Lewati ke konten utama

Pencarian global

Pencarian secara global yang mencakup seluruh 52 materi. Tekan Ctrl K untuk fokus.

Ketik minimal dua karakter untuk mencari.

Semua materi
pptx48 slideLengkap dengan catatan

Operational Risk Management

Materi membahas pengelolaan risiko operasional di BRI: konsep risiko, sumber dan dampak risiko operasional, kerangka serta perangkat MRO, penilaian dan tindak lanjut risiko, budaya sadar risiko, pengendalian aktivitas harian, dokumen pembukuan, dan integritas terkait gratifikasi.

6
Bab
31
Item
23
Glosarium
Daftar isi

Ringkasan

Tujuan pembelajaran

  • Menjelaskan risiko dan empat sumber risiko operasional.
  • Menerapkan urutan identifikasi, penilaian inherent dan residual risk, prioritisasi, mitigasi, serta pemantauan risiko.
  • Membedakan perangkat MRO dan perannya dalam pengelolaan risiko.
  • Menerapkan mindset risiko, Briefing-Verification-Coaching, dan pelaporan kelemahan pengendalian.
  • Mengenali pelanggaran prosedur, pengendalian dokumen, pemisahan fungsi MCS, dan langkah menjaga integritas.
risiko dan risiko operasionalkerangka Manajemen Risiko Operasional (MRO)identifikasi, penilaian, dan mitigasi risikoRCSA, KRI, LED, dan perangkat MRObudaya dan mindset risikopengendalian prosedur, dokumen, dan MCSgratifikasi dan integritas

Bab 1

Landasan Risiko dan Organisasi

Bagian awal memperkenalkan Operational Risk Group, arti risiko, hubungan cause-risk-effect, prinsip bahwa risiko perlu dipahami untuk pengambilan keputusan, dan posisi risiko operasional dalam risiko perbankan.

Slide 1–11

Peran

Slide 2–4

Struktur Operational Risk Group

Operational Risk Group berada dalam struktur Direktorat Manajemen Risiko. Organisasi ORD mencakup fungsi Strategy Tools & Analytics, Oversight & Assessment, ICOFR, BCM & K3, serta dukungan pengendalian dan manajemen risiko untuk kanal luar negeri dan unit terkait.

  • Struktur Direktorat Manajemen Risiko menempatkan Operational Risk Group bersama kelompok risiko dan fungsi pengendalian lain.
  • Struktur ORD memperlihatkan fungsi kebijakan dan metodologi, analitik data dan strategi, awareness dan prevention, BCM, crisis management, serta internal control.
organisasiOperational Risk GroupORD
Konsep

Slide 5–7

Pengertian risiko

Risiko dijelaskan sebagai ketidakpastian atau kemungkinan suatu peristiwa yang berdampak pada tujuan. Dalam KUMR BRI, risiko adalah keadaan, peristiwa, atau kejadian ketidakpastian di masa depan yang berdampak pada tujuan strategis perusahaan.

  • Slide membandingkan definisi dari KBBI, Herman Darmawi, Hanafi, COSO, A. Abas Salim, ISO 31000:2018, dan KUMR BRI.
  • Risiko diposisikan sebagai sesuatu yang harus disadari, bukan diabaikan.
risikoketidakpastiantujuan
Proses

Slide 6–8

Hubungan cause, risk, dan effect

Identifikasi risiko dilakukan dengan menghubungkan penyebab (cause), kejadian risiko (risk), dan dampak (effect). Contoh perjalanan ke tempat kerja menunjukkan bahwa penyebab seperti perilaku berkendara dapat memicu kecelakaan dan menghasilkan dampak kerugian, bahaya, atau tidak tercapainya target.

  • Kerangka cause-risk-effect juga dipakai untuk mengelompokkan sumber risiko operasional pada people, process, system, dan external.
  • Peserta diminta mengaitkan kejadian sehari-hari dengan risiko dan dampaknya.
causerisk eventeffectidentifikasi risiko
Strategi

Slide 9–10

Manajemen risiko sebagai dukungan keputusan

Materi menegaskan bahwa manajemen risiko bukan tentang menghindari risiko, melainkan memahami dan mengambilnya secara cerdas; juga bukan rem, melainkan alat untuk mengarahkan strategi dan mendukung keputusan yang lebih baik.

  • Risiko dipandang sebagai bagian alami dari bisnis yang perlu dikelola untuk menciptakan nilai.
  • Pandangan ini dikaitkan dalam materi dengan kutipan Michel Crouhy dan Robert Mark.
pengambilan keputusanstrateginilai
Risiko

Slide 11

Kategori risiko perbankan

Materi mengelompokkan risiko perbankan menjadi risiko kredit, pasar, likuiditas, hukum, reputasi, kepatuhan, strategik, dan operasional; serta menyebut risiko asuransi dan risiko intra-group sebagai dua risiko lain.

  • Risiko operasional dicontohkan melalui human error, fraud, bencana alam, vandalisme, dan kegagalan sistem.
  • Kategori lain diberi contoh seperti NPL untuk risiko kredit dan ketidakmampuan memenuhi kewajiban jatuh tempo untuk risiko likuiditas.
risiko perbankankreditpasarlikuiditasoperasional

Bab 2

Risiko Operasional, Dampak, dan Pengendalian

Bagian ini mendefinisikan risiko operasional, menelaah penyebab dan dampaknya, lalu menghubungkan pengendalian harian dengan pendekatan preventive dan mitigative pada Bow-Tie Model.

Slide 12–16

Risiko

Slide 12

Definisi risiko operasional

Risiko operasional adalah risiko akibat ketidakcukupan atau tidak berfungsinya proses internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem, dan/atau kejadian eksternal yang memengaruhi operasional bank.

  • Definisi pada materi merujuk POJK 18/POJK.03/2016.
  • Risiko operasional dapat memicu risiko lain, termasuk keluhan reputasi, gugatan hukum, atau kredit bermasalah.
risiko operasionalMROPOJK
Risiko

Slide 12–13

Empat sumber risiko operasional

Sumber risiko operasional adalah people, process, system & technology, dan external. Setiap sumber dicontohkan melalui kesalahan atau penyalahgunaan manusia, prosedur yang tidak memadai, sistem yang gagal atau tidak aman, serta kejadian di luar kendali bank.

  • Contoh people: teller salah transfer dan petugas tidak melakukan survei usaha debitur.
  • Contoh process: tidak ada segregation of duty atau SOP tidak mengikuti kebijakan regulator.
  • Contoh system: mobile banking rentan malware atau e-banking down pada hari gajian.
  • Contoh external: pandemi menghambat operasional cabang atau gempa merusak data center.
peopleprocesssystemexternal
Risiko

Slide 14

Dampak risiko operasional

Dampak risiko operasional dapat berupa kerugian finansial langsung, seperti penggantian dana nasabah, denda, dan biaya perbaikan, maupun kerugian non-finansial seperti reputasi, kepercayaan, dan sanksi regulator.

  • Satu kejadian risiko dapat menghasilkan satu atau lebih jenis kerugian, baik finansial maupun non-finansial.
kerugian finansialreputasisanksi regulator
Kontrol

Slide 15

Pengendalian risiko dalam aktivitas harian

Materi memberi contoh pengendalian sebelum, selama, dan setelah aktivitas kerja: briefing dan berbagi isu, pemeriksaan awal, perencanaan dan register serah-terima; verifikasi transaksi serta dokumen, penjagaan kredensial dan dokumen; lalu pemeriksaan akhir, opname, backup data, pengamanan terminal, dan pelaporan isu.

  • Pemeriksaan validitas dan kelengkapan dokumen serta perlindungan user/password disebut sebagai pengendalian selama aktivitas.
  • Materi menggunakan butterfly effect untuk mengingatkan bahwa kelemahan atau kejadian kecil dapat memicu kerugian besar di kemudian hari.
pengendalian harianverifikasiserah-terimabutterfly effect
Strategi

Slide 16

Bow-Tie Model: preventive dan mitigative

Pada Bow-Tie Model, preventive control diarahkan untuk mencegah risiko, sedangkan mitigative control diarahkan untuk menghilangkan atau mengurangi dampak. Pendekatan ini menempatkan pengelolaan risiko sebagai penguatan yang proaktif dan terstruktur.

  • Materi mengaitkan model ini dengan ISO 31000 dan menampilkan ilustrasi kerugian risiko operasional BRI pada 2024.
Bow-Tie Modelpreventive controlmitigative control

Bab 3

Kerangka MRO dan Penilaian Risiko

Bagian ini menjelaskan kerangka MRO, risk capacity/appetite/tolerance, tahapan penilaian risiko, peta risiko, zona rencana aksi, dan latihan analisis kasus.

Slide 17–23

Proses

Slide 17

Kerangka Manajemen Risiko Operasional

Kerangka MRO adalah pedoman untuk mencapai tujuan perusahaan dengan perangkat RCSA, KRI, dan LED yang ditopang people, culture, system, dan assurance. Kerangka tersebut mengaitkan strategi bisnis, tata kelola, dan enabler dengan risk appetite dan pengukuran risiko operasional.

  • Materi menampilkan risk appetite operasional: rasio operational losses terhadap operational income 1,20% dan frekuensi fraud maksimum 924 kejadian dalam moving tiga bulan.
  • KRI mencakup karakteristik dan kompleksitas bisnis, SDM, TI, fraud, kejadian eksternal, dan KPI.
MRORCSAKRILEDrisk appetite
Konsep

Slide 18

Risk capacity, appetite, tolerance, dan target

Risk capacity adalah risiko maksimum yang dapat diserap BRI dengan mempertimbangkan modal dan batas regulator; risk appetite adalah tingkat risiko maksimum yang bersedia diterima untuk mencapai tujuan; risk tolerance adalah deviasi yang masih dapat diterima; dan risk target adalah tingkat serta jenis risiko yang ditetapkan BRI.

  • Risk target tercermin dalam Rencana Jangka Panjang dan Rencana Bisnis Bank serta mencakup seluruh risiko operasional material.
  • Materi menunjukkan respons seperti contingency plan, BCM/CFP/RP, mitigasi, recovery plan, dan transfer kepada pihak ketiga sesuai posisi risiko terhadap batas tersebut.
risk capacityrisk appetiterisk tolerancerisk target
Proses

Slide 19

Tahapan penilaian risiko operasional

Tahapan yang diberikan adalah: identifikasi risiko; penilaian dampak dan kemungkinan; penetapan inherent risk sebelum pengendalian; evaluasi pengendalian yang ada; penetapan residual risk; prioritisasi melalui ranking atau heatmap; rencana mitigasi; serta pemantauan dan pelaporan insiden atau temuan.

  • Penilaian sumber risiko dimulai dari proses internal, manusia, sistem, dan kejadian eksternal.
identifikasiinherent riskresidual riskmitigasimonitoring
Kontrol

Slide 20–21

Risk map dan zona rencana aksi

Peta risiko menilai likelihood dan impact dari sangat rendah sampai sangat tinggi untuk inherent dan residual risk. Zona aksi mengarahkan risiko berdampak dan berpeluang tinggi untuk dihindari, berdampak tinggi namun berpeluang rendah untuk ditransfer, berpeluang tinggi namun berdampak rendah untuk dimitigasi, serta risiko rendah dalam toleransi yang disetujui untuk diterima.

  • Rencana aksi dan pengendalian ditampilkan sebagai sarana menurunkan probabilitas atau kerugian risiko.
risk maplikelihoodimpactavoidtransfermitigateaccept
Studi kasus

Slide 22–23

Latihan analisis risiko

Latihan kelompok meminta peserta memilih aktivitas, menemukan risk event dan root cause serta klasifikasinya, memberi inherent rating, menentukan control dan residual rating, memilih top risk dan zona aksi, lalu menyusun action plan serta evaluasi efektivitasnya.

  • Keluaran latihan mencakup aktivitas inti, event dan akar penyebab, risk map, pengendalian untuk setiap root cause, top risk, zona, action plan, dan evaluasi efektivitas.
  • Kategori dampak dan kemungkinan menggunakan sangat rendah, rendah, menengah, tinggi, dan sangat tinggi.
studi kasusroot causeaction planefektivitas pengendalian

Bab 4

Perangkat dan Alur MRO

Bagian ini menguraikan perangkat MRO dan alur dari Risk & Control Library hingga monitoring dan pelaporan.

Slide 24–25

Proses

Slide 24

Perangkat MRO

Perangkat MRO meliputi RCSA untuk identifikasi dan pengukuran dampak serta kemungkinan secara kualitatif dan prediktif; KRI untuk pemantauan indikator, threshold, dan early warning; LED/MI untuk pencatatan loss atau incident dari ditemukan hingga selesai; Forum MR; dan maturity assessment.

  • Forum MR memfasilitasi pembahasan masalah dan pengelolaan risiko dalam unit kerja melalui komunikasi pimpinan, fungsi MR, dan pejabat terkait.
  • Maturity assessment menilai kematangan penerapan manajemen risiko di unit kerja.
RCSAKRILEDMIForum MRmaturity
Proses

Slide 25

Alur penggunaan perangkat MRO

Alur perangkat MRO dimulai dari identifikasi dengan Risk & Control Library (RCL), lalu pengukuran RCSA melalui inherent risk map, efektivitas pengendalian, dan residual risk map; dilanjutkan treatment melalui LED dan KRI/action plan; kemudian monitoring dan reporting.

  • Action planning management menghubungkan tindak lanjut LED dan KRI dengan tahap treatment.
RCLrisk mapaction planningmonitoringreporting

Bab 5

Budaya Risiko, Mindset, dan Awareness

Bagian ini membangun budaya sadar risiko melalui perjalanan budaya, prinsip mindset ABCDEF, Briefing-Verification-Coaching, tindak lanjut kelemahan, dan kampanye awareness.

Slide 26–32

Strategi

Slide 26–28

Perjalanan budaya risiko

Budaya risiko bergerak dari dipaksa, terpaksa, terbiasa, hingga menjadi budaya. Perjalanan ini membutuhkan kepemimpinan, tata kelola dan organisasi, norma operasi, komunikasi, talent management, serta teknologi dan infrastruktur.

  • Tahap awal menekankan pengawalan proses yang benar, awareness, e-learning, sertifikasi, briefing, verifikasi, dan coaching.
  • Tahap berikutnya menekankan penerapan konsisten, asesmen risiko sistemik, monitoring efektivitas mitigasi, speak up atas fraud atau gaming, serta berbagi lesson learned.
budaya risikoleadershipspeak uplesson learned
Strategi

Slide 29

Risk Mindset ABCDEF

Mindset risiko meliputi: sadar bahwa risiko ada; percaya bahwa risiko dapat dikelola; fokus pada risiko terpenting; melihat risiko sebagai peluang dan ancaman; menerima bahwa semua orang bertanggung jawab; dan bertindak cepat secara proaktif.

  • Peluang dikejar setelah ancaman telah dikelola dengan mitigasi yang cukup.
  • Kepemilikan risiko oleh setiap personel ditujukan untuk memperkuat sinergi.
risk mindsetABCDEFownershipproaktif
Kontrol

Slide 30

Briefing, Verification, Coaching (BVC)

BVC terdiri dari briefing interaktif untuk sosialisasi dan sharing, verification untuk memastikan kontrol serta menemukan kelemahan dan peluang perbaikan, dan coaching untuk memperdalam pemahaman serta membantu pejabat memperbaiki kelemahan sesuai ketentuan.

  • Materi briefing mencakup concern management, ketentuan terbaru, risk awareness, SAF, BCM, budaya kepatuhan, conflict of interest, dan etika.
BVCbriefingverificationcoaching
Prosedur

Slide 31

Tindak lanjut kelemahan pengendalian

Bila menemukan kelemahan, materi mengarahkan untuk melaporkan, mendokumentasikan, mengevaluasi, memperbaiki, dan memantau. Pencatatan dapat menggunakan LED, register/BA, atau Forum MR; analisis perbaikan menggunakan 5W2H; dan pimpinan unit kerja serta fungsi MR memantau agar kejadian tidak berulang.

  • Saluran pelaporan dapat melalui atasan, lini kedua, lini ketiga, atau pihak lain terkait.
pelaporanLEDForum MR5W2Hmonitoring
Strategi

Slide 32

Kampanye risk awareness

Kampanye mencakup landing page Bristars, BRILian Sadar Risiko melalui morning briefing mingguan, video campaign, Risk In News dan Katalog Risk Awareness, webinar Risk Upgrade Series/ORKESTRA, serta fraud awareness.

  • ORKESTRA merupakan Obrolan Keren Sore-Sore Untuk Tingkatkan Risk Awareness.
  • Materi kampanye membahas ketentuan terbaru, proses bisnis kritikal, mitigasi, top fraud event, penyebab, kelemahan, dan kontrol pencegahan.
kampanyeBRILian Sadar RisikoORKESTRAfraud awareness

Bab 6

Pelanggaran Prosedur, Dokumen, dan Integritas

Bagian penutup mengidentifikasi contoh pelanggaran prosedur, pengendalian dokumen dan pembukuan, pemisahan fungsi Maker-Checker-Signer, serta pengenalan dan penanganan gratifikasi.

Slide 33–48

Risiko

Slide 33

Pelanggaran prosedur kredit

Contoh pelanggaran meliputi pemberian kredit di luar kapasitas debitur, tidak melakukan verifikasi langsung, tidak memantau penggunaan kredit atau kualitas pinjaman, dokumen tidak sesuai ketentuan, menerima gratifikasi, dan KPI gaming.

  • Materi juga mencantumkan pelanggaran terkait asuransi agunan, restrukturisasi atau hapus buku, OTS/verifikasi, dan penggunaan cash collateral.
kreditpelanggaran prosedurverifikasiKPI gaming
Risiko

Slide 34

Pelanggaran dana dan transaksi

Contoh pelanggaran mencakup membantu transaksi mencurigakan, penyalahgunaan akses atau data nasabah/merchant, transaksi atau rekening/QRIS fiktif, penyalahgunaan dana simpanan, mis-selling, kesalahan KYC, dan pungutan biaya tanpa kewenangan.

  • Materi menegaskan bahwa pelanggaran prosedur meningkatkan risiko operasional, hukum, kepatuhan, dan reputasi.
transaksinasabahmerchantKYCQRIS
Risiko

Slide 35

Pelanggaran prosedur operasional

Contoh pelanggaran operasional meliputi pembukaan rekening atau perubahan data tanpa kehadiran nasabah, transaksi tanpa underlying, penyimpanan dokumen yang tidak sesuai, tidak melakukan cash opname, kunci tanpa dual control, berbagi password/PIN, dan membiarkan pelanggaran unit kerja.

  • Materi mengaitkan pelanggaran ini dengan peningkatan risiko fraud.
prosedur operasionalfrauddual controlpassword
Kontrol

Slide 36

Internal control dan budaya speak up

Pertumbuhan BRI yang berkelanjutan memerlukan internal control yang memadai dalam setiap aktivitas, yang ditumbuhkan melalui Culture Leader, kesadaran risiko, dan budaya speak up.

  • Materi menekankan pelaporan dan pencegahan sebagai bagian dari budaya sadar risiko.
internal controlspeak upbudaya risiko
Kontrol

Slide 37–39

Pengendalian dokumen sumber dan pembukuan

Setiap transaksi harus memiliki dokumen sumber yang terkait, diperiksa dengan mencocokkan dokumen asli oleh petugas dan pejabat MCS, serta dijelaskan pada nota pembukuan/media lain secara jelas dan benar. Bukti pembayaran atau kuitansi elektronik/nonfisik harus dicetak dan dibukukan paling lambat H+10 hari kerja.

  • Dokumen sumber yang terpisah dari nota pembukuan harus diparaf atau ditandatangani MCS oleh petugas/pejabat yang memprakarsai pembukuan.
  • Nota pembukuan harus lengkap; bukti pembukuan memerlukan tapak atau bentuk validasi lain dan tanda tangan MCS.
  • Pembetulan dokumen dilakukan dengan mencoret data salah dan menggantinya tanpa menghilangkan data salah/renvoi, dengan paraf atau tanda tangan sesuai jenis dokumen.
  • Untuk transaksi time out, petugas pembuku mencatat data transaksi dan membubuhkan paraf bersama atasan.
dokumen sumbernota pembukuanbukti pembukuanvalidasi
Kontrol

Slide 37–40

Pemisahan fungsi Maker, Checker, dan Signer

Pada proses pembukuan dan transaksi, fungsi Maker tidak boleh dirangkap oleh fungsi Checker atau Signer. Fungsi Checker dapat dirangkap oleh fungsi Signer sesuai kewenangan yang diberikan.

  • Materi menempatkan Maker, Checker, dan Signer sebagai salah satu hal yang harus dipastikan dalam proses transaksi.
MCSMakerCheckerSignersegregation of duty
Risiko

Slide 41–44

Gratifikasi bukan rezeki

Materi mengingatkan bahwa gratifikasi bukan rezeki dan mengaitkannya dengan ketentuan anti-penyuapan dan pengendalian gratifikasi. Gratifikasi didefinisikan sebagai pemberian dalam arti luas, dengan atau tanpa sarana elektronik.

  • Ciri yang disebutkan antara lain terkait jabatan/posisi, bersifat inventif, tidak diminta, dan disamarkan dalam kebiasaan, budaya, atau praktik bisnis.
  • Bentuk pemberian yang ditampilkan meliputi uang, pinjaman tanpa bunga, perjalanan wisata, barang, tiket perjalanan, pengobatan cuma-cuma, diskon, penginapan, komisi, dan lainnya.
gratifikasianti-penyuapanintegritas
Prosedur

Slide 45–46

Tiga langkah menjaga integritas

Tiga langkah yang disampaikan adalah menolak gratifikasi, bertanya apabila gratifikasi telah telanjur diterima, dan melaporkan setiap penerimaan atau penolakan gratifikasi. Materi menampilkan batas pelaporan maksimum 30 hari kerja sejak diterima.

  • Contoh yang perlu dihindari mencakup pemberian dari notaris, tanda terima kasih dari debitur, dan tiket liburan dari vendor.
  • Materi mengaitkan pilihan menjauhi tindakan menyimpang dengan dampak pada diri sendiri, keluarga, dan orang terdekat serta menekankan amanah, jujur, dan integritas.
tolaktanyalaporkanintegritaspelaporan gratifikasi
Lainnya

Slide 47–48

Penutup Operational Risk Group

Slide penutup menampilkan ucapan terima kasih dan identitas Operational Risk Group.

  • Slide 47 hanya memuat identitas Operational Risk Group tanpa materi pembelajaran substantif.
penutupOperational Risk Group

Referensi

Glosarium

Risiko

Slide 7

Ketidakpastian atau kemungkinan peristiwa yang berdampak pada tujuan; KUMR BRI menyebutnya keadaan, peristiwa, atau kejadian ketidakpastian di masa depan yang berdampak pada tujuan strategis perusahaan.

Cause

Slide 8

Penyebab yang dapat memicu kejadian risiko.

Risk event

Slide 23

Kejadian risiko yang dianalisis bersama root cause dan klasifikasinya dalam latihan kelompok.

Effect

Slide 8

Dampak atau akibat dari suatu kejadian risiko.

Risiko operasional

Slide 12

Risiko akibat ketidakcukupan atau tidak berfungsinya proses internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem, dan/atau kejadian eksternal yang memengaruhi operasional bank.

Inherent risk

Slide 19

Risiko sebelum mempertimbangkan pengendalian yang ada.

Residual risk

Slide 19

Risiko yang ditetapkan setelah evaluasi pengendalian yang ada.

Risk map

Slide 20

Peta yang menilai impact dan likelihood untuk inherent dan residual risk.

Risk capacity

Slide 18

Risiko maksimum yang dapat diserap BRI dengan memperhatikan modal dan batas regulator.

Risk appetite

Slide 18

Tingkat risiko maksimum yang bersedia diterima BRI dalam mencapai tujuan.

Risk tolerance

Slide 18

Deviasi dari target risiko yang masih dapat diterima.

RCSA

Slide 24

Perangkat MRO untuk mengidentifikasi dan mengukur dampak serta kemungkinan secara kualitatif dan prediktif.

KRI

Slide 24

Perangkat untuk memantau risiko melalui indikator, threshold, dan early warning atas tren risiko.

LED/MI

Slide 24

Perangkat pencatatan loss atau incident dari saat ditemukan hingga selesai.

Forum MR

Slide 24

Forum yang memfasilitasi pembahasan masalah dan pengelolaan risiko pada unit kerja.

Maturity assessment

Slide 24

Penilaian atas kematangan penerapan manajemen risiko di unit kerja.

Risk & Control Library

Slide 25

Perangkat yang digunakan pada tahap identifikasi dalam alur MRO.

Alias: RCL

Action plan

Slide 21–23

Rencana aksi untuk penanganan top risk, termasuk metode evaluasi efektivitasnya.

Risk mindset

Slide 29

Pola pikir untuk menyadari dan mengelola risiko, memprioritaskan yang penting, bertanggung jawab, dan bertindak cepat.

BVC

Slide 30

Briefing, Verification, Coaching: pengendalian melalui sosialisasi, pengujian kontrol, dan pendalaman pemahaman/perbaikan.

5W2H

Slide 31

Kerangka analisis perbaikan yang mencakup What, When, Where, Why, Who, How, dan How Much.

MCS

Slide 40

Maker, Checker, dan Signer pada proses pembukuan dan transaksi, dengan larangan perangkapan fungsi Maker oleh Checker atau Signer.

Gratifikasi

Slide 42

Pemberian dalam arti luas yang dilakukan dengan menggunakan sarana elektronik atau tanpa sarana elektronik.

Istilah

Akronim

BFLP
BRILian Future Leader Program

Slide 1

MRO
Manajemen Risiko Operasional

Slide 12

KRI
Key Risk Indicator

Slide 17

RAS
Risk Appetite Statement

Slide 17

BCM
Business Continuity Management

Slide 4

BVC
Briefing, Verification, Coaching

Slide 30

ORKESTRA
Obrolan Keren Sore-Sore Untuk Tingkatkan Risk Awareness

Slide 32

MCS
Maker, Checker, dan Signer

Slide 40

Keterkaitan

Relasi antar-item

Indeks

Kata kunci dan entitas

Kata kunci

risiko operasionalMRORCSAKRILEDrisk appetiterisk mapinherent riskresidual riskmitigasibudaya risikorisk mindsetBVCdokumen sumbernota pembukuanMaker Checker Signergratifikasiintegritas

Entitas

BRIOperational Risk GroupDanantara IndonesiaKBBICOSOISO 31000Michel CrouhyRobert MarkHerman DarmawiHanafiA. Abas Salim

Pustaka

Sumber dan catatan ekstraksi

Berkas sumber
Materi BFLP Generalist - Operational Risk Management.pptx
Bahasa
Campuran Indonesia dan Inggris
Grounding
Hanya materi sumber
Cakupan
Lengkap dengan catatan
SHA-256
ed8129caaedc9dcc105bf2c67314499829306c0b857387d34283ee9e40f8b28d
  • Seluruh 48 slide ditelaah melalui struktur PPTX dan teks; speaker notes yang tersedia juga diperiksa.
  • Slide 37-46 terutama menyimpan materi sebagai gambar penuh; materi tersebut ditelaah secara visual pada ukuran penuh.
  • Slide 15 disembunyikan dan tidak muncul dalam render 47 halaman LibreOffice; slide 15 asli diperiksa langsung dari PPTX. Halaman render 15-47 bersesuaian dengan slide asli 16-48.
  • Beberapa singkatan yang muncul tanpa kepanjangan eksplisit pada deck tidak diperluas dalam data ini.