Lewati ke konten utama

Pencarian global

Pencarian secara global yang mencakup seluruh 52 materi. Tekan Ctrl K untuk fokus.

Ketik minimal dua karakter untuk mencari.

Semua materi
pdf23 halamanLengkap dengan catatan

SOP Layanan Nasabah Prima

Materi SOP Layanan Nasabah Prima membahas layanan BRI Prioritas dan BRI Private, onboarding, pengelolaan status dan FUM, kontrol APUPPT, pengelolaan kartu serta hadiah, proses bisnis wealth, dan tiga studi kasus penerapan.

8
Bab
32
Item
17
Glosarium
Daftar isi

Ringkasan

Tujuan pembelajaran

  • Menjelaskan tiga pilar wealth management dan perbedaan layanan BRI Prioritas dengan BRI Private.
  • Menerapkan dokumen, peran, urutan, dan pengecualian pada onboarding nasabah Prioritas dan Private.
  • Menjelaskan ketentuan FUM, penyesuaian layanan, dan komunikasi kepada nasabah yang tidak memenuhi syarat.
  • Mengidentifikasi kewajiban EDD, screening, penolakan, pengkinian data, STR, dan anti tipping off.
  • Menguraikan proses bisnis wealth dari perolehan lead sampai monitoring akun dan migrasi.
  • Menganalisis pertanyaan pada studi kasus berdasarkan ketentuan yang dipaparkan materi.
Wealth management dan layanan Nasabah PrimaOnboarding BRI Prioritas dan BRI PrivateFUM, masa transisi, dan penghentian layananAPUPPT, EDD, screening, dan pelaporanAktivasi, penatakerjaan kartu, dan pengantaran hadiahLead generation hingga account monitoringStudi kasus pengkinian data, FUM, dan migrasi ke Private

Bab 1

Overview Layanan Nasabah Prima

Wealth management BRI menggunakan pendekatan personalized dan holistic dengan tiga pilar. Materi membedakan cakupan BRI Prioritas dan BRI Private, serta menunjukkan jangkauan outlet dan personel yang dipaparkan.

Halaman 4–6

Konsep

Halaman 4

Tiga pilar wealth management

Pendekatan personalized dan holistic didasarkan pada tiga pilar: Wealth Protection & Preservation, Wealth Growth & Accumulation, serta Wealth Distribution & Transition.

  • Wealth Protection & Preservation mencantumkan Life Insurance, Health Insurance, General Insurance, dan Treasury; contoh yang ditampilkan meliputi term, health, PA, CI, unit link, endowment, perawatan rumah sakit, medical check up, hedging, dan derivatives.
  • Wealth Growth & Accumulation mencantumkan Investment, Advisory, dan Business Venture; contoh yang ditampilkan meliputi reksadana, obligasi, saham, money management, perpajakan, dan ventura.
  • Wealth Distribution & Transition mencantumkan Estate Planning dan Pension Plan; contoh yang ditampilkan meliputi whole life, unit link, endowment, dan DPLK BRI.
wealth-managementpersonalizedholisticpilar
Layanan

Halaman 5

Jaringan outlet layanan Prima

Materi menampilkan 43 outlet, terdiri atas 41 Sentra Layanan Prioritas (SLP) dan 2 Private, serta 153 Priority Lounge yang tersebar di Branch Office selain Private Outlet dan SLP.

  • Dua Private yang ditampilkan berada di Jakarta dan Surabaya.
  • Peta menampilkan lokasi SLP di berbagai wilayah Indonesia sebagai konteks jangkauan layanan.
outletSLPPrivatePriority Lounge
Layanan

Halaman 6

Layanan BRI Prioritas

BRI Prioritas adalah kegiatan pelayanan dan jasa perbankan yang diberikan BRI secara eksklusif kepada Nasabah BRI Prioritas, bersifat one stop financial services, meliputi pelayanan dan jasa perbankan pada umumnya, konsultasi perencanaan keuangan dan investasi, asuransi, serta perencanaan pensiun.

  • Materi menyebut syarat total dana kelolaan minimal Rp1 miliar.
  • Pada tampilan materi terdapat 41 lokasi Sentra Layanan Prioritas di seluruh Indonesia, 274 RM Priority tersertifikasi khusus, dan 116 PBA yang siap melayani nasabah.
  • Referensi aturan yang ditampilkan adalah POJK No. 57/POJK.03/2016 tentang penerapan manajemen risiko pada bank umum yang melakukan layanan nasabah prima.
BRI Prioritasone stop financial servicesdana kelolaan
Layanan

Halaman 6

Layanan BRI Private

BRI Private adalah kegiatan pelayanan dan jasa perbankan yang diberikan BRI secara eksklusif kepada Nasabah BRI Private, bersifat personal dan customized, meliputi pelayanan dan jasa perbankan pada umumnya, konsultasi perencanaan keuangan dan investasi, asuransi bancassurance, perencanaan pensiun, serta konsultasi perencanaan waris.

  • Materi menyebut syarat total dana kelolaan minimal Rp15 miliar.
  • Pada tampilan materi terdapat 2 BRI Private Signature Outlet di Jakarta dan Surabaya serta 12 RM Private Banker yang sudah bersertifikasi khusus.
BRI Privatepersonalcustomizedbancassurancewaris
Layanan

Halaman 12

Keistimewaan Layanan Nasabah Prima

Materi mencantumkan personal advisor, penawaran investasi dan bancassurance sesuai kebutuhan, Airport Executive Lounge, Special Privilege, hadiah/apresiasi, tarif khusus Safe Deposit Box, contact center 24 jam, appreciation event, bebas antrean, dan layanan transaksi perusahaan milik nasabah sesuai SOP UKO.

  • Special Privilege terdiri dari Travel Privilege, Lifestyle Privilege, Concierge Service, dan Advisory Service.
  • Birthday Gift, Life Moment khusus BRI Private, dan Apresiasi Hari Raya disebut sebagai bentuk apresiasi.
  • Contact Center 24 jam menggunakan nomor 150017, (021) 5758899, atau 0800 1017 017.
  • Bebas antrean berlaku di seluruh Unit Kerja BRI: BRI Unit, KK, KCP, dan KC.
privilegepersonal advisorcontact centersafe deposit box

Bab 2

Onboarding Nasabah BRI Prioritas

Onboarding Prioritas mencakup syarat rekening main account, konversi product type tertentu, dokumen pendaftaran, dan peran RM Priority, nasabah, PBA, serta PBM di CPM.

Halaman 7–8

Aturan

Halaman 7

Ketentuan rekening main account Prioritas

Rekening main account harus memiliki saldo minimum Rp5.000.000, merupakan rekening perorangan atas nama nasabah yang bersangkutan, dan bukan rekening join account.

  • BritAma TA, BritAma TNI AD TN, BritAma Kerjasama 1 sampai 9 (VE/VF/VG/VH/VI/VJ/TR/VK/VW), BritAma Kerjasama TU, BritAma PNS 3 VD, dan BritAma Guru Non PNS UA menjadi BritAma Gold Priority VX.
  • BritAma Bisnis VM dapat tetap menjadi BritAma Bisnis VM atau menjadi BritAma Gold Priority VX sesuai pilihan nasabah.
  • Simpedes Usaha CX tetap menjadi Simpedes Usaha CX.
Prioritasmain accountBritAma Gold Prioritysaldo minimum
Lainnya

Halaman 8

Referensi product type rekening

Materi menampilkan tabel referensi product type beserta deskripsi dan status existing/baru, termasuk TA BritAma IDR, TN BritAma TNI, rangkaian BritAma Kerjasama, CX Simpedes Usaha sebagai produk baru, dan VQ BritAma Bisnis sebagai produk baru.

  • Tabel berfungsi sebagai referensi kode dan deskripsi product type yang tersedia pada materi.
  • Konversi untuk onboarding Prioritas mengikuti ketentuan main account yang dipaparkan pada halaman sebelumnya.
product typerekeningBritAmaSimpedes Usaha
Prosedur

Halaman 7

Dokumen pendaftaran Prioritas

Dokumen pendaftaran Prioritas terdiri dari copy identitas nasabah, Formulir Pribadi Terpilih, Formulir Profil Risiko Nasabah Prioritas, Surat Pernyataan Nasabah Prioritas dua rangkap, SPPN dua rangkap, dan Formulir Aktivasi Kartu BRI Prioritas Nasabah.

  • SPPN adalah Surat Pemberitahuan Bank dan Persetujuan Nasabah.
  • Dokumen tersebut dicantumkan sebagai bagian product type, dokumen pendaftaran, dan onboarding nasabah Prioritas.
Prioritasdokumenprofil risikoSPPNaktivasi kartu
Proses

Halaman 7

Alur onboarding Prioritas

RM Priority melakukan approach kepada nasabah dan menjelaskan privilege LNP; nasabah mengisi FPT, SPN, SPPR, profil risiko, serta LKN dan foto dengan selfie nasabah; PBA menginput data sesuai formulir di CPM; PBM melakukan verifikasi dan approval di CPM.

  • Urutan peran pada diagram adalah RM Priority, Nasabah, PBA, lalu PBM.
  • Pengisian dokumen dan bukti foto/selfie menjadi bagian yang ditampilkan sebelum input data di CPM.
PrioritasonboardingRM PriorityPBAPBMCPM

Bab 3

Onboarding Nasabah BRI Private melalui Komite

Bagian ini memuat product type dan dokumen Private, mekanisme komite beserta peran PB/PBM/RMP, PBA, Head of Sales Management, serta ketentuan umum dan pengecualian dokumen saat komite.

Halaman 9–11, Halaman 16

Prosedur

Halaman 9

Product type dan dokumen pendaftaran Private

Untuk Private, BritAma TA, BritAma Gold Priority VX, BritAma Kerjasama VE, BritAma PNS 3 VD, dan BritAma Guru Non PNS UA menjadi BritAma Private PX. BritAma Bisnis VM dapat tetap VM atau menjadi BritAma Private PX sesuai pilihan nasabah, sedangkan Simpedes Usaha CX tetap CX.

  • Dokumen terdiri dari copy identitas; Formulir Pribadi Istimewa PVB-01; Surat Pernyataan Nasabah dan SPPN PVB-02 dua rangkap; Form Profil Risiko PVB-03; AR-01 untuk pengkinian data calon nasabah BRI Private; dan Formulir Aktivasi Kartu BRI Private.
  • Dokumen tambahan ialah Customer Portfolio Statement/copy buku tabungan main account.
  • Formulir Assessment Nasabah BRI Private dan Nota Dinas Pengajuan Kartu hanya dicantumkan apabila pendaftaran nasabah dilakukan secara manual.
Privatemain accountPVB-01PVB-02PVB-03AR-01
Proses

Halaman 10

Pengajuan dan putusan Komite On Board Private

PB/PBM/RMP melakukan kunjungan, menggali informasi aset dan potensi bisnis nasabah yang dituangkan dalam LKN dan Form Pengajuan Nasabah BRI Private, memeriksa kebenaran serta kelengkapan dokumen, mengajukan ke Komite On Board Private, dan melaksanakan komite.

  • Management WMG menerima serta memeriksa kelengkapan dan kebenaran berkas pengajuan nasabah.
  • Komite melakukan KYC Nasabah Prima, analisa potensi profitabilitas nasabah, dan menilai komitmen peningkatan AUM.
  • Jika pengajuan disetujui, komite memberikan persetujuan pada Formulir Pengajuan Nasabah BRI Private; berkas calon nasabah kemudian diserahkan kepada PB untuk ditindaklanjuti.
PrivatekomiteKYCAUMLKNManagement WMG
Proses

Halaman 11

Tindak lanjut administrasi onboarding Private

PB/PBM/RMP menawarkan fasilitas BRI Private dalam LKN, membantu nasabah mengisi formulir, menjelaskan aktivasi kartu, memeriksa kelengkapan dan kebenaran dokumen, lalu menyerahkan berkas kepada PBA.

  • PBA memeriksa kelengkapan dokumen, memastikan nasabah sudah memiliki rekening dan terdaftar pada CPM/prowlth; jika belum, PBA melakukan onboarding di sistem sesuai ketentuan berlaku.
  • PBA membuat nota dinas pengajuan kartu BRI Private kepada Divisi POD, memeriksa dokumen, dan menyerahkan berkas serta nodin pengajuan kartu kepada Head of Sales Management.
  • Head of Sales Management memeriksa kelengkapan dan kebenaran berkas, menyetujui Formulir Assessment Nasabah BRI Private serta Nodin Pengajuan Kartu, kemudian menyerahkan berkas calon nasabah kepada PBA untuk ditatakerjakan.
PrivatePBAHead of Sales ManagementPODCPMkartu
Aturan

Halaman 16

Ketentuan umum komite Private

Pada saat komite akan dilaksanakan, calon nasabah tidak harus melengkapi Formulir Pendaftaran Nasabah Private PVB-01, PVB-02, dan PVB-03. Sebagai pembaharuan proses EDD, screening wajib menggunakan Form Pengajuan Nasabah Private (Komite).

  • Dokumentasi yang dicantumkan adalah Formulir Pengajuan Nasabah Private (Komite).
  • PB sudah membukakan rekening baru untuk nasabah dengan KTP, FC butab, dan capture portofolio simpanan, SBN, serta RD melalui CPM; bila sudah memiliki bancassurance, dibuktikan dengan kepemilikan polis, dan bila memiliki DPLK dibuktikan dengan bukti kepesertaan.
  • Anggota komite adalah 3 Department Head WMG dan hasil komite wajib mendapatkan putusan Division Head WMG.
PrivatekomiteEDDscreeningdokumentasi

Bab 4

FUM, Masa Transisi, Pengelolaan, dan Penghentian Layanan

Materi mengubah pengukuran AUM menjadi FUM pada masa transisi BRI Prioritas, menetapkan ambang dan konsekuensi layanan, serta membatasi pengelolaan portofolio dan alasan penghentian.

Halaman 13–14

Aturan

Halaman 13

Masa transisi AUM menjadi FUM BRI Prioritas

Mulai 1 Agustus 2025, AUM menjadi FUM (Fund Under Management). FUM adalah total aset nasabah berupa dana produk simpanan (tabungan, giro, dan deposito), produk investasi, dan nilai tunai bancassurance.

  • Definisi AUM sebelumnya mencakup dana simpanan termasuk rekening dana nasabah di Bank BRI serta nilai produk investasi dan asuransi bancassurance yang dibeli melalui Bank BRI.
  • Nominal FUM minimal berubah dari Rp500 juta menjadi Rp1 miliar.
  • Nasabah eksisting diberi grace period sampai 30 September 2025 untuk menyesuaikan FUM; selama masa tersebut fasilitas dan privilege tetap dinikmati, lalu privilege dihentikan setelah grace period berakhir.
  • Nasabah eksisting dengan FUM di bawah Rp1 miliar pada 30 September dihentikan status BRI Prioritasnya; nasabah baru dihentikan bila FUM di bawah Rp1 miliar selama 3 bulan berturut-turut.
FUMAUMtransisigrace periodPrioritas
Kontrol

Halaman 13

Kartu BRI Prioritas setelah penyesuaian layanan

Setelah penyesuaian layanan, kartu BRI Prioritas diblokir. Untuk ketentuan sebelumnya dan nasabah baru, kartu diganti dengan kartu reguler oleh unit kerja; untuk nasabah eksisting masa transisi, nasabah menuju unit kerja terdekat untuk penggantian.

  • Ketentuan ini ditampilkan bersama konsekuensi penyesuaian layanan pada masa transisi.
  • Penghentian status terkait ambang FUM mengikuti kategori nasabah pada ketentuan transisi.
kartupenyesuaian layananblokirPrioritas
Kontrol

Halaman 14

Kontrol pendaftaran dan pengelolaan portofolio tunggal

Unit kerja dilarang mengajukan pendaftaran calon nasabah eksisting BRI Prioritas/Private melalui main account dan CIF baru dengan alasan apa pun. Total portofolio setiap nasabah hanya didaftarkan dan dicatat satu kali serta hanya dikelola oleh satu SLP/outlet Private.

  • Larangan berlaku bagi calon nasabah eksisting BRI Prioritas maupun Private.
  • Pengelolaan dibatasi pada satu SLP atau outlet Private.
kontrolportofolioCIFSLPPrivate
Prosedur

Halaman 14

Penghentian layanan dan komunikasi FUM

Penghentian layanan Nasabah Prima dilakukan karena nasabah meninggal dunia, permintaan nasabah, atau tidak memenuhi persyaratan FUM sesuai jangka waktu: Prioritas 3 bulan berturut-turut dan Private 12 bulan berturut-turut.

  • Jika FUM tidak memenuhi ketentuan, RM Priority memonitor kecukupan dana kelolaan Nasabah BRI Prioritas secara periodik.
  • RM Priority menginformasikan nasabah melalui telepon, surat, email, atau WhatsApp bahwa FUM berada di bawah ketentuan dan penyesuaian layanan akan dilakukan.
penghentian layananFUMRM Prioritykomunikasi

Bab 5

Penerapan APUPPT Nasabah Prima

Nasabah Prima diperlakukan sebagai kategori risiko tinggi dan tunduk pada EDD, screening, kriteria penolakan, pengkinian data, pelaporan STR, serta anti tipping off.

Halaman 15

Kontrol

Halaman 15

EDD dan screening Nasabah Prima

Pendaftaran dan identifikasi Nasabah Prima wajib melakukan Enhanced Due Diligence (EDD). Petugas Layanan Prima BRI wajib melakukan screening calon nasabah dan/atau nasabah terhadap Negative List BRI, Rejection List BRI, serta status PEP dan/atau keluarga PEP.

  • Nasabah Prima BRI digolongkan sebagai nasabah kategori risiko tinggi (high risk customer).
  • EDD dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
APUPPTEDDscreeninghigh risk customerPEP
Aturan

Halaman 15

Kriteria wajib tolak calon nasabah atau transaksi

Petugas Layanan Prima BRI wajib menolak pengajuan calon Nasabah Prima BRI dan/atau menolak transaksi bila calon nasabah tidak memenuhi kebijakan penerimaan/identifikasi, tercantum DTTOT atau DPPSPM, menggunakan atau diduga menggunakan identitas palsu, atau menyampaikan informasi yang diragukan kebenarannya.

  • Penolakan juga berlaku bagi Shell Banks atau bank yang mengizinkan rekeningnya digunakan Shell Banks.
  • Penolakan juga berlaku bila calon nasabah tidak bersedia memberi informasi keuangan kepada BRI untuk identifikasi dan pelaporan kepatuhan perpajakan domestik maupun internasional.
penolakanDTTOTDPPSPMShell Banksidentitas
Prosedur

Halaman 15

Pengkinian data, STR, dan anti tipping off

Petugas Layanan Prima BRI wajib melakukan pengkinian data Nasabah Prima setiap 6 bulan sekali sesuai regulasi OJK dan program pengkinian data nasabah dari Policy & Procedure Division, serta wajib melaporkan STR secara online sesuai ketentuan yang berlaku.

  • Terhadap LTKM berlaku ketentuan Anti Tipping Off, yaitu larangan pemberian informasi bagi pihak yang tidak berhak.
  • Kewajiban pengkinian mencakup Nasabah Prima BRI.
pengkinian dataSTRLTKManti tipping off

Bab 6

Aktivasi, Penatakerjaan Kartu, dan Hadiah

Bagian operasional mengatur kanal aktivasi, penerbitan/penggantian kartu dan main account, penyimpanan kartu dan PIN Mailer menurut unit kerja, serta otorisasi kartu ucapan dan pengantaran hadiah menurut tiering AUM.

Halaman 17–19

Prosedur

Halaman 17

Aktivasi dan penggantian kartu

Aktivasi kartu dapat dilakukan melalui SMS atau PIN Mailer. Penerbitan kartu karena hilang, tertelan, expired, atau rusak dilakukan oleh SLP pengelola atau BRI Private Signature Outlet terdekat.

  • Nasabah dengan kartu yang akan kadaluwarsa menerima notifikasi SMS otomatis oleh sistem.
  • Permohonan penggantian karena hilang, rusak, masa berlaku habis, tertelan, serta re-issue PIN mengikuti SOP Unit Kerja Operasional yang berlaku.
  • Main account dapat diganti atas permintaan nasabah atau bila main account lama closed namun total AUM masih dalam kriteria Nasabah Layanan Prioritas.
aktivasi kartuPIN Mailerpenggantianmain account
Peran

Halaman 18

Penatakerjaan kartu BRI Prioritas dan PIN Mailer

Kartu BRI Prioritas dan PIN Mailer yang diterima unit kerja wajib ditatakerjakan dan disimpan dalam cash box/kluis oleh pejabat atau petugas yang ditunjuk.

  • SLP: kartu oleh Priority Banking Officer (PBO), PIN Mailer oleh Priority Banking Manager (PBM).
  • Kanca: kartu oleh AMO/PBO Non SLP, PIN Mailer oleh Pemimpin Cabang/Manager Operasional.
  • KCP: kartu oleh UB Leader, PIN Mailer oleh Pemimpin Cabang Pembantu.
kartu Prioritascash boxkluisPBOPBM
Peran

Halaman 18

Penatakerjaan kartu BRI Private dan PIN Mailer

Kartu BRI Private dan PIN Mailer yang diterima unit kerja wajib ditatakerjakan dan disimpan dalam cash box/kluis oleh pejabat atau petugas yang ditunjuk.

  • Divisi Wealth Management: kartu oleh Private Banker, PIN Mailer oleh Head of Sales Management Department.
  • BRI Private Signature Outlet: kartu oleh Private Banker, PIN Mailer oleh Private Banking Section Head.
  • Sentra Layanan BRI Prioritas: kartu oleh Priority Banking Officer, PIN Mailer oleh Priority Banking Manager.
  • Kantor Cabang: kartu oleh AMO, PIN Mailer oleh Pemimpin Cabang/Manager Operasional; Kantor Cabang Pembantu: kartu oleh UB Leader, PIN Mailer oleh Pemimpin Cabang Pembantu.
kartu Privatecash boxkluisPrivate BankerPIN Mailer
Aturan

Halaman 19

Tiering penandatanganan kartu ucapan dan pengantaran hadiah

Tiering AUM menentukan penanda tangan kartu ucapan, jabatan, dan pihak yang mengantar hadiah berdasarkan keberadaan SLP/BRI Private Signature Outlet atau PBO Office di Kanca.

  • AUM >= Rp50 miliar: kartu ditandatangani Direktur Bisnis Konsumer (Managing Director); pengantar adalah PB/PBM dan/atau Pinca pada Kanca dengan SLP/Private, PB/PBO dan/atau Pinca pada Kanca dengan PBO Office, atau PB/CBM/RM dan/atau Pinca pada Kanca tanpa keduanya.
  • AUM >= Rp15 miliar sampai < Rp50 miliar: kartu ditandatangani Division Head WMG (General Manager); pengantar adalah Pinca/PBM/PB, PB/PBO dan/atau Pinca/MP, atau RM/CBM/PB dan/atau Pinca menurut kategori Kanca.
  • AUM < Rp15 miliar: kartu ditandatangani Pinca/PBM (Branch Manager/Priority Banking Manager); pengantar adalah PBM/PBO, PBO, atau RM menurut kategori Kanca.
  • Bagi Pejabat Negara/Pemerintah Pusat/BUMN, kartu ditandatangani Direktur Bisnis Konsumer (Managing Director); bagi Pejabat Daerah/BUMD/Perusahaan Inti Kanca, ditandatangani Kadiv WMG (General Manager).
hadiahkartu ucapanAUMotorisasipengantaran

Bab 7

Wealth-Business Process

Proses bisnis wealth dipetakan ke lima tahap: lead generation, onboarding & KYC, activation & advisory, client servicing, dan account monitoring, dengan keputusan approved/reject serta aktivitas produk dan migrasi.

Halaman 20

Proses

Halaman 20

Lead generation dan persetujuan nasabah

Lead generation membedakan NTB dan ETB. NTB dapat berasal dari canvassing atau referral ekosistem BRI dan pihak ketiga melalui skema rujukan; ETB dapat berasal dari Branch/RM, referral ekosistem BRI, atau nasabah yang memenuhi syarat untuk upgrade status.

  • Nasabah memberikan persetujuan untuk melanjutkan proses Prioritas.
  • Alur kemudian memiliki keluaran reject atau approved.
lead generationNTBETBreferralupgrade
Proses

Halaman 20

Onboarding dan KYC pada proses wealth

Untuk NTB, nasabah menjalani registrasi dan KYC di BRImo lalu membuka akun dan memperoleh nomor rekening. Untuk NTB dan ETB, nasabah mengisi empat formulir aplikasi status Prioritas dan menyerahkan KTP serta NPWP; RMP memasukkan data ke ProWealth dan RM melakukan screening AML, PEP, Daftar Hitam menggunakan NDS serta pemeriksaan transaksi.

  • PBM melakukan approval atas permohonan aplikasi status Prioritas; hasilnya approved atau reject.
  • Aplikasi yang approved terhubung ke CardPro untuk memproses penerbitan dan pengiriman kartu ke unit kerja secara otomatis.
  • RMP dan Unit Kerja mengirim welcoming package berupa kartu debit dan souvenirs yang disiapkan dari Kantor Pusat.
onboardingKYCBRImoProWealthNDSCardPro
Proses

Halaman 20

Aktivasi, advisory, dan set up produk wealth

RMP lain atau supervisor mengontak nasabah untuk verifikasi data dan mengirim dokumen konfirmasi. RMP bersama Wealth specialist merencanakan rekomendasi portofolio produk dan melakukan pendekatan kepada nasabah; transaksi produk wealth memerlukan persetujuan nasabah.

  • Setelah persetujuan, RMP mengirim referral setiap lini produk ke stakeholder terkait; nasabah dapat melakukan request pembelian produk wealth secara online melalui BRImo maupun kepada RMP.
  • Untuk reksadana, saham, dan obligasi, nasabah mengisi formulir pendaftaran rekening investasi, dengan contoh SID, IFUA, dan RDN, kemudian approval.
  • Untuk bancassurance, PBS melakukan pendaftaran, dilakukan penilaian risiko terhadap profil nasabah, lalu approval dan pembentukan produk banca.
aktivasiadvisoryportofolioinvestasibancassurance
Layanan

Halaman 20

Client servicing

Dalam client servicing, RMP melakukan pembaruan KYC dan profil risiko secara semi-tahunan; RMP juga berkomunikasi dan memberi update kepada klien seperti market update dan tinjauan portofolio, walaupun aktivitas kontak nasabah belum termonitor pada diagram.

  • RMP menangani permintaan layanan privilege dan transaksi, bekerja sama dengan RMFT untuk unit kerja yang tidak memiliki RMP.
  • Nasabah dapat mengajukan keluhan melalui premium call center yang dialihkan ke PBM, RMP, Unit Kerja, atau BRImo.
client servicingKYCprofil risikokeluhanprivilege
Proses

Halaman 20

Account monitoring, reaktivasi, dan migrasi

Tim Analytics mengumpulkan data FUM dari berbagai sumber dan mengirim laporan ke Sales Management, SLP, dan PBM. RMP menargetkan nasabah eksisting di bawah threshold untuk top-up FUM sebagai reaktivasi nasabah.

  • Tim Data & Analytics menyiapkan daftar nasabah untuk peningkatan dan penurunan versi; daftar nasabah potensial diproses oleh SLP.
  • Untuk migrasi akun, RMP bekerja sama dengan RMFT yang ditugaskan untuk downgrade dan PB untuk upgrade guna menyerahkan data klien.
monitoringFUMreaktivasimigrasidowngradeupgrade

Bab 8

Studi Kasus Penerapan SOP

Tiga studi kasus meminta peserta menerapkan ketentuan pengkinian data/profil risiko, penurunan FUM Prioritas, serta tawaran migrasi Prioritas ke Private melalui komite.

Halaman 21–23

Studi kasus

Halaman 21

Case Study 1: Pengkinian Data dan Profil Risiko Nasabah

Bapak Ariel adalah Nasabah Prioritas lama yang aktif bertransaksi investasi, namun selama satu tahun belum melakukan update data atau profil risiko. Ketika RM Priority menawarkan produk investasi baru berisiko menengah-tinggi, nasabah keberatan karena produk dinilai tidak sesuai kebutuhan; sistem masih mencatat profil konservatif dan data pekerjaan belum diperbarui.

  • Pertanyaan meminta alasan pentingnya pengkinian data dan profil risiko secara berkala serta periode pengkinian Nasabah Prima sesuai ketentuan.
  • Pertanyaan juga meminta langkah RM Priority untuk menawarkan produk investasi baru.
studi kasusprofil risikopengkinian datainvestasiRM Priority
Studi kasus

Halaman 22

Case Study 2: Penurunan FUM Nasabah Prioritas

Bapak Andi adalah Nasabah BRI Prioritas dengan FUM Rp1,4 miliar yang dalam empat bulan menurun menjadi Rp850 juta karena pencairan deposito dan penjualan reksa dana untuk kebutuhan bisnis. Belum ada komunikasi resmi mengenai potensi penghentian layanan.

  • Kasus menyebut persyaratan FUM minimal Nasabah Prioritas sebesar Rp1 miliar.
  • Pertanyaan meminta langkah RM Priority, media komunikasi kepada nasabah, serta konsekuensi terhadap status layanan dan kartu BRI Prioritas bila FUM tetap di bawah ketentuan sesuai periode yang dipersyaratkan.
studi kasusFUMPrioritaspenghentian layanankomunikasi
Studi kasus

Halaman 23

Case Study 3: Migrasi Nasabah dari Prioritas ke Private

Bapak Hendra telah menjadi Nasabah Prioritas lima tahun dengan FUM rata-rata Rp18 miliar, memiliki deposito dan investasi, aktif menggunakan bancassurance, serta memiliki bisnis keluarga besar. RM Priority melihat profil dan kebutuhannya sesuai BRI Private, tetapi nasabah belum memahami perbedaan layanan Prioritas dan Private.

  • Pertanyaan meminta pendekatan RM untuk menawarkan upgrade ke layanan Private.
  • Pertanyaan juga meminta proses onboarding Nasabah Private melalui mekanisme komite.
studi kasusmigrasiupgradePrivatekomite

Referensi

Glosarium

AUM

Halaman 13

Asset Under Management: total aset nasabah berupa dana simpanan, termasuk rekening dana nasabah di Bank BRI, serta nilai produk investasi dan asuransi bancassurance yang dibeli melalui Bank BRI.

Alias: Asset Under Management

FUM

Halaman 13

Fund Under Management: total aset nasabah berupa dana produk simpanan, produk investasi, dan nilai tunai bancassurance.

Alias: Fund Under Management

EDD

Halaman 15–16

Enhanced Due Diligence yang wajib dilakukan pada pendaftaran dan identifikasi Nasabah Prima.

Alias: Enhanced Due Diligence

Nasabah Prima

Halaman 6, Halaman 15

Nasabah BRI Prioritas atau BRI Private yang dalam materi digolongkan sebagai kategori risiko tinggi dan wajib menjalani EDD.

SPPN

Halaman 7–9

Surat Pemberitahuan Bank dan Persetujuan Nasabah.

LKN

Halaman 7–11

Dokumen yang digunakan dalam pendekatan/onboarding dan untuk menuangkan informasi aset serta potensi bisnis nasabah pada pengajuan BRI Private.

Main Account

Halaman 7–9, Halaman 17

Rekening utama yang menjadi dasar ketentuan product type dan dapat diganti atas permintaan nasabah atau saat rekening lama closed dengan total AUM masih memenuhi kriteria Layanan Prioritas.

SLP

Halaman 5–6, Halaman 18

Sentra Layanan Prioritas; materi menampilkan SLP sebagai outlet pengelola serta unit kerja penatakerjaan kartu.

Alias: Sentra Layanan Prioritas

PBA

Halaman 6–7, Halaman 11

Peran yang menginput data nasabah sesuai formulir di CPM dan menjalankan tindak lanjut administrasi onboarding Private yang dipaparkan.

PBM

Halaman 7, Halaman 18

Priority Banking Manager; pada onboarding Prioritas melakukan verifikasi dan approval di CPM, serta memiliki peran penatakerjaan PIN Mailer pada unit tertentu.

Alias: Priority Banking Manager

RMP

Halaman 20

Peran dalam proses bisnis wealth yang memasukkan data aplikasi ke ProWealth, melakukan pelayanan, advisory, komunikasi, reaktivasi, dan migrasi sebagaimana diagram.

APUPPT

Halaman 15

Judul bagian materi tentang penerapan pengendalian Nasabah Prima yang memuat EDD, screening, penolakan, pengkinian data, STR, dan Anti Tipping Off.

PEP

Halaman 15

Status nasabah dan/atau keluarga nasabah yang wajib diperiksa dalam screening oleh Petugas Layanan Prima BRI.

STR

Halaman 15

Laporan yang wajib dilaporkan Petugas Layanan Prima BRI secara online sesuai ketentuan yang berlaku.

LTKM

Halaman 15

Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan yang berlaku ketentuan Anti Tipping Off.

Alias: Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan

NTB

Halaman 20

Kategori nasabah pada proses business wealth yang menjalani registrasi dan KYC di BRImo serta account opening.

ETB

Halaman 20

Kategori nasabah pada proses business wealth yang pada diagram dapat berasal dari Branch/RM, referral ekosistem BRI, atau calon nasabah yang memenuhi syarat upgrade status.

Istilah

Akronim

AUM
Asset Under Management

Halaman 13

FUM
Fund Under Management

Halaman 13

EDD
Enhanced Due Diligence

Halaman 15–16

SPPN
Surat Pemberitahuan Bank dan Persetujuan Nasabah

Halaman 7–9

SLP
Sentra Layanan Prioritas

Halaman 5–6

PBO
Priority Banking Officer

Halaman 18

PBM
Priority Banking Manager

Halaman 7

PEP
Politically Exposed Person

Halaman 15

Internet ↗
DTTOT
Daftar Terduga Teroris dan Organisasi Teroris

Halaman 15

DPPSPM
Daftar Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal

Halaman 15

STR
Suspicious Transaction Report

Halaman 15

Internet ↗
LTKM
Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan

Halaman 15

NTB
New to Bank

Halaman 20

Internet ↗
ETB
Existing to Bank

Halaman 20

Internet ↗
SID
Single Investor Identification

Halaman 20

Internet ↗
IFUA
Investor Fund Unit Account

Halaman 20

Internet ↗
RDN
Rekening Dana Nasabah

Halaman 20

Internet ↗

Keterkaitan

Relasi antar-item

Indeks

Kata kunci dan entitas

Kata kunci

Wealth ManagementNasabah PrimaBRI PrioritasBRI PrivateFUMAUMonboardingkomiteEDDAPUPPTscreeningprofil risikokartumigrasibancassurance

Entitas

BRIWealth Management GroupCorporate University GroupPolicy & Procedure DivisionDivisi PODSales ManagementSLPBRImoProWealthCardProNDSOJK

Pustaka

Sumber dan catatan ekstraksi

Berkas sumber
Materi BFLP Generalist - Wealth Management - SOP.pdf
Bahasa
Campuran Indonesia dan Inggris
Grounding
Materi sumber + referensi internet pada akronim
Cakupan
Lengkap dengan catatan
SHA-256
465c0ba6539a044fd44a851675f419bc353dd38b204d7fa4849dbf599093f8e5
  • Semua 23 halaman PDF ditinjau secara visual; ekstraksi teks hanya digunakan sebagai bantuan penelusuran.
  • Istilah dan singkatan yang tidak diekspansikan oleh materi, seperti PEP, STR, NTB, ETB, SID, IFUA, dan RDN, diperkaya dari referensi internet resmi dan ditandai per entri melalui externalReference.
  • Halaman 23 diberi judul Case Study 2 pada PDF, meskipun urutannya mengikuti dua studi kasus sebelumnya; rekaman ini menandainya sebagai studi kasus ketiga untuk membedakan item secara unik tanpa mengubah isi kasus.