Lewati ke konten utama

Pencarian global

Pencarian secara global yang mencakup seluruh 52 materi. Tekan Ctrl K untuk fokus.

Ketik minimal dua karakter untuk mencari.

Semua materi
pdf42 halamanLengkap dengan catatan

Memproses Valuta Asing

Materi General Banking Program - BFLP ini membahas kompetensi memproses valuta asing, pengenalan kurs dan produk transaksi, transaksi cash serta hedging, persyaratan underlying transaction, alur layanan cabang, risiko, dan latihan kasus. Cakupannya meliputi Devisa Umum, Bank Notes, FX Today, FX Tomorrow, FX Spot, FX Forward, dan FX Swap.

7
Bab
31
Item
16
Glosarium
Daftar isi

Ringkasan

Tujuan pembelajaran

  • Menjelaskan elemen kompetensi dan kriteria unjuk kerja dalam memproses valuta asing.
  • Membedakan Devisa Umum dan Bank Notes berdasarkan bentuk valas, nominal, kurs, serta jenis valuta transaksi.
  • Menjelaskan perbedaan settlement FX Today, FX Tomorrow, FX Spot, dan FX Forward.
  • Membaca kuotasi kurs beli dan kurs jual serta menjelaskan posisi bank dan nasabah dalam transaksi.
  • Menguraikan alur permintaan kurs, deal, konfirmasi, pembukuan, dan pengarsipan transaksi valas melalui kantor cabang.
  • Menjelaskan tujuan dan mekanisme hedging menggunakan FX Forward dan FX Swap berdasarkan kebutuhan nasabah.
  • Mengidentifikasi dokumen underlying transaction serta threshold yang ditampilkan untuk transaksi valas.
  • Mengenali risiko kurs, operasional, kepatuhan, AML, dokumen, likuiditas, settlement, reputasi, dan fraud beserta mitigasi yang dicantumkan.
unit kompetensi dan kriteria unjuk kerja memproses valuta asingregulasi, SOP, keterampilan, dan aspek kritis transaksi valasDevisa Umum dan Bank NotesFX Today, FX Tomorrow, FX Spot, dan kuotasi USD/IDRproses deal kurs melalui kantor cabang dan Money Changer BRIfluktuasi nilai tukar dan faktor penggeraknyahedging, FX Forward, dan FX Swapunderlying transaction dan batasan nominalrisiko transaksi valuta asingrole play dan case study solusi valas

Bab 1

Kompetensi dan Landasan Pemrosesan Valuta Asing

Bagian awal memetakan unit kompetensi memproses valuta asing, kriteria unjuk kerja, peraturan yang perlu dipahami, pengetahuan dan keterampilan, sikap kerja, serta aspek kritis pelaksanaan transaksi.

Halaman 2–6

Konsep

Halaman 2–3

Unit kompetensi memproses valuta asing

Memproses Valuta Asing adalah unit kompetensi K.64GEB00.003.2 dalam SKKNI General Banking jenjang 4. Materi memetakan kompetensi ini pada pemberian informasi kurs dan pelaksanaan transaksi valuta asing dengan nasabah.

  • Elemen pertama adalah menginformasikan kurs valuta asing kepada nasabah.
  • Kurs valuta asing terkini harus disiapkan sesuai prosedur yang berlaku lalu diinformasikan kepada nasabah yang membutuhkan.
  • Elemen kedua adalah melakukan transaksi valuta asing dengan nasabah.
  • Kriteria unjuk kerja yang ditampilkan mencakup negosiasi permintaan kurs kepada pejabat berwenang, verifikasi formulir, pemeriksaan nilai transaksi, dan verifikasi dokumen pendukung.
unit-kompetensiSKKNIkurstransaksi-valasnasabah
Aturan

Halaman 4

Peraturan dan regulasi transaksi valuta asing

Materi mencantumkan peraturan Bank Indonesia, surat edaran Bank Indonesia, dan surat edaran Otoritas Jasa Keuangan yang perlu dipahami untuk transaksi valuta asing, termasuk penggantinya bila berlaku.

  • Peraturan yang dicantumkan adalah PBI Nomor 12/22/PBI/2010 tentang Pedagang Valuta Asing, PBI Nomor 18/18/PBI/2016 tentang transaksi valuta asing terhadap rupiah antara bank dengan pihak domestik, dan PBI Nomor 18/19/PBI/2016 tentang transaksi valuta asing terhadap rupiah antara bank dengan pihak asing.
  • Materi juga mencantumkan SEOJK Nomor 36/SEOJK.03/2015 tentang Produk dan Aktivitas Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah.
  • Surat edaran yang dicantumkan adalah SEBI Nomor 18/34/DPPK tentang transaksi valuta asing terhadap rupiah antara bank dengan pihak domestik dan SEBI Nomor 18/35/DPPK tentang transaksi valuta asing terhadap rupiah antara bank dengan pihak asing.
  • Daftar pada materi menggunakan frasa dan/atau penggantinya sehingga tidak dimaksudkan sebagai verifikasi status regulasi di luar sumber.
regulasiBank IndonesiaOJKpihak domestikpihak asing
Konsep

Halaman 5

Pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja

Pemrosesan valuta asing membutuhkan pemahaman ketentuan eksternal, SOP internal, dan proses transaksi, disertai kemampuan mengoperasikan aplikasi, bernegosiasi, berkomunikasi, serta memeriksa dokumen nasabah.

  • Pengetahuan yang diperlukan adalah ketentuan eksternal, Standard Operating Procedure (SOP) internal, dan proses terkait transaksi valuta asing.
  • Keterampilan yang dicantumkan adalah mengoperasikan mesin pengolah data dan aplikasi transaksi valas, negosiasi dengan nasabah, komunikasi di tempat kerja, serta pemeriksaan kelengkapan dokumen sesuai ketentuan dan SOP.
  • Sikap kerja yang diperlukan adalah bertanggung jawab, komunikatif, teliti, dan disiplin.
SOPketerampilankomunikasiverifikasi-dokumensikap-kerja
Kontrol

Halaman 6

Aspek kritis pemrosesan valuta asing

Aspek kritis yang ditekankan adalah kemampuan menyampaikan informasi secara akurat dan cepat, ketelitian serta ketepatan analisis dan verifikasi, dan kepatuhan terhadap ketentuan serta SOP bank.

  • Informasi transaksi harus disampaikan secara akurat dan cepat.
  • Analisis serta verifikasi data dan informasi harus dilakukan dengan teliti dan tepat.
  • Pekerjaan harus diselesaikan dengan mengikuti ketentuan dan Standard Operating Procedure (SOP).
akurasikecepatananalisisverifikasikepatuhan-SOP

Bab 2

Dasar dan Produk Transaksi Valas

Bagian ini mendefinisikan transaksi valuta asing, memetakan produk cash transaction dan hedging product, membedakan Devisa Umum dengan Bank Notes, menjelaskan tanggal valuta, serta memperkenalkan kuotasi dan jenis transaksi nasabah.

Halaman 7–13

Konsep

Halaman 7

Pengertian transaksi valuta asing

Transaksi valuta asing adalah kegiatan pertukaran atau penggunaan mata uang asing terhadap mata uang lainnya untuk transaksi internasional, investasi, atau kebutuhan nasabah, yang dilakukan sesuai ketentuan dan prosedur perbankan.

  • Transaksi melibatkan mata uang dari negara yang berbeda.
  • Kegunaannya yang dicantumkan adalah perdagangan internasional seperti impor dan ekspor, transfer luar negeri, serta investasi.
  • Transaksi dilakukan dengan kurs tertentu dan harus sesuai regulasi Bank Indonesia/OJK serta SOP bank.
transaksi-valasmata-uangperdagangan-internasionalinvestasikurs
Produk

Halaman 8

Peta produk transaksi valuta asing

Materi membagi produk transaksi valuta asing menjadi Cash Transaction dan Hedging Products. Cash Transaction menampilkan FX Today, FX Tom, FX Spot, dan BankNotes (BN); Hedging Products menampilkan FX Forward dan FX Swap, dengan Devisa Umum (DU) sebagai kategori produk yang menaungi transaksi giral/nonfisik.

  • Cash Transaction berisi transaksi dengan penyelesaian segera sesuai jenis valuta yang dipilih.
  • Hedging Products digunakan untuk lindung nilai dan pada materi terdiri atas FX Forward serta FX Swap.
  • Bank Notes (BN) ditampilkan sebagai produk cash transaction berbentuk uang fisik.
cash-transactionhedging-productsDevisa-UmumBank-NotesFX-ForwardFX-Swap
Konsep

Halaman 10

Perbedaan Devisa Umum dan Bank Notes

Devisa Umum (DU) adalah transaksi valuta asing giral atau nonfisik, sedangkan Bank Notes (BN) adalah transaksi valuta asing kartal atau fisik berupa uang tunai. Keduanya dibedakan dalam materi menurut nominal, kurs, bentuk valas, dan valuta transaksi yang tersedia.

  • Nominal transaksi yang ditampilkan adalah lebih besar dari USD 10.000 dan kurang dari atau sama dengan USD 10.000; masing-masing dapat menggunakan Kurs Counter atau Kurs Special sesuai diagram sumber.
  • Pada DU, valas yang dijual atau dibeli didebet atau dikreditkan ke rekening.
  • DU dapat dilakukan untuk valuta Today, Tom, Spot, dan Forward.
  • Pada BN, valas yang dijual atau dibeli berbentuk uang tunai dan hanya dapat dilakukan untuk valuta Today dan Tom.
DUDevisa-UmumBNBank-NotesKurs-CounterKurs-SpecialUSD-10000
Konsep

Halaman 11

Valuta Today, Tom, Spot, dan Forward

Cash transaction dibedakan berdasarkan waktu settlement: FX Today diselesaikan pada hari transaksi, FX Tomorrow satu hari kerja setelah transaksi, dan FX Spot dua hari kerja setelah transaksi. FX Forward diselesaikan lebih dari dua hari kerja setelah tanggal transaksi.

  • FX Today menggunakan tanggal transaksi sebagai tanggal settlement.
  • FX Tomorrow menggunakan satu hari kerja setelah tanggal transaksi sebagai tanggal settlement.
  • FX Spot menggunakan dua hari kerja setelah tanggal transaksi sebagai tanggal settlement.
  • FX Forward termasuk hedging transaction dan memiliki settlement lebih dari dua hari kerja setelah tanggal transaksi.
FX-TodayFX-TomorrowFX-TomFX-SpotFX-Forwardsettlement
Konsep

Halaman 12

Kuotasi kurs beli dan kurs jual

Contoh kuotasi USD/IDR 17.870/17.880 menempatkan USD sebagai reference currency dan IDR sebagai non-reference currency. Angka pertama adalah kurs beli dan angka kedua adalah kurs jual, dengan spread sebagai keuntungan bank.

  • Pada kurs beli, bank membeli dan nasabah menjual reference currency.
  • Pada kurs jual, bank menjual dan nasabah membeli reference currency.
  • Contoh spread yang ditampilkan adalah 10 antara 17.870 dan 17.880.
kuotasiUSD/IDRreference-currencynon-reference-currencykurs-belikurs-jualspread
Konsep

Halaman 13

Transaksi jual dan beli valuta asing nasabah

Dalam transaksi jual valuta asing, nasabah menjual mata uang asing kepada bank dan menerima mata uang lokal. Dalam transaksi beli valuta asing, nasabah membeli mata uang asing dari bank dengan membayar mata uang lokal.

  • Transaksi jual valas dari sudut pandang nasabah mengubah valas menjadi IDR atau mata uang lokal.
  • Transaksi beli valas dari sudut pandang nasabah menyediakan IDR atau mata uang lokal untuk memperoleh valas.
jual-valasbeli-valasnasabahIDRmata-uang-lokal

Bab 3

Cash Transaction dan Layanan Valas melalui Cabang

Bagian ini menerapkan konsep transaksi pada contoh FX Spot, menjelaskan faktor fluktuasi kurs, alur deal kurs melalui kantor cabang, karakteristik Money Changer BRI, pemeriksaan Bank Notes, dan pembagian transaksi antara cabang dengan Treasury.

Halaman 14–20

Contoh

Halaman 14

Contoh transaksi FX Spot eksportir

Pada contoh tanggal 29 April 2026, nasabah BRI menerima USD 50.000 dari pembeli di Amerika Serikat lalu menukarkannya ke IDR menggunakan transaksi spot. Dengan kurs USD/IDR 17.325/17.345, bank membeli USD pada kurs beli dan mengkreditkan Rp866.250.000 kepada nasabah pada settlement dua hari kerja kemudian.

  • Eksportir menjual USD 50.000 kepada bank pada tanggal 29 April 2026.
  • Perhitungan yang ditampilkan adalah 50.000 x 17.325 = Rp866.250.000.
  • Materi menyebut dana diterima di rekening pada 4 Mei 2026, yaitu dua hari kerja yang akan datang dalam contoh tersebut.
  • Transaksi spot dilakukan untuk penyerahan segera, secara over-the-counter dan tidak melalui bursa.
FX-SpoteksportirUSDIDROTCkurs-beli
Konsep

Halaman 15–16

Faktor yang memengaruhi fluktuasi nilai tukar

Materi menjelaskan bahwa nilai tukar dipengaruhi faktor ekonomi, politik, dan pasar global. Faktor yang ditampilkan adalah permintaan dan penawaran, inflasi, suku bunga, neraca perdagangan, intervensi bank sentral, stabilitas politik dan ekonomi, serta spekulasi pasar.

  • Kenaikan permintaan cenderung mendorong apresiasi, sedangkan penawaran yang lebih besar dari permintaan cenderung mendorong depresiasi.
  • Inflasi rendah dan suku bunga tinggi digambarkan cenderung mendukung mata uang yang lebih kuat; inflasi tinggi dan suku bunga rendah dapat melemahkannya.
  • Surplus perdagangan cenderung mendukung penguatan mata uang, sedangkan defisit perdagangan cenderung mendukung pelemahan.
  • Bank sentral dapat melakukan intervensi melalui pembelian atau penjualan mata uang di pasar terbuka atau kebijakan moneter.
  • Ketidakstabilan politik, kondisi ekonomi yang buruk, dan spekulasi pelaku pasar dapat meningkatkan volatilitas atau menyebabkan depresiasi.
fluktuasi-kurspermintaan-penawaraninflasisuku-bunganeraca-perdaganganintervensi-bank-sentralspekulasi
Proses

Halaman 17

Proses transaksi valas melalui kantor cabang

Proses deal kurs melalui kantor cabang menghubungkan nasabah, petugas cabang, dan Treasury atau dealing room dari permintaan transaksi sampai pembukuan serta pengarsipan dokumen.

  • Nasabah menghubungi kantor cabang untuk melakukan transaksi valas.
  • Petugas cabang memastikan authorize person, ketersediaan dana, dan kelengkapan dokumen.
  • Petugas cabang menghubungi dealing room untuk meminta kurs valas.
  • Kantor cabang menginformasikan kurs yang berlaku kepada nasabah dan meminta konfirmasi.
  • Setelah deal dan konfirmasi, nasabah memerintahkan kantor cabang untuk melaksanakan transaksi.
  • Kantor cabang membukukan transaksi dengan memperhatikan kode dealer serta menyimpan file dokumen.
kantor-cabangdealing-roomdeal-kursauthorize-personkonfirmasipembukuan
Layanan

Halaman 18

Karakteristik layanan Money Changer BRI

Money Changer BRI ditampilkan sebagai layanan penukaran banknotes dengan jaringan unit kerja yang banyak, dukungan sistem real-time online, layanan mata uang utama dan exotic currency, penerimaan banknotes dalam berbagai kondisi, layanan perusahaan, dan kurs yang kompetitif.

  • Unit kerja layanan Money Changer tersebar luas di seluruh Indonesia.
  • Sistem real-time online mendukung transaksi di seluruh unit kerja bank dan transaksi dapat dilayani di detik itu juga.
  • Layanan mencakup mata uang utama dan exotic currency.
  • Money Changer BRI menerima banknotes dalam kondisi terlipat, lusuh, maupun memiliki coretan.
  • Layanan perusahaan melayani kebutuhan banknotes perusahaan dan dapat memberikan special rate sesuai kebutuhan bisnis.
  • Kurs transaksi disebut kompetitif berdasarkan rate yang berlaku di wilayah setempat atau local exchange rate.
Money-Changerbanknotesreal-time-onlineexotic-currencyspecial-ratelocal-exchange-rate
Prosedur

Halaman 19

Ketentuan jual beli Bank Notes

Penjualan Bank Notes kepada nasabah menggunakan kurs jual Bank Notes dan dilakukan setelah dana pembelian efektif diterima bank. Pembelian Bank Notes oleh bank menggunakan kurs beli serta memerlukan pemeriksaan keaslian, keutuhan, tahun emisi, dan denominasi yang marketable.

  • Kurs jual Bank Notes digunakan ketika bank menjual uang kertas asing kepada nasabah.
  • Penyerahan Bank Notes dilakukan setelah dana pembelian efektif diterima bank.
  • Materi menyatakan umumnya dilarang membeli Bank Notes dalam bentuk coin.
  • Bank memeriksa keaslian menggunakan validator, keutuhan uang agar tidak cacat/robek/bersih/tidak lusuh, tahun emisi yang tidak terlalu lama, dan pecahan yang marketable.
  • Mata uang yang dicantumkan antara lain USD, GBP, EUR, JPY, AUD, CAD, HKD, NZD, SAR, SGD, MYR, THB, KRW, AED, dan CNY.
Bank-Noteskurs-jualkurs-belivalidatorkeasliandenominasimata-uang
Peran

Halaman 20

Pembagian transaksi antara cabang dan Treasury

Cabang melayani beragam transaksi valuta asing nasabah, sedangkan Treasury menangani transaksi FX, pasar uang, dan lindung nilai atau derivatif sebagai unit bisnis pasar keuangan.

  • Transaksi cabang yang dicantumkan adalah pembelian dan penjualan valas, setoran dan penarikan tunai valas, outgoing TT, incoming TT, transfer antar rekening valas, serta currency conversion transfer.
  • Treasury menangani Foreign Exchange transactions, Money Market transactions, dan Hedging transactions berupa forward, swap, serta derivatif lainnya.
  • Pembagian ini membedakan aktivitas layanan transaksi nasabah di cabang dari transaksi pasar dan hedging di Treasury.
cabangTreasuryFXMoney-Markethedgingderivatifoutgoing-TTincoming-TT

Bab 4

Hedging dan FX Forward

Bagian hedging menjelaskan lindung nilai atas risiko pergerakan harga, definisi dan tujuan FX Forward, pemetaan solusi menurut kebutuhan mata uang nasabah, serta contoh transaksi forward jual dan beli lengkap dengan kurs, tanggal, dokumen konfirmasi, dan settlement.

Halaman 22–27

Konsep

Halaman 22

Hedging atau lindung nilai

Hedging atau lindung nilai adalah transaksi yang dilakukan perusahaan untuk memitigasi risiko atau melindungi nilai aset, kewajiban, pendapatan, dan/atau beban terhadap risiko pergerakan harga di masa yang akan datang.

  • Materi menjelaskan asal kata hedge sebagai pagar dan to hedge sebagai memagari atau melindungi.
  • Materi mengaitkan hedging dengan PBI Nomor 16/21/PBI/2014 tentang penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan utang luar negeri.
  • Korporasi non-bank yang memiliki utang luar negeri disebut diwajibkan melakukan lindung nilai dengan perbankan di Indonesia mulai 1 Januari 2017 menurut uraian sumber.
hedginglindung-nilairisiko-hargautang-luar-negeriPBI-16/21/PBI/2014
Produk

Halaman 23

FX Forward

FX Forward adalah kontrak beli atau jual valuta asing melawan valuta lainnya dengan settlement di masa datang, lebih dari dua hari kerja setelah tanggal transaksi, pada harga atau rate yang ditentukan ketika deal dilakukan.

  • Tenor kontrak umumnya mengikuti kebutuhan nasabah, tetapi tanggal jatuh tempo underlying transaction tidak boleh berakhir sebelum jangka waktu forward.
  • Nasabah yang memiliki kebutuhan USD, seperti impor atau pembayaran loan USD, dan melihat USD menguat dapat menggunakan FWD Buy USD/IDR.
  • Nasabah yang memiliki kebutuhan IDR, seperti hasil ekspor USD, dan melihat USD melemah dapat menggunakan FWD Sell USD/IDR.
FX-ForwardforwardsettlementunderlyingFWD-BuyFWD-SellUSD/IDR
Studi kasus

Halaman 24–25

Kasus FX Forward Jual PT Bravo

PT Bravo sebagai eksportir melakukan hedging atas penerimaan USD 1 juta pada 7 Agustus 2026 yang rutin dikonversi menjadi IDR untuk biaya operasional. Karena khawatir kurs USD/IDR turun, PT Bravo melakukan FX Forward jual USD/IDR.

  • Tanggal transaksi adalah 8 Mei 2026 dan settlement adalah 7 Agustus 2026, tiga bulan mendatang.
  • Informasi yang diberikan adalah kurs Today USD/IDR 17.200/17.210, forward point tiga bulan 30/35, dan kurs Forward tiga bulan 17.230/17.245.
  • PT Bravo menjual USD 1 juta kepada BRI pada kurs 17.230.
  • Surat Konfirmasi Transaksi FX Forward menjadi dasar settlement pada 7 Agustus 2026.
  • Pada settlement, BRI mendebet rekening USD sebesar USD 1 juta dan mengkredit rekening IDR sebesar IDR 17.230.000.000; nasabah harus memastikan dana USD tersedia.
  • Sumber juga menampilkan kurs USD/IDR aktual pada 7 Agustus 2026 sebesar 17.897/17.913 sebagai konteks perbandingan.
FX-Forwardforward-jualPT-BravoeksportirUSD-1-jutasettlementhedging
Studi kasus

Halaman 26–27

Kasus FX Forward Beli PT Alfa

PT Alfa sebagai importir melakukan hedging atas kebutuhan pembayaran impor USD 1 juta yang jatuh tempo pada 7 Agustus 2026. Karena khawatir kurs USD/IDR naik saat pembayaran, PT Alfa melakukan FX Forward beli USD/IDR.

  • Tanggal transaksi adalah 8 Mei 2026 dan settlement adalah 7 Agustus 2026, tiga bulan mendatang.
  • Informasi yang diberikan adalah kurs Today USD/IDR 17.200/17.210, forward point tiga bulan 30/35, dan kurs Forward tiga bulan 17.230/17.245.
  • PT Alfa membeli USD 1 juta dari BRI pada kurs 17.245.
  • Surat Konfirmasi Transaksi FX Forward menjadi dasar settlement pada 7 Agustus 2026.
  • Pada settlement, BRI mendebet rekening IDR sebesar IDR 17.245.000.000 dan mengkredit rekening USD sebesar USD 1 juta; nasabah harus memastikan dana IDR tersedia.
  • Sumber menampilkan kurs USD/IDR aktual pada 7 Agustus 2026 sebesar 17.897/17.913 sebagai konteks perbandingan.
FX-Forwardforward-beliPT-AlfaimportirUSD-1-jutasettlementhedging

Bab 5

FX Swap

FX Swap menggabungkan transaksi awal Today, Tom, atau Spot dengan transaksi balik Forward. Materi menjelaskan near date dan far date, sifat pertukaran sementara, pemetaan solusi menurut profil nasabah, dan kasus PT Arjuna.

Halaman 28–31

Produk

Halaman 28

Definisi dan karakteristik FX Swap

FX Swap adalah transaksi valuta asing yang menggabungkan dua transaksi sekaligus: transaksi Today, Tom, atau Spot untuk jual/beli valas saat ini dan transaksi Forward untuk jual/beli kembali valas di masa depan dengan nilai serta tanggal yang telah disepakati.

  • FX Swap memiliki dua tanggal transaksi, yaitu near date untuk transaksi awal dan far date untuk transaksi balik.
  • Sifatnya sementara atau temporary exchange karena mata uang akan ditukar kembali.
  • Transaksi ini tidak mengubah posisi valas secara permanen.
  • Nasabah dengan loan IDR tetapi biaya operasional dan pendapatan USD ditampilkan menggunakan solusi Swap Buy/Sell USD/IDR.
  • Nasabah dengan loan USD tetapi biaya operasional dan pendapatan IDR ditampilkan menggunakan solusi Swap Sell/Buy USD/IDR.
FX-Swapnear-datefar-datetemporary-exchangeSwap-Buy/SellSwap-Sell/Buy
Proses

Halaman 29

Mekanisme waktu transaksi swap

Diagram mekanisme transaksi swap menempatkan deal date pada titik 0 dan menunjukkan pilihan transaksi awal Today, Tom, atau Spot sebelum transaksi balik Forward pada value date di masa depan.

  • Today ditampilkan pada titik 0, Tom pada titik 1, dan Spot pada titik 2 dalam garis waktu.
  • Transaksi balik Forward ditampilkan setelah periode n over Spot pada titik n.
  • Garis waktu membedakan tanggal terdekat sebagai transaksi awal dan tanggal terjauh sebagai transaksi balik.
mekanisme-swapdeal-dateTodayTomSpotForwardvalue-date
Studi kasus

Halaman 30–31

Kasus FX Swap PT Arjuna

PT Arjuna memperoleh pinjaman valas USD 1 juta selama tiga bulan sampai 7 Agustus 2026, tetapi dana tersebut digunakan untuk biaya operasional dalam IDR. Untuk memitigasi risiko kenaikan USD/IDR ketika utang dilunasi, solusi yang ditampilkan adalah transaksi FX Swap Sell/Buy USD/IDR.

  • Informasi transaksi adalah kurs Today USD/IDR 17.200/17.210, swap point tiga bulan 30/35, dan kurs Swap tiga bulan 17.230/17.235.
  • Pada 8 Mei 2026, PT Arjuna menjual USD 1 juta pada kurs 17.200 sebagai near leg.
  • Pada 7 Agustus 2026, PT Arjuna membeli kembali USD 1 juta pada kurs 17.235 sebagai far leg.
  • Settlement near leg mendebet rekening USD PT Arjuna sebesar USD 1 juta dan mengkredit IDR 17.200.000.000.
  • Untuk far leg, PT Arjuna harus memastikan dana IDR 17.235.000.000 tersedia; BRI kemudian mendebet IDR tersebut dan mengkredit kembali USD 1 juta.
  • Surat Konfirmasi Transaksi FX Swap menjadi dasar settlement pada tanggal 8 Mei dan 7 Agustus 2026.
FX-SwapPT-ArjunaSwap-Sell/Buynear-legfar-legpinjaman-valasrisiko-kurs

Bab 6

Persyaratan Hedging dan Underlying Transaction

Bagian ini mencantumkan persyaratan hedging product dengan atau tanpa Treasury Line, contoh dokumen underlying menurut jenis kegiatan nasabah, dan threshold transaksi tanpa underlying yang ditampilkan.

Halaman 32–34

Prosedur

Halaman 32

Persyaratan hedging product

Nasabah mengajukan permohonan kepada bisnis unit seperti Corporate Banking, Commercial Banking, atau SME dan memenuhi persyaratan yang diberikan bisnis unit. Materi membedakan jalur dengan Treasury Line dan tanpa Treasury Line.

  • Dokumen yang dicantumkan meliputi akta pendirian dan akta terbaru, SIUPP, surat pengesahan Kementerian Hukum dan HAM, TDP, NPWP perusahaan, serta salinan KTP pemilik atau pemegang kewenangan.
  • Nasabah dan pejabat bank harus menandatangani Surat Perjanjian Pokok Jaminan Tunai.
  • Nasabah menyerahkan underlying transaksi dan surat pernyataan bermaterai bahwa pembelian sesuai underlying yang dilampirkan.
  • Nasabah harus menyediakan persentase tertentu dari nominal transaksi sebagai jaminan tunai di tabungan atau giro.
hedging-productTreasury-LineCorporate-BankingCommercial-BankingSMEjaminan-tunai
Aturan

Halaman 33

Dokumen underlying menurut kegiatan nasabah

Materi memasangkan jenis kegiatan nasabah dengan dokumen underlying yang perlu disiapkan untuk mendukung transaksi valuta asing.

  • Impor barang dan jasa: copy PIB, L/C, invoice, atau proforma invoice.
  • Ekspor barang dan jasa: copy bukti penjualan valas.
  • Pembayaran jasa sekolah, berobat, liburan, dan ibadah ke luar negeri: perkiraan kebutuhan biaya.
  • Pembayaran fee konsultan atau tenaga kerja asing: copy perjanjian kerja; pembayaran utang valas: copy perjanjian utang.
  • Pembelian aset di luar negeri: copy invoice pembelian aset; kegiatan travel agent: proyeksi cashflow.
  • Pencairan aset atau investasi dalam rupiah oleh pihak asing: bukti transaksi penjualan aset; penghasilan investasi pihak asing: copy konfirmasi penerimaan kupon dan sejenisnya.
  • Kegiatan PVA bank dan PVA non-bank: surat izin PVA, surat permohonan pembelian, dan rekap transaksi harian net jual.
underlying-transactionPIBL/CinvoiceeksporimporPVAdokumen
Aturan

Halaman 33–34

Threshold transaksi tanpa underlying

Materi menampilkan batasan nominal transaksi yang dapat dilakukan tanpa underlying transaction. Transaksi di atas nominal yang ditampilkan harus menggunakan underlying transaction.

  • Spot Beli Valas: USD 50.000 per bulan per pelaku.
  • Forward Beli: USD 100.000 per bulan per pelaku.
  • Forward Jual: USD 10.000.000 per transaksi.
  • Swap Beli: USD 10.000.000 per transaksi.
  • Swap Jual: USD 10.000.000 per transaksi.
  • Materi mengaitkan kewajiban underlying dengan PBI No. 6 Tahun 2024 tentang Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing serta menyebut PADG No. 11 Tahun 2024 dan perubahannya melalui PADG No. 7 Tahun 2026 sebagai pengaturan threshold dan tata cara.
thresholdunderlyingSpot-BeliForward-BeliForward-JualSwap-BeliSwap-Jual

Bab 7

Risiko dan Latihan Solusi Valas

Bagian akhir memetakan risiko transaksi valuta asing dan mitigasinya, menyajikan role play konsultasi valas, merangkum key takeaways, serta memberikan dua case study untuk menentukan solusi, kurs deal, dan kebutuhan underlying.

Halaman 36–41

Risiko

Halaman 36

Risiko transaksi valuta asing dan mitigasinya

Materi mengidentifikasi sembilan risiko transaksi valuta asing: risiko kurs, operasional, kepatuhan, AML, dokumen, likuiditas, settlement, reputasi, dan fraud, masing-masing dengan contoh serta mitigasi yang ditampilkan.

  • Risiko kurs: perubahan nilai tukar, misalnya nasabah membeli USD saat kurs tinggi lalu kurs turun; mitigasinya informasi kurs transparan dan konfirmasi sebelum transaksi.
  • Risiko operasional: kesalahan proses seperti salah input nominal atau mata uang; mitigasinya maker-checker, validasi sistem, dan SOP ketat.
  • Risiko kepatuhan: transaksi tidak sesuai regulasi seperti tanpa underlying; mitigasinya verifikasi dokumen dan kepatuhan ketentuan.
  • Risiko AML: transaksi besar tanpa tujuan jelas; mitigasinya KYC, monitoring, dan STR.
  • Risiko dokumen: dokumen tidak valid atau palsu seperti invoice fiktif; mitigasinya verifikasi dan cross-check dokumen.
  • Risiko likuiditas: valas tidak tersedia untuk penarikan besar; mitigasinya perencanaan valas dan koordinasi Treasury.
  • Risiko settlement: kegagalan, keterlambatan, atau kegagalan transfer luar negeri; mitigasinya validasi data dan penggunaan bank koresponden.
  • Risiko reputasi: turunnya kepercayaan karena salah kurs atau keterlambatan; mitigasinya pelayanan profesional dan respons cepat.
  • Risiko fraud: kecurangan internal atau eksternal seperti manipulasi kurs; mitigasinya segregation of duties dan audit.
risiko-kursrisiko-operasionalrisiko-kepatuhanAMLrisiko-dokumenrisiko-likuiditasrisiko-settlementrisiko-reputasifraud
Studi kasus

Halaman 37

Role play solusi valas untuk ABC Consulting

ABC Consulting membayar royalti kepada perusahaan konsultan di Jerman sebesar EUR 150 per orang untuk rata-rata 100 orang per bulan. Kewajiban kepada principal jatuh 90 hari sejak kontrak, sedangkan penerimaan dari klien terjadi 15-30 hari setelah invoice; fluktuasi kurs membuat ABC Consulting menunda pembayaran.

  • Solusi aplikasi digunakan untuk project training dan consulting.
  • Kesenjangan waktu antara penerimaan dari klien dan pembayaran royalti menciptakan kebutuhan pengelolaan risiko kurs.
  • Peserta diminta menyampaikan saran solusi valuta asing terbaik sebagai bahan pertimbangan ABC Consulting.
  • Materi memberikan situasi dan pertanyaan konsultatif, tetapi tidak memberikan jawaban solusi final.
role-playABC-ConsultingEURroyaltiJermanrisiko-kurssolusi-valas
Konsep

Halaman 38

Key takeaways transaksi valuta asing

Kesimpulan materi menegaskan bahwa transaksi valuta asing mencakup Bank Notes dan Devisa Umum; Devisa Umum mencakup Today, Tom, Spot, Forward, dan Swap; fluktuasi kurs dipengaruhi faktor ekonomi, politik, dan pasar; hedging memerlukan underlying serta dokumen pendukung; dan transaksi mengandung beragam risiko.

  • Faktor fluktuasi yang dirangkum adalah permintaan dan penawaran, inflasi, suku bunga, neraca perdagangan, stabilitas politik dan ekonomi, intervensi bank sentral, serta spekulasi pasar.
  • Pelaksanaan transaksi hedging memerlukan underlying transaction dan dokumen sesuai ketentuan Bank Indonesia menurut materi.
  • Risiko yang dirangkum adalah risiko kurs, operasional, kepatuhan, AML, dokumen, likuiditas, settlement, reputasi, dan fraud.
key-takeawaysDUBNTodayTomSpotForwardSwapunderlyingrisiko
Studi kasus

Halaman 40

Case study FX Solution PT Astra Agro Lestari

PT Astra Agro Lestari akan menerima pembayaran hasil ekspor USD 150.000 pada 18 Juli 2026, satu bulan setelah tanggal kasus, sementara biaya operasional perusahaan menggunakan IDR. Sumber meminta peserta menentukan transaksi yang sebaiknya dilakukan, kurs deal, dan apakah transaksi memerlukan underlying.

  • Kurs USD/IDR yang diberikan adalah 17.300/17.310.
  • Swap point satu bulan yang diberikan adalah 30/32.
  • Pertanyaan sumber mencakup jenis transaksi, kurs deal, dan kebutuhan underlying transaction.
  • Materi menyajikan kasus sebagai latihan dan tidak memuat jawaban.
case-studyPT-Astra-Agro-LestarieksporUSD-150000swap-pointunderlying
Studi kasus

Halaman 41

Case study FX Solution PT Kalbe

PT Kalbe mengimpor bahan kimia senilai USD 125.000 pada 1 Juni 2026 dengan term of payment satu bulan dan kewajiban pembayaran pada 1 Juli 2026, sedangkan penjualan produknya diterima dalam IDR. Sumber meminta peserta menentukan transaksi yang sebaiknya dilakukan, kurs deal, dan apakah transaksi memerlukan underlying.

  • Kurs USD/IDR yang diberikan adalah 17.300/17.310.
  • Swap point satu bulan yang diberikan adalah 30/32.
  • Pertanyaan sumber mencakup jenis transaksi, kurs deal, dan kebutuhan underlying transaction.
  • Materi menyajikan kasus sebagai latihan dan tidak memuat jawaban.
case-studyPT-KalbeimporUSD-125000swap-pointunderlying

Referensi

Glosarium

Valuta asing

Halaman 7

Mata uang asing yang dipertukarkan atau digunakan terhadap mata uang lainnya untuk transaksi internasional, investasi, atau kebutuhan nasabah.

Alias: valas, foreign exchange, FX

Devisa Umum

Halaman 8–10

Transaksi valuta asing giral atau nonfisik, di mana valas yang dijual atau dibeli didebet atau dikreditkan ke rekening.

Alias: DU

Bank Notes

Halaman 8–10

Transaksi valuta asing kartal atau fisik berupa uang tunai.

Alias: BN, banknotes

FX Today

Halaman 11

Transaksi FX dengan settlement pada hari yang sama dengan tanggal transaksi.

FX Tomorrow

Halaman 11

Transaksi FX dengan settlement satu hari kerja setelah tanggal transaksi.

Alias: FX Tom, Tom

FX Spot

Halaman 11–14

Transaksi jual beli mata uang dengan settlement dua hari kerja setelah tanggal transaksi.

Alias: Spot

FX Forward

Halaman 11–23

Kontrak beli atau jual valuta asing dengan settlement lebih dari dua hari kerja setelah transaksi pada rate yang ditentukan saat deal.

Alias: Forward, FWD

FX Swap

Halaman 28–29

Transaksi yang menggabungkan transaksi Today, Tom, atau Spot dengan transaksi Forward untuk pertukaran kembali valas pada masa depan.

Alias: Swap

Hedging

Halaman 22

Transaksi untuk memitigasi risiko atau melindungi nilai aset, kewajiban, pendapatan, dan/atau beban terhadap pergerakan harga di masa depan.

Alias: lindung nilai

Underlying transaction

Halaman 32–34

Transaksi dasar yang mendukung transaksi valuta asing dan dibuktikan dengan dokumen sesuai jenis kegiatan nasabah.

Alias: underlying

Kurs beli

Halaman 12

Kurs pada sisi kuotasi ketika bank membeli reference currency dan nasabah menjualnya.

Kurs jual

Halaman 12

Kurs pada sisi kuotasi ketika bank menjual reference currency dan nasabah membelinya.

Near date

Halaman 28–31

Tanggal transaksi awal pada FX Swap.

Alias: near leg

Far date

Halaman 28–31

Tanggal transaksi balik atau transaksi Forward pada FX Swap.

Alias: far leg

Treasury Line

Halaman 32

Jalur atau kondisi fasilitas yang dibedakan materi saat menjelaskan persyaratan hedging product dengan Treasury Line dan tanpa Treasury Line.

Threshold

Halaman 34

Batasan nominal transaksi tanpa underlying yang ditampilkan untuk Spot Beli, Forward Beli/Jual, dan Swap Beli/Jual.

Alias: batasan nominal

Istilah

Akronim

FX
Foreign Exchange

Halaman 7–8

DU
Devisa Umum

Halaman 8–10

BN
Bank Notes

Halaman 8–10

SOP
Standard Operating Procedure

Halaman 5–6

PVA
Pedagang Valuta Asing

Halaman 4, Halaman 33

IDR
Indonesian Rupiah

Halaman 24–27

USD
US Dollar

Halaman 14–19

Keterkaitan

Relasi antar-item

Indeks

Kata kunci dan entitas

Kata kunci

valuta asingvalasforeign exchangeDevisa UmumBank Notescash transactionFX TodayFX TomFX SpotFX ForwardFX Swaphedginglindung nilaikurs belikurs jualspreadMoney ChangerTreasuryunderlying transactionthresholdsettlementrisiko kurs

Entitas

Bank IndonesiaOtoritas Jasa KeuanganBRITreasuryPT BravoPT AlfaPT ArjunaABC ConsultingPT Astra Agro LestariPT KalbeUSD/IDRUSDIDREUR

Pustaka

Sumber dan catatan ekstraksi

Berkas sumber
Memproses Valuta Asing.pdf
Bahasa
Campuran Indonesia dan Inggris
Grounding
Hanya materi sumber
Cakupan
Lengkap dengan catatan
SHA-256
3c6cd501d6b605492df5074cfc091ec6251c71191a9eb94148af1d3787202214
  • Seluruh 42 halaman PDF dibaca dari text layer dan hasil render halaman; halaman judul, pemisah bagian, dan penutup tidak diberi item tersendiri bila tidak memuat materi substantif.
  • Halaman 15 berisi grafik fluktuasi kurs USD/IDR tanpa tabel data numerik lengkap; record ini menangkap fungsi grafik dan faktor fluktuasi yang dijelaskan pada halaman 16 tanpa merekonstruksi angka titik grafik.
  • Halaman 18 dan 29 berupa diagram/infografik; karakteristik layanan Money Changer dan garis waktu FX Swap ditranskripsikan dari hasil render serta teks sumber.
  • Kasus pada halaman 37, 40, dan 41 merupakan prompt latihan; record ini mempertahankan situasi dan pertanyaan sumber tanpa mengarang jawaban solusi.
  • Nama regulasi, threshold, dan tanggal pada record ini direproduksi sebagaimana ditampilkan dalam PDF dan tidak divalidasi terhadap sumber eksternal.
  • Sumber menggunakan bahasa Indonesia dengan istilah produk dan valuta dalam bahasa Inggris; nilai USD/IDR, IDR, USD, dan EUR dipertahankan sebagaimana tertulis.