Lewati ke konten utama

Pencarian global

Pencarian secara global yang mencakup seluruh 52 materi. Tekan Ctrl K untuk fokus.

Ketik minimal dua karakter untuk mencari.

Semua materi
pdf93 halamanLengkap dengan catatan

Mengelola Akuntansi Perbankan

Materi General Banking Program ini membahas prinsip dan tujuan akuntansi, pencatatan jurnal dan buku besar, siklus akuntansi cabang, pemeriksaan serta administrasi dokumen transaksi keuangan, pencatatan transaksi giro/tabungan/deposito dan kredit, serta penyusunan dan distribusi laporan keuangan bank.

5
Bab
41
Item
18
Glosarium
Daftar isi

Ringkasan

Tujuan pembelajaran

  • Memahami prinsip dan tujuan akuntansi.
  • Memahami pelaksanaan pembukuan cabang.
  • Memahami administrasi dokumen transaksi keuangan.
  • Memahami pencatatan transaksi dasar.
  • Menyusun laporan hasil pembukuan dan memahami distribusi laporan tersebut.
prinsip dan tujuan akuntansisaldo normal dan aturan debit kreditjurnal, buku besar, dan neraca saldosiklus akuntansi cabangpemeriksaan dan validasi warkatadministrasi dan retensi dokumen transaksi keuanganpencatatan giro, tabungan, dan depositoklasifikasi dan pencatatan kreditsuku bunga efektif dan amortisasipenyusunan dan distribusi laporan keuangan

Bab 1

Prinsip dan Tujuan Akuntansi

Bagian ini menjelaskan arti prinsip akuntansi, prinsip yang ditonjolkan untuk perbankan, tujuan informasi akuntansi, dan aktivitas utama akuntansi.

Halaman 4–8

Konsep

Halaman 5

Definisi dan fungsi prinsip akuntansi

Prinsip akuntansi adalah aturan-aturan dasar yang menjadi pedoman dalam penyusunan laporan keuangan. Prinsip tersebut membantu memastikan laporan keuangan disusun secara konsisten, relevan, dapat diperbandingkan, dan dapat dipahami oleh pihak yang berkepentingan.

  • Materi menempatkan prinsip akuntansi sebagai dasar penyusunan laporan keuangan.
  • Empat karakteristik laporan yang disebutkan adalah konsisten, relevan, dapat diperbandingkan, dan dapat dipahami.
prinsip akuntansilaporan keuangankonsistensirelevansi
Aturan

Halaman 6

Prinsip akuntansi yang ditonjolkan untuk bank

Materi menampilkan enam prinsip: kesinambungan usaha (going concern), kehati-hatian (prudence), pengakuan pendapatan dan beban, kesesuaian (matching), kewajaran/nilai wajar (fair value), dan konsistensi.

  • Going concern mengasumsikan bank terus beroperasi sehingga penilaian aset, kewajiban, dan cadangan kerugian bergantung pada kelangsungan operasi.
  • Prudence mendorong pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) untuk kredit bermasalah dan melarang penilaian risiko yang terlalu optimistis.
  • Pendapatan diakui saat diperoleh dan beban saat kewajiban terjadi, bukan semata-mata saat kas diterima atau dibayar.
  • Matching mengharuskan pendapatan dan beban yang berkaitan diakui pada periode yang sama.
  • Aset dan kewajiban keuangan tertentu, seperti surat berharga, derivatif, dan investasi jangka pendek, dinilai berdasarkan fair value.
  • Metode pencatatan digunakan konsisten dari periode ke periode agar laporan dapat dibandingkan.
going concernprudenceakrualmatchingfair valuekonsistensiCKPN
Konsep

Halaman 7

Tujuan akuntansi

Tujuan akuntansi secara umum adalah menyediakan informasi mengenai aset, liabilitas, dan ekuitas; menyediakan informasi mengenai perubahan sumber ekonomi bersih; membantu estimasi potensi keuntungan; dan menyediakan informasi lain yang berkaitan dengan laporan keuangan untuk membantu penggunanya.

  • Informasi akuntansi ditujukan untuk pengguna laporan keuangan.
  • Materi mengaitkan informasi perubahan sumber ekonomi dan estimasi potensi keuntungan dengan kegunaan laporan keuangan.
tujuan akuntansiasetliabilitasekuitasinformasi keuangan
Proses

Halaman 8

Aktivitas utama akuntansi

Aktivitas utama akuntansi dalam materi terdiri dari mengidentifikasi peristiwa ekonomi atau transaksi, mencatat menggolongkan dan meringkasnya, menyiapkan laporan akuntansi, lalu menganalisis dan menginterpretasikan laporan untuk pengguna.

  • Alur visual bergerak dari Identify economic events (transactions) ke Record, classify and summarize.
  • Tahap berikutnya adalah Prepare Accounting Reports dan Analyze and interpret for users.
siklus akuntansitransaksipencatatanlaporan akuntansianalisis

Bab 2

Pencatatan Akuntansi

Bagian ini menjelaskan saldo normal, dampak debit dan kredit, persamaan dasar akuntansi, contoh jurnal, buku besar, neraca saldo, dan contoh transaksi bank.

Halaman 9–25

Konsep

Halaman 10

Saldo normal akun

Akun memiliki saldo normal debit atau kredit. Saldo normal aset dan beban adalah debit, sedangkan saldo normal liabilitas, ekuitas, dan pendapatan adalah kredit.

  • Materi menggunakan singkatan D untuk debit dan K untuk kredit.
  • Pembedaan saldo normal menjadi dasar untuk menentukan sisi pencatatan suatu transaksi.
saldo normaldebitkreditasetliabilitasekuitaspendapatanbeban
Aturan

Halaman 11

Penambahan dan pengurangan akun neraca

Untuk aset, penambahan dicatat di debit dan pengurangan di kredit. Untuk liabilitas dan ekuitas, penambahan dicatat di kredit dan pengurangan di debit.

  • Aturan ini berlaku pada akun dalam laporan posisi keuangan atau neraca.
  • Arah debit dan kredit untuk liabilitas serta ekuitas berlawanan dengan arah untuk aset.
neracaasetliabilitasekuitasdebitkredit
Aturan

Halaman 12

Penambahan dan pengurangan akun laba rugi serta ekuitas

Beban dan kerugian dicatat di debit, sedangkan pendapatan dan keuntungan dicatat di kredit. Laba tahun berjalan menambah ekuitas sehingga dikredit; rugi mengurangi ekuitas sehingga didebit.

  • Laba atau rugi merupakan selisih pendapatan dikurangi beban.
  • Materi menghubungkan saldo laba tahun berjalan dengan aturan debit dan kredit untuk ekuitas.
laba rugipendapatanbebankeuntungankerugianekuitas
Konsep

Halaman 13

Dampak penjurnalan menurut jenis akun

Tabel materi merangkum bahwa aset dan beban bertambah di debit, berkurang di kredit, dan bersaldo normal debit; liabilitas, ekuitas, dan pendapatan bertambah di kredit, berkurang di debit, dan bersaldo normal kredit.

  • Ringkasan tersebut menyatukan aturan saldo normal dengan dampak penambahan dan pengurangan.
  • Tabel mencakup lima kelompok akun: aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, dan beban.
penjurnalansaldo normalkelompok akundebitkredit
Konsep

Halaman 14

Persamaan dasar akuntansi perbankan

Materi menampilkan persamaan Aset = Liabilitas + Ekuitas. Materi juga menampilkan Pendapatan - Beban = Laba/Rugi dan menghubungkan laba atau rugi dengan Ekuitas.

  • Aset ditempatkan pada sisi debit, sedangkan liabilitas dan ekuitas pada sisi kredit dalam ilustrasi normal balance.
  • Pendapatan ditampilkan bersaldo kredit dan beban bersaldo debit; hasil laba/rugi mengikuti dampaknya terhadap ekuitas.
persamaan akuntansiasetliabilitasekuitaslabarugi
Contoh

Halaman 15–17

Contoh jurnal transaksi sederhana

Materi memberi empat contoh jurnal: setoran modal tunai Rp100.000.000 menjadi debit Kas dan kredit Modal; pembayaran gaji Rp25.000.000 menjadi debit Biaya Gaji dan kredit Kas; penerimaan pendapatan jasa Rp5.000.000 menjadi debit Kas dan kredit Pendapatan Jasa; serta pembelian komputer kantor Rp10.000.000 menjadi debit Inventaris Kantor dan kredit Kas.

  • Tanggal yang digunakan adalah 1 Mei 2020 untuk setoran modal, 25 Mei 2020 untuk pembayaran gaji, 26 Mei 2020 untuk pendapatan jasa, dan 27 Mei 2020 untuk pembelian komputer.
  • Setiap contoh menunjukkan jumlah debit dan kredit yang sama pada satu transaksi.
jurnal umumkasmodalbiaya gajipendapatan jasainventaris
Proses

Halaman 18–21

Buku besar dan neraca saldo

Contoh PT X memindahkan transaksi ke buku besar akun Kas, Inventaris, Modal, Biaya Gaji, dan Pendapatan Jasa, lalu menyusun neraca saldo pada 31 Mei 2020. Saldo debit dan kredit pada neraca saldo sama-sama berjumlah 105 juta.

  • Buku besar Kas berakhir pada saldo debit Rp70 juta setelah setoran modal, pembayaran gaji, pendapatan jasa, dan pembelian inventaris.
  • Buku besar Inventaris berakhir Rp10 juta debit, Modal Rp100 juta kredit, Biaya Gaji Rp25 juta debit, dan Pendapatan Jasa Rp5 juta kredit.
  • Neraca saldo menjadi dasar pengaitan ke laporan posisi keuangan serta laporan laba rugi dan pendapatan komprehensif lain pada ilustrasi.
buku besarneraca saldoPT Xpostingsaldo debitsaldo kredit
Contoh

Halaman 22

Latihan pencatatan akuntansi

Latihan meminta peserta membuat jurnal, mencatat dalam buku besar, dan membuat neraca saldo berdasarkan enam transaksi: setoran modal tunai Rp500.000.000; pembayaran sewa kantor bulanan Rp5.000.000; penerimaan pendapatan jasa Rp5.000.000; pembayaran meja dan kursi Rp5.000.000; pembayaran gaji Rp25.000.000; serta pembelian kendaraan bermotor Rp20.000.000.

  • Tanggal yang tercantum adalah 1 Januari 2024, 15 Januari 2024, 20 Januari 2024, 27 Januari 2024, dan 25 Januari 2025 untuk transaksi gaji sebagaimana tertulis pada slide.
  • Latihan tidak memberikan jawaban jurnal atau neraca saldo pada slide tersebut; materi hanya memberikan data transaksi dan keluaran yang diminta.
latihanjurnalbuku besarneraca saldomodalinventaris
Contoh

Halaman 23–25

Contoh jurnal transaksi di bank

Materi memberi contoh pencatatan setoran giro, penarikan tabungan, pembayaran cicilan kredit, penempatan dana antarbank, dan transfer nasabah antarbank. Setoran giro Tukul Ardan mendebit Kas dan mengkredit Giro; penarikan tabungan Andi mendebit Tabungan dan mengkredit Kas; cicilan Ruslan mendebit Kas serta mengkredit Kredit dan Pendapatan Bunga Kredit; penempatan dana Bank M mendebit Giro di Bank Ramayana dan mengkredit Giro di Bank Indonesia; transfer Herman mendebit Giro Herman dan mengkredit Giro di Bank Indonesia.

  • Cicilan Ruslan berjumlah Rp7.200.000, terdiri dari pokok Rp7.000.000 dan bunga Rp200.000.
  • Penempatan dana Bank M yang dicontohkan sebesar Rp1.000.000.000; setoran giro Tukul Ardan Rp10.000.000; penarikan Andi Rp5.000.000; dan transfer Herman Rp5.000.000.
  • Materi mencatat bahwa transaksi antarbank dilakukan melalui Bank Indonesia atau kliring dengan mendebit/mengkredit rekening bank terkait di Bank Indonesia.
jurnal bankgirotabungankreditbunga kreditkliringBank Indonesia

Bab 3

Sistem Akuntansi Cabang

Bagian ini memetakan siklus akuntansi cabang serta prosedur pemeriksaan warkat, validasi, rekonsiliasi, administrasi, retensi, dan pengendalian dokumen transaksi keuangan.

Halaman 26–42

Proses

Halaman 27

Tahapan siklus akuntansi cabang

Siklus yang ditampilkan dimulai dari bukti transaksi, pencatatan, penggolongan, peringkasan, dan pelaporan. Di dalamnya terdapat jurnal umum, buku besar, jurnal balik, jurnal penyesuaian, jurnal koreksi, jurnal penutup, dan neraca saldo; keluaran laporan mencakup laporan arus kas, laporan posisi keuangan komparatif, catatan atas laporan keuangan, laporan perubahan ekuitas, laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, serta laporan posisi keuangan.

  • Diagram membedakan proses di cabang dari data yang diunduh dari sistem untuk evaluasi.
  • Jurnal balik, jurnal penyesuaian, jurnal koreksi, dan jurnal penutup ditampilkan sebagai bagian dari rangkaian sebelum pelaporan.
  • Laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif dan catatan atas laporan keuangan juga tercantum dalam keluaran.
siklus akuntansicabangjurnal umumbuku besarneraca saldopelaporan
Kontrol

Halaman 29–30

Pemeriksaan kelengkapan dan kebenaran pengisian warkat

Warkat adalah dokumen dasar transaksi bank, seperti slip setoran, slip penarikan, dan formulir transfer. Petugas meneliti keabsahan dan kebenaran pengisiannya sesuai prosedur, termasuk kelengkapan data, kebenaran informasi, dan keabsahan tanda tangan atau otorisasi.

  • Kelengkapan data meliputi nama, nomor rekening, nominal, tanggal, dan tanda tangan.
  • Petugas mengidentifikasi jenis warkat, memeriksa kolom wajib, mencocokkan nominal dalam angka dan huruf, memeriksa tanggal, tanda tangan/stempel, informasi tambahan, dan keterbacaan.
  • Setelah pemeriksaan, warkat diberi tanda verifikasi, diinput ke sistem akuntansi bank, dan diarsipkan sesuai prosedur.
warkatbukti transaksikelengkapan dataverifikasiarsip
Kontrol

Halaman 31

Verifikasi kebenaran informasi nasabah

Kebenaran informasi diverifikasi dengan mencocokkan identitas dan nomor rekening pada warkat dengan data nasabah, memastikan transaksi sesuai jenis produk, memeriksa saldo serta dana yang diblokir atau dijaminkan, menilai keterangan transaksi, dan mencocokkan dokumen pendukung bila diperlukan.

  • Untuk penarikan atau transfer, saldo rekening sumber harus diperiksa dan dipastikan mencukupi.
  • Jenis produk harus sesuai dengan transaksi yang diminta; materi memberi contoh bahwa rekening giro untuk transaksi non-tunai tidak digunakan untuk penarikan tunai.
  • Untuk transaksi kompleks seperti pembukaan kredit atau transaksi valas besar, dokumen pendukung dapat meliputi KTP, NPWP, surat kuasa, invoice, atau kontrak.
  • Keterangan atau berita transaksi diperiksa agar masuk akal dan tidak mencurigakan.
KYCidentitas nasabahsaldodana diblokirdokumen pendukungfraud
Kontrol

Halaman 32

Verifikasi tanda tangan dan otorisasi

Tanda tangan pada warkat dibandingkan dengan spesimen yang tersimpan di database bank. Untuk rekening bersama atau badan usaha, seluruh tanda tangan yang dipersyaratkan, stempel perusahaan, pejabat berwenang, dan batas otorisasi harus diperiksa.

  • Pemeriksaan fisik memperhatikan bentuk huruf, tekanan, dan alur goresan pada tanda tangan.
  • Jika tanda tangan mencurigakan, petugas diminta berkonsultasi dengan atasan atau departemen keamanan/fraud dan melakukan konfirmasi aman kepada nasabah.
  • Untuk transaksi digital, keberhasilan dan catatan autentikasi seperti token atau OTP harus dipastikan.
  • Nominal transaksi tidak boleh melebihi batas kewenangan pejabat yang menyetujui.
tanda tanganotorisasispesimenstempelOTPfraud
Prosedur

Halaman 33–35

Validasi formal keabsahan warkat

Setelah pengisian awal diperiksa, warkat divalidasi melalui verifikasi silang dengan data nasabah, pemeriksaan keabsahan fisik warkat, pengecekan duplikasi, dan otorisasi pejabat berwenang bila diperlukan.

  • Keabsahan fisik diperiksa melalui cap bank, nomor seri, kondisi warkat, dan pemeriksaan uang palsu untuk setoran tunai.
  • Pengecekan sistem dilakukan untuk memastikan warkat belum pernah digunakan atau diproses sehingga transaksi ganda atau penipuan dapat dicegah.
  • Transaksi nominal besar atau berisiko tinggi memerlukan otorisasi sesuai kebijakan dan batas kewenangan.
  • Verifikasi silang KYC, keabsahan fisik, duplikasi, dan otorisasi disebutkan sebagai empat pemeriksaan formal.
validasi warkatKYCcap banknomor seriduplikasiotorisasi
Kontrol

Halaman 36–38

Rekonsiliasi warkat dengan sistem akuntansi

Setelah warkat divalidasi dan diinput, data dalam aplikasi sistem akuntansi bank direkonsiliasi dengan warkat fisik untuk menjaga integritas data, mencegah kesalahan pencatatan, mengurangi risiko fraud, dan mendukung laporan keuangan yang akurat.

  • Pemeriksaan silang mencakup nominal transaksi, tanggal transaksi, nomor rekening debit/kredit, dan jenis transaksi.
  • Nominal dibandingkan dengan angka atau huruf pada warkat serta batas transaksi rekening atau nasabah.
  • Nomor rekening debit dan kredit dicocokkan dengan nama pemilik pada sistem.
  • Jenis transaksi harus sesuai dengan proses dan dokumen yang digunakan, misalnya slip setoran atau formulir transfer.
rekonsiliasisistem akuntansinominaltanggal transaksirekening debitrekening kredit
Proses

Halaman 40

Penerimaan, pencatatan, penyortiran, dan pengindeksan dokumen

Administrasi dokumen transaksi dimulai dari penerimaan atau pembuatan dokumen, pencatatan awal, penyortiran dan pengelompokan, lalu pengindeksan. Dokumen dapat diterima secara fisik atau elektronik melalui teller, customer service, email, sistem unggah dokumen, atau integrasi antarbank.

  • Kelengkapan dokumen dipastikan pada tahap awal.
  • Pencatatan awal dapat menggunakan nomor urut atau register yang otomatis dari sistem atau manual melalui buku register.
  • Tanggal dan waktu penerimaan atau pembuatan dicatat karena berkaitan dengan kepatuhan, audit, dan prioritas.
  • Dokumen diorganisir berdasarkan jenis, tanggal, atau nomor transaksi dan diberi indeks/kode agar mudah dicari kembali.
administrasi dokumendokumen fisikdokumen elektronikregisterindeks
Prosedur

Halaman 41

Retensi dan pemusnahan dokumen transaksi

Retensi dokumen transaksi keuangan dilakukan sesuai peraturan yang berlaku. Penyimpanan dapat dilakukan secara fisik atau digital, dan perubahan sistem harus tetap memungkinkan akses terhadap dokumen lama.

  • Arsip fisik ditempatkan di lemari atau ruang khusus yang bebas lembap, aman dari hama, dan aksesnya terbatas.
  • Arsip digital memerlukan keamanan data, backup, dan kemudahan akses; migrasi data perlu direncanakan bila sistem berubah.
  • Dokumen yang melewati masa retensi dimusnahkan melalui prosedur resmi, berita acara, dan pelibatan pihak berwenang bila diperlukan untuk menjaga kerahasiaan.
retensiarsip fisikarsip digitalbackupmigrasi datapemusnahan dokumen
Proses

Halaman 42

Administrasi dokumen masuk dan keluar

Dokumen masuk dicatat saat diterima, diverifikasi kelengkapannya, dan didistribusikan ke unit terkait. Dokumen keluar atau dipinjam dari arsip dicatat bersama tanggal, peminjam, dan tujuan, kemudian dilacak sampai dikembalikan.

  • Pencatatan dokumen masuk memuat tanggal, pengirim, dan jumlah dokumen.
  • Pelacakan dokumen keluar dapat menggunakan log book atau sistem digital, termasuk jadwal pengembalian dan pemeriksaan kondisi saat kembali.
  • Keamanan alur dokumen harus mencegah kehilangan, kerusakan, dan akses tidak sah.
  • Materi menekankan adanya petugas yang bertanggung jawab atas pengelolaan alur dokumen.
dokumen masukdokumen keluarlog bookkeamanan dokumenpelacakan

Bab 4

Pencatatan Transaksi Dasar

Bagian ini membahas jurnal giro, tabungan, deposito, dan kredit berdasarkan kategori pengukuran keuangan, termasuk ilustrasi biaya perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui laba rugi, dan nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain.

Halaman 43–86

Konsep

Halaman 44–45

Kategori pengukuran giro, tabungan, dan deposito

Dana pihak ketiga atau simpanan dapat dibukukan dalam dua kategori liabilitas keuangan: diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi atau diukur pada biaya perolehan diamortisasi.

  • Kategori nilai wajar melalui laba rugi dapat digunakan untuk simpanan yang ditetapkan menggunakan fair value option meskipun tidak dimaksudkan untuk diperjualbelikan, dengan memenuhi persyaratan PSAK 71 dan ketentuan lain yang berlaku.
  • Simpanan yang tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
  • Slide bagian ini menjadi pengantar jurnal penerimaan setoran, biaya transaksi, penarikan, bunga, dan penyesuaian nilai.
girotabungandepositoliabilitas keuanganfair value optionbiaya perolehan diamortisasiPSAK 71
Prosedur

Halaman 46–47

Jurnal simpanan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi

Untuk giro, tabungan, atau deposito yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, penerimaan setoran mendebit Kas/Rekening Bank dan mengkredit Giro/Tabungan/Deposito; biaya transaksi yang dapat diatribusikan mendebit simpanan dan mengkredit Kas/Rekening Bank; penarikan mendebit simpanan dan mengkredit Kas/Rekening Bank.

  • Jika nilai wajar lebih tinggi dari nilai tercatat, penyesuaian dicatat sebagai debit Beban - selisih penilaian liabilitas dan kredit Giro/Tabungan/Deposito.
  • Jika nilai wajar lebih rendah dari nilai tercatat, penyesuaian dicatat sebagai debit Giro/Tabungan/Deposito dan kredit Pendapatan - selisih penilaian liabilitas.
  • Pengakuan beban bunga mendebit beban jasa giro/bunga dan mengkredit kewajiban bunga yang masih harus dibayar.
  • Pembayaran bunga mendebit bunga yang masih harus dibayar dan mengkredit simpanan atau rekening bank serta liabilitas segera untuk pajak nasabah.
FVPLgirotabungandepositopenyesuaian nilai wajarbeban bungapajak nasabah
Prosedur

Halaman 48–49

Jurnal simpanan pada biaya perolehan diamortisasi

Untuk simpanan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, penerimaan setoran mendebit Kas/Rekening Bank dan mengkredit Giro/Tabungan/Deposito - amortised cost. Penarikan mendebit simpanan pada amortised cost dan mengkredit Kas/Rekening Bank.

  • Biaya transaksi yang material untuk diamortisasi didebitkan ke Giro/Tabungan/Deposito - amortised cost dan dikreditkan ke Kas/Rekening Bank.
  • Biaya transaksi yang tidak material untuk diamortisasi didebitkan sebagai Beban Bunga dan dikreditkan ke Kas/Rekening Bank.
  • Pengakuan beban bunga mendebit beban jasa giro/bunga dan mengkredit bunga yang masih harus dibayar.
  • Amortisasi biaya transaksi yang diatribusikan mendebit Beban Bunga dan mengkredit simpanan - amortised cost.
  • Pembayaran bunga mendebit bunga yang masih harus dibayar dan mengkredit simpanan - amortised cost serta liabilitas segera untuk pajak nasabah.
biaya perolehan diamortisasiamortised costbiaya transaksibungapajak nasabah
Studi kasus

Halaman 50–51

Contoh giro dengan setoran bilyet giro bank lain

Pada contoh Bank XYZ, nasabah giro menyetorkan bilyet giro Bank PQR senilai Rp20.000.000 pada 13 Februari 2021 dan setoran efektif pada 15 Februari 2021. Giro dibukukan sebagai liabilitas lainnya pada biaya perolehan diamortisasi.

  • Pada 13 Februari, penerimaan bilyet giro hanya dicatat sebagai penerimaan dan tidak dibuat jurnal.
  • Pada 15 Februari, jurnal yang dicontohkan adalah debit Giro bank di BI Rp20.000.000 dan kredit Giro/Rekening nasabah - amortised cost Rp20.000.000.
  • Dengan jasa giro 1% per tahun, bunga harian yang ditampilkan adalah Rp548; untuk 14 hari sampai 28 Februari total beban bunga Rp7.672.
  • Pajak pada contoh adalah 20% dari Rp7.672, yaitu Rp1.535; bunga bersih yang dikreditkan ke rekening nasabah Rp6.137.
bilyet giroBank XYZBank PQRBank Indonesiajasa giroamortised costpajak
Studi kasus

Halaman 52–53

Contoh deposito setoran tunai

Pada contoh Bank XYZ, nasabah membuka deposito Rp20.000.000 pada 14 April 2021 untuk satu bulan dengan bunga 6% per tahun dan biaya meterai Rp10.000. Kebijakan yang digunakan adalah pencatatan pada biaya perolehan diamortisasi.

  • Saat pembukaan, jurnal yang ditampilkan adalah debit Kas Rp20.010.000, kredit Deposito - amortised cost Rp20.000.000, dan kredit Persediaan Meterai Rp10.000.
  • Bunga harian yang ditampilkan adalah Rp3.288; selama 30 hari total beban bunga Rp98.640.
  • Pajak pada contoh sebesar 20% dari Rp98.640, yaitu Rp19.728; bunga bersih yang dibayarkan ke rekening nasabah Rp78.912.
  • Saat jatuh tempo, pembayaran bunga dan pembayaran nominal deposito dicatat terpisah; nominal deposito yang dibayar kembali adalah Rp20.000.000.
depositosetoran tunaiBank XYZbunga depositometeraijatuh tempo
Contoh

Halaman 54

Latihan jurnal deposito Agustus 2024

Latihan meminta jurnal untuk deposito Bank XYZ sebesar Rp35.000.000 yang dibuka 29 Agustus 2024, berjangka satu bulan, berbunga 4% per tahun, dan memiliki biaya meterai Rp10.000 yang ditanggung nasabah.

  • Jurnal yang diminta mencakup saat pembukaan rekening, pengakuan beban bunga harian, dan saat jatuh tempo.
  • Slide menyatakan kebijakan bank menggunakan kategori liabilitas lainnya pada biaya perolehan diamortisasi.
  • Slide latihan tidak menyajikan jawaban jurnal sehingga angka hasil perhitungan tidak ditambahkan di sini.
latihandepositobiaya perolehan diamortisasibunga harianjatuh tempo
Konsep

Halaman 56–58

Klasifikasi dan dasar pengukuran kredit

Materi mengelompokkan kredit yang diberikan berdasarkan tiga klasifikasi pengukuran aset keuangan: biaya perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui laba rugi, dan nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain. Pemilihannya menggunakan model bisnis entitas dan karakteristik arus kas kontraktual.

  • Biaya perolehan diamortisasi digambarkan sebagai cara normal ketika kredit ditahan sampai lunas untuk menagih cicilan.
  • Nilai wajar melalui laba rugi digambarkan untuk tujuan trading atau penjualan kembali sehingga perubahan nilai pasar langsung memengaruhi laba rugi.
  • Nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain mengikuti harga pasar, tetapi perubahan harga ditempatkan lebih dahulu pada penghasilan komprehensif lain sampai aset dijual.
  • Untuk model bisnis, materi membedakan niat ditahan sampai lunas, ditagih namun mungkin dijual, dan dijual kembali dengan cepat.
  • Arus kas kontraktual yang normal hanya berisi pokok dan bunga; perjanjian dengan komponen yang mengikuti harga emas atau saham dicontohkan sebagai tidak memenuhi karakteristik tersebut dan menggunakan cara nilai wajar melalui laba rugi.
kreditaset keuanganamortised costnilai wajarlaba rugipenghasilan komprehensif lainmodel bisnisarus kas kontraktual
Prosedur

Halaman 59–61

Pencatatan kredit pada biaya perolehan diamortisasi

Pada kredit yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, provisi dan beban yang dapat diatribusikan dicatat saat penandatanganan akad, fasilitas yang belum ditarik dicatat pada rekening administratif, dan pencairan dicatat sebagai debit Kredit - amortised cost serta kredit Kas/Rekening debitur.

  • Saat akad, penerimaan provisi didebitkan ke Kas/Rekening debitur dan dikreditkan ke Kredit - amortised cost; beban yang dapat diatribusikan mendebit Kredit - amortised cost dan mengkredit Kas/Rekening penyedia jasa.
  • Fasilitas kredit yang belum digunakan dicatat dengan debit Rekening lawan dan kredit Kewajiban komitmen; saat pencairan, jurnal administratif dibalik untuk mengurangi kewajiban komitmen.
  • Pengakuan pendapatan bunga mencatat tagihan bunga kontraktual, amortisasi, dan pendapatan bunga; bila debitur menunggak dan pendapatan mungkin tidak tertagih, pengakuan pendapatan bunga dibalik.
  • Pembayaran debitur diprioritaskan untuk menyelesaikan kewajiban sesuai estimasi arus kas masa datang.
  • Biaya kredit seperti biaya notaris dan premi asuransi agunan dicatat sebagai tagihan biaya bila menjadi beban debitur, atau sebagai beban operasional bila menjadi beban bank yang tidak diatribusikan.
kreditamortised costprovisirekening administratifkewajiban komitmenpendapatan bunga
Prosedur

Halaman 62–64

Pencatatan kredit pada nilai wajar melalui laba rugi

Kredit yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dicatat sebesar nilai wajarnya saat pembelian atau penetapan awal. Pendapatan bunga dicatat sebagai tagihan dan pendapatan bunga, setoran debitur mengurangi tagihan atau kredit, dan perubahan harga pasar masuk ke pendapatan atau beban operasional lainnya.

  • Provisi, komisi, fee, atau administrasi yang diterima ditampilkan pada pendapatan operasional lainnya.
  • Jika debitur menunggak dan pendapatan bunga mungkin tidak tertagih, materi mengarahkan pembalikan pengakuan pendapatan bunga.
  • Penyesuaian nilai wajar menggunakan debit atau kredit Kredit - diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dengan lawan pendapatan operasional lainnya untuk kenaikan atau beban operasional lainnya untuk penurunan.
  • Saat kredit dijual, akun kredit ditutup dan keuntungan atau kerugian penjualan aset keuangan diakui.
FVPLnilai wajarkreditharga pasarpendapatan operasionalpenjualan kredit
Prosedur

Halaman 65–66

Pencatatan kredit pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain

Kredit yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain dicatat pada akun kredit tersebut saat pembelian atau penetapan awal, dengan provisi atau biaya yang dapat diatribusikan dan rekening administratif fasilitas yang belum digunakan. Bunga, amortisasi, penyesuaian nilai pasar, penerimaan angsuran pokok, dan penjualan dicatat sesuai rangkaian jurnal yang ditampilkan.

  • Materi menyatakan bahwa menurut PSAK 71 pendapatan atau biaya yang dapat diatribusikan harus diamortisasi, tetapi dalam praktik dapat diakui sekaligus di awal karena ketidakpraktisan memprediksi holding period dan pertimbangan nilai yang tidak signifikan.
  • Saat kredit ditarik, debit Kredit - diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain dan kredit Kas/Rekening debitur dicatat bersamaan dengan pengurangan kewajiban komitmen pada rekening administratif.
  • Bunga kontraktual dan amortisasi EIR membentuk pendapatan bunga; penyesuaian ke harga pasar dicatat terhadap Ekuitas - penghasilan komprehensif lain.
  • Saat pokok diterima, kredit berkurang; penyesuaian periode sebelumnya dapat dibalik terhadap kredit dan ekuitas, lalu saat penjualan kredit, saldo ekuitas direklasifikasi bersama pengakuan keuntungan penjualan.
FVOCIpenghasilan komprehensif lainkreditPSAK 71EIRekuitaskomitmen kredit
Studi kasus

Halaman 67–72

Contoh kredit modal kerja pada biaya perolehan diamortisasi

Contoh pertama menggunakan kredit modal kerja Bank XYZ kepada debitur ABC pada 1 Januari 2021: plafon Rp14.500.000.000, tenor satu tahun, bunga 15% per tahun atau 1,25% per bulan, provisi 0,1% atau Rp14.500.000, dan beban bank yang dapat diatribusikan Rp35.000.000. Pelunasan pokok dilakukan pada akhir periode.

  • Total dana yang dikeluarkan bank pada ilustrasi adalah Rp14.520.500.000 setelah memperhitungkan provisi dan beban yang dapat diatribusikan.
  • Saat akad, provisi diterima dan beban yang dapat diatribusikan dicatat; fasilitas yang belum digunakan dicatat pada rekening administratif.
  • Saat seluruh kredit dicairkan, Kredit - amortised cost dan Kas/Rekening debitur dicatat bersama pembalikan kewajiban komitmen administratif.
  • Pada 31 Januari 2021, bunga kontraktual Rp181.250.000 dan amortisasi berdasarkan EIR ditampilkan; tabel arus kas menggunakan EIR awal sekitar 1,237% per bulan.
  • Ilustrasi mengasumsikan debitur lancar dan suku bunga kredit sama dengan suku bunga pasar.
contoh kreditmodal kerjaamortised costprovisiEIRBank XYZdebitur ABC
Studi kasus

Halaman 73–75

Contoh kredit pada nilai wajar melalui laba rugi

Contoh kedua menggunakan Bank XYZ yang membeli kredit dari Bank DEF pada 1 Januari 2021. Baki debet kredit Rp15.000.000.000, tenor satu tahun, bunga 15% per tahun atau Rp187.500.000 per bulan, dan nilai pasar awal 90% atau Rp13.500.000.000.

  • Pada 31 Januari 2021 harga pasar kredit menjadi Rp14.000.000.000; pada 1 Februari 2021 kredit dijual seharga Rp14.100.000.000.
  • Pembelian dicatat sebesar nilai wajar Rp13.500.000.000, bukan baki debet kontraktual.
  • Tagihan bunga Rp187.500.000 diakui dan penerimaan setoran bunga mendebit Kas/Rekening debitur.
  • Kenaikan nilai wajar Rp500.000.000 pada 31 Januari diakui pada pendapatan operasional lainnya; saat penjualan, penyesuaian nilai wajar dibalik dan keuntungan penjualan Rp600.000.000 direalisasikan.
contoh kreditFVPLnilai wajarBank XYZBank DEFkeuntungan penjualan
Studi kasus

Halaman 76–86

Contoh kredit pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain

Contoh ketiga menggunakan kredit investasi Bank XYZ kepada debitur ABC untuk pembelian mesin pada 1 Januari 2021: plafon Rp100.000.000.000, tenor dua tahun, bunga 15% per tahun atau 1,25% per bulan, provisi 0,1% atau Rp100.000.000, angsuran pokok Rp25.000.000.000 setiap semester, dan beban bank yang dapat diatribusikan Rp20.000.000.

  • Harga pasar yang diberikan adalah Rp99.000.000.000 pada 31 Januari 2021 dan Rp80.000.000.000 pada 30 Juni 2021; kredit dijual kepada Bank DEF pada 1 Juli 2021 seharga Rp80.000.000.000.
  • Total dana yang dikeluarkan bank pada ilustrasi adalah Rp99.920.000.000 setelah memperhitungkan provisi dan beban yang dapat diatribusikan.
  • Pada Januari, fee pengelolaan rekening Rp20.000, bunga kontraktual Rp1.250.000.000, dan amortisasi EIR dicatat; tabel menggunakan EIR awal sekitar 1,256%.
  • Penyesuaian nilai pasar pada Januari dicatat terhadap Ekuitas - penghasilan komprehensif lain; pada 30 Juni angsuran pokok Rp25.000.000.000 diterima dan penyesuaian periode sebelumnya dibalik sesuai ilustrasi.
  • Saat penjualan pada 1 Juli, kas dari Bank DEF, saldo ekuitas penghasilan komprehensif lain, akun kredit, dan keuntungan penjualan dicatat dalam jurnal yang ditampilkan.
contoh kreditFVOCIpenghasilan komprehensif lainEIRBank XYZBank DEFangsuran pokok

Bab 5

Penyusunan dan Distribusi Laporan Keuangan

Bagian ini menjelaskan tujuan penyusunan laporan pembukuan bank, langkah kerja dari pencatatan sampai laporan, jenis laporan utama dan tambahan, penerima laporan, serta referensi yang dicantumkan pada materi.

Halaman 87–92

Konsep

Halaman 87–88

Tujuan penyusunan laporan pembukuan bank

Penyusunan laporan pembukuan bank yang baik penting untuk menjaga akurasi data keuangan, memenuhi regulasi OJK dan BI, serta mendukung pengambilan keputusan manajemen.

  • Materi menempatkan akurasi data, kepatuhan regulasi, dan keputusan manajemen sebagai tiga alasan utama.
  • Penyusunan laporan merupakan tahap pelaporan setelah rangkaian pencatatan, pengelompokan, rekonsiliasi, penyesuaian, dan neraca saldo.
laporan pembukuanakurasiOJKBank Indonesiakeputusan manajemen
Proses

Halaman 89

Langkah menyusun laporan pembukuan

Langkah yang ditampilkan adalah pencatatan transaksi harian, pengelompokan akun, rekonsiliasi harian dan bulanan, proses penyesuaian, penyusunan buku besar dan neraca saldo, lalu penyusunan laporan keuangan sesuai format bank dan regulasi.

  • Transaksi dicatat real-time di core banking dan menggunakan double-entry system agar saldo seimbang.
  • Chart of Accounts memisahkan akun Aset, Kewajiban, Ekuitas, Pendapatan, dan Beban.
  • Rekonsiliasi mencocokkan saldo kas, rekening giro, transaksi antarbank, serta catatan internal dengan rekening BI atau koresponden.
  • Jurnal penyesuaian digunakan untuk bunga akrual, cadangan kerugian, amortisasi, dan pajak.
  • Neraca saldo digunakan untuk memastikan keseimbangan debit dan kredit sebelum laporan disusun.
pencatatan harianchart of accountsrekonsiliasijurnal penyesuaianneraca saldocore banking
Metrik

Halaman 90

Jenis laporan keuangan bank

Laporan pembukuan bank pada umumnya mencakup Laporan Posisi Keuangan atau Neraca, Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain, Laporan Perubahan Ekuitas, Laporan Arus Kas, serta Catatan atas Laporan Keuangan.

  • Neraca menyajikan posisi aset, kewajiban, dan modal.
  • Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain menyajikan pendapatan dan beban periode tertentu.
  • Laporan perubahan ekuitas menyajikan pergerakan modal, laba, dan dividen.
  • Laporan arus kas menyajikan kas masuk dan kas keluar.
  • Catatan atas laporan keuangan menyajikan rincian akun dan kebijakan akuntansi.
neracalaporan laba rugipenghasilan komprehensifperubahan ekuitasarus kascatatan laporan keuangan
Metrik

Halaman 90

Laporan internal tambahan

Selain lima laporan utama, materi mencantumkan Buku Kas Harian, Rekap Transaksi Harian, Laporan Penyelesaian Kredit dan NPL, Laporan Posisi Likuiditas, serta Laporan Realisasi RBB sebagai laporan internal tambahan.

  • Daftar ini ditampilkan sebagai laporan tambahan yang digunakan dalam pembukuan bank.
  • Materi tidak memberikan kepanjangan NPL atau RBB pada halaman daftar tersebut.
laporan internalbuku kasrekap transaksiNPLlikuiditasRBB
Peran

Halaman 91

Pihak penerima laporan keuangan

Penerima internal laporan keuangan adalah Direksi, Komisaris, Divisi Keuangan, Unit Bisnis, dan Manajer atau Kepala Cabang. Penerima eksternal yang disebutkan adalah OJK, Bank Indonesia, publik, dan pajak.

  • OJK menerima laporan bulanan, triwulanan, dan tahunan sesuai POJK atau SEOJK.
  • Bank Indonesia menerima informasi posisi likuiditas, giro wajib minimum, dan posisi devisa.
  • Publik menerima laporan keuangan triwulanan dan tahunan yang dipublikasikan di media dan situs bank.
  • Pajak menggunakan laporan untuk SPT Tahunan Badan.
distribusi laporanDireksiKomisarisOJKBank Indonesiapublikpajak
Aturan

Halaman 92

Referensi yang dicantumkan dalam materi

Materi mencantumkan Surat Edaran OJK Republik Indonesia Nomor 34/SEOJK.03/2021 tentang Buku Panduan Akuntansi Perbankan bagi Bank Umum Konvensional, PSAK 201 tentang Penyajian Laporan Keuangan, PSAK 71 tentang Instrumen Keuangan, PP RI Nomor 28 Tahun 2012 tentang pelaksanaan UU Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan, dan POJK Nomor 51/POJK.04/2020 tentang pemeliharaan dokumen oleh bank umum.

  • Referensi tersebut ditampilkan pada slide Referensi dan menjadi sumber regulasi atau standar yang disebut dalam materi.
  • Materi tidak menyediakan URL atau kutipan pasal; ringkasan ini mempertahankan judul sebagaimana tercantum pada slide.
SEOJKPSAK 201PSAK 71kearsipanPOJKakuntansi perbankan

Referensi

Glosarium

Prinsip akuntansi

Halaman 5

Aturan-aturan dasar yang menjadi pedoman dalam penyusunan laporan keuangan.

Going concern

Halaman 6

Asumsi bahwa bank akan terus beroperasi di masa mendatang.

Alias: kesinambungan usaha

Prudence

Halaman 6

Prinsip kehati-hatian yang ditunjukkan melalui pembentukan CKPN untuk kredit bermasalah dan penilaian risiko yang tidak terlalu optimistis.

Alias: kehati-hatian

Basis akrual

Halaman 6

Dasar pengakuan ketika pendapatan dicatat saat diperoleh dan beban saat kewajiban terjadi, bukan ketika kas diterima atau dibayar.

Matching principle

Halaman 6

Prinsip bahwa pendapatan dan beban yang terkait diakui dalam periode yang sama.

Alias: prinsip kesesuaian

Nilai wajar

Halaman 6

Dasar penilaian yang digunakan untuk aset dan kewajiban keuangan tertentu seperti surat berharga, derivatif, dan investasi jangka pendek.

Alias: fair value

Saldo normal

Halaman 10

Sisi debit atau kredit tempat suatu akun secara normal memiliki saldo; aset dan beban bersaldo debit, sedangkan liabilitas, ekuitas, dan pendapatan bersaldo kredit.

Alias: normal balance

Warkat

Halaman 29

Dokumen dasar transaksi bank, misalnya slip setoran, slip penarikan, atau formulir transfer.

KYC

Halaman 31–33

Know Your Customer, yaitu verifikasi silang data transaksi dengan identitas dan data nasabah yang tercatat.

Dana Pihak Ketiga

Halaman 45

Dana pihak ketiga atau simpanan yang dalam materi dibahas sebagai liabilitas keuangan giro, tabungan, dan deposito.

Alias: simpanan

Biaya perolehan diamortisasi

Halaman 45–49

Kategori pengukuran yang digunakan untuk simpanan atau kredit ketika nilai tercatat disesuaikan melalui pembayaran, bunga, dan amortisasi sesuai ilustrasi materi.

Alias: amortised cost

Nilai wajar melalui laba rugi

Halaman 45–46

Kategori pengukuran ketika nilai aset atau liabilitas disesuaikan ke nilai wajar dan perubahan nilainya diakui pada laba rugi.

Nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain

Halaman 56–58

Kategori pengukuran kredit yang mengikuti harga pasar, dengan perubahan nilai yang pada ilustrasi ditempatkan pada penghasilan komprehensif lain sampai aset dijual.

Rekening lawan

Halaman 59

Rekening administratif pasangan yang digunakan dalam materi untuk mencatat fasilitas kredit yang belum digunakan atau belum ditarik.

Kewajiban komitmen

Halaman 59

Kewajiban administratif untuk fasilitas kredit yang belum ditarik, yang dicatat bersama rekening lawan dalam ilustrasi kredit.

Suku bunga efektif

Halaman 72

Suku bunga yang digunakan dalam tabel amortisasi untuk menghitung tagihan dan amortisasi berdasarkan arus kas kredit.

Alias: EIR, Original Effective Interest Rate

Neraca saldo

Halaman 21

Ringkasan saldo akun debit dan kredit yang digunakan untuk memastikan keseimbangan sebelum laporan keuangan disusun.

Rekonsiliasi

Halaman 36

Pemeriksaan silang antara data yang tercatat dalam sistem atau rekening dengan dokumen atau catatan pembanding untuk memastikan tidak ada selisih.

Istilah

Akronim

CKPN
cadangan kerugian penurunan nilai

Halaman 6

KYC
Know Your Customer

Halaman 31–33

PSAK
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan

Halaman 92

BI
Bank Indonesia

Halaman 25

OJK
Otoritas Jasa Keuangan

Halaman 92

GWM
giro wajib minimum

Halaman 91

EIR
Original Effective Interest Rate

Halaman 72–81

Keterkaitan

Relasi antar-item

Indeks

Kata kunci dan entitas

Kata kunci

akuntansi perbankanprinsip akuntansigoing concernprudencefair valuesaldo normaljurnalbuku besarneraca saldosiklus akuntansi cabangwarkatKYCadministrasi dokumenretensi dokumengiro tabungan depositobiaya perolehan diamortisasikreditnilai wajar melalui laba rugipenghasilan komprehensif lainsuku bunga efektiflaporan keuanganrekonsiliasiPSAK 71

Entitas

BRIBRI Corporate UniversityBank XYZBank PQRBank DEFBank MBank RamayanaBank MatahariBank IndonesiaOtoritas Jasa Keuangandebitur ABCDireksiKomisaris

Pustaka

Sumber dan catatan ekstraksi

Berkas sumber
Mengelola Akuntansi - Akuntansi Perbankan.pdf
Bahasa
Campuran Indonesia dan Inggris
Grounding
Hanya materi sumber
Cakupan
Lengkap dengan catatan
SHA-256
bbdddf608f29dd5dfc62eb940f998ff0d185055899f23d00334f7a820ac416fc
  • Seluruh 93 halaman PDF ditinjau melalui rendering visual; halaman 1 dan 93 adalah sampul/penutup, sedangkan halaman 2-92 memuat materi.
  • Halaman 1-45 dan 87-93 memiliki teks PDF yang dapat diekstrak; halaman 46-86 terutama berupa tabel atau gambar sehingga dibaca melalui OCR dan pemeriksaan visual pada render halaman.
  • Beberapa tabel jurnal, angka kecil, dan baris tabel amortisasi pada halaman 46-86 berpotensi mengalami keterbatasan OCR; ringkasan hanya mempertahankan angka dan relasi yang dapat dibaca secara visual.
  • Latihan pada halaman 22 dan 54 dicatat sebagai latihan tanpa mengarang jawaban yang tidak ditampilkan pada sumber.
  • Materi mencantumkan regulasi dan standar pada halaman 92 tanpa URL; tidak ada referensi internet yang ditambahkan.