
perencanaanpelaksanaanpelaporankriteria-unjuk-kerja
Aturan

Halaman 4

Regulasi yang perlu dipahami dalam edukasi

Materi menyebut lima regulasi atau penggantinya sebagai rujukan yang perlu dipahami dalam pelaksanaan edukasi keuangan kepada nasabah dan masyarakat.

  • Peraturan OJK Nomor 76/POJK.07/2016 membahas peningkatan literasi dan inklusi keuangan di sektor jasa keuangan bagi konsumen dan/atau masyarakat.
  • SEOJK Nomor 1/SEOJK.07/2014 membahas pelaksanaan edukasi untuk meningkatkan literasi keuangan kepada konsumen dan/atau masyarakat.
  • SEOJK Nomor 12/SEOJK.07/2014 membahas penyampaian informasi dalam rangka pemasaran produk dan/atau layanan jasa keuangan.
  • SEOJK Nomor 36/SEOJK.03/2015 membahas produk dan aktivitas bank umum syariah dan unit usaha syariah.
  • SEOJK Nomor 30/SEOJK.07/2017 membahas pelaksanaan kegiatan untuk meningkatkan literasi keuangan di sektor jasa keuangan.
regulasiojkpojkseojkliterasi-keuangan
Peran

Halaman 5

Pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja pelaksana

Pelaksana edukasi perlu menguasai tujuan dan sasaran edukasi, produk dan jasa layanan perbankan, serta regulasi yang berlaku; mampu mendesain presentasi, mengoperasikan peralatan, dan berkomunikasi efektif; serta menunjukkan sikap kerja yang mendukung penyelesaian tugas.

  • Pengetahuan yang diperlukan mencakup tujuan dan sasaran edukasi, produk dan jasa layanan perbankan, serta regulasi pelaksanaan edukasi keuangan kepada nasabah.
  • Keterampilan yang diperlukan mencakup membuat materi presentasi yang benar dan menarik, mengoperasikan peralatan yang tersedia, dan berkomunikasi secara efektif termasuk kemampuan interpersonal.
  • Sikap kerja yang disebut adalah komunikatif, mampu bekerja sama dengan pihak lain, cermat, mampu mengelola waktu ketika menyampaikan paparan, dan bertanggung jawab terhadap penyelesaian tugas.
kompetensitrainerkomunikasisikap-kerja
Lainnya

Halaman 6

Aspek kritis pemberian edukasi

Aspek kritis yang ditonjolkan adalah kemampuan menyampaikan materi edukasi keuangan dan regulasi yang berlaku.

  • Kedua kemampuan tersebut menjadi fokus penilaian praktis dalam unit kompetensi ini.
  • Penyampaian harus menghubungkan isi materi dengan ketentuan yang menjadi dasar pelaksanaannya.
aspek-kritismateri-edukasiregulasi
Strategi

Halaman 7–8

Tujuan dan pokok bahasan pembelajaran

Tujuan pembelajaran adalah memahami kebijakan umum edukasi nasabah sesuai ketentuan OJK, menyusun rencana program, mendesain materi belajar, dan melaksanakan edukasi literasi keuangan kepada nasabah atau calon nasabah.

  • Pokok bahasan meliputi kebijakan edukasi, proses perencanaan, desain modul belajar, proses pelaksanaan, dan laporan program edukasi nasabah.
  • Urutan tujuan pembelajaran tersebut selaras dengan alur kompetensi dari kebijakan dan rencana, ke desain dan pelaksanaan, lalu pelaporan.
tujuan-pembelajaranpokok-bahasankebijakanmodul-belajar

Bab 2

Kebijakan Literasi dan Inklusi Keuangan

Materi menjelaskan latar belakang kebijakan, definisi literasi dan inklusi keuangan, peran bank, prinsip pelaksanaan, dan kewajiban program edukasi dalam kerangka kebijakan OJK.

Halaman 9–18

Metrik

Halaman 10

Gambaran survei literasi dan inklusi keuangan

Latar belakang materi menampilkan pergerakan positif indeks literasi dan inklusi keuangan antara 2016 dan 2019; pada 2019 indeks inklusi ditampilkan sebesar 76,19% dan indeks literasi sebesar 38,03%.

  • Grafik membandingkan literasi keuangan sebesar 29,70% pada 2016 dengan 38,03% pada 2019.
  • Grafik membandingkan inklusi keuangan sebesar 67,80% pada 2016 dengan 76,19% pada 2019.
  • Materi mengaitkan peningkatan tersebut dengan implementasi tiga program Inisiatif Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (Revisit 2017).
surveiliterasi-keuanganinklusi-keuangan20162019
Strategi

Halaman 11

Literasi dan inklusi dalam MPSJKI 2021-2025

Materi menempatkan literasi dan inklusi keuangan dalam Master Plan Sektor Jasa Keuangan Indonesia (MPSJKI) 2021-2025, yang disebut sebagai kelanjutan MPSJKI 2015-2019.

  • Kerangka tersebut memiliki tiga pilar: penguatan ketahanan dan daya saing, pengembangan ekosistem jasa keuangan, dan akselerasi transformasi digital.
  • Pada pilar pengembangan ekosistem jasa keuangan, materi menampilkan perluasan akses keuangan dan peningkatan literasi keuangan masyarakat.
  • Kerangka juga menampilkan perlindungan konsumen sektor jasa keuangan, integrasi keuangan syariah, sustainable finance, serta kolaborasi dan kerja sama antar pemangku kepentingan sebagai enabler.
  • KEJAR dijelaskan sebagai Satu Rekening Satu Pelajar dan TPAKD sebagai Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah.
mpsjkiekosistem-jasa-keuanganakses-keuangankeuangan-digital
Konsep

Halaman 13

Pengertian literasi dan inklusi keuangan

Literasi keuangan adalah kemampuan masyarakat memahami, menggunakan, dan mengelola produk serta layanan keuangan secara bijak untuk meningkatkan kesejahteraan finansial. Inklusi keuangan adalah akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhannya.

  • Contoh produk dalam definisi inklusi keuangan adalah tabungan, kredit, asuransi, dan investasi.
  • Definisi literasi menekankan kemampuan dan perilaku penggunaan serta pengelolaan; definisi inklusi menekankan akses yang sesuai kebutuhan.
literasi-keuanganinklusi-keuanganproduk-keuanganlayanan-keuangan
Risiko

Halaman 14

Latar belakang penerbitan ketentuan literasi dan inklusi

Materi menyebut rendahnya literasi dan inklusi, terutama di wilayah 3T, tantangan pemahaman produk dan layanan, kebutuhan perlindungan konsumen dan pemberdayaan masyarakat, serta target inklusi nasional sebagai latar belakang penerbitan ketentuan.

  • Wilayah 3T dijelaskan sebagai terdepan, terluar, dan tertinggal.
  • Materi menyebut komitmen OJK untuk mencapai target inklusi keuangan nasional 90% pada 2024 dalam Strategi Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLKI).
  • Slide juga menampilkan realisasi sebesar 75,02% sebagai konteks target yang dibahas.
3tperlindungan-konsumenpemberdayaansnlki
Strategi

Halaman 15

Maksud dan tujuan kebijakan

Maksud kebijakan adalah memberi landasan hukum dan tata kelola bagi PUJK untuk merancang dan melaksanakan program literasi serta inklusi keuangan secara berkelanjutan dan terukur.

  • Tujuan pertama adalah meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan konsumen serta masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan.
  • Tujuan kedua adalah mendorong penggunaan produk dan layanan keuangan yang sesuai kebutuhan dan kemampuan.
  • Tujuan ketiga adalah memperkuat peran PUJK dalam mendukung edukasi dan pemberdayaan keuangan masyarakat.
pujktata-kelolaedukasipemberdayaan
Peran

Halaman 16

Peran bank dalam meningkatkan literasi keuangan

Sebagai lembaga jasa keuangan utama, bank berperan menyediakan informasi transparan, menyelenggarakan program edukasi, mendorong inklusi keuangan, dan melindungi konsumen dari risiko keuangan.

  • Informasi tentang produk dan layanan harus jelas, mudah dipahami, dan transparan; risiko dan manfaat perlu dijelaskan sebelum nasabah mengambil keputusan.
  • Program edukasi dapat berupa pelatihan, seminar, dan lokakarya mengenai pengelolaan keuangan, investasi, dan risiko keuangan, termasuk untuk pelajar, mahasiswa, UMKM, dan masyarakat umum.
  • Inklusi didorong dengan mempermudah akses layanan perbankan, terutama bagi masyarakat di daerah terpencil atau yang belum memiliki akses formal, termasuk melalui layanan digital banking.
  • Perlindungan konsumen dilakukan dengan edukasi untuk mengenali penipuan, membantu menghindari produk ilegal atau investasi bodong, dan mencegah praktik perbankan yang tidak adil atau menyesatkan.
peran-bankinformasi-transparanedukasiinklusiperlindungan-konsumen
Aturan

Halaman 17

Prinsip pelaksanaan literasi

Pelaksanaan literasi keuangan dalam materi berpegang pada tiga prinsip: terencana dan terukur, berorientasi pada pencapaian, serta keberlanjutan.

  • Terencana dan terukur berarti kegiatan disusun dengan perencanaan dan ukuran pencapaian yang dapat ditinjau.
  • Berorientasi pada pencapaian berarti program diarahkan pada hasil yang ingin dicapai, bukan sekadar pelaksanaan kegiatan.
  • Keberlanjutan berarti edukasi dirancang agar dapat dilakukan secara berkesinambungan.
prinsipterencanaterukurpencapaiankeberlanjutan
Aturan

Halaman 18

Kewajiban bank untuk program edukasi

Bank perlu menyusun program literasi keuangan tahunan yang strategis, menyelenggarakan edukasi minimal dua kali setahun, dan melakukan pelaporan kegiatan secara periodik.

  • Contoh bentuk edukasi yang disebut adalah seminar, penyuluhan, konten digital, webinar, dan media sosial.
  • Contoh topik program adalah pengelolaan keuangan pribadi, pemahaman produk tabungan, pinjaman dan investasi, serta kewaspadaan terhadap penipuan keuangan.
  • Kewajiban program dihubungkan dengan prinsip pelaksanaan yang terencana, berorientasi pada pencapaian, dan berkelanjutan.
kewajiban-bankprogram-edukasiminimal-dua-kalipelaporan-periodik

Bab 3

Perencanaan Program Edukasi Nasabah

Perencanaan program dimulai dari penetapan tujuan dan target peserta, pemilihan topik, metode, media, jadwal, bentuk kegiatan, dan indikator, lalu dihubungkan dengan pelaksanaan, evaluasi, dan pelaporan.

Halaman 19–26

Proses

Halaman 20

Siklus program edukasi keuangan

Siklus program pada materi terdiri dari perencanaan program edukasi keuangan, pelaksanaan edukasi keuangan, serta evaluasi dan pelaporan kepada OJK.

  • Perencanaan menentukan target audiens, materi sesuai kebutuhan dan tingkat pemahaman, serta metode penyampaian yang efektif.
  • Pelaksanaan dapat menggunakan pelatihan, seminar, webinar, brosur, video, atau modul digital dan harus memastikan materi mudah dipahami.
  • Evaluasi dan pelaporan menggunakan survei untuk mengukur efektivitas, menyampaikan kegiatan kepada OJK, serta memperbaiki dan mengembangkan program berdasarkan hasil evaluasi.
siklusperencanaanpelaksanaanevaluasipelaporan
Prosedur

Halaman 21

Komponen rencana kegiatan dalam RBB

Rencana kegiatan peningkatan literasi keuangan harus dimasukkan dalam RBB dan mencantumkan informasi yang memungkinkan kegiatan dilaksanakan serta dievaluasi.

  • Komponen yang dicantumkan adalah nama kegiatan, tujuan, bentuk pelaksanaan, metode pelaksanaan, dan materi.
  • Rencana juga mencantumkan sasaran dan/atau jumlah peserta, jadwal dan/atau wilayah, serta frekuensi pelaksanaan.
  • Komponen pengendalian mencakup sumber dan jumlah biaya serta indikator dan bentuk evaluasi.
rbbrencana-kegiatananggaranindikator-evaluasi
Strategi

Halaman 22

Strategi penyampaian edukasi

Strategi penyampaian edukasi dibagi menjadi edukasi langsung, edukasi digital, dan edukasi melalui kemitraan.

  • Edukasi langsung mencakup workshop dan pelatihan, konsultasi keuangan, serta simulasi produk keuangan.
  • Edukasi digital mencakup aplikasi mobile dan website, media sosial, serta webinar dan live streaming.
  • Edukasi melalui kemitraan mencakup kerja sama dengan sekolah dan universitas serta kemitraan dengan pemerintah dan lembaga keuangan.
edukasi-langsungedukasi-digitalkemitraanmedia
Strategi

Halaman 23

Identifikasi tujuan program edukasi

Tujuan utama program perlu ditentukan sebelum topik dan metode dipilih, misalnya meningkatkan literasi keuangan, mendorong penggunaan produk tertentu, mengurangi risiko kredit macet, atau meningkatkan loyalitas dan kepercayaan nasabah.

  • Tujuan menjadi acuan untuk menentukan hasil yang ingin dicapai oleh program.
  • Contoh tujuan dalam materi menghubungkan edukasi dengan pemahaman, penggunaan produk, pengurangan risiko, dan hubungan nasabah.
tujuan-programliterasirisiko-kreditloyalitas
Strategi

Halaman 23

Segmentasi dan pemahaman target nasabah

Target nasabah dikelompokkan berdasarkan demografi, jenis nasabah, dan tingkat literasi keuangan, kemudian dipahami kebutuhan, tantangan, dan preferensi komunikasinya.

  • Demografi yang disebut mencakup usia, pekerjaan, dan lokasi.
  • Jenis nasabah yang disebut adalah individu, UMKM, dan korporasi.
  • Pemahaman tingkat literasi, kebutuhan, tantangan, dan preferensi komunikasi membantu menyesuaikan materi serta cara penyampaian.
segmentasitarget-nasabahdemografiumkmpreferensi-komunikasi
Konsep

Halaman 23

Penentuan topik dan materi edukasi

Konten utama dipilih sesuai tujuan dan target program; contoh topik yang disebut adalah pengelolaan keuangan pribadi, pengenalan produk perbankan, kewaspadaan terhadap penipuan keuangan, dan pemanfaatan layanan digital.

  • Pemilihan topik harus mempertimbangkan kebutuhan dan tingkat pemahaman nasabah.
  • Topik dapat diarahkan pada pengetahuan produk, perilaku pengelolaan keuangan, keamanan, atau pemanfaatan layanan digital.
topikmateriproduk-perbankanpenipuanlayanan-digital
Prosedur

Halaman 23

Jadwal dan tahapan program

Rencana edukasi perlu memuat rencana jangka pendek dan jangka panjang, waktu pelaksanaan, serta fase pra-program, pelaksanaan, dan pasca-program.

  • Fase pra-program digunakan untuk menyiapkan tujuan, peserta, materi, metode, dan kebutuhan pelaksanaan.
  • Fase pelaksanaan digunakan untuk menyampaikan edukasi melalui metode yang dipilih.
  • Fase pasca-program digunakan untuk evaluasi dan tindak lanjut.
jadwaltahapanpra-programpasca-program
Metrik

Halaman 23

Pemilihan metode, media, dan indikator keberhasilan

Metode edukasi dipilih sesuai karakteristik nasabah dan indikator keberhasilan disiapkan untuk menilai hasil program.

  • Metode tatap muka yang disebut adalah seminar, pelatihan, dan FGD; media digital mencakup video edukasi, e-book, webinar, dan media sosial.
  • Edutainment dapat menggunakan gamifikasi, kuis interaktif, dan infografis.
  • Indikator keberhasilan meliputi jumlah nasabah yang teredukasi, peningkatan pemahaman, perubahan perilaku, serta ROI atau efektivitas biaya.
metodemediaedutainmentindikatorevaluasi
Layanan

Halaman 24

Bentuk kegiatan edukasi keuangan

Materi menampilkan sosialisasi, lokakarya, pendampingan, pelatihan, dan permainan sebagai bentuk kegiatan edukasi keuangan.

  • Bentuk kegiatan dapat dipilih dan dikombinasikan sesuai tujuan, segmen, serta media yang tersedia.
  • Contoh visual pada slide menunjukkan kegiatan kelas, forum, dan aktivitas yang melibatkan peserta.
sosialisasilokakaryapendampinganpelatihanpermainan
Konsep

Halaman 25

Cakupan materi edukasi keuangan

Cakupan materi edukasi keuangan terdiri dari karakteristik sektor jasa keuangan, karakteristik produk atau layanan, pengelolaan keuangan, dan perpajakan terkait produk atau layanan.

  • Empat cakupan tersebut ditampilkan sebagai area materi yang dapat membentuk kurikulum edukasi.
  • Cakupan membantu penyusun menjaga keseimbangan antara konteks sektor, pemahaman produk, kemampuan mengelola keuangan, dan aspek perpajakan.
cakupan-materisektor-jasa-keuanganprodukpengelolaan-keuanganperpajakan
Studi kasus

Halaman 26

Diskusi efektivitas program edukasi

Materi menyediakan diskusi untuk menilai efektivitas pelaksanaan program edukasi literasi dan inklusi keuangan di Indonesia dengan meminta evidence atas pendapat dan perbaikan yang perlu dilakukan oleh Bank BRI.

  • Pertanyaan diskusi meminta peserta membangun pendapat berbasis evidence, bukan hanya menyatakan setuju atau tidak setuju.
  • Pertanyaan kedua mengarahkan peserta mengusulkan perbaikan bagi pelaksanaan edukasi Bank BRI.
diskusiefektivitasevidenceperbaikan-program

Bab 4

Desain Modul dan Kurikulum Belajar

Bagian desain modul menjelaskan tujuan belajar to know, to do, dan to change, lalu memecah tujuan umum menjadi tujuan khusus menggunakan analisis kompetensi, pertanyaan 5W1H, serta elemen capability; contoh kurikulum meliputi sektor, produk, pengelolaan keuangan, dan perpajakan.

Halaman 27–35

Konsep

Halaman 28

Tujuan belajar To Know

To Know adalah tujuan mengajar atau presentasi untuk menyampaikan informasi.

  • Contoh penggunaan yang disebut adalah penyampaian laporan, sosialisasi produk, jasa, layanan, kebijakan, atau ketentuan informasi tertentu.
  • Seminar dan conference juga ditempatkan sebagai contoh kegiatan dengan tujuan To Know.
to-knowinformasipresentasisosialisasi
Konsep

Halaman 28

Tujuan belajar To Do

To Do adalah tujuan mengajar atau presentasi agar peserta dapat melakukan apa yang disampaikan.

  • Contoh pendekatan yang disebut adalah skill set training, simulasi, guidance, dan mentoring.
  • Tujuan ini menekankan kemampuan peserta menerapkan materi, bukan hanya menerima informasi.
to-doketerampilansimulasimentoring
Konsep

Halaman 28

Tujuan belajar To Change

To Change adalah tujuan mengajar atau presentasi untuk memengaruhi peserta agar menerima usulan dan mau melaksanakan apa yang disampaikan.

  • Contoh konteksnya adalah presentasi bisnis, usulan program, pitching pengadaan, motivation session, dan mindset training.
  • Tujuan ini menekankan perubahan penerimaan, kemauan, atau sikap terhadap usulan yang disampaikan.
to-changepengaruhusulan-programmindset
Prosedur

Halaman 29

Tujuan sebagai acuan desain materi belajar

Acuan khusus dalam mendesain materi atau modul belajar adalah tujuan yang diharapkan dari sesi belajar atau training.

  • Tujuan yang masih umum, seperti nasabah tahu cara mengelola keuangan dengan baik, perlu dipecah atau di-chunking menjadi tujuan umum dan tujuan khusus.
  • Tujuan khusus kemudian menjadi dasar penentuan isi materi yang lebih terarah.
desain-modultujuan-belajarchunkingtujuan-khusus
Prosedur

Halaman 29–30

Analisis kompetensi untuk menetapkan materi

Analisis kompetensi menetapkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang diperlukan agar tujuan belajar tercapai.

  • Pertanyaan analisisnya adalah pengetahuan apa yang diperlukan, keterampilan apa yang harus dimiliki, dan sikap kerja seperti apa yang dibutuhkan.
  • Contoh materi yang disebut adalah product knowledge, proses pembukaan rekening, dan disiplin dalam menabung.
analisis-kompetensiknowledgeskillattitude
Prosedur

Halaman 29–30

Pertanyaan 5W1H untuk mengembangkan materi

Pendekatan 5W1H mengembangkan ide materi dengan menanyakan apa yang dimaksud, mengapa hal tersebut penting, dan bagaimana cara mencapai atau melakukannya.

  • Materi menekankan minimal pertanyaan What, Why, dan How dari keseluruhan pendekatan 5W1H.
  • Contoh hasilnya adalah pengertian, manfaat atau alasan penting, dan proses pembukaan rekening.
5w1hwhatwhyhowpengembangan-materi
Konsep

Halaman 29–30

Elemen pembentuk capability

Capability peserta dapat dieksplorasi melalui mindset, skill set, dan tool set yang membantu pencapaian tujuan.

  • Pertanyaan yang digunakan adalah mindset apa yang perlu dimiliki, keterampilan apa yang harus dikuasai, dan alat manajemen apa yang dapat dimanfaatkan.
  • Contoh yang ditampilkan adalah mindset seorang customer service, communication skill, serta SWOT dan PETS Analysis.
capabilitymindsetskill-settool-setcommunication
Konsep

Halaman 31

Contoh kurikulum sektor dan lembaga jasa keuangan

Contoh pokok bahasan dapat mencakup sektor jasa keuangan di Indonesia, struktur lembaga jasa keuangan, otoritas dan regulator, serta fintech, inovasi, dan digitalisasi.

  • Sektor jasa keuangan dapat dibahas melalui definisi, kontribusi terhadap ekonomi nasional, sejarah perkembangan, dan Master Plan Sektor Jasa Keuangan Indonesia.
  • Struktur lembaga mencakup bank umum, BPR, asuransi, pembiayaan, dana pensiun, pegadaian, dan pasar modal.
  • Otoritas dan regulator yang dicontohkan adalah OJK, Bank Indonesia, dan LPS beserta peran, fungsi, dan tanggung jawabnya.
  • Digitalisasi dapat mencakup fintech, insurtech, robo advisor, e-IPO, kolaborasi lembaga tradisional dengan startup, serta sandbox dan kebijakan OJK.
kurikulumsektor-jasa-keuanganregulatorfintechdigitalisasi
Produk

Halaman 32

Contoh kurikulum produk dan layanan perbankan

Contoh kurikulum produk dan layanan mencakup pengantar perbankan, produk dana, produk kredit, layanan jasa berbasis biaya, produk dan layanan syariah, serta digitalisasi produk perbankan.

  • Produk dana yang disebut adalah tabungan, giro, deposito, eChannel, dan digital banking beserta fleksibilitas, fitur, bunga, jangka waktu, atau penalti pencairan awal.
  • Produk kredit yang disebut adalah kredit konsumtif seperti KPR, KKB, dan KTA serta kredit produktif seperti modal kerja dan investasi, termasuk analisis kelayakan, skema mikro dan UMKM, serta risiko kredit dan mitigasinya.
  • Layanan jasa mencakup transfer dana dan remittance, safe deposit box, kartu debit/kredit/prepaid, serta biaya dan fitur setiap layanan.
  • Materi syariah mencakup mudharabah, musyarakah, murabahah, ijarah, produk tabungan, pembiayaan, investasi syariah, dan karakteristik nasabah bank syariah.
  • Digitalisasi mencakup mobile dan internet banking, onboarding digital e-KYC, API perbankan, embedded finance, serta perbandingan bank digital dan konvensional.
produk-bankfundinglendingfee-basedsyariahdigital-banking
Konsep

Halaman 33

Contoh kurikulum pengelolaan keuangan

Kurikulum pengelolaan keuangan dapat mencakup mindset finansial, penyusunan anggaran, pengelolaan pengeluaran dan gaya hidup, menabung dan dana darurat, pengantar investasi, serta perlindungan keuangan.

  • Mindset finansial membahas alasan mengelola keuangan, kebutuhan versus keinginan, dan dampak pengelolaan yang tidak sehat.
  • Anggaran membahas envelope budgeting, zero-based budgeting, anggaran bulanan, dan aplikasi pengelolaan uang pribadi.
  • Pengeluaran membahas kategori wajib, rutin, dan tidak terduga serta tips hemat seperti meal prep, cicilan bijak, membedakan diskon dan impulsif, dan kebocoran anggaran.
  • Tabungan dan dana darurat membahas tujuan jangka pendek dan panjang, besaran serta cara menyisihkan dana darurat, dan simulasi penentuan target tabungan.
  • Investasi membahas deposito, reksadana, emas, saham, properti, risiko dan imbal hasil, profil risiko, serta pemilihan produk.
  • Perlindungan keuangan membahas asuransi jiwa, kesehatan, kendaraan, properti, peran asuransi dalam manajemen risiko, dan pemilihan produk sesuai kebutuhan.
pengelolaan-keuangananggarandana-daruratinvestasiasuransi
Konsep

Halaman 34

Contoh kurikulum perpajakan terkait produk dan layanan

Kurikulum perpajakan dapat mencakup kerangka umum perpajakan di Indonesia, pajak atas produk dana dan jasa perbankan, serta pajak atas produk kredit dan pembiayaan.

  • Kerangka umum membahas jenis pajak seperti PPh, PPN, PBB, dan bea, subjek dan objek pajak, serta prinsip self-assessment dan administrasi perpajakan modern.
  • Produk dana dan jasa mencakup pajak atas bunga simpanan dan deposito, PPh Pasal 4 ayat (2) final, pengecualian dan tarif khusus, PPh atas giro/tabungan/jasa giro, serta pajak atas transfer dan fee-based services.
  • Produk kredit dan pembiayaan mencakup aspek PPh atas bunga pinjaman, PPh atas denda keterlambatan, PPN atas leasing atau pembiayaan konsumen, dan perlakuan pajak atas restrukturisasi kredit.
perpajakanpphppndepositopembiayaan
Konsep

Halaman 35

Contoh materi program edukasi nasabah lainnya

Contoh materi lain dikelompokkan menjadi dasar literasi keuangan, pemahaman produk perbankan, risiko dan kewajiban nasabah, keamanan bertransaksi digital, serta inklusi keuangan dan digitalisasi perbankan.

  • Dasar literasi mencakup manajemen keuangan pribadi, pentingnya menabung dan investasi, serta pengelolaan utang secara sehat.
  • Pemahaman produk mencakup tabungan, deposito, giro, kredit atau pinjaman KTA/KPR/KUR, kartu kredit dan debit, serta mobile dan internet banking.
  • Risiko dan kewajiban mencakup kewajiban dalam kredit, risiko keterlambatan pembayaran, biaya tersembunyi, dan bunga.
  • Keamanan digital mencakup menjaga keamanan akun, mengenali modus penipuan, dan penggunaan OTP, PIN, serta verifikasi dua langkah.
  • Inklusi dan digitalisasi mencakup manfaat QRIS, dompet digital, fitur mobile banking, dan kemudahan pembukaan rekening online.
materi-edukasiproduk-perbankankeamanan-digitalinklusirisiko-nasabah

Bab 5

Persiapan dan Pelaksanaan Edukasi

Pelaksanaan tatap muka memerlukan kesiapan trainer, tempat, peserta, materi, rundown, dan agenda; trainer juga perlu menyiapkan diri, menjaga kondisi fisik, memperhatikan grooming, serta mengelola penyampaian materi.

Halaman 36–41

Prosedur

Halaman 37

Persiapan program edukasi tatap muka

Program edukasi tatap muka seperti sosialisasi, seminar, dan training perlu memastikan kesiapan trainer atau fasilitator, tempat, peserta, materi, serta rundown dan agenda.

  • Tempat mencakup ruangan dan fasilitasnya, seperti infocus dan sound system, bentuk kelas, serta konsumsi selama training.
  • Peserta dapat diundang sebelumnya dan jumlahnya disesuaikan dengan kapasitas kelas.
  • Materi training mencakup slide presentasi, materi atau handout, dan gimmick; rundown dan agenda mengatur jalannya pelaksanaan.
persiapantatap-mukatrainerpesertarundown
Prosedur

Halaman 38

Persiapan khusus trainer atau fasilitator

Trainer atau fasilitator perlu menguasai materi, melakukan latihan simulasi mengajar minimal tiga kali, datang tepat waktu, dan membawa catatan kecil sebagai pengingat.

  • Persiapan juga mencakup istirahat yang cukup dan makan makanan sehat yang tidak merangsang perut.
  • Pakaian perlu rapi dan sesuai konteks, misalnya batik atau jas untuk kelas formal.
trainerfasilitatorsimulasilatihankesiapan
Prosedur

Halaman 39

Kesiapan fisik dan perlengkapan trainer

Materi menganjurkan trainer melakukan stretching atau senam muka, makan secukupnya dan sehat, tidur cukup, membuat catatan, melakukan exercise, dan memastikan perlengkapan bekerja.

  • Persiapan ini ditampilkan sebagai dukungan agar trainer siap tampil dan dapat menjalankan sesi dengan baik.
  • Pemeriksaan perlengkapan melengkapi latihan dan penguasaan materi sebelum kegiatan dimulai.
kesiapan-fisikstretchingperlengkapantrainer
Aturan

Halaman 40

Professional grooming untuk trainer

Penampilan trainer perlu disesuaikan dengan audiens dan sifat acara, nyaman untuk bergerak, sesuai usia, serta menggunakan warna dan motif yang wajar dan tidak berlebihan.

  • Materi menempatkan penampilan sebagai citra diri, aset, dan kesan pertama ketika berkomunikasi.
  • Grooming mendukung kenyamanan trainer dan kesesuaian konteks tanpa mengalihkan perhatian dari materi.
groomingpenampilantrainerkomunikasi
Prosedur

Halaman 41

Teknik saat menyampaikan materi

Trainer perlu membuka presentasi dengan opening yang menggugah, menyampaikan materi dengan tenang dan percaya diri, menjaga kontak mata serta bahasa tubuh, mengelola napas dan waktu, melibatkan peserta, lalu menyimpulkan dan menutup dengan berkesan.

  • Opening digunakan untuk mendapatkan perhatian peserta; pandangan mata disebarkan kepada seluruh audiens dengan senyum.
  • Bahasa tubuh perlu dijaga dengan menghindari gerakan yang mengganggu seperti memasukkan tangan ke kantong atau menggerakkan tangan terlalu aktif.
  • Trainer perlu membaca situasi audiens, memberi selingan yang mencairkan dan meningkatkan energi, serta mengundang peserta untuk bertanya dan terlibat dalam sesi.
  • Sesi diakhiri dengan kesimpulan dan penutupan presentasi yang berkesan.
presentasiopeningbahasa-tubuhmanajemen-waktupartisipasi

Bab 6

Teknik Opening dan Closing Presentasi

Materi memberi pilihan pembukaan untuk menarik perhatian dan menyiapkan konteks, serta pilihan penutupan untuk merangkum dan meninggalkan kesan yang relevan.

Halaman 42–44

Prosedur

Halaman 42

Pilihan opening presentasi bagian pertama

Opening dapat dilakukan dengan menyatakan kesenangan menjadi pembicara dan keinginan bersama audiens, mempersiapkan pembukaan menuju topik, mengajukan pertanyaan retorik, membuat pernyataan mengejutkan, atau mengutip otoritas.

  • Opening to the opening mengungkapkan apresiasi, pujian kepada audiens, rasa syukur, dan terima kasih.
  • Opening to the subject menyiapkan peserta untuk topik, tujuan, manfaat, dan materi yang akan dibahas.
  • Pertanyaan retorik digunakan untuk menggugah kesadaran peserta dan sebaiknya selaras dengan materi.
  • Pernyataan mengejutkan dan kutipan tokoh digunakan untuk menggugah perhatian terhadap pentingnya materi.
openingperhatianpertanyaan-retorikkutipanpresentasi
Prosedur

Halaman 43

Pilihan opening presentasi bagian kedua

Pilihan opening lain adalah menyatakan tujuan, memberi briefing singkat tentang audiens, mengungkap statistik mengejutkan, menyebut kejadian terkini yang berkorelasi dengan materi, atau berbagi hal yang umum bagi audiens.

  • Pernyataan tujuan digunakan untuk menarik minat dan membangun ekspektasi tentang materi.
  • Brief audiens memberi keterangan singkat agar ekspektasi dan ketertarikan peserta terbentuk.
  • Statistik yang mengejutkan harus relevan dengan topik; kejadian terkini juga perlu memiliki korelasi dengan materi.
  • Commonality menghubungkan contoh yang akrab bagi peserta dengan materi yang akan disampaikan.
openingtujuanaudiensstatistikkejadian-terkini
Prosedur

Halaman 44

Pilihan closing presentasi

Closing dapat dilakukan dengan merangkum seluruh poin yang dibahas, mengulangi pernyataan opening, menggunakan quotation yang relevan, atau menambahkan anecdote yang menarik dan terkait materi.

  • Ringkasan diberikan ketika sesi berakhir untuk mengingatkan poin materi yang dipelajari.
  • Pernyataan opening dapat diulang agar sesi tertutup dengan mengikat kembali pembukaan.
  • Quotation harus relevan dan sejalan dengan materi; anecdote perlu menarik, terkait, dan tidak berakhir tidak lucu.
closingringkasanquotationanecdotepresentasi

Bab 7

Pertanyaan, Waktu Pelaksanaan, Implementasi Cabang, dan Pelaporan

Bagian akhir operasional menjelaskan cara menangani pertanyaan peserta, pemilihan waktu dan media, langkah edukasi ketika nasabah datang ke cabang, serta kewajiban pelaporan literasi dan inklusi keuangan.

Halaman 45–48

Prosedur

Halaman 45

Penanganan pertanyaan peserta

Trainer perlu menjawab pertanyaan dengan rileks dan tersenyum, mengonfirmasi pertanyaan, mengapresiasi penanya, berpikir sebelum menjawab, fokus pada pertanyaan, dan mengonfirmasi kepuasan penanya.

  • Pertanyaan diulangi untuk memastikan trainer mendengar dan memahami maksudnya.
  • Penanya diberi ucapan terima kasih dan pujian atas pertanyaannya.
  • Jika perlu, audiens lain dapat dilibatkan lebih dahulu, lalu trainer membuat kesimpulan.
  • Jawaban harus tetap fokus agar tidak melebar dan membuang waktu; setelah itu kepuasan penanya dicek kembali.
q-and-apertanyaankomunikasitraineraudiens
Prosedur

Halaman 46

Waktu dan media pelaksanaan edukasi

Edukasi dapat diberikan saat onboarding, saat peluncuran produk baru, secara berkala, ketika muncul tren risiko baru, dan kapan saja secara digital, dengan media yang disesuaikan.

  • Saat onboarding, media yang disebut adalah kantor cabang dan aplikasi mobile.
  • Saat peluncuran produk baru, media yang disebut adalah website, webinar, dan sosial media.
  • Secara berkala bulanan atau kuartalan, media yang disebut adalah komunitas, sekolah, dan event pameran.
  • Saat terjadi tren risiko baru seperti penipuan digital, media yang disebut adalah media massa, SMS blast, dan email.
  • Untuk edukasi digital kapan saja, media yang disebut adalah YouTube, Instagram, TikTok, dan aplikasi bank.
waktumediaonboardingpenipuan-digitaledukasi-digital
Proses

Halaman 47

Implementasi edukasi saat nasabah datang ke cabang

Di kantor cabang, edukasi dimulai dengan menanyakan tujuan kunjungan, mengidentifikasi tingkat pemahaman nasabah terhadap produk atau layanan, memberi panduan sesuai kebutuhan finansial, dan menjelaskan produk dengan cara yang mudah dipahami.

  • Penjelasan perlu memberi perhatian khusus kepada nasabah dengan tingkat literasi keuangan rendah.
  • Edukasi dapat mencakup manfaat dan risiko produk atau layanan.
  • Simulasi perhitungan dapat dilakukan sebagai bagian dari penjelasan agar nasabah memahami pilihan yang dibahas.
kantor-cabangnasabahliterasimanfaatrisikosimulasi
Aturan

Halaman 48

Pelaporan literasi dan inklusi keuangan

Bank wajib menyusun dan menyampaikan laporan literasi keuangan serta laporan inklusi keuangan kepada OJK; laporan tersebut menjadi bagian dari Rencana Bisnis dan laporan Realisasi Rencana Bisnis.

  • Laporan disampaikan kepada OJK c.q. Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku PUJK, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen.
  • Materi juga menyebut penyampaian kepada Kepala Eksekutif Pengawas sesuai dengan industri.
  • Kewajiban laporan melengkapi evaluasi program dan pelaporan kegiatan edukasi secara periodik.
laporanliterasi-keuanganinklusi-keuanganojkrencana-bisnis

Bab 8

Role Play Edukasi Masyarakat

Role play Medan Cerdas Finansial 2026 menerapkan perencanaan berbasis target peserta dan konteks lokal, dengan fokus pemisahan keuangan pribadi dan bisnis serta pengenalan investasi legal.

Halaman 49–50

Studi kasus

Halaman 49

Role play Medan Cerdas Finansial 2026

Role play menggunakan kegiatan Medan Cerdas Finansial 2026 untuk pelaku UMKM kuliner atau jasa dan profesional muda di Medan, dengan tujuan meningkatkan pemahaman pemisahan keuangan pribadi dan bisnis serta pengenalan instrumen investasi legal.

  • Medan digambarkan sebagai pusat perdagangan dan kewirausahaan yang dinamis di Sumatera Utara dengan karakter masyarakat lugas, praktis, dan memiliki semangat bisnis UMKM yang tinggi.
  • Lokasi yang dicantumkan adalah Pos Bloc Medan dan durasi pelaksanaan half day pukul 09.00-12.00.
  • Perencanaan pra-acara memerlukan riset pasar atau marketing intelligence agar materi relevan dengan kondisi lokal.
  • Masalah yang diidentifikasi adalah pelaku usaha mencampur uang hasil dagang dengan uang dapur; pendekatan budaya menggunakan bahasa akrab dan contoh perhitungan modal rumah makan atau toko kelontong.
  • Kemitraan yang disebut adalah melibatkan OJK Regional 5 Sumatera Bagian Utara untuk validasi legalitas; peserta juga diminta menyusun kerangka materi dan mempraktikkan opening serta closing.
role-playmedanumkmsegmentasiinvestasi-legalkemitraan
Lainnya

Halaman 50

Q&A, diskusi, dan studi kasus

Slide penutup mengarahkan sesi pada Q&A, diskusi, dan studi kasus sebagai kegiatan lanjutan setelah materi edukasi disampaikan.

  • Penutup menjadi ruang untuk menguji pemahaman dan membahas penerapan materi melalui pertanyaan atau kasus.
  • Kegiatan ini melengkapi role play dan latihan opening serta closing dalam pembelajaran.
q-and-adiskusistudi-kasuspenutup

Referensi

Glosarium

Literasi Keuangan

Halaman 13

Kemampuan masyarakat dalam memahami, menggunakan, dan mengelola produk serta layanan keuangan secara bijak untuk meningkatkan kesejahteraan finansial.

Alias: financial literacy

Inklusi Keuangan

Halaman 13

Akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan mereka, seperti tabungan, kredit, asuransi, dan investasi.

Alias: financial inclusion

OJK

Halaman 4, Halaman 48

Otoritas Jasa Keuangan, pihak yang menerima laporan literasi dan inklusi keuangan serta menjadi rujukan ketentuan yang disebut dalam materi.

PUJK

Halaman 15

Pelaku Usaha Jasa Keuangan, pihak yang memperoleh landasan hukum dan tata kelola untuk merancang serta melaksanakan program literasi dan inklusi keuangan.

POJK

Halaman 4, Halaman 12

Peraturan Otoritas Jasa Keuangan; materi secara khusus menampilkan POJK Nomor 3 Tahun 2023 tentang peningkatan literasi dan inklusi keuangan di sektor jasa keuangan bagi konsumen dan masyarakat.

Alias: Peraturan Otoritas Jasa Keuangan

SEOJK

Halaman 4

Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan; beberapa SEOJK dicantumkan sebagai rujukan pelaksanaan edukasi, penyampaian informasi, produk syariah, dan kegiatan peningkatan literasi keuangan.

Alias: Surat Edaran OJK

MPSJKI

Halaman 11

Master Plan Sektor Jasa Keuangan Indonesia; materi menampilkan kerangka 2021-2025 sebagai kelanjutan dari MPSJKI 2015-2019.

Alias: Master Plan Sektor Jasa Keuangan Indonesia

SNLKI

Halaman 14

Strategi Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan, yang disebut dalam konteks target inklusi keuangan nasional.

Alias: Strategi Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan

RBB

Halaman 21

Rencana Bisnis Bank, tempat rencana kegiatan untuk meningkatkan literasi keuangan harus dicantumkan menurut materi.

Alias: Rencana Bisnis Bank

3T

Halaman 14

Wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal yang disebut sebagai wilayah yang masih menghadapi rendahnya literasi dan inklusi keuangan.

Alias: terdepan, terluar, tertinggal

Istilah

Akronim

OJK
Otoritas Jasa Keuangan

Halaman 4

PUJK
Pelaku Usaha Jasa Keuangan

Halaman 15

POJK
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan

Halaman 12

SEOJK
Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan

Halaman 4

MPSJKI
Master Plan Sektor Jasa Keuangan Indonesia

Halaman 11

SNLKI
Strategi Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan

Halaman 14

RBB
Rencana Bisnis Bank

Halaman 21

3T
terdepan, terluar, tertinggal

Halaman 14

Keterkaitan

Relasi antar-item

Indeks

Kata kunci dan entitas

Kata kunci

edukasi nasabahcalon nasabahedukasi keuanganliterasi keuanganinklusi keuanganprogram edukasiperencanaan edukasisegmentasi nasabahmodul belajarproduk perbankanpengelolaan keuangankeamanan bertransaksi digitaltrainerpresentasiopeningclosingpelaporanOJK

Entitas

BankBRIOtoritas Jasa KeuanganPelaku Usaha Jasa Keuangankonsumenmasyarakatnasabahcalon nasabahUMKMsekolahuniversitaspemerintahlembaga keuanganOJK Regional 5 Sumatera Bagian UtaraPos Bloc Medan

Pustaka

Sumber dan catatan ekstraksi

Berkas sumber
Memberikan Edukasi Nasabah dan Calon Nasabah.pdf
Bahasa
Indonesia
Grounding
Hanya materi sumber
Cakupan
Lengkap
SHA-256
b7a7f3b4495738f214edcc4321b36a79e1f978290f65a8550511091d101e155f
  • Seluruh 50 halaman PDF dirender pada 160 dpi, di-OCR, dan ditinjau secara visual; halaman pembuka, pemisah bagian, dan penutup yang tidak menambah isi substantif tetap diperhitungkan dalam cakupan.
  • Isi diringkas dari teks, tabel, dan diagram slide tanpa menambahkan pengetahuan dari luar sumber; contoh, angka survei, target, dan skenario role play dipertahankan sebagai konteks sebagaimana ditampilkan oleh materi.
  • Rujukan halaman menggunakan nomor halaman PDF sumber.