Lewati ke konten utama

Pencarian global

Pencarian secara global yang mencakup seluruh 52 materi. Tekan Ctrl K untuk fokus.

Ketik minimal dua karakter untuk mencari.

Semua materi
pdf47 halamanLengkap dengan catatan

Materi BFLP Generalist - Micro Business

Materi Micro Business BFLP Generalist membahas kondisi dan strategi segmen mikro, profil serta proses bisnis pinjaman mikro, produk pinjaman komersial dan program pemerintah, PUMK, asuransi mikro, dan ekosistem/delivery channel mikro berbasis transaksi.

6
Bab
31
Item
12
Glosarium
Daftar isi

Ringkasan

Tujuan pembelajaran

  • Menjelaskan arah BRIvolution Reignite dan fokus strategi Micro 2026.
  • Membedakan profil debitur, produk, dan tahapan proses pinjaman mikro yang ditampilkan.
  • Mengidentifikasi ketentuan utama Kupedes, Kupra, KUR, KPP, dan PUMK dalam materi.
  • Menjelaskan layanan asuransi mikro serta peran produk transaksi dan delivery channel dalam ekosistem mikro.
Overview and StrategiesProduct KnowledgePinjaman KomersialPinjaman Program PemerintahPUMKAsuransi MikroMicro Business Ecosystem

Bab 1

Overview and Strategies

Bagian pembuka memaparkan aspirasi BRI 2025-2026, kinerja Mikro Desember 2025, tantangan daya beli, dan strategi untuk pertumbuhan yang sehat serta berkualitas.

Halaman 1–11

Strategi

Halaman 3

BRIvolution Reignite

Aspirasi BRI 2025-2026 adalah kembali tumbuh sehat melalui Bisnis Mikro dan sumber pertumbuhan baru. BRIvolution Reignite menekankan perbaikan budaya kredit sebagai fondasi pertumbuhan sehat serta perbaikan kualitas dan pertumbuhan portofolio yang terkontrol dan produktif.

  • Fondasi bisnis mikro ditata ulang untuk mengembalikan pertumbuhan bisnis mikro.
  • Sumber pertumbuhan baru dipercepat pada konsumer, SME, dan Retail Funding; Corporate & Transaction Banking dikelola untuk mendorong profitabilitas.
  • Perbaikan juga mencakup Human Capital, Risk, Distribution, dan Operations.
BRIvolution Reignitepertumbuhan sehatbudaya kreditportofolio
Metrik

Halaman 4–5

Kinerja Mikro Desember 2025

Materi menampilkan pertumbuhan OS mikro yang turun 4,15% secara YoY menjadi Rp469,704 T pada Desember 2025, dengan pencapaian RKAP nasional 95,4% dan gap Rp22,53 T.

  • NPL Desember 2025 ditampilkan Rp18,404 T atau 6,34%; pencapaian RKAP NPL 92,6% dengan gap positif Rp1,36 T.
  • SML Desember 2025 ditampilkan Rp26,094 T atau 5,56%; pencapaian RKAP SML 119,6% dengan gap negatif Rp5,11 T.
  • Recovery ekstra Desember 2025 ditampilkan Rp9,963 T; materi menyebut write-off belum diimbangi recovery extra yang optimal.
OSNPLSMLRKAPrecoveryDesember 2025
Risiko

Halaman 6

Tantangan daya beli masyarakat

Materi menyatakan bahwa pada awal 2025 daya beli masyarakat Indonesia melemah, khususnya kelas menengah bawah, yang terlihat dari keyakinan konsumen, konsumsi, inflasi inti, penjualan kendaraan, pertumbuhan M2, dan tabungan.

  • Keyakinan konsumen disebut turun karena pendapatan berkurang dan lapangan kerja sulit ditemukan.
  • Konsumsi disebut menurun karena masyarakat merasa memiliki lebih sedikit uang untuk dibelanjakan.
  • Materi mencantumkan sumber CEIC (diolah).
daya belikonsumeninflasiM2risiko mikro
Strategi

Halaman 7

Rejuvenation business process micro

Dalam BRIvolution Reignite, proses bisnis Mikro diperkuat melalui BRISpot, pipeline management, dan perbaikan underwriting model untuk meningkatkan kualitas pembiayaan; kapabilitas Mantri ditingkatkan melalui disiplin penggunaan digital tools dan perbaikan jenjang karir.

  • Transform the funding franchise mencakup penguatan CASA melalui optimalisasi digital channel dan business cluster.
  • Transaction banking ritel mencakup penguatan BRImo, BRILink, QRIS, dan EDC; SME & Wholesale menggunakan Qlola sebagai platform terintegrasi dan tool transaksi utama.
  • Fondasi world-class mencakup HC, Risk, IT dan Digital, Distribution, Operations, serta Rebranding.
BRISpotpipeline managementunderwritingMantriCASA
Strategi

Halaman 8–9

Strategi Mikro tumbuh sehat dan berkualitas

Strategi menampilkan enam fokus: pipeline berkualitas, rencana kerja disiplin, produk tepat, SDM capable, cara penyaluran benar, dan penagihan kuat; tiga pilar enabler adalah Human Capital, Risk, dan Operation.

  • Pipeline menggunakan value chain, pre-washed pipeline Kantor Pusat, dan referral/OBS antarsegmen pada level RO dan BO.
  • Aktivitas Mantri direncanakan Kaunit melalui BRISPOT dan materi menargetkan minimal 15 kunjungan per hari untuk pemasaran, penagihan, dan recovery.
  • Penyaluran mencakup OTS seluruh pemutus, penguatan MBO/MBM/SMBM, dan penyesuaian BRISPOT; penagihan berfokus point-to-point, Mantri Recovery, restrukturisasi dini, Somasi Center, dan PIC SML 1 per RO.
pipelineMantriOTSrecoveryHuman CapitalRiskOperation
Strategi

Halaman 10

Area fokus strategi Micro 2026

Fokus Micro 2026 adalah merejuvenasi portofolio dan tumbuh sehat sambil mempertahankan posisi kepemimpinan di Mikro, melalui People, Risk & Control, Product & Sales, Operations, dan Technology.

  • People meliputi rentang kendali Mantri/KaUnit/MBM, pipeline rekrutmen, pelatihan dan coaching, career path, insentif, dan keterlibatan pemutus termasuk MBO dan SMBM.
  • Risk & Control meliputi pipeline berbasis RAC granular, credit scoring granular, pengawasan SORH, risk culture, Mantri Remodel, perluasan collection, dan kebijakan OTS yang efisien.
  • Operations mencakup pengendalian internal dan perbaikan BRISpot, FDS, BRIMEN, BRISurf, BvP; Technology mencakup LOS Mikro modular dan parameterized.
Micro 2026RACcredit scoringLOS MikroSORH
Layanan

Halaman 11

Peran BRI dalam akses dan pemberdayaan UMKM

Data per Q3 2025 menampilkan perluasan inklusi dan akses melalui jaringan konvensional, hybrid, dan digital; produk yang lengkap; platform pemberdayaan; serta integrasi program pemerintah.

  • Jaringan konvensional ditampilkan +15,1 ribu unit kerja dan +78 ribu tenaga pemasar; hybrid menampilkan Agen BRILink; digital mencakup BRImo, BRISPOT, dan e-channel.
  • Platform pemberdayaan yang ditampilkan mencakup Desa BRILiaN, Klasterku Hidupku, LinkUMKM, dan Rumah BUMN.
  • Materi juga menampilkan Kredit Mikro & Ultra Mikro, produk simpanan Simpedes, asuransi mikro, KDMP, dan penyaluran bansos.
UMKMinklusiBRILinkBRImoDesa BRILiaNbansos

Bab 2

Product Knowledge: Profil dan Proses Pinjaman Mikro

Bagian ini mengelompokkan persona nasabah, framework pemberdayaan dan produk, definisi debitur, serta alur BRISPOT Mikro.

Halaman 12–16

Konsep

Halaman 13

Profil segmen nasabah pinjaman

Materi membagi persona nasabah pinjaman menjadi Survival Borrower, The Striving Amateur, The Steady Upgrader, The Opportunity Seizer, The Expanding Proprietor, dan The Heir Seeker untuk memberi insight bagi strategi, model/proses bisnis, serta produk dan layanan yang sesuai kebutuhan pelaku usaha mikro.

  • Fokus persona bergerak dari menstabilkan hidup dan membangun fondasi, membangun bisnis, hingga ekspansi bisnis.
  • Profil membedakan kondisi omzet, pengalaman meminjam, perhatian terhadap akses/suku bunga/plafon, tabungan, agunan, ekspansi, dan transisi penerus usaha.
personanasabahSurvival BorrowerThe Heir Seekerusaha mikro
Konsep

Halaman 14

Framework pemberdayaan dan produk mikro

Framework menghubungkan level literasi dan entrepreneurship dengan kategori D unfeasible-unbankable sampai A feasible-bankable, dari bantuan tunai langsung dan PUMK/Kemitraan menuju KUR dan kredit komersial.

  • Kategori D menampilkan BPUM dan CSR; C menampilkan rolling soft loan PUMK/Kemitraan; B menampilkan KUR Super Mikro dan KUR Mikro; A menampilkan Kupedes Rakyat dan Kupedes.
  • Produk tabungan, proteksi, dan transaksi yang disebut adalah Simpedes, Simpedes UMI, Tabungan Emas, AMKKM, ASMIK, BRIMO, STROBERI, dan PARI.
  • Tabel juga menampilkan rentang plafon dan sifat produk Kupedes, Kupedes Rakyat, KUR Super Mikro/Mikro/Kecil, PUMK, KECE, dan Kredit Talangan.
literasientrepreneurshipPUMKKURKupedesproduk mikro
Konsep

Halaman 15

Definisi debitur mikro

NTB adalah debitur yang belum pernah memiliki CIF di BRI per akhir bulan sebelumnya tanpa batas produk atau segmen. ETB telah memiliki CIF, termasuk yang sudah lunas, dan mencakup NTL serta ETL.

  • NTL adalah debitur pertama kali memiliki fasilitas segmen mikro dan dapat berupa debitur baru atau existing pada segmen pinjaman lain di BRI.
  • ETL adalah debitur yang sedang atau pernah mikro, termasuk yang sudah lunas.
NTBETBNTLETLCIF
Proses

Halaman 16

Proses Bisnis Pinjaman Mikro (BRISPOT Mikro)

Alur BRISPOT Mikro meliputi calon debitur, CPP, perencanaan/buku harian, kunjungan, prakarsa Mantri, putusan pejabat pemutus, dan pencairan oleh SOL atau Kaunit.

  • Sumber calon dapat berupa baru non-pipeline, kelolaan non-pipeline, atau pipeline; materi menyebut filtering pipeline dan scoring untuk canvassing di luar pipeline.
  • Prakarsa mencakup survey data pribadi, prescreening, survey tempat tinggal dan usaha, analisa non-finansial, cross selling, dokumentasi, validasi NPWP, rekomendasi kredit, RPC dinamis, dynamic plafond, dan maksimal suplesi 160%.
  • Putusan mencakup cek detail putusan kredit, SLIK dan dokumentasi, EWS, OTS, validasi token, pengecekan FDS, serta scoring CRS pada menu pemutus; pencairan mencakup detail pencairan, OTP, pembukuan, dan konfirmasi.
BRISPOT MikroCPPprescreeningSLIKEWSOTSFDS

Bab 3

Pinjaman Komersial

Bagian pinjaman komersial memuat Kupedes, Kupra, skema Kupedes di atas Rp250 juta sampai Rp500 juta, layanan debitur individual baru, dan Kupedes Suku Bunga Khusus.

Halaman 17–22

Produk

Halaman 18

Kupedes

Kupedes adalah kredit mikro BRI yang bersifat umum, individual, selektif, dan berbunga wajar untuk mengembangkan atau meningkatkan usaha mikro yang layak; produk ini bersifat komersial.

  • Ditujukan bagi pelaku usaha mikro individu berusia minimal 21 tahun, dengan usaha berjalan minimal satu tahun serta legalitas pribadi dan usaha yang ditampilkan.
  • Kupedes dipasarkan di BRI Unit, berbentuk kredit anuitas, dan memiliki plafon maksimal Rp500 juta total exposure.
  • KMK dan KI masing-masing maksimal 60 bulan; jenis angsuran bulanan atau musiman; rentang suku bunga yang ditampilkan 19,5%-26,5%.
  • Agunan pokok adalah usaha yang dibiayai; agunan tambahan dapat berupa tanah, tanah/bangunan, atau kendaraan bermotor, dengan coverage minimum 80% pokok pinjaman.
Kupedeskredit komersialKMKKIagunanBRI Unit
Produk

Halaman 19

Kupedes Rakyat (Kupra)

Kupra adalah kredit mikro umum, individual, selektif, dan berbunga wajar untuk mengembangkan usaha mikro layak bagi debitur dengan usaha feasible yang dipandang bankable maupun belum bankable.

  • Plafon maksimal Rp100 juta total exposure; plafon sampai Rp50 juta tidak wajib agunan tambahan, sedangkan di atas Rp50 juta sampai Rp100 juta wajib agunan tambahan.
  • Usia minimal 21 tahun atau sudah menikah, usaha minimal enam bulan, dan legalitas pribadi/usaha ditampilkan sebagai ketentuan.
  • KMK dan KI maksimal 60 bulan, musiman 12 bulan, dengan angsuran bulanan atau musiman; rentang bunga yang ditampilkan 21,5%-22,5%.
KupraKupedes Rakyatfeasiblebankablekredit mikro
Produk

Halaman 20

Kupedes di atas Rp250 juta sampai Rp500 juta

Skema Kupedes >Rp250 juta-Rp500 juta ditujukan untuk eksisting Kupedes flat/anuitas dan debitur baru, dengan plafon minimum Rp100 juta serta syarat NPL Kupedes BRI Unit maksimal 3%.

  • Suku bunga yang ditampilkan 19,75% anuitas per tahun, provisi 0,75% plafon, administrasi Rp450 ribu, admin angsuran hybrid Rp10 ribu per bulan, dan RPC maksimum 60%.
  • KMK maksimal 60 bulan dan KI maksimal 120 bulan; loan type: 5S menurun modal kerja, 5T menurun investasi, 5U hybrid modal kerja, 5V hybrid investasi.
  • Penjaminan wajib mencakup asuransi kredit dengan biaya BRI (silent basis); AJK diperkenankan opsional dengan beban debitur; penjaminan melalui BRISURF terintegrasi BRISpot.
  • Restrukturisasi mencakup perpanjangan hingga 24 bulan, grace period pokok hingga 12 bulan, atau kombinasi maksimal dua kali; penyelesaian dapat sekaligus atau diangsur enam bulan.
KupedesRp250 jutaRp500 jutaRPCBRISURFrestrukturisasi
Aturan

Halaman 21

Pelayanan debitur individual baru Kupedes >Rp250 juta

Untuk debitur individual baru Kupedes di atas Rp250 juta sampai Rp500 juta, materi memuat syarat khusus usaha dua tahun pada bidang yang sama, riwayat kolektibilitas lancar, tabungan dan transaksi aktif, serta ratas saldo tiga bulan minimal 75% dari angsuran yang diajukan.

  • Skema: plafon >Rp250 juta-Rp500 juta, maksimum 60 bulan, bunga 19,75%, angsuran bulanan, loan type 5S/5T/5U/5V, dan AJK wajib dengan premi dibayar debitur.
  • NPL Kupedes BRI Unit maksimal 3%; jika kualitas kredit baru memburuk menjadi SML, BRI Unit tidak diperkenankan melayani skema tersebut sampai persetujuan RCEO.
  • Materi mewajibkan Mantri melakukan LKN setelah tiga bulan pencairan dan pemutus melakukan OTS langsung ke tempat usaha; agunan tambahan wajib menutup minimum 100% pokok.
Kupedesdebitur baruRCEOLKNAJKOTS
Produk

Halaman 22

Kupedes Suku Bunga Khusus

Kupedes Suku Bunga Khusus dilaksanakan di BRI Unit dengan NPL Kupedes maksimal 3% pada akhir bulan sebelumnya; bila lebih, diperlukan izin prinsip RO, dan penyaluran terbatas sesuai kuota.

  • Debitur berasal dari pipeline, debitur existing yang sedang atau pernah memiliki pinjaman mikro, dan plafon pinjaman terakhir minimal Rp100 juta.
  • Plafon Rp150 juta-Rp500 juta total exposure dengan kenaikan maksimum 30% dari plafon sebelumnya; KMK/KI maksimum 60 bulan.
  • Bunga 16% anuitas/tahun; RPC maksimum 60%-80% untuk Rp150-Rp250 juta dan maksimum 60% untuk di atas Rp250 juta; loan type 8E untuk modal kerja dan 8F untuk investasi.
KupedesKSBKbunga khususRPCpipeline

Bab 4

Pinjaman Program Pemerintah

Bagian ini membahas KUR Mikro-Kecil dan Kredit Program Perumahan (KPP), terutama skema demand side.

Halaman 23–28

Produk

Halaman 24–25

Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro-Kecil

KUR adalah pembiayaan bagi individu dan/atau kelompok usaha yang produktif dan layak namun belum memiliki agunan tambahan atau agunan tambahannya belum mencukupi (unbankable).

  • Usaha produktif dan layak minimal telah berjalan enam bulan; tujuannya modal kerja atau investasi; materi merujuk PERMENKO No. 1 Tahun 2026.
  • KUR Mikro berplafon >Rp10 juta-Rp100 juta dan KUR Kecil >Rp100 juta-Rp500 juta.
  • KUR Mikro: KMK maksimal tiga tahun dan KI maksimal lima tahun; KUR Kecil: KMK maksimal empat tahun dan KI maksimal lima tahun.
  • Materi membedakan fitur bunga menurut sektor perdagangan tidak berorientasi ekspor, perdagangan berorientasi ekspor, dan sektor produksi; juga memuat syarat, NPWP, agunan, legalitas, serta catatan bahwa surat menjadi acuan bila ada perbedaan dengan materi PPT.
KURKUR MikroKUR KecilPERMENKOunbankable
Produk

Halaman 26

Kredit Program Perumahan (KPP)

KPP adalah kredit/pembiayaan investasi dan/atau modal kerja untuk usaha mikro, kecil, dan menengah berupa individu/perseorangan atau badan usaha guna mendukung pencapaian program prioritas bidang perumahan.

  • Program 3 Juta Rumah ditampilkan sebagai salah satu dari 77 Proyek Strategis Nasional periode 2025-2029.
  • Tujuan KPP mencakup dukungan dan peningkatan kapasitas UMKM pengembang, kontraktor, dan pedagang bahan bangunan; pembelian/pembangunan/renovasi rumah; serta penyerapan tenaga kerja dan kontribusi sektor perumahan.
  • Pembiayaan ditampilkan dalam dua skema: sisi penyediaan rumah (supply side) dan sisi permintaan rumah (demand side).
KPPProgram 3 Juta RumahPSNsupply sidedemand side
Produk

Halaman 27–28

KPP Demand Side

KPP Demand Side menyasar UMKM individu/perseorangan untuk pembelian, pembangunan, atau renovasi rumah guna mendukung kegiatan usaha.

  • Kategori UMKM yang ditampilkan: mikro sampai modal usaha Rp1 miliar dan hasil penjualan tahunan Rp2 miliar; kecil di atas Rp1-Rp5 miliar dan di atas Rp2-Rp15 miliar; menengah di atas Rp5-Rp10 miliar dan di atas Rp15-Rp50 miliar.
  • Jenis rumah yang dapat dibiayai: rumah tunggal/deret/susun, rumah produksi skala kecil, ruko, rukan, area komersial rumah susun, dan rumah usaha daring.
  • Ketentuan calon debitur mencakup usaha produktif minimal enam bulan, NPWP, NIB, hasil SLIK tanpa informasi negatif, tidak menerima KUR atau program pemerintah lain bersamaan, dan kredit komersial lancar diperbolehkan.
  • Skema investasi ini berplafon >Rp10 juta-Rp500 juta, maksimal lima tahun, bunga beban debitur 6% efektif per tahun, maksimal satu akad dengan akumulasi pencairan Rp500 juta.
KPPDemand SideUMKMSLIKNPWPNIB

Bab 5

PUMK dan Asuransi Mikro

Bagian ini menjelaskan pendanaan PUMK, alur kerja samanya, ragam asuransi mikro, dan pemasaran AMKKM Plus melalui BRISPOT.

Halaman 29–35

Produk

Halaman 30

Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK)

PUMK adalah bagian Program TJSL BUMN yang berfokus pada pembinaan dan pengembangan Usaha Mikro & Kecil untuk menumbuhkan kompetensi ekonomi masyarakat sekitar melalui pembiayaan lunak bagi usaha mikro dan koperasi.

  • Calon mitra binaan adalah WNI berpotensi/prospek usaha, dapat berusaha kurang dari enam bulan, memiliki surat keterangan usaha, tidak sedang menerima kredit modal kerja/investasi lain kecuali kredit konsumtif sesuai SLIK, dan tidak menerima PUMK BUMN lain.
  • Plafon maksimum Rp100 juta per mitra binaan, bunga 3% efektif per tahun atau sesuai Permen BUMN berlaku, tujuan modal kerja atau investasi, tanpa provisi dan administrasi.
  • Angsuran bulanan maksimal 36 bulan atau sekali lunas maksimal 12 bulan; agunan tambahan tidak wajib sampai Rp50 juta dan wajib di atas Rp50 juta sampai Rp100 juta.
PUMKTJSLBUMNmitra binaanpembiayaan lunak
Proses

Halaman 31

Flow Kerjasama PUMK

Flow kerjasama menunjukkan penyerahan dana BUMN ke BRI melalui Giro BRI dan Rekening IA Titipan masing-masing BUMN, lalu penyaluran PUMK oleh BRI Unit sesuai hasil asesmen kepada mitra binaan.

  • Tahapan yang ditampilkan: penandatanganan PKS, penandatanganan berita acara, penyetoran dana PUMK ke BRI sesuai nominal berita acara, penentuan plotting wilayah, input wilayah dan kuota di sistem, serta penyaluran dana PUMK.
  • BUMN wajib melakukan pembinaan kepada mitra binaan.
PUMKPKSberita acaraBRI Unitmitra binaan
Produk

Halaman 33–34

Produk asuransi mikro

Materi menampilkan AMKKM, ASMIK-Rumahku, ASMIK-Kerusakan Tempat Usaha, dan AMKKM Plus sebagai produk asuransi mikro.

  • AMKKM adalah program asuransi mikro kecelakaan, kesehatan, dan meninggal dunia dengan premi murah untuk manfaat santunan atas risiko kecelakaan maupun sakit.
  • ASMIK-Rumahku melindungi bangunan tempat tinggal atau tempat tinggal merangkap tempat usaha terhadap risiko yang dicantumkan; ASMIK-Kerusakan Tempat Usaha melindungi tempat usaha/gerobak berizin terhadap risiko yang dicantumkan.
  • AMKKM Plus menawarkan santunan rawat inap, kecelakaan, dan meninggal dunia; materi menampilkan premi Rp100 ribu dan Rp200 ribu, usia masuk minimal 15 hingga maksimal 64 tahun dengan ketentuan yang ditampilkan.
AMKKMASMIKRumahkuasuransi mikroAMKKM Plus
Proses

Halaman 35

Pemasaran AMKKM Plus melalui BRISPOT

Pemasaran AMKKM Plus melalui BRISPOT menu Dana & Transaksi dimulai dari Mantri menawarkan produk, menjelaskan ketentuan/manfaat, lalu menginput data peserta; calon peserta menerima notifikasi WhatsApp dan melakukan verifikasi melalui tautan.

  • Setelah kode OTP diverifikasi dan syarat disetujui, bukti kepesertaan dikirim BRILife melalui SMS; data keberhasilan dan premi didebet otomatis.
  • Peserta asuransi adalah pemegang polis/pihak yang membayar polis, sedangkan penerima manfaat dapat berbeda dari peserta; nomor HP harus aktif untuk menerima WhatsApp notifikasi.
  • Materi meminta peserta memiliki dana cukup pada rekening pilihan untuk pembelian asuransi mikro dan menyebut polis BRILIFE diinformasikan melalui SMS.
AMKKM PlusBRISPOTBRILifeOTPasuransi

Bab 6

Micro Business Ecosystem

Bagian ekosistem membahas delivery channel beyond channel, penguasaan ekosistem transaksi, micro payment, QRIS, BRI Merchant, Stroberi Kasir, BRI Smart Billing, dan BRILinkAgen.

Halaman 36–45

Strategi

Halaman 37

Delivery channel mikro beyond channel

Masa depan delivery channel Mikro dibangun menuju konsep beyond channel dengan prinsip hyperkolaborasi dan kemitraan, dengan journey berbasis kolaborasi, sharing resource, dan digital partnership melalui multiple touchpoint across channel.

  • Prinsip yang ditampilkan: layanan bank embedded dalam aktivitas masyarakat, shifting fixed cost menjadi variable cost, dan resource sharing dengan entitas pendukung ekosistem.
  • Peran co-location outlet meliputi ecosystem hub, literasi bisnis/digital, business matching, dan co-selling/cross-selling.
  • Partnership menggambarkan BRI Partner sebagai financial advisor, Bank Agent (Agen BRILink), dan Mitra UMi dalam wilayah kerja berbasis desa/kelurahan.
beyond channelhyperkolaborasipartnershipopen bankingdelivery channel
Strategi

Halaman 38

Fokus penguatan ekosistem

Penguasaan ekosistem menggunakan konsep rural saving dan empat langkah: pahami, identifikasi, kuasai, dan rawat.

  • Ekosistem transaksi dibagi menjadi Business to Business (B2B) dan Business to Consumer (B2C).
  • Identifikasi mencakup pelaku setiap layer, peta bisnis dan layanan keuangan, key person, serta titik mulai; penguasaan menggunakan pendekatan customer centric dan pemberdayaan sebagai pintu masuk.
  • Area produksi, konsumsi, serta menabung dan investasi diuraikan sebagai sumber transaksi; rawat berarti menjaga hubungan, aktif di kegiatan masyarakat, dan hadir sebagai business advisory.
ekosistemrural savingB2BB2Ckey personpemberdayaan
Strategi

Halaman 39

Closed loop ecosystem berbasis transaksi

Micro Payment hadir untuk mengakuisisi potensi transaksi melalui penguasaan transaksi dalam ekosistem dan diharapkan menghasilkan insight sebagai sumber pertumbuhan baru.

  • Materi menghubungkan Micro Payment dengan QRIS, Stroberi Kasir, BRILink Agen, BRI Merchant, dan BRI Smart Billing.
  • Profil nasabah mikro yang ditampilkan adalah cashflow cepat, jarak ke bank/ATM/CRM terdekat, dan aktivitas harian yang padat sehingga berbenturan dengan jam operasional bank.
  • Grafik menunjukkan peningkatan jumlah uang kartal beredar sepanjang 2025 sebagai potensi menangkap dana melalui alat akseptasi memadai.
Micro Paymentclosed looptransaksiQRISinsight
Layanan

Halaman 40

QRIS Micro

QRIS adalah standardisasi pembayaran QR Code dari Bank Indonesia untuk membuat transaksi lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya; manfaat yang ditampilkan adalah efisiensi dan fleksibilitas.

  • Merchant Presented Model menggunakan QR dari merchant yang dipindai pelanggan; Customer Presented Model menggunakan QR pelanggan yang dipindai merchant.
  • QRIS Statis menggunakan satu QR cetak berulang; QRIS Dinamis menggunakan QR berbeda/unik tiap transaksi dan kedaluwarsa setelah digunakan.
  • Materi menampilkan limit maksimum pembayaran Rp10 juta per transaksi, MDR 0% untuk Rp0-Rp500 ribu dan 0,3% untuk di atas Rp500 ribu, serta jadwal settlement hari yang sama atau esok hari menurut jam transaksi.
QRISQR CodeMDRsettlementmerchant
Layanan

Halaman 41

BRI Merchant

BRI Merchant adalah one stop app solution untuk pendaftaran merchant EDC dan QRIS BRI, penerimaan QRIS, monitoring transaksi real-time, laporan transaksi/settlement, dan penambahan outlet.

  • Fitur meliputi monitoring transaksi dan riwayat penjualan hingga tiga bulan, user management, voice notification, laporan transaksi dan settlement, QRIS dinamis, dan dana talangan berdasarkan loyalty points.
  • Manfaat untuk BRI yang ditampilkan: sumber pipeline, potensi New CIF, dan one stop solution.
BRI MerchantEDCQRISNew CIFsettlement
Layanan

Halaman 42

Stroberi Kasir

Stroberi Kasir adalah aplikasi POS Android untuk pencatatan transaksi, pengelolaan persediaan, order management, QRIS, tata kelola, dan administrasi usaha.

  • Manfaat: transaksi tercatat dan laporan historis dapat diunduh, pencatatan tunai/piutang lebih mudah, serta persediaan diperbarui pada setiap penjualan.
  • Fitur: riwayat transaksi dan cetak ulang struk, kelola produk/stok, laporan transaksi/pemasukan/pengeluaran/hutang-piutang/laba-rugi/stok/kas, pencatatan katalog atau manual, order ke supplier terdaftar, dan QRIS.
  • Contoh pengguna meliputi kios pangan, toko/warung kelontong, warung makan, laundry, pangkas rambut, kafe/warkop/warmindo, dan pedagang kaki lima.
Stroberi KasirPOSpersediaanQRISUMKM
Layanan

Halaman 43–44

BRI Smart Billing

BRI Smart Billing (BSB) adalah sistem billing management terpadu untuk seluruh tagihan/invoice yang memudahkan pelaku usaha mengelola dan memonitor piutang.

  • Biller adalah pembuat tagihan dan Billee penerima tagihan; penggunaan yang ditampilkan meliputi sewa tempat, arisan, iuran, koperasi, dan retribusi.
  • Manfaat: praktis melalui invoice upload, mudah mengakses banyak invoice dalam satu aplikasi, transparan dengan dashboard real-time, murah tanpa pengembangan/instalasi, aman, dan notifikasi real-time.
  • Fitur BSB WEB mencakup user management, billing management dan generate BRIVA, reporting, billing summary, informasi profil, serta pembayaran melalui BRI Virtual Account atau online acquiring.
BRI Smart BillingBSBBillerBilleeBRIVAinvoice

Referensi

Glosarium

NPL

Halaman 4–5

Kolektibilitas NPL ditampilkan sebagai salah satu indikator kualitas kredit Mikro.

Alias: Non-Performing Loan

SML

Halaman 3–5

Kolektibilitas SML ditampilkan sebagai indikator kualitas kredit Mikro dan menjadi fokus PIC di RO.

OTS

Halaman 8–10

On The Spot adalah kunjungan/pemeriksaan di tempat yang diwajibkan materi bagi pemutus pada konteks yang ditampilkan.

Alias: On The Spot

RPC

Halaman 16–22

RPC adalah parameter yang ditampilkan dalam proses dan ketentuan beberapa produk kredit, termasuk batas maksimum pada skema tertentu.

BRISPOT

Halaman 16, Halaman 35

BRISPOT adalah tools yang digunakan untuk proses bisnis pinjaman Mikro dan juga pemasaran AMKKM Plus.

PUMK

Halaman 30–31

Program pendanaan usaha mikro dan kecil yang merupakan bagian Program TJSL BUMN untuk pembinaan dan pengembangan Usaha Mikro & Kecil.

KUR

Halaman 24–25

Kredit Usaha Rakyat, pembiayaan bagi usaha produktif dan layak yang belum memiliki agunan tambahan atau agunan tambahannya belum mencukupi.

KPP

Halaman 26–28

Kredit Program Perumahan untuk mendukung program prioritas bidang perumahan bagi UMKM.

MDR

Halaman 40

Merchant Discount Rate adalah biaya yang dikenakan kepada merchant oleh penyelenggara jasa pembayaran untuk penerimaan transaksi QRIS.

Biller

Halaman 43–44

Pembuat tagihan dalam BRI Smart Billing.

Billee

Halaman 43–44

Penerima tagihan dalam BRI Smart Billing.

PPBK

Halaman 45

Petugas Penunjang Bisnis Keagenan, perpanjangan tangan BRI untuk membina BRILinkAgen.

Istilah

Akronim

NPL
Non-Performing Loan

Halaman 4–5

SML
Special Mention Loan

Halaman 3–5

Internet ↗
OTS
On The Spot

Halaman 8–10

KUR
Kredit Usaha Rakyat

Halaman 24–25

KPP
Kredit Program Perumahan

Halaman 26–28

PUMK
Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil

Halaman 30–31

AMKKM
Asuransi Mikro - Kecelakaan, Kesehatan dan Meninggal Dunia

Halaman 33–35

ASMIK
Asuransi Mikro

Halaman 33

QRIS
Quick Response Code Indonesian Standard

Halaman 40

MDR
Merchant Discount Rate

Halaman 40

PPBK
Petugas Penunjang Bisnis Keagenan

Halaman 45

Keterkaitan

Relasi antar-item

Indeks

Kata kunci dan entitas

Kata kunci

Micro BusinessBRIvolution Reignitetumbuh sehatMantriBRISPOTKupedesKupraKURKPPPUMKAsuransi MikroQRISBRI MerchantStroberi KasirBRI Smart BillingBRILinkAgenekosistem

Entitas

BRIBank IndonesiaBRILifeBUMNCEICRCEOBRI UnitSomasi CenterDanantara Indonesia

Pustaka

Sumber dan catatan ekstraksi

Berkas sumber
Materi BFLP Generalist - Micro Business.pdf
Bahasa
Campuran Indonesia dan Inggris
Grounding
Materi sumber + referensi internet pada akronim
Cakupan
Lengkap dengan catatan
SHA-256
41da1e429f4547349388caac9e4e9ec528bf7d01dc88d56b1f114dae121e2cc5
  • Semua 47 halaman PDF telah dirender dan ditinjau secara visual; halaman sampul, pemisah topik, umpan balik, dan penutup dicakup sebagai struktur tetapi tidak dibuat menjadi item pembelajaran tersendiri.
  • Teks hasil ekstraksi dipakai sebagai bantuan. Beberapa diagram, tabel padat, ikon, dan gambar alur memiliki teks kecil atau tata letak yang tidak sepenuhnya terbaca saat diekstrak; ringkasan mempertahankan informasi yang dapat dibaca dan diverifikasi secara visual tanpa menambahkan fakta luar sumber.
  • Halaman 25 secara eksplisit menyatakan bahwa bila terdapat perbedaan antara materi PPT dan isi surat, acuan adalah isi surat.
  • Ekspansi akronim yang tidak tersedia di materi diperkaya dari referensi internet resmi dan ditandai per entri melalui externalReference.