Lewati ke konten utama

Pencarian global

Pencarian secara global yang mencakup seluruh 52 materi. Tekan Ctrl K untuk fokus.

Ketik minimal dua karakter untuk mencari.

Semua materi
pdf60 halamanLengkap dengan catatan

Risk Management

Materi menjelaskan alasan bank mengelola risiko, konsep dan jenis risiko, proses identifikasi sampai pengendalian, tata kelola, serta pembentukan kesadaran dan budaya risiko.

5
Bab
19
Item
4
Glosarium
Daftar isi

Ringkasan

Tujuan pembelajaran

  • Menjelaskan tujuan dan siklus manajemen risiko.
  • Membedakan jenis risiko berdasarkan sumber dan dampaknya.
  • Menggunakan kemungkinan dan dampak untuk memahami tingkat risiko inheren.
  • Menjelaskan peran pengendalian, tata kelola, dan budaya risiko.
Lanskap dan definisi risiko perbankanJenis-jenis risiko bankProses, respons, dan pengukuran risikoTata kelola dan budaya risikoKasus penerapan manajemen risiko

Bab 1

Lanskap dan Konsep Risiko

Bagian ini menguraikan konteks perbankan yang membuat pengelolaan risiko diperlukan dan membedakan risiko dari manajemen risiko.

Halaman 4–15

Konsep

Halaman 4–10

Lanskap Risiko Perbankan

Kompleksitas produk, perkembangan praktik internasional, regulasi, hubungan antar lembaga, dan keputusan mengenai risk appetite membentuk konteks pengelolaan risiko bank.

  • Materi menghubungkan bertambahnya kompleksitas produk dan dinamika industri dengan kebutuhan mengelola risiko.
  • Bank berhubungan dengan lembaga keuangan lain sehingga gangguan dapat berdampak lintas lembaga.
  • Materi menggunakan krisis keuangan sebagai konteks untuk menjelaskan pentingnya pengelolaan risiko.
konteksperbankanrisk appetite
Konsep

Halaman 12–13

Risiko

Risiko dijelaskan sebagai potensi kerugian yang timbul dari suatu peristiwa.

  • Definisi menekankan potensi kerugian dan kemungkinan terjadinya peristiwa.
definisipotensi kerugian
Konsep

Halaman 13–15

Manajemen Risiko

Manajemen risiko merupakan rangkaian kegiatan untuk mengidentifikasi, mengukur, memantau, dan mengendalikan risiko.

  • Rangkaian tersebut menjadi siklus utama pengelolaan risiko dalam materi.
  • Manajemen risiko diposisikan sebagai bagian dari pengelolaan bisnis, bukan sekadar kepatuhan.
identifikasipengukuranpemantauanpengendalian
Konsep

Halaman 14–15

Peran Modal dalam Pengelolaan Risiko

Materi menerangkan modal sebagai penyangga untuk membatasi dampak kerugian dan mengaitkan pengelolaan risiko dengan kemampuan bank menjalankan bisnis.

  • Modal membantu menyerap kerugian yang timbul dari risiko.
  • Pengelolaan risiko juga dipaparkan sebagai pendukung keberlangsungan dan pengembangan bisnis.
modalkerugianbisnis

Bab 2

Jenis Risiko Perbankan

Bagian ini membedakan risiko berdasarkan sumber kejadian atau dampaknya terhadap kegiatan bank.

Halaman 17–29

Risiko

Halaman 18–19

Risiko Kredit

Risiko kredit berkaitan dengan kemungkinan pihak lawan tidak memenuhi kewajiban kepada bank.

  • Materi membahas kredit sebagai salah satu kategori risiko utama perbankan.
risiko kreditcounterparty
Risiko

Halaman 19–20

Risiko Pasar

Risiko pasar timbul dari pergerakan variabel pasar yang dapat memengaruhi nilai posisi atau portofolio bank.

  • Materi membahas risiko pasar bersama risiko kredit dan likuiditas.
risiko pasarvariabel pasar
Risiko

Halaman 20–21

Risiko Likuiditas

Risiko likuiditas berkaitan dengan kesulitan memenuhi kewajiban ketika jatuh tempo.

  • Materi menempatkan kemampuan memenuhi kewajiban sebagai aspek penting risiko likuiditas.
risiko likuiditaskewajiban
Risiko

Halaman 21–23

Risiko Operasional dan Risiko Hukum

Materi membedakan gangguan yang berkaitan dengan proses, manusia, sistem, atau kejadian eksternal dari risiko yang berkaitan dengan aspek hukum.

  • Kedua kategori dibahas sebagai jenis risiko perbankan yang berbeda.
  • Materi memberi contoh untuk menjelaskan sumber risiko operasional dan hukum.
risiko operasionalrisiko hukum
Risiko

Halaman 23–26

Risiko Reputasi, Strategik, dan Kepatuhan

Materi mencakup risiko yang berkaitan dengan kepercayaan terhadap bank, pilihan atau pelaksanaan strategi, dan kepatuhan terhadap ketentuan.

  • Ketiganya dikelompokkan sebagai kategori risiko yang memiliki sumber berbeda.
risiko reputasirisiko strategikrisiko kepatuhan
Risiko

Halaman 26–29

Kategori Risiko Lain dalam Materi

Materi juga mencantumkan risiko transaksi intra-grup, asuransi, investasi, dan tingkat imbal hasil.

  • Daftar memperluas cakupan risiko di luar kategori kredit, pasar, likuiditas, operasional, hukum, reputasi, strategik, dan kepatuhan.
  • Materi menyajikan kategori-kategori ini sebagai bagian dari taksonomi risiko perbankan.
risiko intra-gruprisiko asuransirisiko investasirate of return

Bab 3

Proses, Pengukuran, dan Respons Risiko

Bagian ini menjelaskan urutan pengelolaan risiko, pilihan respons, serta penilaian risiko berdasarkan kemungkinan, dampak, dan mutu kontrol.

Halaman 31–40

Proses

Halaman 31–35

Siklus Manajemen Risiko

Proses manajemen risiko terdiri dari identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan pengendalian.

  • Identifikasi menemukan risiko yang dapat memengaruhi aktivitas atau tujuan.
  • Pengukuran menilai besaran risiko.
  • Pemantauan mengikuti perubahan risiko.
  • Pengendalian merespons risiko sesuai hasil pengelolaan.
prosesidentifikasipengukuranpemantauanpengendalian
Strategi

Halaman 36–37

Pilihan Respons Risiko

Materi memuat pilihan untuk menerima atau menoleransi risiko, memperlakukan atau mengurangi risiko, memindahkan risiko, dan menghentikan aktivitas yang menimbulkan risiko.

  • Pilihan respons mencakup tolerate, treat, transfer, dan terminate.
  • Pilihan respons lain juga ditampilkan pada materi.
toleratetreattransferterminate
Metrik

Halaman 38

Penilaian Risiko Inheren

Matriks risiko inheren menggunakan kemungkinan dan dampak untuk menilai tingkat risiko sebelum memperhitungkan kualitas pengendalian.

  • Kedua dimensi matriks adalah probability dan impact.
  • Hasil penilaian membantu membandingkan tingkat paparan risiko.
risiko inherenprobabilityimpact
Metrik

Halaman 39–40

Risiko Neto, Appetite, Tolerance, dan Limit

Materi menghubungkan risiko inheren dengan kualitas kontrol untuk menggambarkan risiko neto serta menunjukkan istilah appetite, tolerance, dan limit.

  • Risiko setelah pengendalian dipertimbangkan sebagai risiko neto.
  • Risk appetite, risk tolerance, dan risk limit merupakan istilah yang dibedakan dalam materi.
net riskrisk appetiterisk tolerancerisk limit

Bab 4

Tata Kelola dan Budaya Risiko

Bagian ini merangkum pilar tata kelola, peningkatan kesadaran risiko, dan unsur yang mendukung budaya risiko.

Halaman 41–57

Kontrol

Halaman 41–42

Empat Pilar Tata Kelola Risiko

Materi menyebut pengawasan aktif dewan, kebijakan-prosedur-batas risiko, proses identifikasi-pengukuran-pemantauan-pengendalian, serta sistem informasi risiko dan pengendalian internal sebagai empat pilar.

  • Pilar pertama berfokus pada pengawasan aktif dewan.
  • Pilar kedua mencakup kebijakan, prosedur, dan limit.
  • Pilar ketiga mencakup rangkaian proses manajemen risiko.
  • Pilar keempat mencakup sistem informasi risiko dan kontrol internal.
tata kelolapengawasankebijakansistem informasi
Konsep

Halaman 46–50

Kesadaran Risiko dan 3 Jaga

Materi membahas pengertian, manfaat, pengembangan, dan unsur kesadaran risiko serta prinsip 3 Jaga: menjaga diri, rekan kerja, dan bank.

  • Kesadaran risiko dikembangkan melalui pembelajaran dan penerapan dalam pekerjaan.
  • 3 Jaga menekankan kepedulian terhadap diri sendiri, rekan, dan institusi.
kesadaran risiko3 Jagabudaya risiko
Strategi

Halaman 51–57

Penguatan Budaya Risiko

Budaya risiko dibentuk melalui kepemimpinan, tata kelola, pendidikan, insentif, komunikasi, dan integrasi ke dalam proses bisnis.

  • Materi menempatkan pengelolaan risiko sebagai tanggung jawab yang melekat dalam cara kerja.
  • Kepemimpinan dan komunikasi mendukung konsistensi perilaku sadar risiko.
kepemimpinanpendidikankomunikasiproses bisnis

Bab 5

Kasus Penerapan Risiko

Bagian penutup menggunakan kasus keamanan siber dan risiko kredit untuk membahas penerapan konsep risiko.

Halaman 43–60

Studi kasus

Halaman 43–44

Kasus Ransomware BSI

Materi menyajikan pembahasan kasus ransomware BSI sebagai konteks diskusi risiko siber dan pengelolaan risiko.

  • Kasus dibahas pada bagian contoh penerapan manajemen risiko.
  • Materi tidak digunakan di sini untuk menyimpulkan rincian teknis di luar yang ditampilkan.
studi kasusransomwarerisiko siber
Studi kasus

Halaman 58–60

Latihan Transformasi Risiko Kredit dan NPL

Materi penutup memuat latihan mengenai risiko kredit dan transformasi NPL.

  • Latihan berada pada bagian akhir materi.
  • Materi mengarahkan peserta meninjau hubungan pengelolaan kredit dan kualitas portofolio.
studi kasusrisiko kreditNPL

Referensi

Glosarium

Risiko inheren

Halaman 38

Risiko yang dinilai berdasarkan kemungkinan dan dampaknya sebelum mempertimbangkan kualitas pengendalian.

Risiko neto

Halaman 39–40

Risiko yang ditampilkan setelah kualitas pengendalian dipertimbangkan bersama risiko inheren.

Risk appetite

Halaman 39–40

Istilah batas atau tingkat penerimaan risiko yang dibedakan dalam materi dari tolerance dan limit.

3 Jaga

Halaman 46–50

Prinsip kesadaran risiko untuk menjaga diri sendiri, rekan kerja, dan bank.

Istilah

Akronim

Tidak ada kepanjangan akronim yang dinyatakan secara eksplisit dalam sumber.

Keterkaitan

Relasi antar-item

Indeks

Kata kunci dan entitas

Kata kunci

manajemen risikorisiko perbankanrisiko inherenrisiko netorisk appetiterisk tolerancerisk limitrisiko kreditrisiko pasarrisiko likuiditasrisiko operasionalrisiko hukumrisiko reputasirisiko strategikrisiko kepatuhanproses manajemen risikopengendalian internalkesadaran risiko3 JagaNPL

Entitas

bankdewannasabahdebiturBSIOJKBank Indonesia

Pustaka

Sumber dan catatan ekstraksi

Berkas sumber
Risk Management.pdf
Bahasa
Indonesia
Grounding
Hanya materi sumber
Cakupan
Lengkap dengan catatan
SHA-256
f5138aa1b99002004e641182888bd2642fe4039bc9ce2f15d453ca15d5e94039
  • PDF 60 halaman ditinjau melalui ekstraksi teks dan pemeriksaan visual pada halaman diagram atau matriks yang informasinya tidak sepenuhnya terbaca dari teks; ringkasan mempertahankan kategori dan hubungan sebagaimana ditampilkan sumber.
  • Materi memuat contoh serta kasus historis; angka atau rincian kasus tidak diperlakukan sebagai aturan umum.
  • Tidak ada perluasan fakta atau referensi internet yang digunakan.