Daftar isi
Ringkasan
Tujuan pembelajaran
- Menjelaskan perkembangan perbankan nasional dan unsur penting arsitektur serta roadmap pengembangan perbankan Indonesia.
- Menjelaskan bisnis bank, tiga fungsi pokok bank, dan fungsi khusus bank.
- Membedakan jenis bank berdasarkan kelembagaan, kegiatan usaha, proses kegiatan, kepemilikan, badan usaha, dan kelompok bank modal inti.
- Menguraikan fungsi bank sebagai financial intermediary, termasuk transforming maturities, risk pooling, dan liquidity provision.
- Mengidentifikasi produk dan jasa bank serta kegiatan usaha Bank Umum dan Bank Perekonomian Rakyat.
- Menjelaskan pembagian unit organisasi bank dan peran kantor pusat, kantor wilayah, kantor cabang, front office, serta back office.
- Menjelaskan fungsi cabang dalam transaksi, akuisisi, pelayanan, edukasi, relasi nasabah, dan inovasi layanan.
Bab 1
Orientasi Materi dan Lanskap Perbankan
Bagian pembuka memperkenalkan cakupan Day 1, tujuan pembelajaran, dan peta topik yang menghubungkan ekosistem perbankan, regulasi, funding, layanan transaksi, serta manajemen kredit.
Halaman 1–4
Halaman 1
Cakupan Day 1 Ekosistem, Regulasi, dan Operasional Perbankan Modern
Day 1 General Banking Program BFLP memetakan ekosistem dan landscape perbankan, regulasi dan tata kelola, himpunan dana, layanan transaksi, serta manajemen dan analisis kredit.
- Ekosistem dan landscape perbankan mencakup struktur dan ekosistem keuangan, transformasi peran bank, serta evolusi dan klasifikasi.
- Regulasi, tata kelola, dan kepatuhan mencakup evolusi regulasi, prinsip kehati-hatian dan GCG, serta fungsi kepatuhan seperti pencegahan fraud dan sanksi.
- Himpunan dana mencakup giro, tabungan, dan deposito; layanan transaksi mencakup sistem pembayaran domestik seperti SKNBI, RTGS, transfer, dan inkaso, serta layanan pendukung bisnis seperti L/C, valas, bank garansi, dan SDB.
- Manajemen dan analisis kredit mencakup konsep dan segmentasi 5Cs, analisis arus kas dan jaminan, pengikatan dan bunga flat, efektif, serta fidusia, serta pengendalian risiko melalui NPL dan CKPN.
Halaman 3
Tujuan Pembelajaran Day 1
Tujuan pembelajaran Day 1 adalah memahami perkembangan perbankan nasional dan unsur penting Master Plan Lembaga Jasa Keuangan Indonesia, memahami bisnis dan kegiatan usaha bank, serta memahami jenis-jenis bank.
- Perkembangan perbankan nasional menjadi dasar untuk memahami perubahan peran dan bentuk industri perbankan.
- Bisnis dan kegiatan usaha bank dibahas sebelum klasifikasi jenis-jenis bank.
Halaman 4
Pokok Bahasan
Pokok bahasan materi terdiri dari sejarah dan perkembangan perbankan, bisnis dan kegiatan usaha bank, serta jenis-jenis bank.
- Sejarah dan perkembangan perbankan menjadi bagian pertama.
- Bisnis dan kegiatan usaha bank menjadi bagian kedua.
- Jenis-jenis bank menjadi bagian ketiga.
Bab 2
Sejarah dan Perkembangan Perbankan Nasional
Bagian ini menelusuri perbankan dari masa kolonial, kemerdekaan dan nasionalisasi, Orde Baru, hingga reformasi dan era digital, termasuk perkembangan BRI, krisis 1998, jumlah bank, bank digital, dan arah kebijakan sektor jasa keuangan.
Halaman 5–17
Halaman 6–10
Empat Periode Perkembangan Perbankan Nasional
Materi membagi sejarah dan perkembangan perbankan nasional ke dalam masa kolonial Belanda, masa kemerdekaan dan nasionalisasi, masa Orde Baru, serta masa reformasi dan era modern.
- Masa kolonial Belanda berlangsung pada 1746-1942.
- Masa kemerdekaan dan nasionalisasi ditempatkan pada 1945-1950-an.
- Masa Orde Baru berlangsung pada 1966-1998.
- Masa reformasi dan era modern dimulai pada 1998 hingga sekarang.
Halaman 10
Perbandingan Peran, Orientasi, dan Produk Antarperiode
Tabel perbandingan sejarah menunjukkan perubahan peran bank, orientasi bisnis, produk dan layanan, serta karakter nasabah dari masa kolonial hingga era reformasi dan modern.
- Pada masa kolonial, bank berperan sebagai alat penjajahan dan sirkulasi mata uang Gulden, mendukung ekspor komoditas, menyediakan kredit jaminan emas dan pembiayaan perkebunan, serta melayani perusahaan kolonial dan kaum bangsawan.
- Pada masa kemerdekaan dan nasionalisasi, bank menjadi simbol kedaulatan ekonomi dan alat perjuangan bangsa, membiayai operasional negara dan pengusaha pribumi, menyediakan kredit untuk rakyat kecil dan penerbitan ORI, serta melayani aparat negara, pejuang, dan petani atau pedagang lokal.
- Pada masa Orde Baru, bank menjadi penggerak pembangunan nasional dan stabilitas ekonomi, membiayai industri skala besar dan proyek pemerintah, menyediakan kredit program KIK atau KMKP dan tabungan massal Tabanas, serta melayani korporasi besar dan masyarakat yang mulai menabung.
- Pada masa reformasi dan era modern, bank menjadi pilar stabilitas sistem keuangan dan inklusi finansial dengan orientasi pasar, efisiensi, dan keberlanjutan atau ESG; produk yang ditampilkan meliputi digital banking, kredit mikro KUR, dan investasi modern untuk nasabah digital-savvy, UMKM, dan investor ritel luas.
Halaman 8
Perbankan pada Masa Kolonial Belanda
Pada masa kolonial Belanda, bank pertama di Nusantara adalah Bank van Courant, sedangkan De Javasche Bank didirikan sebagai bank sirkulasi. Terdapat pula bank perdagangan dan bank milik pribumi atau Tionghoa.
- Bank van Courant bertujuan memberikan pinjaman dengan jaminan emas, perak, dan perhiasan.
- De Javasche Bank didirikan pada 24 Januari 1828 untuk mencetak dan mengedarkan uang Gulden di Hindia Belanda.
- De Javasche Bank disebut sebagai cikal bakal Bank Indonesia.
- De Puwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden berdiri pada 16 Desember 1895 dan didirikan oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja; materi menyebutnya sebagai cikal bakal BRI.
- Peran bank pada periode ini digambarkan sebagai alat penjajahan dan sirkulasi mata uang Gulden dengan orientasi mendukung ekspor komoditas untuk Kerajaan Belanda.
Halaman 8
Kemerdekaan dan Nasionalisasi Perbankan
Setelah proklamasi, Bank Negara Indonesia didirikan sebagai bank sentral atau bank sirkulasi pertama milik pemerintah Indonesia. Melalui UU No. 11 Tahun 1953, De Javasche Bank dinasionalisasi menjadi Bank Indonesia.
- Bank Negara Indonesia didirikan pada 5 Juli 1946.
- Tanggal pendirian Bank Negara Indonesia kemudian diperingati sebagai Hari Bank Indonesia.
- Bank Indonesia bertindak sebagai Bank Sentral Republik Indonesia.
Halaman 9
Perbankan pada Masa Orde Baru
Pada masa Orde Baru, pemerintah melakukan restrukturisasi perbankan untuk menstabilkan ekonomi, menetapkan fungsi Bank Indonesia sebagai bank sentral, dan memisahkan bank-bank komersial milik negara.
- Kebijakan Paket Oktober 1988 atau Pakto 88 memudahkan pendirian bank swasta baru.
- Deregulasi tersebut menyebabkan jumlah bank meningkat drastis, tetapi disertai kondisi pengawasan yang kurang.
Halaman 9
Reformasi dan Era Modern
Krisis ekonomi mendorong likuidasi sejumlah bank dan pembentukan lembaga untuk menstabilkan sistem keuangan. Pengawasan perbankan kemudian dialihkan dari Bank Indonesia ke Otoritas Jasa Keuangan, sementara perbankan bertransformasi menuju digital banking dan bank digital penuh.
- Badan Penyehatan Perbankan Nasional dan Lembaga Penjamin Simpanan disebut sebagai lembaga yang dibentuk untuk membantu stabilisasi sistem keuangan.
- Berdasarkan UU No. 21 Tahun 2011, pengawasan perbankan yang sebelumnya dilakukan Bank Indonesia dialihkan ke Otoritas Jasa Keuangan.
- Digitalisasi mengurangi ketergantungan pada kantor fisik.
Halaman 11
Sejarah, Transformasi, dan Kekuatan BRI
BRI didirikan di Purwokerto pada 16 Desember 1895 oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja dan berkembang dari fokus pembiayaan pertanian serta pedesaan menjadi bank dengan fokus UMKM, digital banking, dan ekosistem ultra mikro.
- Pada 1946 BRI ditetapkan sebagai Bank Pemerintah pertama di Indonesia.
- Pada 1960-1970-an BRI berfokus pada pembiayaan sektor pertanian dan pedesaan.
- Pada 1980-an BRI mengembangkan Unit Desa yang berfokus pada kredit mikro, UMKM, dan pedagang kecil.
- BRI berubah status menjadi Perseroan Terbatas atau PT BRI Persero pada 1992 dan melakukan IPO atau Go Public pada 2003.
- Fokus BRI saat ini yang ditampilkan meliputi UMKM dan mikro sebagai core business, digital banking, ekosistem ultra mikro, inovasi digital, serta Holding Ultra Mikro BRI, Pegadaian, dan PNM.
- Kekuatan BRI yang ditampilkan adalah jaringan luas hingga desa, fokus mikro, model bisnis yang tahan krisis, dan ekosistem ultra mikro.
Halaman 12
Perkembangan Jumlah Bank di Indonesia
Tabel perkembangan jumlah bank menunjukkan perubahan dari sistem yang sangat terbatas sebelum liberalisasi menuju konsolidasi dan digitalisasi yang kuat pada 2025-2026.
- Pada 1980 terdapat sekitar 111 Bank Umum, sedangkan bank digital belum ada.
- Pada 1988-1996, jumlah Bank Umum ditampilkan sekitar 240 atau lebih dan BPR tumbuh pesat hingga sekitar 8.000 atau lebih.
- Pada 1998, jumlah Bank Umum sekitar 239 dan banyak bank dilikuidasi serta melakukan merger.
- Pada 2005-2010, jumlah Bank Umum sekitar 130 dalam masa stabilisasi dan penguatan regulasi.
- Pada 2020, tabel menampilkan sekitar 3-5 bank digital sebagai awal digitalisasi.
- Pada 2025-2026, tabel menampilkan 105 Bank Umum, sekitar 1.345 BPR dan 173 BPRS, serta sekitar 10 atau lebih bank digital; keterangannya adalah konsolidasi dan digitalisasi kuat.
Halaman 13
Penyebab Krisis Moneter 1998
Krisis ekonomi Indonesia 1998 disebabkan oleh kombinasi utang luar negeri swasta yang jatuh tempo, pelemahan rupiah, kelemahan sistem perbankan, dan dampak domino krisis finansial Asia yang memicu kepanikan masyarakat.
- Krisis Asia bermula dari Thailand pada Juli 1997 ketika nilai mata uang Baht jatuh dan kepanikan investor menyebar di Asia Tenggara.
- Utang luar negeri swasta dalam dolar AS berjumlah besar dan berjangka pendek; ketika rupiah melemah, beban utang meningkat drastis.
- Kelemahan perbankan ditandai oleh banyaknya kredit macet dan praktik perbankan dalam kelompok atau insider lending.
- Rupiah turun dari sekitar Rp2.500 per dolar AS menjadi lebih dari Rp15.000 per dolar AS pada awal 1998.
- Penutupan 16 bank pada akhir 1997 memicu ketidakpercayaan dan bank run atau penarikan dana besar-besaran.
- Faktor domestik dan eksternal lain yang disebut meliputi intervensi pemerintah, kroniisme atau nepotisme, melemahnya kepemimpinan, kekeringan, kebakaran hutan, dan kerusuhan sosial Mei 1998.
Halaman 14
Contoh Bank Digital di Indonesia
Materi menampilkan beberapa bank atau produk digital beserta ekosistem dan fokusnya, antara lain Bank Jago, SeaBank, Jenius, Blu by BCA Digital, Bank Neo Commerce, Allo Bank, Bank Raya, Superbank, MotionBank, Digibank, dan Bank Aladin.
- Bank Jago ditampilkan sebagai bagian dari ekosistem Gojek atau GoTo dengan fokus digital lifestyle banking.
- SeaBank merupakan bagian dari Shopee atau Sea Group dengan fokus transaksi e-commerce.
- Jenius merupakan produk digital dari Bank BTPN dan disebut sebagai salah satu pionir bank digital di Indonesia.
- Blu by BCA Digital merupakan anak usaha BCA dengan fokus generasi muda.
- Bank Neo Commerce dahulu bernama Bank Yudha Bhakti dan berfokus pada digital saving dan lending.
- Allo Bank merupakan bagian dari CT Corp dan terintegrasi dengan ekosistem retail.
- Bank Raya berada dalam BRI Group dengan fokus segmen mikro dan ekosistem BRI; Superbank, sebelumnya Bank Fama, ditampilkan sebagai bagian dari ekosistem Grab dan Emtek dengan fokus embedded finance.
- MotionBank ditampilkan sebagai produk digital MNC Bank, Digibank sebagai produk digital Bank DBS, dan Bank Aladin sebagai bank digital syariah.
Halaman 15
Arsitektur Perbankan Indonesia
Arsitektur Perbankan Indonesia adalah kerangka dasar sistem perbankan Indonesia yang menyeluruh dan memberikan arah, bentuk, serta tatanan industri perbankan yang sehat, kuat, dan efisien untuk menciptakan kestabilan sistem keuangan serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
- Enam pilar yang ditampilkan adalah struktur perbankan yang sehat, sistem pengaturan yang efektif, sistem pengawasan yang independen dan efektif, industri perbankan yang kuat, infrastruktur pendukung yang mencukupi, serta perlindungan konsumen.
- Tujuan pada bagian atap arsitektur adalah sistem perbankan yang sehat, kuat, dan efisien guna menciptakan kestabilan sistem keuangan dalam rangka membantu pertumbuhan ekonomi sosial.
Halaman 16
Kerangka Struktural MPSJKI 2021-2025
Kerangka struktural MPSJKI 2021-2025 diarahkan untuk meningkatkan ketahanan dan daya saing sektor jasa keuangan melalui penguatan ketahanan dan daya saing, pengembangan ekosistem jasa keuangan, serta akselerasi transformasi digital.
- Penguatan ketahanan dan daya saing meliputi permodalan dan konsolidasi LJK, tata kelola dan manajemen risiko, sinkronisasi pengaturan dan pengawasan dengan best practices atau standar internasional, serta pengawasan terintegrasi lintas sektor dan konglomerasi keuangan.
- Pengembangan ekosistem jasa keuangan meliputi dukungan terhadap sektor ekonomi prioritas dan UMKM, integrasi keuangan syariah, perluasan akses dan literasi keuangan, perlindungan konsumen, pendalaman pasar, multi-activities business, dan sustainable finance untuk mencapai SDGs.
- Akselerasi transformasi digital meliputi inovasi dan transformasi digital, pengaturan ekosistem keuangan digital, peningkatan kapasitas SDM, riset, pengawasan berbasis TI atau suptech, pemanfaatan regtech, dan Business Process Reengineering.
- Kolaborasi dan kerja sama antar pemangku kepentingan ditampilkan sebagai enabler.
Halaman 17
Roadmap Pengembangan Perbankan Indonesia 2021-2025
Roadmap Pengembangan Perbankan Indonesia 2021-2025 memuat empat arah utama: penguatan struktur dan keunggulan kompetitif, akselerasi transformasi digital, penguatan peran perbankan terhadap ekonomi nasional, serta penguatan pengaturan, perizinan, dan pengawasan.
- Penguatan struktur dan keunggulan kompetitif mencakup permodalan, konsolidasi dan penguatan kelompok usaha bank, tata kelola dan efisiensi, serta inovasi produk dan layanan.
- Akselerasi transformasi digital mencakup tata kelola dan manajemen risiko TI, penggunaan IT game-changers seperti Open API, Cloud, Blockchain, AI, Super App, dan omnichannel, kerja sama teknologi, serta advanced digital bank.
- Penguatan peran perbankan terhadap ekonomi nasional mencakup pembiayaan ekonomi, pendalaman pasar melalui multiactivities business, perbankan syariah sebagai katalis ekonomi syariah, akses dan edukasi keuangan, serta pembiayaan berkelanjutan.
- Penguatan pengaturan, perizinan, dan pengawasan mencakup pendekatan principle based, pemanfaatan teknologi dalam perizinan dan pengawasan, serta pengawasan konsolidasi kelompok usaha bank.
- Enabler yang ditampilkan adalah kepemimpinan dan manajemen perubahan, kualitas dan kuantitas SDM, infrastruktur teknologi informasi, serta sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
Bab 3
Peran, Fungsi, dan Intermediasi Keuangan
Bagian ini menjelaskan definisi dan fungsi pokok bank, peran khusus bank, posisi bank sebagai perantara keuangan, serta tiga fungsi financial intermediary: transformasi jangka waktu, pengumpulan risiko, dan penyediaan likuiditas.
Halaman 18–29
Halaman 19
Definisi Bank
Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk-bentuk lainnya untuk meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
- Definisi tersebut dirujuk pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan.
- Dua kegiatan inti yang disebut adalah penghimpunan dana dan penyaluran dana.
Halaman 20
Tiga Fungsi Pokok Bank
Sebagai perusahaan jasa, bank memiliki tiga fungsi pokok: menerima penyimpanan dana masyarakat, menyalurkan dana kepada masyarakat untuk mengembangkan usaha, dan melaksanakan jasa perdagangan, pembayaran, serta jasa keuangan lainnya.
- Dana masyarakat diterima dalam berbagai bentuk penyimpanan.
- Dana disalurkan dalam bentuk kredit atau bentuk lainnya kepada masyarakat untuk mengembangkan usaha.
- Jasa yang disebut meliputi inkaso, transfer, traveler check, credit card, safe deposit box, dan jual beli surat berharga.
- Materi mengaitkan fungsi pokok ini dengan UU Perbankan No. 7 Tahun 1992 sebagaimana diubah dengan UU No. 10 Tahun 1998.
Halaman 21
Fungsi Khusus Bank
Fungsi khusus bank terdiri dari Agent of Trust, Agent of Development, dan Agent of Services.
- Agent of Trust berarti bank adalah lembaga yang berlandaskan kepercayaan dua arah dari dan kepada masyarakat.
- Agent of Development berarti bank memobilisasi dana untuk pembangunan ekonomi; penghimpunan dan penyaluran dana mendukung kegiatan sektor riil.
- Agent of Services berarti bank memberikan pelayanan jasa perbankan dalam bentuk transaksi keuangan kepada masyarakat.
Halaman 22–24
Financial Intermediary
Financial intermediary atau perantara keuangan adalah fungsi lembaga keuangan untuk menghimpun dana dari pihak yang memiliki kelebihan dana atau unit surplus dan menyalurkannya kepada pihak yang membutuhkan dana atau unit defisit secara efisien dan aman.
- Financial intermediary menghubungkan unit surplus dengan unit defisit.
- Fungsi ini memperlancar sirkulasi dana, meningkatkan pemerataan akses, menggerakkan sektor riil, dan membantu menjaga kestabilan ekonomi nasional.
- Materi menempatkan fungsi ini sebagai fondasi sistem keuangan yang stabil dan inklusif.
Halaman 23
Peran Bank sebagai Lembaga Perantara Keuangan
Sebagai financial intermediary, bank menghimpun dana, menyalurkannya, menciptakan likuiditas, menyediakan jasa keuangan, dan meningkatkan efisiensi ekonomi.
- Bank menghimpun tabungan, giro, dan deposito lalu menggunakannya untuk pembiayaan sektor produktif.
- Bank menyalurkan dana kepada individu, perusahaan, atau pemerintah dalam bentuk kredit atau investasi.
- Bank memastikan dana tersedia untuk penarikan sesuai kebutuhan nasabah dan mengelola risiko likuiditas.
- Jasa keuangan yang disebut meliputi transfer uang, pembayaran tagihan, penyimpanan surat berharga, layanan investasi, dan asuransi.
- Keberadaan bank mengurangi biaya transaksi karena masyarakat tidak perlu mencari sendiri pihak yang bersedia meminjamkan atau meminjam dana.
Halaman 25
Keuntungan Financial Intermediary
Keberadaan lembaga keuangan sebagai financial intermediary mendukung stabilitas sistem keuangan, inklusi, inovasi pembiayaan, akses pembiayaan, dan pertumbuhan sektor riil.
- Manfaat yang ditampilkan meliputi peningkatan efisiensi alokasi dana dan dukungan terhadap stabilitas sistem keuangan.
- Lembaga keuangan membantu memberi akses kepada segmen yang tidak terlayani dan mendukung penyaluran program kredit pemerintah.
- Financial intermediary juga membantu mengurangi risiko bagi investor, mendorong inovasi produk dan model pembiayaan, serta mendorong pertumbuhan sektor riil.
Halaman 26
Transforming Maturities atau Transformasi Jangka Waktu
Transforming maturities terjadi ketika lembaga keuangan menghimpun simpanan jangka pendek lalu menyalurkannya sebagai pinjaman jangka menengah atau panjang, sehingga menjembatani perbedaan preferensi waktu penyimpan dan peminjam dana.
- Contoh materi: Ibu Devi menempatkan deposito 3 bulan di Bank Raya, sedangkan PT Maju Bersama mengajukan kredit investasi 5 tahun.
- Bank Raya menggunakan dana deposito jangka pendek untuk membiayai pinjaman jangka panjang kepada PT Maju Bersama.
- Bank menjaga likuiditas melalui manajemen assets and liabilities serta dana cadangan.
- Manfaatnya adalah meningkatkan efisiensi alokasi modal jangka panjang dan memungkinkan masyarakat tetap menabung dengan fleksibel.
Halaman 27
Risk Pooling atau Pengumpulan dan Diversifikasi Risiko
Risk pooling menyebarkan risiko individu ke banyak peserta atau portofolio agar dampak risiko tunggal tidak ditanggung oleh satu pihak saja.
- Pada bank, pinjaman disalurkan ke berbagai sektor seperti pertanian, perdagangan, dan industri; kegagalan satu sektor tidak menghancurkan seluruh portofolio.
- Contoh lain yang ditampilkan adalah asuransi dengan banyak pemegang polis dan P2P Lending dengan dana investor yang tersebar pada banyak peminjam mikro.
- Manfaatnya adalah mengurangi kerugian dari risiko tunggal, meningkatkan stabilitas portofolio, dan membuat produk keuangan lebih terjangkau karena risiko dibagi.
Halaman 28
Liquidity Provision atau Penyediaan Likuiditas
Liquidity provision memberikan kemudahan bagi penyimpan dana untuk menarik uang sewaktu-waktu meskipun sebagian dana telah disalurkan kepada peminjam dalam jangka panjang.
- Contoh yang ditampilkan adalah nasabah dapat menarik dana dari tabungan atau ATM kapan saja walaupun bank telah menyalurkan sebagian dana sebagai kredit.
- Manfaatnya adalah meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk menyimpan dana.
- Penyediaan likuiditas menjaga sistem keuangan tetap cair dan responsif terhadap kebutuhan dana darurat serta membantu stabilitas sistemik saat terjadi gejolak ekonomi.
Halaman 29
Ringkasan Fungsi Financial Intermediary
Materi merangkum tiga fungsi financial intermediary berdasarkan fokus dan dampaknya: transforming maturities menjembatani jangka waktu tabungan dan kredit, risk pooling menyebar risiko, dan liquidity provision menyediakan akses cepat ke dana.
- Transforming maturities berdampak pada peningkatan efisiensi intermediasi dana.
- Risk pooling berdampak pada pengurangan dampak kegagalan finansial individu.
- Liquidity provision berdampak pada terjaganya kepercayaan dan stabilitas sistem keuangan.
Bab 4
Produk, Jasa, dan Kegiatan Usaha Bank
Bagian ini mengelompokkan produk dan jasa bank ke dalam funding, lending, dan transaksi, lalu merinci kegiatan usaha yang dapat dilakukan Bank Umum.
Halaman 30–31
Halaman 30
Kelompok Produk dan Jasa Bank
Produk dan jasa bank pada materi dikelompokkan menjadi funding, lending, dan transaksi.
- Funding berupa Dana Pihak Ketiga yang terdiri dari tabungan, giro, dan deposito.
- Lending berupa produk pembiayaan atau kredit untuk consumer, mikro, UKM, SME, commercial, corporate, atau sindikasi.
- Transaksi mencakup transfer, setoran dan penarikan, trade service, trade finance, safe deposit box, dan valas.
Halaman 31
Kegiatan Usaha Bank Umum
Kegiatan Usaha Bank Umum menurut Peraturan OJK No. 6/POJK.03/2016 mencakup penghimpunan dana, penyaluran dana, trade finance, treasury, valuta asing, keagenan dan kerja sama, sistem pembayaran dan electronic banking, penyertaan modal, jasa lainnya, serta kegiatan lain yang lazim sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan.
- Penyertaan modal sementara dapat dilakukan dalam rangka penyelamatan kredit.
- Daftar kegiatan juga mencakup kegiatan dalam valuta asing dan kegiatan sistem pembayaran serta electronic banking.
- Kegiatan lain yang lazim dilakukan bank diperbolehkan sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.
Bab 5
Jenis dan Klasifikasi Bank
Bagian ini mengklasifikasikan bank berdasarkan proses kegiatan, kegiatan usaha, kepemilikan, badan usaha, perbedaan konvensional dan syariah, serta kelompok bank modal inti dan ruang lingkup kegiatannya.
Halaman 32–45
Halaman 33–38
Dimensi Klasifikasi Bank
Materi mengelompokkan bank melalui beberapa dimensi, yaitu proses kegiatan, kegiatan usaha, kelembagaan, kepemilikan, dan badan usaha.
- Berdasarkan proses kegiatan, bank dibedakan menjadi syariah dan konvensional.
- Berdasarkan kegiatan usaha, bank dibedakan menjadi BPR dan Bank Umum.
- Berdasarkan kelembagaan, bank dilihat dari kepemilikan dan badan usaha.
- Kepemilikan yang ditampilkan meliputi campuran, asing, swasta, BUMD, dan BUMN.
- Badan usaha yang ditampilkan meliputi koperasi dan perseroan.
Halaman 35
Perseroan dan Koperasi sebagai Badan Usaha
Badan usaha yang ditampilkan dalam materi terdiri dari perseroan dan koperasi dengan ciri tata kelola yang berbeda.
- Perseroan digambarkan sebagai badan hukum yang merupakan persekutuan modal, didirikan berdasarkan perjanjian, dan modalnya terbagi dalam saham.
- Perseroan memiliki rapat umum pemegang saham, direksi, dan komisaris.
- Koperasi merupakan usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.
- Anggota koperasi merupakan pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi.
- Pengelolaan kegiatan usaha koperasi menjadi tanggung jawab pengurus dan dipertanggungjawabkan pada Rapat Anggota atau Rapat Anggota Luar Biasa.
Halaman 37
Contoh Kepemilikan dan Kelompok Bank
Materi menampilkan contoh bank campuran, asing, swasta, bank milik negara, dan bank daerah melalui nama serta logo bank.
- Contoh yang tertulis pada kelompok campuran, asing, dan swasta antara lain Bank ANZ Indonesia, Bank Commonwealth, Bank Agris, Bank BNP Paribas Indonesia, Bank Capital Indonesia, Bank Chinatrust Indonesia, Bank DBS Indonesia, dan Bank KEB Indonesia.
- Materi juga menampilkan BRI, BNI, Mandiri, dan BTN pada bagian kepemilikan bank milik negara.
- Bagian bank daerah menampilkan berbagai bank pembangunan daerah.
Halaman 39
Perbedaan Bank Umum dan Bank Perekonomian Rakyat
Bank Umum dapat menjalankan kegiatan usaha secara konvensional maupun syariah dan memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran, sedangkan Bank Perekonomian Rakyat menghimpun dan menyalurkan dana tetapi tidak diperkenankan memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.
- Bank Umum dapat menyediakan transfer, kliring, kartu pembayaran, dan layanan digital banking.
- BPR tidak dapat menyediakan produk seperti giro, transfer antarbank, atau layanan pembayaran lainnya.
- Perbedaan utama yang ditekankan adalah kewenangan memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.
Halaman 40
Kegiatan Usaha Bank Perekonomian Rakyat
Bank Perekonomian Rakyat dapat melakukan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah, menghimpun dana tertentu, memberikan kredit, menyediakan pembiayaan dan penempatan dana, serta menempatkan dana pada instrumen dan bank lain yang disebut dalam materi.
- BPR tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran dan tidak menerima simpanan giro, kegiatan valas, atau perasuransian.
- Penghimpunan dana dilakukan dalam bentuk deposito berjangka atau tabungan.
- BPR dapat memberikan kredit serta menyediakan pembiayaan dan penempatan dana.
- BPR dapat menempatkan dana pada SBI, deposito berjangka, sertifikat deposito, dan tabungan pada bank lain.
- Materi merujuk Peraturan POJK No. 7 Tahun 2024 tentang Bank Perekonomian Rakyat.
Halaman 42
Bank Konvensional dan Bank Syariah
Bank Konvensional menerapkan sistem bunga untuk produk dana maupun kredit, sedangkan Bank Syariah menggunakan prinsip bagi hasil atau keuntungan yang disepakati.
- Prinsip bagi hasil pada materi disebut mudharobah.
- Keuntungan yang disepakati pada materi disebut murabahah.
Halaman 43
Perbedaan Konvensional dan Syariah
Tabel perbandingan membedakan bank konvensional dan syariah dari sisi keuntungan, pengelolaan dana, proses transaksi, promosi dan cicilan, serta sistem bunga.
- Pada bank konvensional, keuntungan ditampilkan sebagai suku bunga simpanan dan dana; pada bank syariah, keuntungan ditampilkan sebagai bagi hasil atau al-mudharabah.
- Pengelolaan dana pada bank syariah dalam bentuk titipan maupun investasi harus pada sektor halal, sedangkan tabel konvensional menyebut sumber dana dapat berasal dari sumber manapun.
- Proses transaksi bank syariah didasarkan pada Al-Qur'an dan Hadist serta telah difatwakan oleh Majelis Ulama Indonesia, sedangkan konvensional berdasarkan hukum yang berlaku di Indonesia.
- Pada tabel, cicilan syariah diterapkan dengan jumlah tetap berdasarkan keuntungan yang disetujui saat akad kredit, sementara konvensional menampilkan promosi seperti suku bunga tetap atau fixed rate pada periode tertentu.
- Sistem bunga ditampilkan ada pada konvensional dan tidak ada pada syariah.
Halaman 44
Kelompok Bank Modal Inti atau KBMI
KBMI mengelompokkan Bank Umum berdasarkan besaran modal inti: KBMI 1 sampai dengan Rp6 triliun, KBMI 2 lebih dari Rp6 triliun sampai Rp14 triliun, KBMI 3 lebih dari Rp14 triliun sampai Rp70 triliun, dan KBMI 4 lebih dari Rp70 triliun.
- KBMI 1 memiliki modal inti sampai dengan Rp6 triliun.
- KBMI 2 memiliki modal inti lebih dari Rp6 triliun sampai Rp14 triliun.
- KBMI 3 memiliki modal inti lebih dari Rp14 triliun sampai Rp70 triliun.
- KBMI 4 memiliki modal inti lebih dari Rp70 triliun.
- Materi merujuk Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 12/POJK.03/2021 tentang Bank Umum.
Halaman 45
Ruang Lingkup Kegiatan Berdasarkan KBMI
Semakin tinggi kelompok KBMI, semakin luas kegiatan usaha dan wilayah penyertaan modal yang ditampilkan dalam materi.
- KBMI 1 dapat melakukan kegiatan usaha dalam Rupiah, kegiatan sebagai pedagang valuta asing, dan kegiatan lain yang digolongkan sebagai produk atau aktivitas dalam Rupiah.
- KBMI 2 dapat melakukan kegiatan dalam Rupiah dan valuta asing serta kegiatan KBMI 1 dengan cakupan lebih luas untuk keagenan, kerja sama, sistem pembayaran, dan electronic banking.
- KBMI 3 dapat melakukan seluruh kegiatan usaha dalam Rupiah maupun valuta asing dan penyertaan modal pada lembaga keuangan di Indonesia atau luar negeri terbatas pada wilayah regional Asia.
- KBMI 4 dapat melakukan seluruh kegiatan usaha dalam Rupiah maupun valuta asing dan penyertaan modal pada lembaga keuangan di Indonesia atau seluruh wilayah di luar negeri dengan jumlah lebih besar.
Bab 6
Struktur Organisasi Bank
Bagian ini memperkenalkan contoh struktur organisasi bank, pembagian unit pusat, hubungan kantor pusat dan wilayah, jenis kantor cabang, serta fungsi front office dan back office.
Halaman 46–56
Halaman 47–49
Contoh Struktur Organisasi Bank
Materi menampilkan contoh struktur organisasi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Bank Mandiri, dan PT Bank BCA Syariah untuk menunjukkan hubungan organ pengawasan, direksi, fungsi bisnis, operasi, risiko, teknologi, human capital, kepatuhan, dan audit.
- Bagan BRI menampilkan Rapat Umum Pemegang Saham, Direktur Utama, Wakil Direktur Utama, Dewan Komisaris, berbagai kelompok bisnis, operasi, risiko, teknologi informasi, human capital, finance and strategy, serta internal audit.
- Bagan Bank Mandiri menampilkan Dewan Komisaris dan komite, Direksi, komite-komite direksi, unit bisnis, operations, risk management, information technology, human capital and compliance, finance and strategy, consumer banking, serta network and retail funding.
- Bagan BCA Syariah menampilkan Rapat Umum Pemegang Saham, Dewan Pengawas Syariah, Direksi, Dewan Komisaris, komite-komite, serta satuan kerja operasi, risiko, audit, kepatuhan, hukum, human capital, dan pengembangan bisnis.
Halaman 50
Tiga Unit Besar dalam Struktur Organisasi
Struktur organisasi bank dibagi ke dalam tiga unit besar, yaitu Business Unit, Operation Unit, dan Supporting Unit.
- Business Unit menangani fungsi bisnis.
- Operation Unit menangani fungsi operasi.
- Supporting Unit mendukung pelaksanaan bisnis dan operasi.
Halaman 51
Contoh Struktur Organisasi Cabang
Bagan struktur organisasi cabang menempatkan Pimpinan Cabang di tingkat atas, dengan fungsi pemasaran, operasional, dan bisnis mikro yang didukung oleh berbagai manajer, supervisor, account officer, teller, dan petugas layanan.
- Bagan menampilkan Manajer Pemasaran, Manajer Operasional, dan Manajer Bisnis Mikro.
- Fungsi di bawah pemasaran mencakup AO Commercial, AO Consumer, AO Program, dan Funding Officer.
- Fungsi di bawah operasional mencakup supervisor administrasi kredit, supervisor pelayanan internal, supervisor pelayanan kas, teller, kliring, payment point, dan customer service.
- Fungsi bisnis mikro mencakup supervisor administrasi unit, petugas administrasi unit, PRU, petugas cadangan, dan BRI Unit.
Halaman 52
Struktur Organisasi Pusat dan Cabang
Kantor pusat selalu dibagi dalam Unit Business, Unit Operations, dan Unit Support. Secara umum struktur bank juga mencakup Distribution Network, Finance and Accounting, Audit, Legal and Compliance, IT and Procurement, serta Human Capital.
- Kantor cabang biasanya berada di bawah unit jaringan.
- Jika organisasi bank besar, kantor pusat dapat memiliki organisasi Kantor Wilayah.
Halaman 53
Kantor Pusat Bank
Kantor pusat adalah tempat berlangsungnya kegiatan perencanaan sampai pengawasan. Setiap bank memiliki satu kantor pusat yang mengendalikan kebijakan terhadap cabang-cabangnya dan bukan tempat kegiatan operasional seperti kantor cabang.
- Fungsi kantor pusat meliputi penyusunan rencana strategi bisnis.
- Kantor pusat menjadi pengendali operasional.
- Kantor pusat menyusun kebijakan.
- Kantor pusat menjadi pengawas operasional.
Halaman 53
Kantor Wilayah
Kantor Wilayah adalah kantor bank yang membantu kantor pusat melakukan fungsi administrasi dan koordinasi terhadap beberapa kantor cabang di wilayah tertentu.
- Kantor Wilayah berperan sebagai penghubung koordinasi antara kantor pusat dan beberapa kantor cabang.
- Cakupannya berada pada wilayah tertentu.
Halaman 54
Jenis Kantor Pelayanan Bank
Materi membedakan Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu, dan Kantor Kas berdasarkan cakupan tanggung jawab serta kelengkapan produk dan transaksi.
- Kantor Cabang bertanggung jawab langsung kepada kantor pusat, memiliki tempat usaha permanen, dan pada kantor cabang besar dapat melayani semua produk serta transaksi perbankan.
- Kantor Cabang Pembantu berada di bawah Kantor Cabang dan membantu kantor induk; produk serta transaksi tidak selengkap kantor cabang besar, terutama tidak semua produk kredit dilayani.
- Kantor Kas memberikan pelayanan kas dan dapat melayani nasabah baru; layanan yang diberikan hanya transaksi setoran dan penarikan.
Halaman 55–56
Fungsi Front Office dan Back Office
Front Office berhubungan langsung dengan layanan nasabah, sedangkan Back Office mendukung operasional Front Office dengan memastikan proses sesuai aplikasi nasabah dan prosedur yang berlaku.
- Front Office mencakup Customer Service, Teller, dan Sales atau Marketing serta bertanggung jawab atas kualitas layanan bank kepada nasabah.
- Kegiatan Front Office meliputi pemasaran produk dan jasa, pembukaan dan penutupan rekening, permintaan blokir, transaksi tunai dan non-tunai, serta layanan informasi produk.
- Kegiatan Back Office meliputi validasi dan konfirmasi transaksi nasabah, meneruskan transaksi ke bank lain, menerbitkan dan mengadministrasikan kartu ATM, rekonsiliasi dan settlement, serta penyelesaian pengaduan nasabah.
Bab 7
Cabang sebagai Pusat Strategi Pertumbuhan
Bagian penutup menempatkan cabang bukan sekadar tempat transaksi, tetapi pusat strategi pertumbuhan yang memanfaatkan pemahaman lokal, menjalankan strategi, membangun relasi, dan memicu inovasi layanan.
Halaman 57–59
Halaman 57
Empat Fungsi Cabang
Fungsi cabang terdiri dari fungsi transaksi, fungsi akuisisi, fungsi pelayanan, dan fungsi edukasi.
- Fungsi transaksi meliputi setoran dan penarikan, transfer, pembukaan rekening, pembayaran tagihan, pencairan kredit, serta aktivitas ATM dan CRM.
- Fungsi akuisisi meliputi promosi dan penawaran produk, aktivitas jemput bola, cross-selling, dan up-selling.
- Fungsi pelayanan meliputi penggantian buku tabungan atau ATM, aktivasi layanan e-banking, komplain dan keluhan, informasi produk dan simulasi, serta bantuan pembukaan rekening.
- Fungsi edukasi meliputi pemahaman produk, sosialisasi manfaat produk, edukasi pengelolaan utang dan kredit sehat, serta penyuluhan.
Halaman 58
Cabang sebagai Pusat Strategi Pertumbuhan Bank
Cabang menjadi pusat strategi pertumbuhan yang mengandalkan kekuatan manusia, kedekatan, dan pemahaman lokal untuk membaca pasar, menjalankan strategi bisnis, serta menjadi ujung tombak akuisisi dan layanan.
- Sebagai sumber data dan pemahaman pasar lokal, cabang memahami segmentasi pekerja, UMKM, pensiunan, dan pelajar, pola kebutuhan keuangan, serta potensi mitra strategis.
- Sebagai eksekutor strategi bisnis, cabang menerjemahkan kebijakan dan produk kantor pusat menjadi target harian, mingguan, dan bulanan, kegiatan pemasaran, penyaluran kredit selektif, serta aktivasi dan edukasi produk.
- Sebagai ujung tombak akuisisi dan layanan, cabang membangun reputasi dan kepercayaan; AO menjadi konsultan finansial, Teller dan CS memberi pengalaman layanan, serta kepala cabang membangun jejaring dan kolaborasi lokal.
Halaman 59
Relasi, Loyalitas, dan Inovasi dari Cabang
Hubungan yang dibangun cabang melalui layanan dan edukasi dapat menciptakan nasabah yang loyal dan bertumbuh, sementara kebutuhan unik yang ditemukan cabang menjadi input bagi inovasi layanan.
- Contoh pertumbuhan relasi yang ditampilkan adalah nasabah dana menjadi nasabah kredit, nasabah individu membawa keluarga dan rekan kerja, serta nasabah UMKM tumbuh menjadi nasabah korporasi.
- Cabang dapat menemukan kebutuhan unik atau masalah spesifik yang belum dijawab oleh sistem atau produk standar.
- Temuan tersebut menjadi input untuk pengembangan produk baru, perbaikan proses layanan, serta inovasi digital dan fitur berbasis kebutuhan.
Referensi
Glosarium
Bank
Halaman 19
Badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk lainnya untuk meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
Agent of Trust
Halaman 21
Fungsi khusus bank sebagai lembaga yang berlandaskan kepercayaan dua arah dari dan kepada masyarakat.
Agent of Development
Halaman 21
Fungsi bank untuk memobilisasi dana bagi pembangunan ekonomi dan mendukung kegiatan sektor riil melalui penghimpunan serta penyaluran dana.
Agent of Services
Halaman 21
Fungsi bank dalam memberikan pelayanan jasa perbankan berupa transaksi keuangan kepada masyarakat.
Financial intermediary
Halaman 22–24
Perantara keuangan yang menghimpun dana dari unit surplus dan menyalurkannya kepada unit defisit secara efisien dan aman.
Alias: Perantara keuangan
Unit surplus
Halaman 22–24
Pihak yang memiliki kelebihan dana dalam hubungan financial intermediary.
Unit defisit
Halaman 22–24
Pihak yang membutuhkan dana dalam hubungan financial intermediary.
Transforming maturities
Halaman 26
Fungsi financial intermediary yang menjembatani simpanan jangka pendek dengan pinjaman jangka menengah atau panjang.
Alias: Transformasi jangka waktu
Risk pooling
Halaman 27
Pengumpulan dan diversifikasi risiko dengan menyebarkan risiko individu ke banyak peserta atau portofolio.
Alias: Pengumpulan dan diversifikasi risiko
Liquidity provision
Halaman 28
Penyediaan kemudahan bagi penyimpan dana untuk menarik uang sewaktu-waktu meskipun sebagian dana telah disalurkan kepada peminjam.
Alias: Penyediaan likuiditas
Bank Umum
Halaman 39–40
Bank yang dapat menjalankan kegiatan usaha secara konvensional maupun syariah dan memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.
Bank Perekonomian Rakyat
Halaman 39–40
Bank yang menjalankan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah, tetapi tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.
Alias: BPR
Bank Konvensional
Halaman 42–43
Bank yang menerapkan sistem bunga untuk produk dana maupun kredit.
Bank Syariah
Halaman 42–43
Bank yang menggunakan prinsip bagi hasil atau keuntungan yang disepakati dalam bisnisnya.
Kelompok Bank Modal Inti
Halaman 44–45
Pengelompokan Bank Umum berdasarkan besaran modal inti yang terdiri dari KBMI 1 sampai KBMI 4.
Alias: KBMI
Kantor Pusat
Halaman 53
Kantor tempat perencanaan sampai pengawasan dilakukan dan kebijakan terhadap kantor cabang dikendalikan.
Kantor Wilayah
Halaman 53
Kantor bank yang membantu kantor pusat melakukan fungsi administrasi dan koordinasi terhadap beberapa kantor cabang di wilayah tertentu.
Kantor Cabang Pembantu
Halaman 54
Kantor di bawah Kantor Cabang yang membantu kantor induk dengan cakupan produk dan transaksi yang tidak selengkap kantor cabang besar.
Front Office
Halaman 55–56
Fungsi bank yang berhubungan langsung dengan layanan nasabah, seperti Customer Service, Teller, dan Sales atau Marketing.
Back Office
Halaman 55–56
Fungsi bank yang mendukung operasional Front Office dengan memastikan proses sesuai aplikasi nasabah dan prosedur yang berlaku.
Rapat Umum Pemegang Saham
Halaman 35
Organ perseroan yang ditampilkan bersama direksi dan komisaris dalam penjelasan badan usaha perseroan.
Alias: RUPS
Istilah
Akronim
- DJB
- De Javasche Bank
- BNI
- Bank Negara Indonesia
- BI
- Bank Indonesia
- BRI
- Bank Rakyat Indonesia
- BPPN
- Badan Penyehatan Perbankan Nasional
- LPS
- Lembaga Penjamin Simpanan
- OJK
- Otoritas Jasa Keuangan
- BPR
- Bank Perekonomian Rakyat
- KBMI
- Kelompok Bank Modal Inti
- RUPS
- Rapat Umum Pemegang Saham
- TI
- Teknologi Informasi
- PT
- Perseroan Terbatas
Halaman 8
Halaman 8
Halaman 8–9
Halaman 11
Halaman 9
Halaman 9
Halaman 9
Halaman 39–40
Halaman 44
Halaman 35
Halaman 17
Halaman 11
Keterkaitan
Relasi antar-item
Halaman 6–8
Halaman 6–9
Halaman 9–13
Halaman 8–11
Halaman 15–16
Halaman 16–17
Halaman 22–23
Halaman 23–26
Halaman 23–27
Halaman 23–28
Halaman 30–31
Halaman 33–42
Halaman 39–40
Halaman 42–43
Halaman 44–45
Halaman 50–52
Halaman 53
Halaman 57–58
Halaman 58–59
Indeks
Kata kunci dan entitas
Kata kunci
Entitas
Pustaka
Sumber dan catatan ekstraksi
- Berkas sumber
- Materi BFLP Generalist - Peran dan Jenis Perbankan.pdf
- Bahasa
- Campuran Indonesia dan Inggris
- Grounding
- Hanya materi sumber
- Cakupan
- Lengkap dengan catatan
- SHA-256
- 07256e6f808c3e6953e5e98333077d741bcc9b990146fd3d648dfe01baca68c9
- Seluruh 60 halaman PDF diperiksa melalui ekstraksi teks dan render visual pada halaman yang memuat tabel, diagram, atau struktur organisasi.
- Halaman 1-4 diringkas sebagai orientasi materi, tujuan pembelajaran, dan pokok bahasan; halaman 7 hanya memuat tautan video sehingga tidak dibuat menjadi item pembelajaran tersendiri.
- Diagram Arsitektur Perbankan Indonesia pada halaman 15, kerangka MPSJKI pada halaman 16, dan roadmap pada halaman 17 ditinjau secara visual; hanya teks yang terbaca jelas yang diringkas.
- Bagan klasifikasi bank pada halaman 33-38 dan bagan struktur organisasi pada halaman 47-51 ditinjau secara visual. Bagan organisasi yang sangat padat diringkas pada tingkat organ dan fungsi utama, bukan seluruh kotak unit.
- Halaman 60 tidak memuat materi pembelajaran substantif. Tidak ada informasi internet atau pengetahuan eksternal yang ditambahkan.
