Daftar isi
Ringkasan
Tujuan pembelajaran
- Menjelaskan risiko dan empat sumber risiko operasional.
- Menerapkan urutan identifikasi, penilaian inherent dan residual risk, prioritisasi, mitigasi, serta pemantauan risiko.
- Membedakan perangkat MRO dan perannya dalam pengelolaan risiko.
- Menerapkan mindset risiko, Briefing-Verification-Coaching, dan pelaporan kelemahan pengendalian.
- Mengenali pelanggaran prosedur, pengendalian dokumen, pemisahan fungsi MCS, dan langkah menjaga integritas.
Bab 1
Landasan Risiko dan Organisasi
Bagian awal memperkenalkan Operational Risk Group, arti risiko, hubungan cause-risk-effect, prinsip bahwa risiko perlu dipahami untuk pengambilan keputusan, dan posisi risiko operasional dalam risiko perbankan.
Slide 1–11
Slide 2–4
Struktur Operational Risk Group
Operational Risk Group berada dalam struktur Direktorat Manajemen Risiko. Organisasi ORD mencakup fungsi Strategy Tools & Analytics, Oversight & Assessment, ICOFR, BCM & K3, serta dukungan pengendalian dan manajemen risiko untuk kanal luar negeri dan unit terkait.
- Struktur Direktorat Manajemen Risiko menempatkan Operational Risk Group bersama kelompok risiko dan fungsi pengendalian lain.
- Struktur ORD memperlihatkan fungsi kebijakan dan metodologi, analitik data dan strategi, awareness dan prevention, BCM, crisis management, serta internal control.
Slide 5–7
Pengertian risiko
Risiko dijelaskan sebagai ketidakpastian atau kemungkinan suatu peristiwa yang berdampak pada tujuan. Dalam KUMR BRI, risiko adalah keadaan, peristiwa, atau kejadian ketidakpastian di masa depan yang berdampak pada tujuan strategis perusahaan.
- Slide membandingkan definisi dari KBBI, Herman Darmawi, Hanafi, COSO, A. Abas Salim, ISO 31000:2018, dan KUMR BRI.
- Risiko diposisikan sebagai sesuatu yang harus disadari, bukan diabaikan.
Slide 6–8
Hubungan cause, risk, dan effect
Identifikasi risiko dilakukan dengan menghubungkan penyebab (cause), kejadian risiko (risk), dan dampak (effect). Contoh perjalanan ke tempat kerja menunjukkan bahwa penyebab seperti perilaku berkendara dapat memicu kecelakaan dan menghasilkan dampak kerugian, bahaya, atau tidak tercapainya target.
- Kerangka cause-risk-effect juga dipakai untuk mengelompokkan sumber risiko operasional pada people, process, system, dan external.
- Peserta diminta mengaitkan kejadian sehari-hari dengan risiko dan dampaknya.
Slide 9–10
Manajemen risiko sebagai dukungan keputusan
Materi menegaskan bahwa manajemen risiko bukan tentang menghindari risiko, melainkan memahami dan mengambilnya secara cerdas; juga bukan rem, melainkan alat untuk mengarahkan strategi dan mendukung keputusan yang lebih baik.
- Risiko dipandang sebagai bagian alami dari bisnis yang perlu dikelola untuk menciptakan nilai.
- Pandangan ini dikaitkan dalam materi dengan kutipan Michel Crouhy dan Robert Mark.
Slide 11
Kategori risiko perbankan
Materi mengelompokkan risiko perbankan menjadi risiko kredit, pasar, likuiditas, hukum, reputasi, kepatuhan, strategik, dan operasional; serta menyebut risiko asuransi dan risiko intra-group sebagai dua risiko lain.
- Risiko operasional dicontohkan melalui human error, fraud, bencana alam, vandalisme, dan kegagalan sistem.
- Kategori lain diberi contoh seperti NPL untuk risiko kredit dan ketidakmampuan memenuhi kewajiban jatuh tempo untuk risiko likuiditas.
Bab 2
Risiko Operasional, Dampak, dan Pengendalian
Bagian ini mendefinisikan risiko operasional, menelaah penyebab dan dampaknya, lalu menghubungkan pengendalian harian dengan pendekatan preventive dan mitigative pada Bow-Tie Model.
Slide 12–16
Slide 12
Definisi risiko operasional
Risiko operasional adalah risiko akibat ketidakcukupan atau tidak berfungsinya proses internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem, dan/atau kejadian eksternal yang memengaruhi operasional bank.
- Definisi pada materi merujuk POJK 18/POJK.03/2016.
- Risiko operasional dapat memicu risiko lain, termasuk keluhan reputasi, gugatan hukum, atau kredit bermasalah.
Slide 12–13
Empat sumber risiko operasional
Sumber risiko operasional adalah people, process, system & technology, dan external. Setiap sumber dicontohkan melalui kesalahan atau penyalahgunaan manusia, prosedur yang tidak memadai, sistem yang gagal atau tidak aman, serta kejadian di luar kendali bank.
- Contoh people: teller salah transfer dan petugas tidak melakukan survei usaha debitur.
- Contoh process: tidak ada segregation of duty atau SOP tidak mengikuti kebijakan regulator.
- Contoh system: mobile banking rentan malware atau e-banking down pada hari gajian.
- Contoh external: pandemi menghambat operasional cabang atau gempa merusak data center.
Slide 14
Dampak risiko operasional
Dampak risiko operasional dapat berupa kerugian finansial langsung, seperti penggantian dana nasabah, denda, dan biaya perbaikan, maupun kerugian non-finansial seperti reputasi, kepercayaan, dan sanksi regulator.
- Satu kejadian risiko dapat menghasilkan satu atau lebih jenis kerugian, baik finansial maupun non-finansial.
Slide 15
Pengendalian risiko dalam aktivitas harian
Materi memberi contoh pengendalian sebelum, selama, dan setelah aktivitas kerja: briefing dan berbagi isu, pemeriksaan awal, perencanaan dan register serah-terima; verifikasi transaksi serta dokumen, penjagaan kredensial dan dokumen; lalu pemeriksaan akhir, opname, backup data, pengamanan terminal, dan pelaporan isu.
- Pemeriksaan validitas dan kelengkapan dokumen serta perlindungan user/password disebut sebagai pengendalian selama aktivitas.
- Materi menggunakan butterfly effect untuk mengingatkan bahwa kelemahan atau kejadian kecil dapat memicu kerugian besar di kemudian hari.
Slide 16
Bow-Tie Model: preventive dan mitigative
Pada Bow-Tie Model, preventive control diarahkan untuk mencegah risiko, sedangkan mitigative control diarahkan untuk menghilangkan atau mengurangi dampak. Pendekatan ini menempatkan pengelolaan risiko sebagai penguatan yang proaktif dan terstruktur.
- Materi mengaitkan model ini dengan ISO 31000 dan menampilkan ilustrasi kerugian risiko operasional BRI pada 2024.
Bab 3
Kerangka MRO dan Penilaian Risiko
Bagian ini menjelaskan kerangka MRO, risk capacity/appetite/tolerance, tahapan penilaian risiko, peta risiko, zona rencana aksi, dan latihan analisis kasus.
Slide 17–23
Slide 17
Kerangka Manajemen Risiko Operasional
Kerangka MRO adalah pedoman untuk mencapai tujuan perusahaan dengan perangkat RCSA, KRI, dan LED yang ditopang people, culture, system, dan assurance. Kerangka tersebut mengaitkan strategi bisnis, tata kelola, dan enabler dengan risk appetite dan pengukuran risiko operasional.
- Materi menampilkan risk appetite operasional: rasio operational losses terhadap operational income 1,20% dan frekuensi fraud maksimum 924 kejadian dalam moving tiga bulan.
- KRI mencakup karakteristik dan kompleksitas bisnis, SDM, TI, fraud, kejadian eksternal, dan KPI.
Slide 18
Risk capacity, appetite, tolerance, dan target
Risk capacity adalah risiko maksimum yang dapat diserap BRI dengan mempertimbangkan modal dan batas regulator; risk appetite adalah tingkat risiko maksimum yang bersedia diterima untuk mencapai tujuan; risk tolerance adalah deviasi yang masih dapat diterima; dan risk target adalah tingkat serta jenis risiko yang ditetapkan BRI.
- Risk target tercermin dalam Rencana Jangka Panjang dan Rencana Bisnis Bank serta mencakup seluruh risiko operasional material.
- Materi menunjukkan respons seperti contingency plan, BCM/CFP/RP, mitigasi, recovery plan, dan transfer kepada pihak ketiga sesuai posisi risiko terhadap batas tersebut.
Slide 19
Tahapan penilaian risiko operasional
Tahapan yang diberikan adalah: identifikasi risiko; penilaian dampak dan kemungkinan; penetapan inherent risk sebelum pengendalian; evaluasi pengendalian yang ada; penetapan residual risk; prioritisasi melalui ranking atau heatmap; rencana mitigasi; serta pemantauan dan pelaporan insiden atau temuan.
- Penilaian sumber risiko dimulai dari proses internal, manusia, sistem, dan kejadian eksternal.
Slide 20–21
Risk map dan zona rencana aksi
Peta risiko menilai likelihood dan impact dari sangat rendah sampai sangat tinggi untuk inherent dan residual risk. Zona aksi mengarahkan risiko berdampak dan berpeluang tinggi untuk dihindari, berdampak tinggi namun berpeluang rendah untuk ditransfer, berpeluang tinggi namun berdampak rendah untuk dimitigasi, serta risiko rendah dalam toleransi yang disetujui untuk diterima.
- Rencana aksi dan pengendalian ditampilkan sebagai sarana menurunkan probabilitas atau kerugian risiko.
Slide 22–23
Latihan analisis risiko
Latihan kelompok meminta peserta memilih aktivitas, menemukan risk event dan root cause serta klasifikasinya, memberi inherent rating, menentukan control dan residual rating, memilih top risk dan zona aksi, lalu menyusun action plan serta evaluasi efektivitasnya.
- Keluaran latihan mencakup aktivitas inti, event dan akar penyebab, risk map, pengendalian untuk setiap root cause, top risk, zona, action plan, dan evaluasi efektivitas.
- Kategori dampak dan kemungkinan menggunakan sangat rendah, rendah, menengah, tinggi, dan sangat tinggi.
Bab 4
Perangkat dan Alur MRO
Bagian ini menguraikan perangkat MRO dan alur dari Risk & Control Library hingga monitoring dan pelaporan.
Slide 24–25
Slide 24
Perangkat MRO
Perangkat MRO meliputi RCSA untuk identifikasi dan pengukuran dampak serta kemungkinan secara kualitatif dan prediktif; KRI untuk pemantauan indikator, threshold, dan early warning; LED/MI untuk pencatatan loss atau incident dari ditemukan hingga selesai; Forum MR; dan maturity assessment.
- Forum MR memfasilitasi pembahasan masalah dan pengelolaan risiko dalam unit kerja melalui komunikasi pimpinan, fungsi MR, dan pejabat terkait.
- Maturity assessment menilai kematangan penerapan manajemen risiko di unit kerja.
Slide 25
Alur penggunaan perangkat MRO
Alur perangkat MRO dimulai dari identifikasi dengan Risk & Control Library (RCL), lalu pengukuran RCSA melalui inherent risk map, efektivitas pengendalian, dan residual risk map; dilanjutkan treatment melalui LED dan KRI/action plan; kemudian monitoring dan reporting.
- Action planning management menghubungkan tindak lanjut LED dan KRI dengan tahap treatment.
Bab 5
Budaya Risiko, Mindset, dan Awareness
Bagian ini membangun budaya sadar risiko melalui perjalanan budaya, prinsip mindset ABCDEF, Briefing-Verification-Coaching, tindak lanjut kelemahan, dan kampanye awareness.
Slide 26–32
Slide 26–28
Perjalanan budaya risiko
Budaya risiko bergerak dari dipaksa, terpaksa, terbiasa, hingga menjadi budaya. Perjalanan ini membutuhkan kepemimpinan, tata kelola dan organisasi, norma operasi, komunikasi, talent management, serta teknologi dan infrastruktur.
- Tahap awal menekankan pengawalan proses yang benar, awareness, e-learning, sertifikasi, briefing, verifikasi, dan coaching.
- Tahap berikutnya menekankan penerapan konsisten, asesmen risiko sistemik, monitoring efektivitas mitigasi, speak up atas fraud atau gaming, serta berbagi lesson learned.
Slide 29
Risk Mindset ABCDEF
Mindset risiko meliputi: sadar bahwa risiko ada; percaya bahwa risiko dapat dikelola; fokus pada risiko terpenting; melihat risiko sebagai peluang dan ancaman; menerima bahwa semua orang bertanggung jawab; dan bertindak cepat secara proaktif.
- Peluang dikejar setelah ancaman telah dikelola dengan mitigasi yang cukup.
- Kepemilikan risiko oleh setiap personel ditujukan untuk memperkuat sinergi.
Slide 30
Briefing, Verification, Coaching (BVC)
BVC terdiri dari briefing interaktif untuk sosialisasi dan sharing, verification untuk memastikan kontrol serta menemukan kelemahan dan peluang perbaikan, dan coaching untuk memperdalam pemahaman serta membantu pejabat memperbaiki kelemahan sesuai ketentuan.
- Materi briefing mencakup concern management, ketentuan terbaru, risk awareness, SAF, BCM, budaya kepatuhan, conflict of interest, dan etika.
Slide 31
Tindak lanjut kelemahan pengendalian
Bila menemukan kelemahan, materi mengarahkan untuk melaporkan, mendokumentasikan, mengevaluasi, memperbaiki, dan memantau. Pencatatan dapat menggunakan LED, register/BA, atau Forum MR; analisis perbaikan menggunakan 5W2H; dan pimpinan unit kerja serta fungsi MR memantau agar kejadian tidak berulang.
- Saluran pelaporan dapat melalui atasan, lini kedua, lini ketiga, atau pihak lain terkait.
Slide 32
Kampanye risk awareness
Kampanye mencakup landing page Bristars, BRILian Sadar Risiko melalui morning briefing mingguan, video campaign, Risk In News dan Katalog Risk Awareness, webinar Risk Upgrade Series/ORKESTRA, serta fraud awareness.
- ORKESTRA merupakan Obrolan Keren Sore-Sore Untuk Tingkatkan Risk Awareness.
- Materi kampanye membahas ketentuan terbaru, proses bisnis kritikal, mitigasi, top fraud event, penyebab, kelemahan, dan kontrol pencegahan.
Bab 6
Pelanggaran Prosedur, Dokumen, dan Integritas
Bagian penutup mengidentifikasi contoh pelanggaran prosedur, pengendalian dokumen dan pembukuan, pemisahan fungsi Maker-Checker-Signer, serta pengenalan dan penanganan gratifikasi.
Slide 33–48
Slide 33
Pelanggaran prosedur kredit
Contoh pelanggaran meliputi pemberian kredit di luar kapasitas debitur, tidak melakukan verifikasi langsung, tidak memantau penggunaan kredit atau kualitas pinjaman, dokumen tidak sesuai ketentuan, menerima gratifikasi, dan KPI gaming.
- Materi juga mencantumkan pelanggaran terkait asuransi agunan, restrukturisasi atau hapus buku, OTS/verifikasi, dan penggunaan cash collateral.
Slide 34
Pelanggaran dana dan transaksi
Contoh pelanggaran mencakup membantu transaksi mencurigakan, penyalahgunaan akses atau data nasabah/merchant, transaksi atau rekening/QRIS fiktif, penyalahgunaan dana simpanan, mis-selling, kesalahan KYC, dan pungutan biaya tanpa kewenangan.
- Materi menegaskan bahwa pelanggaran prosedur meningkatkan risiko operasional, hukum, kepatuhan, dan reputasi.
Slide 35
Pelanggaran prosedur operasional
Contoh pelanggaran operasional meliputi pembukaan rekening atau perubahan data tanpa kehadiran nasabah, transaksi tanpa underlying, penyimpanan dokumen yang tidak sesuai, tidak melakukan cash opname, kunci tanpa dual control, berbagi password/PIN, dan membiarkan pelanggaran unit kerja.
- Materi mengaitkan pelanggaran ini dengan peningkatan risiko fraud.
Slide 36
Internal control dan budaya speak up
Pertumbuhan BRI yang berkelanjutan memerlukan internal control yang memadai dalam setiap aktivitas, yang ditumbuhkan melalui Culture Leader, kesadaran risiko, dan budaya speak up.
- Materi menekankan pelaporan dan pencegahan sebagai bagian dari budaya sadar risiko.
Slide 37–39
Pengendalian dokumen sumber dan pembukuan
Setiap transaksi harus memiliki dokumen sumber yang terkait, diperiksa dengan mencocokkan dokumen asli oleh petugas dan pejabat MCS, serta dijelaskan pada nota pembukuan/media lain secara jelas dan benar. Bukti pembayaran atau kuitansi elektronik/nonfisik harus dicetak dan dibukukan paling lambat H+10 hari kerja.
- Dokumen sumber yang terpisah dari nota pembukuan harus diparaf atau ditandatangani MCS oleh petugas/pejabat yang memprakarsai pembukuan.
- Nota pembukuan harus lengkap; bukti pembukuan memerlukan tapak atau bentuk validasi lain dan tanda tangan MCS.
- Pembetulan dokumen dilakukan dengan mencoret data salah dan menggantinya tanpa menghilangkan data salah/renvoi, dengan paraf atau tanda tangan sesuai jenis dokumen.
- Untuk transaksi time out, petugas pembuku mencatat data transaksi dan membubuhkan paraf bersama atasan.
Slide 37–40
Pemisahan fungsi Maker, Checker, dan Signer
Pada proses pembukuan dan transaksi, fungsi Maker tidak boleh dirangkap oleh fungsi Checker atau Signer. Fungsi Checker dapat dirangkap oleh fungsi Signer sesuai kewenangan yang diberikan.
- Materi menempatkan Maker, Checker, dan Signer sebagai salah satu hal yang harus dipastikan dalam proses transaksi.
Slide 41–44
Gratifikasi bukan rezeki
Materi mengingatkan bahwa gratifikasi bukan rezeki dan mengaitkannya dengan ketentuan anti-penyuapan dan pengendalian gratifikasi. Gratifikasi didefinisikan sebagai pemberian dalam arti luas, dengan atau tanpa sarana elektronik.
- Ciri yang disebutkan antara lain terkait jabatan/posisi, bersifat inventif, tidak diminta, dan disamarkan dalam kebiasaan, budaya, atau praktik bisnis.
- Bentuk pemberian yang ditampilkan meliputi uang, pinjaman tanpa bunga, perjalanan wisata, barang, tiket perjalanan, pengobatan cuma-cuma, diskon, penginapan, komisi, dan lainnya.
Slide 45–46
Tiga langkah menjaga integritas
Tiga langkah yang disampaikan adalah menolak gratifikasi, bertanya apabila gratifikasi telah telanjur diterima, dan melaporkan setiap penerimaan atau penolakan gratifikasi. Materi menampilkan batas pelaporan maksimum 30 hari kerja sejak diterima.
- Contoh yang perlu dihindari mencakup pemberian dari notaris, tanda terima kasih dari debitur, dan tiket liburan dari vendor.
- Materi mengaitkan pilihan menjauhi tindakan menyimpang dengan dampak pada diri sendiri, keluarga, dan orang terdekat serta menekankan amanah, jujur, dan integritas.
Slide 47–48
Penutup Operational Risk Group
Slide penutup menampilkan ucapan terima kasih dan identitas Operational Risk Group.
- Slide 47 hanya memuat identitas Operational Risk Group tanpa materi pembelajaran substantif.
Referensi
Glosarium
Risiko
Slide 7
Ketidakpastian atau kemungkinan peristiwa yang berdampak pada tujuan; KUMR BRI menyebutnya keadaan, peristiwa, atau kejadian ketidakpastian di masa depan yang berdampak pada tujuan strategis perusahaan.
Cause
Slide 8
Penyebab yang dapat memicu kejadian risiko.
Risk event
Slide 23
Kejadian risiko yang dianalisis bersama root cause dan klasifikasinya dalam latihan kelompok.
Effect
Slide 8
Dampak atau akibat dari suatu kejadian risiko.
Risiko operasional
Slide 12
Risiko akibat ketidakcukupan atau tidak berfungsinya proses internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem, dan/atau kejadian eksternal yang memengaruhi operasional bank.
Inherent risk
Slide 19
Risiko sebelum mempertimbangkan pengendalian yang ada.
Residual risk
Slide 19
Risiko yang ditetapkan setelah evaluasi pengendalian yang ada.
Risk map
Slide 20
Peta yang menilai impact dan likelihood untuk inherent dan residual risk.
Risk capacity
Slide 18
Risiko maksimum yang dapat diserap BRI dengan memperhatikan modal dan batas regulator.
Risk appetite
Slide 18
Tingkat risiko maksimum yang bersedia diterima BRI dalam mencapai tujuan.
Risk tolerance
Slide 18
Deviasi dari target risiko yang masih dapat diterima.
RCSA
Slide 24
Perangkat MRO untuk mengidentifikasi dan mengukur dampak serta kemungkinan secara kualitatif dan prediktif.
KRI
Slide 24
Perangkat untuk memantau risiko melalui indikator, threshold, dan early warning atas tren risiko.
LED/MI
Slide 24
Perangkat pencatatan loss atau incident dari saat ditemukan hingga selesai.
Forum MR
Slide 24
Forum yang memfasilitasi pembahasan masalah dan pengelolaan risiko pada unit kerja.
Maturity assessment
Slide 24
Penilaian atas kematangan penerapan manajemen risiko di unit kerja.
Risk & Control Library
Slide 25
Perangkat yang digunakan pada tahap identifikasi dalam alur MRO.
Alias: RCL
Action plan
Slide 21–23
Rencana aksi untuk penanganan top risk, termasuk metode evaluasi efektivitasnya.
Risk mindset
Slide 29
Pola pikir untuk menyadari dan mengelola risiko, memprioritaskan yang penting, bertanggung jawab, dan bertindak cepat.
BVC
Slide 30
Briefing, Verification, Coaching: pengendalian melalui sosialisasi, pengujian kontrol, dan pendalaman pemahaman/perbaikan.
5W2H
Slide 31
Kerangka analisis perbaikan yang mencakup What, When, Where, Why, Who, How, dan How Much.
MCS
Slide 40
Maker, Checker, dan Signer pada proses pembukuan dan transaksi, dengan larangan perangkapan fungsi Maker oleh Checker atau Signer.
Gratifikasi
Slide 42
Pemberian dalam arti luas yang dilakukan dengan menggunakan sarana elektronik atau tanpa sarana elektronik.
Istilah
Akronim
- BFLP
- BRILian Future Leader Program
- MRO
- Manajemen Risiko Operasional
- KRI
- Key Risk Indicator
- RAS
- Risk Appetite Statement
- BCM
- Business Continuity Management
- BVC
- Briefing, Verification, Coaching
- ORKESTRA
- Obrolan Keren Sore-Sore Untuk Tingkatkan Risk Awareness
- MCS
- Maker, Checker, dan Signer
Slide 1
Slide 12
Slide 17
Slide 17
Slide 4
Slide 30
Slide 32
Slide 40
Keterkaitan
Relasi antar-item
Slide 8–13
Slide 12–14
Slide 15–16
Slide 17–24
Slide 19–21
Slide 22–23
Slide 24–25
Slide 27–29
Slide 29–30
Slide 24–31
Slide 27–32
Slide 33–35
Slide 34
Slide 35
Slide 15–39
Slide 37–40
Slide 41–45
Slide 36–46
Indeks
Kata kunci dan entitas
Kata kunci
Entitas
Pustaka
Sumber dan catatan ekstraksi
- Berkas sumber
- Materi BFLP Generalist - Operational Risk Management.pptx
- Bahasa
- Campuran Indonesia dan Inggris
- Grounding
- Hanya materi sumber
- Cakupan
- Lengkap dengan catatan
- SHA-256
- ed8129caaedc9dcc105bf2c67314499829306c0b857387d34283ee9e40f8b28d
- Seluruh 48 slide ditelaah melalui struktur PPTX dan teks; speaker notes yang tersedia juga diperiksa.
- Slide 37-46 terutama menyimpan materi sebagai gambar penuh; materi tersebut ditelaah secara visual pada ukuran penuh.
- Slide 15 disembunyikan dan tidak muncul dalam render 47 halaman LibreOffice; slide 15 asli diperiksa langsung dari PPTX. Halaman render 15-47 bersesuaian dengan slide asli 16-48.
- Beberapa singkatan yang muncul tanpa kepanjangan eksplisit pada deck tidak diperluas dalam data ini.
