Daftar isi
Ringkasan
Tujuan pembelajaran
- Menjelaskan delapan fokus Retail Transaction Strategy Moving Forward.
- Membedakan kriteria dan pendekatan pengelolaan anchor, strategic, dan mass merchant.
- Mengidentifikasi solusi e-commerce, payment, dan platform publik yang ditampilkan.
- Menguraikan pemetaan serta akuisisi pipeline value chain oleh Regional Office.
- Menjelaskan fitur, onboarding, metrik, dan pengembangan kapabilitas BRImo yang disajikan.
- Menelusuri bentuk kolaborasi kampanye dan integrasi fitur bersama partner.
Bab 1
Arah dan Organisasi Retail Transaction
Bagian awal menempatkan Retail Transaction dalam BRIvolution Reignite, menjelaskan sebaran sumber daya, struktur organisasi, dan delapan fokus strategi transaksi ritel.
Halaman 2–5
Halaman 2
BRIvolution Reignite
BRIvolution Reignite memiliki arah Transform the funding franchise serta Revamp existing core, build new core, yang didukung fondasi world-class pada HC, Risk, IT dan Digital, Distribution, Operations, dan Rebranding.
- Transform the funding franchise mencakup penguatan low-cost funding melalui optimalisasi digital channel, peningkatan penetrasi business cluster, kolaborasi dan cross selling product, serta penguatan organisasi, produk, dan kapabilitas RM.
- Improve Transaction banking Capability menempatkan BRImo, BRILink, QRIS, dan EDC pada ritel serta Qlola sebagai platform dan tool transaksi utama untuk SME & Wholesale.
- Revamp existing core mencakup rejuvenation business process micro dan accelerating new core, termasuk utilisasi ETB serta integrasi outlet BRI dan penjualan melalui BRImo untuk gadai emas.
Halaman 3
Sebaran jaringan dan basis nasabah
Materi menampilkan persebaran UKO, mesin ATM/CRM, EDC, dan pengguna BRImo di seluruh Indonesia, dengan posisi data Mei 2026.
- Ringkasan nasional yang ditampilkan adalah 7.857 UKO BRI, 9.196 mesin ATM/CRM (ATM & CRM), 49,1 juta user BRImo (by Rek), dan 324.844 EDC (TID).
- Peta merinci titik Medan, Padang, Pekanbaru, Bandar Lampung, Palembang, Jakarta 1-3, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Denpasar, Banjarmasin, Makassar, Manado, dan Jayapura.
Halaman 4
Struktur organisasi Retail Transaction 2026
Retail Transaction Group berada di bawah Sub Direktorat Retail Transaction & Funding, Direktorat Networking & Retail Funding, dan memiliki tujuh department yang ditampilkan.
- Departemen: Anchor & Strategic Merchant; Mass Merchant; E-Commerce & Payment Gateway; Digital Banking Partnership & Activation; Digital Platform & Public Services; Value Chain Business; serta Strategy, Policy & Business Analytic.
- Fungsi yang ditampilkan meliputi partnership management, marketing strategy & program development, marketing acquisition/relationship/maintenance, merchant productivity monitoring & evaluation, value chain relationship/execution/product/problem solving, serta business strategy, policy management, budgeting, business intelligence, performance analytics & MIS, dan RM capability building.
Halaman 5
Delapan fokus Retail Transaction Strategy Moving Forward
Strategi transaksi ritel berfokus pada produktivitas dan akuisisi merchant, optimalisasi cluster, penetrasi BRImo, kemudahan onboarding, kolaborasi perusahaan anak, kapabilitas RM, serta anchor dan strategic merchant.
- Fokus 1: peningkatan produktivitas EDC dan QRIS melalui optimalisasi penggunaan mesin yang masih rendah agar lebih produktif dan memiliki volume transaksi tinggi.
- Fokus 2-4: akuisisi merchant potensial untuk meningkatkan CASA, optimalisasi wilayah melalui mapping potensi bisnis pada teritori unit kerja, dan akuisisi serta edukasi masif untuk meningkatkan penetrasi BRImo.
- Fokus 5-8: enhancement kemudahan onboarding digital channel, penguatan kolaborasi perusahaan anak, upgrading skill RM, serta penambahan fungsi kantor pusat untuk merchant anchor dan strategic guna meningkatkan customer engagement.
- Sumber menyatakan perbaikan produktivitas, penetrasi berkualitas, dan onboarding otomatis diharapkan meningkatkan engagement, loyalty, dan CASA.
Bab 2
Business dan Acquiring Merchant
Bagian merchant menguraikan klasifikasi merchant, strategi akuisisi dan maintenance, kategori mass merchant, serta solusi pembayaran online dan digital public services.
Halaman 7–12
Halaman 7
Kriteria Anchor dan Strategic Merchant
Anchor Merchant memiliki sales volume minimal Rp100 miliar per tahun dan outlet di seluruh Indonesia; Strategic Merchant memiliki sales volume Rp20-100 miliar per tahun, persepsi atau eksposur tinggi, dan outlet yang dapat hanya berada pada satu wilayah atau area.
- Anchor Merchant dapat berupa group dengan banyak brand.
- Materi juga menampilkan mapping persebaran, total kelolaan 280 group, 793 brand, 89.161 MID, dan 115.981 TID.
- Top 10 merchant yang diperlihatkan mencakup Matahari, Kawan Lama Group, MAP, Indomaret, Kimia Farma, GrandLucky, Johnny Andrean, J.CO, Erajaya, dan Alfamart.
Halaman 8
Akuisisi dan maintenance merchant anchor/strategic
Pendekatan yang ditampilkan menggabungkan akuisisi merchant bernilai tinggi atau recurring payment dengan pemeliharaan kualitas bisnis, transaksi, produk holding, dan loyalty merchant.
- Akuisisi meliputi must have merchant Big Fish dan Hype, recurring payment seperti MC Sports & Leisure, sensitivitas terhadap season/trend baru, relasi group hotel, direct sales aggregator untuk outlet lebih dari 10, dan merchant eksklusif.
- Maintenance meliputi review merchant dengan kelolaan TID tidak berkualitas di atas 50%, review merchant bertransaksi off us rendah, optimalisasi transaksi QRIS pada groceries dan F&B, upscalling product holding, kolaborasi event BRI, dan loyalty merchant.
- Strategi tindak lanjut yang dicantumkan antara lain promo selected outlet, sosialisasi kembali ke kasir, penghapusan TID, temporary lower MDR, combine benefit sponsorship, dan offering installment off us.
Halaman 9
Mass Merchant
Ritel atau mass merchant adalah merchant dengan sales volume kurang dari Rp20 miliar per tahun; strategi diarahkan pada perluasan akseptasi EDC dan QRIS serta produktivitas dan pengelolaan merchant ritel.
- Lima arah yang ditampilkan: akuisisi merchant potensial, optimalisasi business cluster, peningkatan produktivitas EDC & QRIS, peningkatan kemudahan onboarding merchant, dan RM capability.
- Kategori mass merchant pada materi: F&B 33%, Healthcare 10%, Others 9%, Sport 5%, Hotel 10%, Fashion 13%, Electronic 10%, Groceries 7%, Entertainment 2%, dan Tour Travel 1%.
- Top MCC by sales volume Q1 2025: Groceries 9,6 T; Pawnshop 8,4 T; F&B 5,8 T; Fashion 5,2 T; dan Elektronik 1,9 T.
Halaman 10
Solusi Online Payment BRI
Online Payment BRI disajikan sebagai solusi penerimaan pembayaran online melalui Online Acquiring, BRIVA, BRImo E-Payment, BRI Direct Debit, QRIS BRI API, dan CPTS.
- Online Acquiring menerima pembayaran melalui kartu kredit atau kartu debit nasabah melalui web/aplikasi merchant.
- BRIVA dapat diakses dari rekening BRI maupun bank lain; BRImo E-Payment menerima pembayaran melalui BRImo.
- BRI Direct Debit menerima pembayaran dengan source of fund dari kartu debit BRI, baik GPN maupun Mastercard, yang telah aktif internet banking.
- QRIS dapat diterima oleh seluruh wallet dari berbagai metode pembayaran; CPTS merupakan produk Bank Indonesia dan ASPI untuk mengakomodir transaksi Kartu Kredit berbasis GPN secara online.
Halaman 11
Ekosistem partner Direct Debit
Materi menampilkan daftar partner Direct Debit dan partner aggregator sebagai ekosistem penerapan layanan BRI Direct Debit.
- Daftar partner yang terlihat mencakup Lazada, Tokopedia, Traveloka, Oy!, LinkAja!, DANA, BRIMOLA, BRI Store, Kitabisa.com, ALODOKTER, PLN, instamoney.co, pajakku, UNICEF, Cashbac, BenihBaik, Warung BaBe, Qoala, XL Axiata, dan lainnya.
- Partner aggregator yang ditampilkan: Ayoconnect, Xendit, DOKU, Espay, dan Faspay.
Halaman 12
Produk Digital Platform Public Services
Digital Platform BRI dikembangkan sebagai ekosistem layanan digital terintegrasi untuk mempermudah transaksi dan pengelolaan keuangan nasabah dari segmen korporasi, institusi, hingga retail.
- BRIMOLA mengelola transaksi dan pembayaran LPG subsidi maupun non-subsidi secara otomatis, real-time, dan transparan; targetnya agen gas dan pangkalan gas.
- BRIsmart Billing adalah sistem penagihan/collection oleh nasabah BRI sebagai biller kepada customer sebagai billee, dengan target beragam sektor bisnis, kawasan industri, dan manajemen gedung mall.
- Junio Smart adalah sistem digital terintegrasi untuk sekolah yang mengelola akademik, administrasi, pembayaran, dan informasi serta menghubungkan sekolah, siswa, dan orang tua; targetnya sekolah umum dan sekolah agama.
- BRIZZI ditampilkan sebagai produk uang elektronik BRI dengan saldo maksimum Rp2 juta, teknologi chip, jenis unregistered yang dapat diidentifikasi berdasarkan nomor, dengan target e-ticketing taman wisata, kerjasama penjualan kartu, dan e-parking.
Bab 3
Kolaborasi Ekosistem dan Value Chain
Bagian value chain menjelaskan penguasaan aliran uang dari principal hingga customer, business mapping, model kolaborasi lintas segmen, dan contoh di sektor pemerintah, rumah sakit, groceries, F&B, serta pusat ramai transaksi.
Halaman 14–23
Halaman 14
Value chain money flow dan business mapping
Penguasaan Bisnis Value Chain didefinisikan sebagai penguasaan aliran uang principal kepada rantai bisnisnya untuk produk pinjaman SME, simpanan, transaksional, konsumer, dan mikro.
- Rantai money flow yang ditampilkan: raw material, supplier, factory, distribution, ritel, dan customer.
- Business mapping dilakukan dengan mengidentifikasi potensi value chain B2B2C per wilayah, menentukan prioritas nasabah yang ditindaklanjuti, lalu mengakuisisi pipeline value chain melalui kolaborasi antar segmen.
- Pipeline dijelaskan sebagai calon nasabah aktif yang bertransaksi di principal; manfaat yang disebutkan adalah canvassing lebih terarah, peningkatan kualitas kredit, dan perhitungan menyeluruh dengan EPA.
Halaman 15
Model ekosistem vertikal dan horizontal
Model bisnis ekosistem vertikal menggunakan strategi akuisisi top-down dari principal, sedangkan model horizontal menekankan pemetaan dan assessment ekosistem oleh Regional Office.
- Pada model vertikal, RM Wholesale menggali informasi/data ekosistem dari nasabah principal; data menjadi sumber pipeline yang dikelola Tim One BRI Solution dan didistribusikan kepada unit kerja/RM untuk akuisisi.
- Ekosistem yang dicakup meliputi potential dari principal, group usaha, supplier, distributor, sub distributor, employee, dan lainnya.
- Pada model horizontal, RO melakukan mapping potensi wilayah, assessment untuk memilih ekosistem fokus berdasarkan engagement calon nasabah, lalu dapat fokus pada ekosistem yang berpengaruh besar.
Halaman 16
Peran kolaborasi pada value chain institusi pemerintah
Bisnis kelembagaan diposisikan sebagai gate opener dan collaborator untuk membangun solusi terintegrasi bagi kementerian dan lembaga negara.
- Potential client yang ditampilkan adalah kementerian, lembaga negara, universitas, dan rumah sakit; Retail Transaction Group termasuk kelompok bisnis BRI lain yang dapat terlibat.
- Peran Institutional Business Group: Relationship Manager membangun hubungan dengan K/L; gate opener memperkenalkan produk dan membuka peluang layanan; integrated solution provider mengeksplorasi kebutuhan dan menyediakan layanan terintegrasi.
- Peran lanjutan: collaborator memimpin kolaborasi lintas divisi, innovation lead memimpin inovasi/pengembangan solusi, dan strategic liaison menjadi penghubung strategis dengan klien.
Halaman 17
Contoh ekosistem Kementerian IMIPAS
Contoh Kementerian IMIPAS menampilkan flow kerja sama dari DIPA APBN 2025 dan MOU & Agreement 09 Januari 2025 menuju One BRI Solution IMIPAS Ecosystem serta RTG Cashless Payment Stream.
- Cakupan flow melibatkan Imigrasi VOA & Overstay, Pemasyarakatan Rutan & Lapas, Client Services Team (5 Stream Collabs), INS Group Project Initiation, dan Uker BRI.
- Cashless Payment Stream mencakup BRImo WBP, BRIZZI WBP, EDC & QRIS, dan E-VISA/VOA.
- Pada portfolio & target, sumber menampilkan metrik Rutan & Lapas, eVISA & VOA, Total IMIPAS, serta target 2025 termasuk TID, sales volume EDC, AVG CASA, payroll, user BRImo, FBI, dan kartu BRIZZI.
Halaman 18–20
Solusi value chain RS Vertikal
Contoh RS Vertikal memetakan solusi BRI untuk rumah sakit, employee, apotek/farmasi, tenant, mitra/partner, dan pasien dalam satu ekosistem rumah sakit.
- Untuk rumah sakit: pengelolaan keuangan/cashflow RS, penerimaan pembayaran perawatan pasien dan tenant, pembayaran gaji dokter/karyawan, penagihan partner B2B RS, dan kemudahan fasilitas pembiayaan.
- Untuk employee: pengelolaan keuangan dari gaji dan kesejahteraan atau kemudahan fasilitas pinjaman; untuk pasien: pembayaran asuransi, pembayaran cashless dan online, serta kemudahan cicilan.
- Untuk apotek/farmasi, tenant, dan mitra/partner ditampilkan penerimaan pembayaran cashless, pengelolaan cashflow, serta pembayaran vendor/penagihan atau fasilitas financing sesuai pihaknya.
Halaman 21
Penetrasi tabungan BRI di merchant groceries
Contoh Grand Lucky menggunakan EDC BRI sebagai pintu masuk penghimpunan CASA dari transaksi dan ekosistem merchant, dengan kolaborasi lintas group untuk mengakuisisi customer high-potential yang belum menjadi nasabah BRI.
- Tahap 1 menampilkan customer berbelanja di EDC BRI, soft selling promo diskon memakai Debit BRI/BRImo, dan ajakan buka tab via BRImo.
- Tahap 2 meliputi low-cost liquidity melalui Payroll BRI, Qlola BRI, rekening supplier, Prioritas BRI, dan potensi lain; juga kontribusi pertumbuhan pinjaman konsumer/produktif.
- Indikator business merchant yang ditampilkan: 14 outlet, 250 TID, 12 rekening giro/tabungan, 2 rekening deposito; total sales volume dari Rp650 M (2023) menjadi Rp1,13 T (2025), wallet share dari 31% menjadi 44%, dan total DPK dari Rp19 M menjadi Rp69 M.
Halaman 22–23
Penetrasi tabungan pada merchant F&B dan pusat ramai transaksi
Contoh Sushi Hiro dan One Satrio menunjukkan penggunaan promo Debit BRI/BRImo serta soft selling di area transaksi untuk mengakuisisi tabungan BRI berkualitas.
- Pada Sushi Hiro, sumber menampilkan pencapaian sales volume Rp295,6 M/tahun dan giro November 2025 Rp27 M; transaksi off us Rp138 M (46,7%) digunakan sebagai peluang akuisisi.
- Reward merchant F&B ditujukan agar customer taking order, waitress, dan kasir menginformasikan promo diskon Debit BRI dan BRImo untuk mendukung akuisisi tabungan dengan kualitas saldo di atas Rp10 juta.
- Pada pusat ramai transaksi, EDC BRI dan program promo Debit BRI/BRImo dimanfaatkan unit kerja untuk soft selling; sumber menautkan sasaran pengunjung dengan kualitas tab di atas Rp10 juta dengan peningkatan kualitas tabungan BRI.
Bab 4
BRImo dan Kapabilitas Operasional
Bagian BRImo memaparkan transformasi aplikasi, strategi SuperApp, jangkauan pengguna, onboarding rekening, capaian, perbandingan tampilan, dan peningkatan kapabilitas RMFT serta operasional.
Halaman 25–31
Halaman 25
BRImo dan transformasi digital
BRImo adalah aplikasi mobile banking BRI untuk kemudahan dan kenyamanan transaksi keuangan digital, termasuk transfer uang, top up eWallet, pembelian pulsa, tarik tunai di minimarket, QRIS, dan pembayaran tagihan lainnya.
- Timeline yang ditampilkan mencakup Internet Banking BRI (2009), BRI Mobile (2011 dan 2012), BRI Mobile (2015), BRImo (2019 dan 2021), serta BRImo 2023-Now.
- Materi menyatakan transformasi telah dilakukan dan BRImo akan terus berbenah untuk memberi pengalaman terbaik bagi masyarakat.
Halaman 26
Strategi BRImo SuperApp
Visi BRImo adalah Improve Experience in Each Point by Making It Secure, Enjoyable, Simple & Rewarding; misi 2025 adalah Leisure & Rewarding Features dan misi 2026 Beyond Banking SuperApp.
- Pilar yang ditampilkan: Branchless, Online On Boarding, Financial Superstore, Digital Lending, Lifestyle Ecosystem, Investment, Customer Engagement, dan Subsidiary Integration.
- Online On Boarding menampilkan pembukaan rekening dengan facial recognition dan capaian lebih dari 700.000 pengguna baru per bulan.
- Financial Superstore menampilkan lebih dari 200 fitur, remitansi ke lebih dari 100 negara melalui SWIFT dan Western Union, serta kebutuhan transaksi dalam satu aplikasi.
- Pilar lain menampilkan instant approval pinjaman KTA kurang dari 10 menit, integrasi lebih dari 70% pengguna Ceria, 10 ekosistem lifestyle, digitalisasi e-SBN/deposito/RDN/DPLK, complaint in apps, dan akses mutasi hingga lima tahun.
Halaman 27–29
Jangkauan dan capaian BRImo
Materi menampilkan sebaran user dan transaksi BRImo nasional, serta capaian pengguna, jumlah transaksi, volume finansial, dan monthly active user per April 2026.
- Posisi April 2026 pada peta: 48,4 juta user BRImo (by Rek), 2,1 M transaksi, dan volume transaksi 2.750 T; peta merinci wilayah regional di Indonesia.
- Halaman capaian menyatakan lebih dari 48,2 juta pengguna menggunakan BRImo dan perputaran transaksi hingga April 2026 sebesar Rp2,7 triliun.
- User by rekening meningkat dari 40,8 juta (April 2025) menjadi 48,4 juta (April 2026), jumlah transaksi finansial dari 1.621 juta menjadi 2.155 juta, dan volume finansial dari 2.087 T menjadi 2.750 T.
- Monthly active user yang ditampilkan adalah 21.785.099, dengan catatan minimum user melakukan tiga kali transaksi finansial.
Halaman 28
Pembukaan rekening BRI digital dan di kantor
Pembukaan rekening dapat dilakukan melalui kantor BRI atau aplikasi BRImo; pembukaan digital menekankan keamanan dan validasi melalui eKYC ke Dukcapil.
- Alur digital: unduh BRImo, pilih tabungan & cabang, foto KTP dan verifikasi data, verifikasi HP dan email, verifikasi biometrik, pengisian data, pembuatan credential, lalu rekening terbentuk.
- Pengamanan system onboarding yang ditampilkan: Liveness, eKYC Dukcapil, Eyeballing, dan Blacklist.
- Alur kantor: nasabah mengisi form, CS verifikasi NIK ke daftar blacklist dan PEP, CS melakukan KYC manual dan ke Dukcapil, pembentukan rekening, pembuatan user BRImo, lalu kartu debit dan buku tabungan diberikan kepada nasabah.
Halaman 30
Tampilan BRImo versus kompetitor
Materi memperlihatkan tampilan antarmuka BRImo berdampingan dengan livin', BCA mobile, myBCA, wondr, dan BNI mobile banking.
- Halaman ini bersifat visual perbandingan tampilan aplikasi dan tidak memberikan penilaian atau peringkat antar aplikasi.
Halaman 31
Peningkatan kapasitas RMFT dan operasional
Program peningkatan kapasitas diarahkan agar RMFT menguasai produk pada level advanced dan jajaran operasional aktif mendukung penetrasi BRImo serta CASA.
- Alasan upgrade knowledge RMFT yang disebutkan: meningkatkan kredibilitas di depan nasabah, menganalisis kebutuhan nasabah/deepening, meningkatkan cross-selling, memberi solusi awal atas kendala BRImo, dan berdampak pada pencapaian KPI bisnis.
- Kegiatan mencakup pelatihan problem solving, program TOT, alignment target IST cross-selling, review sales coverage model untuk rekening saldo kurang dari Rp50 juta yang belum memiliki coverage RMFT, dan standar courtesy & service guideline.
- Hasil yang diharapkan: pemasar menggali kebutuhan dan customer behaviour, menyesuaikan produk dengan profil serta mengkomunikasikan penawaran; kebutuhan dan loyalitas meningkat dan produk holding/fitur per customer berimpact ke CASA.
- Target hasil yang ditampilkan adalah 10% onboarding via BRImo.
Bab 5
Kolaborasi Perusahaan Anak dan Partner
Bagian akhir memetakan partner BRImo, nilai fitur dan campaign, program Pegadaian dan emas, rencana partner urban, serta dukungan kantor pusat kepada Regional Office.
Halaman 32–36
Halaman 32
Partner existing dan performa fitur BRImo
BRImo menampilkan 55 partner existing dan daftar pemimpin partner berdasarkan fitur, disertai grafik top 10 transaksi dan ticket size fitur by partner Januari 2026.
- Partner yang diperlihatkan mencakup Pegadaian, Traveloka, Whoosh, Artajasa, Finnet, Indosat, Telkomsel, Alfamart, KAI, AEON Credit Service, BAZNAS, FIFGROUP, ACC, Indomaret, Pelni, dan lainnya.
- Feature leader yang ditampilkan: BRIVA DANA 29,8 juta transaksi, pulsa Telkomsel 6,3 juta, token listrik 4,9 juta, paket data Indosat Ooredoo 1,9 juta dan 1,3 juta, BPJS 1,1 juta, investasi emas Pegadaian 1 juta, cicilan FIFGROUP 421 ribu, KAI Lifestyle 196 ribu, collection gadai 95 ribu, dan utilities 47 ribu.
Halaman 33
Collaboration Campaign Program
Kolaborasi campaign memperkuat partner dan perusahaan anak melalui promo cashback, integrasi sistem, reminder/favorite tagihan, dan value proposition fitur BRImo.
- Partner yang dirinci: DANA, Telkomsel, PLN, Indosat, Pegadaian, BPJS, FIFGROUP, KAI, dan PDAM.
- Contoh proposition: cashback transaksi via BRImo; promo cashback terintegrasi secara real-time di BRImo melalui sistem Procash; Telkomsel melalui Procash BRImo; reminder/favorite tagihan PLN; serta collection gadai mikro, cicil emas, dan tabungan emas Pegadaian.
- Selling point yang dicantumkan: One App, One Journey (End-to-End), transaksi aktif dan rutin untuk meningkatkan MAU & volume, serta kolaborasi promo dengan Pegadaian; target historis Januari 2026 menunjukkan MAU 982 ribu dan sales volume 149 M.
Halaman 34
Program Pegadaian dan Tabungan Emas
Materi merinci promo cicil emas, cashback Tabungan Emas, cicil gadai, tebus gadai, racing aktivasi BRImo Gadai, serta promo HUT BRI terkait tabungan/cicil emas.
- Promo Cicil Emas Imlek berlangsung 16-18 Februari 2026; promo cashback THR Jadi Emas berlangsung 5-9 Maret 2026.
- Program Cicil Gadai dan Program Tebus Gadai berlangsung 1 April-31 Mei 2026; masing-masing menampilkan cashback maksimal Rp30.000 dan Rp50.000 serta kewajiban tiga kali transaksi lainnya melalui BRImo.
- Racing Aktivasi BRImo Gadai serta promo HUT BRI cashback Tabungan Emas dan Cicil Emas dijadwalkan Q3-Q4 2026.
- Sumber menampilkan kuota dan syarat program secara berbeda untuk setiap promo; angka yang belum terisi pada kartu HUT BRI dipertahankan sebagai belum ditentukan di sumber.
Halaman 35
Ekspansi kolaborasi dengan partner urban
Materi menampilkan perluasan campaign dengan partner baru yang diminati masyarakat urban melalui integrasi fitur dan promo setelah fitur live di BRImo.
- Partner yang ditampilkan: Pegadaian, BRI Danareksa Sekuritas, Erajaya, Grab, Vision+, Netflix, tiket.com, Segari, Klik Indomaret, dan Rumah Zakat.
- Contoh integrasi: pendaftaran BRImo seamless pada Sampoerna Mobile Pegadaian; pembelian saham SBN Sekunder melalui BRImo; layanan Erajaya pada menu lifestyle; GrabCar Executive; pembelian paket Vision+; voucher streaming Netflix; tiket travel/hotel; belanja Segari; Click & Collect/Delivery Klik Indomaret; serta donasi/pembelian qurban Rumah Zakat.
- Potential assumption pada halaman ini adalah Sales Volume 74,14 M dan FBI 83,2 JT.
Halaman 36
Dukungan untuk Regional Office 2026
Kantor pusat menampilkan dukungan akuisisi, kolaborasi, dan aktivasi BRImo untuk Regional Office melalui booster program, campaign fitur, event, leads, product knowledge, template matkom, akuisisi nasabah, dan integrasi fitur.
- Program Booster BRImo mencakup Cicil Emas, BRIVA, QRIS Tap, E-Wallet, Reksadana, QRIS CB, Listrik, Provider, Whoosh, dan Telkomsel; total program berjalan 2026 yang ditampilkan adalah 17.
- Campaign fitur BRImo mencakup QRIS Transfer, Buka Rekening, DPLK, Belanja, Reksadana, dan Pusat Aduan; total campaign 2026 yang ditampilkan adalah 35.
- Event & Activation memperlihatkan JCO Run, Bryan Adams, Mantra, Sisterhood Modest Bazaar, dan Buka Bareng dengan total event 2026 sebanyak 10; panel leads menyebut total tiga leads dan panel integrasi fitur menyebut total delapan partner.
Referensi
Glosarium
Anchor Merchant
Halaman 7
Merchant dengan sales volume minimal Rp100 miliar per tahun dan lokasi outlet di seluruh Indonesia; dapat berupa group dengan banyak brand.
Strategic Merchant
Halaman 7
Merchant dengan sales volume Rp20-100 miliar per tahun, memiliki persepsi atau eksposur tinggi, dan outlet dapat hanya satu wilayah atau area.
Mass Merchant
Halaman 9
Kategori merchant ritel dengan sales volume kurang dari Rp20 miliar per tahun.
Alias: Ritel / Mass Merchant
Value Chain
Halaman 14
Penguasaan aliran uang principal kepada rantai bisnisnya, dari penyedia raw material, supplier, distributor, retailer, hingga customer.
Alias: Bisnis Value Chain
Pipeline
Halaman 14
Calon nasabah aktif yang bertransaksi di principal.
BRImo
Halaman 25
Aplikasi mobile banking BRI untuk bertransaksi keuangan secara digital, termasuk transfer, top up eWallet, pembelian pulsa, tarik tunai di minimarket, QRIS, dan pembayaran tagihan.
BRIVA
Halaman 10
Virtual Account yang dapat diakses dari rekening BRI maupun bank lain.
Alias: BRI Virtual Account
QRIS
Halaman 10
Kode QR yang ditampilkan sebagai QR Code Standar Pembayaran Nasional; pada solusi online payment, QRIS dapat diterima oleh seluruh wallet dari berbagai metode pembayaran.
Alias: QR Code Standar Pembayaran Nasional
Online Acquiring
Halaman 10
Penerimaan pembayaran melalui kartu kredit atau kartu debit nasabah melalui web atau aplikasi merchant.
BRIZZI
Halaman 12
Produk uang elektronik BRI dengan saldo maksimum Rp2 juta yang menggunakan teknologi chip dan berjenis unregistered yang dapat diidentifikasi berdasarkan nomor.
eKYC
Halaman 28
Proses validasi keamanan pembukaan rekening digital yang ditampilkan terhubung ke Dukcapil.
Istilah
Akronim
- BRIVA
- BRI Virtual Account
- QRIS
- QR Code Standar Pembayaran Nasional
- BRI
- Bank Rakyat Indonesia
Halaman 10
Halaman 10
Halaman 37
Keterkaitan
Relasi antar-item
Halaman 4–5
Halaman 7–8
Halaman 5–9
Halaman 10–11
Halaman 14–15
Halaman 16–17
Halaman 14–18
Halaman 14–21
Halaman 14–23
Halaman 26–28
Halaman 29–31
Halaman 32–33
Halaman 33–34
Halaman 33–35
Halaman 35–36
Indeks
Kata kunci dan entitas
Kata kunci
Entitas
Pustaka
Sumber dan catatan ekstraksi
- Berkas sumber
- Materi BFLP Generalist - Retail Transaction Business.pdf
- Bahasa
- Campuran Indonesia dan Inggris
- Grounding
- Hanya materi sumber
- Cakupan
- Lengkap dengan catatan
- SHA-256
- e8136c8f8b2150abf9da7205f703c2ef1fbd12100d9409224bb6a12d5bdf6006
- Seluruh 37 halaman PDF telah ditinjau secara visual sebagai render halaman; halaman 1 adalah sampul, halaman 6, 13, dan 24 adalah halaman pemisah bagian, dan halaman 37 adalah penutup bermerek.
- Konten teks diringkas hanya dari materi sumber. Nama/angka pada visual yang terlalu kecil atau tidak terbaca penuh tidak ditambahkan sebagai fakta baru.
- Beberapa singkatan muncul tanpa kepanjangan eksplisit dalam sumber, misalnya CASA, EDC, MID, TID, RMFT, MAU, FBI, DPK, dan CPTS; singkatan tersebut dipertahankan apa adanya kecuali kepanjangan yang terlihat pada sumber.
- Halaman 29 memuat pernyataan perputaran transaksi Rp2,7 triliun sekaligus kartu metrik volume finansial 2.750 T; kedua representasi dicatat sesuai sumber tanpa menyelaraskan satuan atau mengoreksinya dari luar.
